
Shun land menceritakan pertarungannya dengan Mara Deva, tanpa ragu-ragu Shun land mengatakan bahwa dirinya belum bisa mengalahkan Mara Deva dan gurunya Pancasiksa.
Shun land akan pergi mencari Mara Deva dan gurunya Pancasiksa setelah membawa menemui Bangsawan Samosir dan mempertemukan adiknya putri Shi Maharati yang di beri nama oleh ayah angkatnya Dewi langit dengan kedua orang tuanya.
Cita-cita Shun Land mencari adiknya selalu mendapatkan berbagai kendala dalam hal ini Shun land meminta maaf pada ibunda dan ayahandanya belum bisa memastikan bahwa adik pangeran Agam anak ketua bangsawan Samosir tuan Bungaran.
Sejak pertarungan Shun Land dan Mara Deva yang di menangkan Shun land berita itu menyebar luar ke setiap penjuru.
Nama kerajaan Tarumanagara semakin masyhur, selain itu Nama pendekar Rajawali Api menjadi momok menakutkan bagi setiap pelaku kejahatan.
Pasukan besar bekas pasukan Naga hitam di tugas kan di setiap penjuru negri di daratan luas Dwipa membuat keamanan negara semakin terjaga hukum benar benar di tegakkan tanpa pandang bulu.
Perguruan-perguruan yang bergabung di koalisi para pendekar dunia persilatan di berikan tunjangan berupa uang dan senjata hingga perguruan-perguruan berkembang pesat.
Kerajaan Kutai khal yang berpindah ke kota Martapura, Shun land rubah nama kerajaannya menjadi Kutai Martadipura sang kakak Pangeran Jaka lelana atau pangeran Shan land di angkat menjadi Raja di sana sedangkan Pangeran khal Shubal menjadi panglima perang sekaligus wakil Raja.
Putri Ayu Sondari mengikuti suaminya pindah ke kerajaan Kutai Martadipura di daratan luas Nusa kencana.
Pangeran Jaya lelana membawa 10.000 armada laut Naga hitam yang berganti nama armada laut Naga biru dengan bendera kepala Rajawali Api.
Laksamana Sarpa di tugaskan menjadi pimpinan di bantu laksamana Kuemalahayati dari armada Inong bale.
Sepuluh ribu lagi di tugaskan kembali ke daratan luas Swarnabumi ke istana Naga hitam yang sekarang menjadi istana Rejang Renah Selawi kerajaan Gendis di kaki gunung Kerinci.
Pimpinan pasukan di pimpin langsung putri Serindang bulan dan wakilnya panglima Demagog dan dua Naka buahnya Karma dan Udacca.
Pangeran Dehen dan pendekar Dewi bulan merah atau Nyai Sri Tanjung akhirnya menikah mereka berdua di angkat menjadi Ahli strategi perang kerajaan Tarumanagara.
Putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru di angkat menjadi perdana menteri tata negara sesuai keahlian Putri Dian Prameswari dwibuana yang pandai mengatur tana negara di bawah kendali kendali raja langsung.
Shun land setelah mengatur semua dan menempatkan orang-orang nya di setiap wilayah memanggil seluruh keluarga besar khususnya tiga permaisurinya.
Berkumpul seluruh keluarga istana di pendopo istana, ketiga permaisuri Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun, nyai Iseng dan tabib Lau Lien.
"Ibunda Ratu dan ayahanda tujuan saya ingin berkumpul adalah ingin berpamitan saya akan mengunjungi Bangsawan Rejang Renah Selawi di daratan luas Swarnabumi sekaligus ingin melihat keadaan dan ke pemimpin putri Serindang bulan setelah itu saya ingin mengunjungi Bangsawan Samosir di daerah Toba".
__ADS_1
Shun land berhenti sejenak melihat ketiga istrinya lalu meneruskan bicaranya.
"Saya juga ingin berterima kasih pada ketua bangsawan Rejang Renah Selawi karena Putri Serindang bulan telah membantu saya setelah pertarungan hidup mati dengan Mara Deva,....."
Tetapi sebelum Shun land meneruskan bicaranya seorang anak lelaki berusia 4 tahun berlari dari pintu istana menuju Shun land sambil berkata sangat lucu.
"Paman raja mana hadiah untuk Wisanggeni, kata ayah akan di beri hadiah bila telah berlari cepat seperti paman raja".
Anak ini memperagakan jurus Saipi angin hingga tubuh mungilnya berlari cukup cepat ke arah Shun Land.
Hati Shun land bergetar melihat gerakan Wisanggeni terlihat oleh Shun Land di dalam tubuh kecilnya sebuah aura tenaga dalam yang besar tapi tersegel.
Pedang Naga Bergola pun ikut bergetar saat anak ini mendekat.
"Wisanggeni kesini bersama siapa". Shun land berdiri lalu berjongkok memegang bahu Wisanggeni terasa ada yang berdesir hangat menyentuh tangan Shun land.
Dalam batin Shun Land terdengar suara Roh Sumpit Raja Neraka tuan izinkan saya bersama anak ini kekuatan di dalam tubuhnya sangat kuat menarik saya mungkin dia adalah jodoh sejati saya".
Shun Land tertegun sesaat tetapi setelah di pikir dengan baik keberadaan sumpit raja neraka tidak di butuhkan lagi karena sekarang telah memiliki pusaka bintang kelas tinggi Pedang Naga Bergola.
Shun Land menjawab Roh Sumpit Raja Neraka.
"Wisanggeni ingin hadiah paman akan memberikan hadiah untuk Wisanggeni tetapi hadiahnya boleh di gunakan saat Wisanggeni dewasa". Shun land bicara pada Wisanggeni yang terlihat polos dan lucu.
"Siapa takut paman". Wisanggeni berkata sambil berkacak pinggang.
Semua yang hadir tersenyum melihat tingkah lucu Anak berusia 4 tahun bicara walaupun masih cadel.
Shun land mengeluarkan Sumpit Raja Neraka di tangan kanannya.
"Ini hadiah untuk Wisanggeni ulurkan kedua tangan mu".
Wisanggeni mengulurkan kedua tangannya dengan telapak tangan di atas, Shun Land meletakan Sumpit Raja Neraka di kedua telapak tangan Wisanggeni.
Telapak tangan Wisanggeni menggenggam Sumpit Raja Neraka setelah tergenggam erat dalam hitungan setengah tarikan nafas Sumpit Raja Neraka lenyap dari pandangan.
__ADS_1
"Paman raja kok hadiah Sumpit nya hilang". Wisanggeni menunjukkan wajah kecewa.
"Hadiah itu akan muncul dan bisa di gunakan setelah Wisanggeni besar". Shun land berkata memberi pengertian.
"Wisanggeni percaya paman raja tak pernah bohong kata ibunda Mawinei".
Shun land mendengar nama Mawinei langsung menengok ke pintu benar saja di sana Mawinei menuntun anak perempuan seumuran dengan Wisanggeni tapi keberadaan Boma tidak terlihat.
Permaisuri May Lien segera berdiri dan melangkah menyambut Mawinei.
"Adik cantik sini sama bibi May". Permaisuri May Lien jongkok sambil mengulurkan tangannya.
Gadis kecil itu menyongsong ke pelukan Permaisuri May Lien, putri May Lien lalu menggendongnya.
Mawinei masuk menghampiri Wisanggeni yang berada di depan Shun Land, "Wisanggeni hayo menghormat pada Paduka paman Raja".
Setelah berkata Mawinei berlutut sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada atas, Wisanggeni melihat ibunya berlutut dia pun mengikutinya sambil berkata.
"Paman maaf kan Wisanggeni lupa untuk menghormat paman raja habis ingat nya sama hadiah terus".
Semuanya tertawa mendengar Wisanggeni bicara berlagak dewasa tapi suaranya cadel membuat sangat lucu yang mendengar.
"Berdirilah kak Mawinei di mana pembuat onar". Shun land bertanya keberadaan Boma.
"Dia masih di kapal sedang memotong ikan di bantu beberapa prajurit, katanya malam ini ingin bakar ikan bersama di taman istana bersama paduka raja".
Mawinei menjawab, Mawinei duduk di dekat Nyai Iseng Wisanggeni bermain bersama adiknya perempuannya berlari-lari di istana yang luas.
Shun land meneruskan pembicaraan tentang niat kepergiannya.
__________________
Sang Rajawali Api setelah mengejar empat kapal yang kabur dari pelabuhan bersama Naga Bumi Sabui.
Setelah itu Sang Rajawali Api kembali ke gua Sanghyang Sirah di ujung kulon Naga bumi Sabui kembali ke sumur Kahuripan jiwa di Rawa Cibuaya.
__ADS_1
________*****_______