LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
218. Pertarungan menggegerkan dunia persilatan 3.


__ADS_3

Naga Api Hitam mendapatkan serangan kali ini tidak mengeluarkan jurus atau pun menghindar dia menunggu serangan datang seolah-olah tidak berdaya.


"Kena kau...!!! jebakan ku Rajawali bodoh". Gumam sang Naga Api Hitam.


Ketika Cakar membara sang Rajawali Api hendak menyentuh kepala Naga Api Hitam dengan kecepatan yang sulit di percaya oleh mata telanjang.


Naga Api Hitam membuat gerakan ke atas dengan mengayunkan ekornya, gerakan ini tidak di prediksi olah sang Rajawali Api yang selalu menghindar benturan secara langsung, sang Rajawali Api sadar kekuatannya di bawah sang Naga Api hitam.


Tapi kali ini benturan secara langsung tak bisa di hindari, tubuh sang Rajawali Api condong ke depan mengikuti gerakan kaki tetapi sayapnya di belakang, sedangkan tubuh Naga Api Hitam berada di atas sang Rajawali Api di sini, secara otomatis posisi ekor atas berada di depan dada sang Rajawali Api sedangkan ekor bagian bawah berada di cakar sang Rajawali Api.


Sang Rajawali Api hanya bisa membuat tameng Api Abadi seluruh kekuatannya di kerahkan demi melindungi dadanya.


Ayunan ekor sang Naga Api Hitam menghantam dada Sang Rajawali Api dan ekor bagian bawah bentrok dengan cakar Naga api.


Sang Rajawali Api terlempar dengan keras ke puing-puing bangunan istana dengan keras.


Tanpa di sia-siakan Naga Api Hitam menyerang dengan semburan Api neraka Hitam yang sangat pantas.


Sang Rajawali Api mengepakan sayapnya dia terbang sangat tinggi mengunakan gerakan jurus Rajawali bersayap Api.


Naga Api Hitam merasa sedikit shock serangan yang di Pastikan mengena karena di posisi musuh yang sangat sulit untuk menghindar kenyamanan Sang Rajawali Api luput dari serangan mematikan.


Pertarungan dua Mahluk legenda membuat di sekitar arena Pertarungan hancur kobaran api sampai merembet ke segala arah.


Di sisi lain pertarungan Shun Land melawan Mara Deva terlihat seimbang keduanya menggunakan ilmu yang sama.


Jurus Naga Kahyangan warisan dari leluhur Naga Shun Land di wariskan Roh Naga Bergola sedangkan Mara Deva dari Naga Api Hitam.


Dalam hal ini Mara Deva mempunyai keunggulan pengalaman bertarung lebih, sedangkan Shun Land memiliki jurus yang lebih sempurna.


Naga Bergola memiliki ilmu Naga Kahyangan dari warisan resmi leluhurnya sedangkan Naga Api Hitam dari kitab salinan.


Dalam beberapa bentrokan Mara Deva terpundur beberapa tombak walau tidak cedera.


"Naga bergola bersiap lah kita akan mengakhiri Pertarungan ini dengan jurus Tarian Rajawali Api jurus pertama Rajawali menerjang badai tingkat akhir".


Naga Bergola yang ingin mengingatkan tetapi lambat Shun land sudah memperagakan gerakan pembuka mau tidak mau Roh Naga Bergola mengikutinya dengan mengalirkan kekuatan Api yang besar.


Gerakan pedang yang gesit dan cepat mengalir bagai badai Mara Deva terperangah baru kali ini melihat gerakan pedang yang sangat sulit untuk mencari celah kelemahannya, bahkan terlihat sempurna.

__ADS_1


Shun Land menerjang dengan sepenuh hati Mara Deva yang masih terpaku hanya bisa melompat ke atas.


Shun Land tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dia mengikuti dengan kecepatan tinggi keadaan Mara Deva yang masih kaget membuat lengah.


Mara Deva tidak sempat menghindar hanya bisa menahan dengan Tongkat Api neraka.


Sabetan pertama jurus Rajawali Api bisa di bendung tapi sabetan kedua memutuskan lengan kanan dan sabetan ke tiga membelah diri bahu kiri sampai pinggang atas.


Wajah Mara Deva seakan tidak percaya di kalahkan anak muda yang notabene cicitnya sendiri.


Tubuh bawah Mara Deva jatuh ke reruntuhan sedangkan bagian atas jatuh ke tanah halaman taman.


Tidak begitu lama hanya beberapa saat ketiga bagian tubuh Mara Deva terbang dan menyatu kembali di atas udara.


Shun land melongo bagai tak percaya walau pun sudah mengetahui ke hebatan Ajian Rawarontek tapi tetap saja ini suatu pemandangan yang di luar nalar.


Dua bayangan mendekati Mara Deva mereka adalah Kama Deva dan Asvaghosa sedangkan Deva Putta tidak berani keluar dari kapal.


"Menjauh lah dia bukan tandingan kalian percayalah pada ku bisa mengalahkannya".


Mara Deva yang biasanya suka mengorbankan anak buahnya tetapi ke kedua pengikut ini dia terlihat seperti menyayanginya.


Ketiganya di Warisi Ajian Rawarontek yang bisa meregenerasi sel tubuh hingga ketiganya terlihat seperti usia tiga puluhan.


Tapi ketiganya memiliki Ajian Rawarontek di tingkat dasar karena ketiganya tidak memahami ilmu Saipi Bumi inti dari Ajian Rawarontek.


Ketiganya hanya mampu meregenerasi sel belum bisa menyambungkan anggota tubuh yang terpisah seperti Mara Deva dan gurunya Pancasiksa.


Mara Deva yang mengetahui kekuatannya turun setahap bila mengunakan Ajian Rawarontek segera memasang kuda-kuda menyiapkan jurus ke tiga dari jurus Naga Kahyangan.


Jurus Naga Menari di angkasa di di persiapkan Mara Deva tujuannya ingin menguras tenaga dalam dan kekuatan Api abadi di dalam tubuhnya.


Mara Deva melesat ke udara tubuhnya melayang bagaikan terbang dengan Tongkat Api neraka Pusaka bintang hanya di bawah satu level dari Pedang Naga Bergola.


Mara Deva meliuk-liuk bagai naga menari memperagakan jurus Naga Menari di angkasa.


Sementara itu Shun Land yang berdiri di bawah melihat Mara Deva mengeluarkan jurus Naga menari di angkasa dia pun tidak tinggal diam.


Jurus ketiga dari kitab Tarian Rajawali Api, jurus Rajawali api menari kematian Shun Land persiapkan.

__ADS_1


"Naga bergola kerahkan kekuatan api lebih besar aku ingin mengakhiri Pertarungan ini".


Roh Naga Bergola hanya berkata "Baik tuan".


Pedang Naga Bergola mengeluarkan Api yang lebih besar bilahnya memerah bagai Baja yang di tempa tengah bilahnya mengeluarkan seluit berwarna sinar putih tanda panas meningkat.


Shun Land melesat ke udara berhadapan langsung dengan Mara Deva yang siap menyerang.


Dua bayangan Api saling menyerang dan saling bertahan di udara, satu dengan nyala api merah kebiruan yang satu lagi nyala api kehitaman keduanya mengeluarkan asap, yang satu asap hitam pekat sedangkan satu lagi mengeluarkan asap putih.


Sementara itu Sang Rajawali Api sedang menghindari serangan Naga Api Hitam yang menginginkan dirinya binasa hancur berkeping-keping.


"Aku harus segera mengalahkan Burung sawah ini sebelum Naga bau tanah muncul membantu itu sangat merepotkan". Naga Api Hitam bergumam sendiri.


"Naga Hitam apa kau merindukan ku sebaiknya kau bertaubat jangan kau mengumbar ego mu".


Suara santai tapi penuh penekan dari arah belakang Naga Api Hitam, sontak saja Naga Api Hitam menolehkan pandangannya ke belakang terlihat Naga bumi Sabui sedang melayang menatapnya dengan tenang.


"Jangan banyak bicara Naga bau tanah majulah bila kau ingin mengeroyok ku aku sedikit pun tidak takut".


Naga Api Hitam bicara menyembuhkan kekagetannya.


"Kenapa kau lama sekali, apa kau ingin melihat sayap ku patah dulu baru kau membantu". Sang Rajawali Api bicara penuh emosi.


"Jangan banyak drama kita serang bersama". Naga bumi Sabui menimpali.


Naga bumi Sabui menyerang dengan semburan Air yang bisa membekukan setiap benda yang di laluinya.


Sedangkan sang Rajawali Api terbang melingkar sambil menyabetkan sayap Apinya kearah perut Naga Api Hitam.


Mendapatkan kedua serangan sekaligus Naga Api Hitam hanya bisa menahan serangan sabetan dari Sang Rajawali Api sedang kan serangan semburan Air dari Naga bumi Sabui dengan telak menghantam bagian belakang tubuhnya.


Tubuh Naga Api Hitam terpental dengan punggung putih membeku permukaannya.


Sebuah sosok menahan tubuh Naga Api Hitam yang besar dengan satu tangan.


Naga Api Hitam menatap dengan lekat penuh kegembiraan sang junjungn sejatinya keluar dari pertapaan membantunya.


"Terima kasih tuan Panca" Naga Api Hitam bertemakasi.

__ADS_1


-------------------*****-------------------


__ADS_2