LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
309. Jaya Sempurna 42. pegunungan gunung jati.


__ADS_3

Saat ini Shun Land dan Lasmini sedang berada di wilayah pegunungan yang banyak pohon jatinya banyak yang lewat ke sana menyebutnya gunung jati karena memang banyak sekali pohon jatinya.


Shun Land dan Lasmini di beri tumpangan tenda oleh pedagang pakaian, ada 4 pedagang pada saat itu yang berangkat bersama, mereka membuat kelompok demi meminimalkan resiko serangan para perampok.


Shun Land merasa kecewa karena tidak menjumpai para perampok yang beroperasi.


Pada saat itu Shun Land sedang duduk bersama dengan para pedagang sedangkan para pengawal membuat api unggun untuk menghindari hewan buas.


"Nak Jaya di jalur pesisir Dwiva ini yang paling bahaya adalah di wilayah alas Roban di sana ada dua kekuasaan para perampok yang pertama begitu keluar dari sini sampai keperbatasan timur hutan kalongan, begitu keluar dari hutan kalongan kita menghadapi kelompok tengkorak alas Roban yang paling bahaya dan sadis". Warsiman pedagang pakaian bercerita di ikuti yang lain ikut menambahkan Shun Land hanya mendengarkan saja tidak ikut bicara.


Setelah tengah malam Shun Land giliran jaga di luar tenda bersama empat orang pengawal, Para pengawal mulai menguap dan akhirnya tumbang juga tergeletak kelelahan sepanjang hari di perjalanan.


Tiba-tiba salah satu kuda meringkik keras. "Keluarlah kalian jangan khawatir aku tidak akan membangunkan yang lain aku masih sanggup melawan kalian berenam". Shun Land bicara sendiri sambil menambah kayu ke perapian.


Enam orang keluar terlihat dari pakaiannya yang berbadan pendek sedikit gemuk adalah ketuanya. "Akhirnya keluar juga yang aku tunggu-tunggu" Shun Land berkata dalam hati.


Mereka berenam mengelilingi Shun Land dengan gaya yang congkak dan meremehkan dua diantara mereka mencabut goloknya dan memainkan dengan cara di putar-putar.


Shun Land santai berjongkok masih menambahkan kayu bakar di perapian pria bertubuh sedikit pendek berkata sambil tangannya di sedekapkan di dada. "Aku akan melepaskan mu asal jangan membuat keributan dan membiarkan kami membawa kereta dan kuda-kuda yang ada".


Shun Land diam saja tidak menjawab sepatah kata pun dalam pemikiran Shun Land percuma bicara dengan mereka, menghadapi mereka harus dengan tindakan tegas, Shun Land sudah memutuskan untuk membasmi para penyamun dan perampok yang di temuinya tanpa pengampunan.


Dua orang yang mencabut golok menyerang Shun Land di mata mereka Shun Land terlihat sangat sombong.

__ADS_1


Dua golok itu berhenti satu nyari lagi dari kulit Shun Land, Shun Land berdiri "aku telah memberi kalian kesempatan untuk tidak berurusan dengan ku tetapi kalian memaksa ku".


Shun Land mengangkat tangan kanannya tumpukan ranting kayu berterbangan kearah 5 penyamun berkecepatan tinggi sukar di ikuti oleh mata biasa, kelimanya tidak bisa menghindar itu di luar kemampuan mereka.


Dalam hitungan detik yang tersisa hanya ketua mereka yang bernama Delay, tubuhnya terduduk lemas wajah yang terlihat garang sayup tak berdaya. Shun Land mendekat dan berkata. "Tunjukan jalan kelompok yang lain agar datang besok malam ke rombongan ini, pergilah turuti perintah ku jika ingin hidup lebih lama". Shun Land melambaikan tangan mengusir.


"Baik tuan pendekar besok aku membawa seluruh kelompok para penyamun hutan kalongan". Delay melangkah tanpa menoleh ke belakang.


Shun Land mendekati para penyamun yang bersimbah darah lalu mengusap-usapkan darah mereka ke wajah dan sebagian pakaiannya lalu tiduran dekat para pengawal dan tidur.


Esoknya seluruh rombongan ribut tentang kejadian semalam mereka saling bertanya satu sama lain kejadian semalam.


Para penjaga tidak bisa menjawab pertanyaan karena mereka berempat tidur Shun Land berpura-pura bangun dari tidurnya Lasmini berlari kecil ingin mengetahui keadaan suaminya.


"Semalam mereka datang menyerang kakang membela diri ketika kakang sedikit lagi kalah datang seorang pendekar dengan tongkat setelah itu kakang terkena tendangan dan tak ingat apa-apa lagi tahu-tahu kakang di kelilingi kalian". Shun Land berkelakar bicaranya sangat menyakinkan.


Lasmini yang sudah tahu kemampuan suaminya mencibir lalu menarik tangan Shun Land. "Ayo kita cari air untuk membersihkan darah di wajahmu dan bajumu".


Semuanya bubar berkemas akan melanjutkan perjalanan kembali. Shun Land meminta Lasmini untuk tidak menumpang di dalam kereta.


Rombongan bergerak perlahan menelusuri jalan gunung hutan jati. matahari mulai condong ke barat perjalan rombongan sebentar lagi masuk jalur Hutan kalong karena di sana banyak hewan malam kelelawar tapi orang setempat menyebutnya kalong.


Para pengawal mulai ketar ketir karena akan memasuki jalan hutan kalong, "tuan Warsiman bila perjalanan di teruskan kita akan bermalam di tengah hutan kalong".

__ADS_1


Pengawal juragan Warsiman bertanya.


"Kita jalan terus karena siang atau malam tetap saja kita akan bertemu mereka bila mereka sedang beroperasi, kecuali mereka sedang tidak beroperasi kaya tahun lalu kita pulang pergi aman". Juragan pakaian Warsiman memerintahkan untuk terus melanjutkan perjalanan.


Di antara ke4 juragan, juragan Warsiman di pilih sebagai pemimpin rombongan karena banyak pengalaman berbagai daerah di daratan Sunda Dwiva ini.


Shun Land hanya melirik percakapan antara pengawal dan juragannya. Menjelang senja rombongan mulai memasuki hutan kalong yang terkenal angker dan menakutkan jarang yang selamat melintas ke jalur itu.


"Kita istirahat di tempat tahun kemarin kita berhenti di sana luas untuk mendirikan tenda dan ada sungai yang jernih airnya" juragan Warsiman memberikan perintah.


Setelah sampai di tempat yang di tuju rombongan berhenti dan mulai mendirikan tenda setelah selesai mereka bergantian mendatangi sungai untuk membersihkan diri.


Shun Land duduk di dekat pohon besar bersama juragan Warsiman mereka berdua mengobrol menghilang cape dan penat selama perjalan.


"Tuan Warsiman jauh mana gunung Dieng dengan gunung Ceremai". Shun Land yang ingat ucapan Ki Aria Natanagara tentang perguruan pedang setan jadi ingin sekaligus mendatanginya.


"Kalau dekat yaaa dekat gunung Ceremai karena gunung Dieng sebelah timurnya ada keperluan tuan pendekar dengan perguruan pedang setan apa tuan pendekar mempunyai idola murid-murid perguruan itu yang semuanya perempuan" juragan Warsiman menjawab di tambahi dengan candaan.


"Tidak tuan Warsiman saya hanya bertanya saja ingin mengetahui seluk-beluk daratan Sunda Dwiva ini". Shun Land menimpali dengan wajah malu.


Shun Land berpamitan untuk mengantar Lasmini ke sungai untuk mandi dirinya pun ingin segera mandi karena badan sudah terasa lengket.


Malam menggantikan siang pengawal yang berjumlah sepuluh orang di bagi dua giliran 4 berjaga sore hari sampai tengah malam sedangkan 6 pengawal berjaga bagian tengah malam sampai pagi, ini menimbang peristiwa kemarin malam Shun Land pun ikut berjaga di tengah malam.

__ADS_1


***************


__ADS_2