
Tetua Mantikai menyebutkan tiga peraturan dalam kontes olah Kanuragan
1.tidak boleh melukai lawan hingga menyebabkan kehilangan nyawa
2.tidak boleh menyerang musuh yang sudah menyerah
tidak boleh ada dendam dan tuntutan bila salah satu peserta kontes olah Kanuragan terluka
Tetua Mantikai menyebutkan para peserta, dari keluarga besar istana ada tiga
pangeran Shun Land putra mahkota
2.pangeran Khal Shugal putra tetua Khal San
3.pangeran kitri putra tetua Saman Khal
Dari klan Bugis bangsawan Andi dua peserta
pangeran.
pangeran Makkamaru
2.putri Ambo Dale
Dari klan Ambon ada satu peserta
1.putri Adeo
Dari klan Wajak daratan luas Dwiva ada dua peserta
pangeran Sanjaya triloka
2.putri Dian Prameswari dwibuana
Dari klan Samosir bangsawan Batak dari daratan luas Swarna ada satu peserta
1.pangeran Agam
Dari klan Dayak daratan luas khal besar bangsawan Danum ada dua peserta
1.pangeran Dehen
2.pangeran Nanjan
Bangsawan Banjar masih dari klan Dayak
ada satu peserta
1.pangeran Labas Paban
Deluruh peserta ada 12 di bagi 3 kelopak masing-masing kelompok 4 peserta
setelah di undi kelompok satu di sana ada
__ADS_1
pangeran Khal Shugal melawan pangeran Labas Paban
pangeran Dehen melawan putri Adeo
kelompok ke 2
pangeran kitri melawan pangeran Agam
putri Dian prasmerwari dwibuana melawan Pangeran Makkamaru
Dan kelompok 3
putri Ambo Dale melawan pangeran Nanjan
pangeran Shun Land melawan pangeran Sanjaya triloka
Tetua Mantikai pun memberikan permohonan kepada semua para tetua untuk menjadi pengawas hingga jalanan kontes berjalan sesuai dengan harapan,
Tetua Mantikai juga memberi wejangan kepada seluruh peserta kontes bisa menahan diri karena kontes ini di adakan hanya sebagai latihan tanding menjajal ilmu ilmu olah Kanuragan dan sebagai jalan untuk saling mengenal menimba pengalaman bertarung.
Selanjutnya tetua Mantikai mengumumkan peserta pertama yang akan tampil adalah pangeran Khal Shugal melawan pangeran Labas Paban dari Bangsawan Banjar
''Kepada tuan perdana menteri Jhasun untuk membuka kontes latih tanding olah kanuragan mewakili Sang Ratu SHI khal''
tetua Mantikai memberikan waktu dan kehormatan pihak istana Sunda ageng untuk membuka acara kontes
Perdana menteri Jhasun berdiri dan memulai bicara
Semua yang menonton bertepuk tangan penuh antusias menyambut kedua pangeran yang akan bertarung untuk menentukan siapa yang terbaik di antara mereka
Pangeran Khal Shugal dengan sekali hentakan tubuhnya melayang ketengah arena, hampir bersamaan pangeran Labas Paban pun tidak ketinggalan
keduanya berhadapan Pangeran Labas Paban menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada memberi hormat, pangeran Khal Shugal pun mengikuti sambil berkata
''Aku tidak akan menahan diri walau pun kita masih berasal dari Klan yang sama'' Suara Khal Shugal tegas dengan nada angkuh
Khal Shugal memasang kuda-kuda kokoh bagai gunung, lalu berkata
''aku memberi mu kesempatan tiga kesempatan untuk menyerang, keluarkan semua kekuatan mu''
Pangeran Labas Paban bukan pendekar sembarangan yang gampang terpancing emosi dia pun segera memasang kuda-kuda Bersiap menyerang dengan segenap kekuatan
Pangeran Labas Paban mendalami ilmu Garah Rahwana yang terdiri dari lima jurus
1.jurus Rahwana kasmaran
2.jurus Rahwana murka
3.jurus Rahwana Rakshasa
4.jurus Rahwana pejah
5.jurus Rahwana perlaya
Ilmu lain yang di miliki pangeran Labas Paban ilmu Baksa Ada sembilan jurus, Labas Paban hanya mendalami empat jurus
1.baksa kembang
2.baksa tameng
3.baksa Dadap
__ADS_1
4.kaksa kupu-kupu atarung
Aura Labas Paban mulai merembes keluar menekan lawan ketika jurus pertama Rahwana kasmaran di kerahkan gerakan ini seperti orang merayu kekasihnya tapi di balik itu tersimpan serangan yang kuat bisa membuat patal lawan
Pangeran Labas Paban melesat dengan kekuatan penuh menerjang dengan jurus pertama dari ilmu Garah Rahwana sambil berteriak
''Rahwana kasmaran.......''
Semua penonton menahan napas ketika melihat serangan pangeran Labas Paban hampir menyentuh tubuh lawan pangeran Khal Shugal
Pangeran Khal Shugal yang sudah bersiap dan bisa mengukur tenaga dalam pangeran Labas Paban hanya menggeser sedikit ke kiri, serangan cepat pangeran Labas Paban yang di lambari tenaga dalam mengenai tempat kosong,
Tapi tidak sampai di situ pangeran Labas Paban terus menyerang tanpa jeda dengan jurus kedua ilmu garah Rahwana
''Rahwana murkaaaaa.....
kepalan tangan pangeran Labas Paban melesat kearah titik vital lawan, kepalan tangan itu di balut sinar kebiruan mengandung kerusakan yang mengerikan.
Pangeran Khal Shugal untuk kali ini tidak menghindar tapi dia memasrahkan tubuhnya.
banyak penonton yang menilai tindakan pangeran Khal Shugal sebagai tindakan ceroboh
''sombomg sekali dia ''
''Memang pangeran Khal Shugal wataknya sangat arogan, walau aku orang miskin tak sudi aku punya menantu kaya dia'' kawan di samping nya menimpali
Bagi mereka yang tidak mempunyai kemampuan ilmu olah Kanuragan tindakan Khal Shugal sebagai tindakan bunuh diri
Tapi bagi mereka yang mendalami ilmu olah Kanuragan merasa pangeran Labas Paban terlalu memaksakan diri
Benturan keras terjadi, walau kedua kekuatan tidak seimbang, tetap saja benturan tenaga dalam ini mempunyai pantulan kekuatan yang bisa membuat terluka orang yang tidak mempunyai ilmu olah Kanuragan.
Untung arena ini luas hingga tidak ada efek benturan yang sampai kepada penonton
Pangeran Labas Paban terlempar akibat pantulan pukulannya cukup jauh hampir mencapai lima Depa orang dewasa
Nafas tersengal-sengal mulut mengalir darah menandakan ada luka dalam walau tidak parah,.
Pangeran Labas Paban sadar diri bahwa kekuatan tenaga dalamnya jauh di bawah pangeran Khal Shugal hingga memutuskan untuk mengakhiri Pertarungan
''Saya mengaku kalah Pangeran Khal Shugal pantas memenangkan pertarungan ini, terima kasih telah Manahan diri hingga saya tidak terluka parah, aku pangeran Labas Paban memberi hormat '' pangeran membuat pengakuan bahwa pangeran Khal Shugal lebih unggul
''Terima kasih pangeran Labas Paban yang telah mengalah memberi rasa hormat yang tinggi'' pangeran Khal Shugal memberi muka kepada pangeran Labas Paban
Tetua Mantikai mengumumkan pemenang kontes pertama di menangkan pangeran Khal Shugal
Setelah pengumuman pemenang, keduanya kembali ke tempat masing-masing
Tetua Mantikai segera memanggil peserta berikutnya dari Grup kedua pangeran kitri dari pihak istana dan pangeran Agam dari klan Samosir
keduanya telah berhadapan dan masing-masing memberi hormat kepada lawan tandingnya
penonton bergemuruh mendukung dari kedua pendukung peserta kontes
Pangeran Agam yang mempunyai wajah tampan pengawakan tinggi tegap dambaan kau hawa, banyak mendapatkan dukungan dari para gadis, mereka mengelu-elukan pangeran Agam
''Andai aku punya suami kaya dia, aku rela walau jadi keempat atau sepuluh pun tak apa-apa''. yang lain pun tidak mau kalah
''aku rela menukar hidup ku dengan semalam hidup bersamanya''
para kaum hawa berandai-andai terhanyut oleh ketampanan pangeran Agam dari klan Samosir
Dewi sumayi pun sampai melongo melihat tubuh tinggi tegap wajah tampan berkulit putih, murah senyum
Berbeda dengan putri dari klan Wajak dari daratan luas Dwiva, putri Dian Prameswari dwibuana, perhatian selalu tertuju pada pangeran Shun Land,
Sang pangeran Shun Land tersenyum Ramah saat pandangan mata bertemu, Rona wajah putri Dian Prameswari dwibuana memerah merasa malu diam-diam memperhatikan pangeran Shun Land.
Putri Dian Prameswari dwibuana tidak menyadari perhatiannya kepada pangeran Shun Land tidak luput dari pandangan putri Sari Tungga Dewi sepupunya sendiri dari pihak ibu
...****************...
__ADS_1
Lain waktu sambung lagi Trim's buat sahabat semua salam Nusantara 🙏🙏🙏