LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
23.kontes latih tanding 2


__ADS_3

Tetua Mantikai menyebutkan tiga peraturan dalam kontes olah Kanuragan


1.tidak boleh melukai lawan hingga menyebabkan kehilangan nyawa


2.tidak boleh menyerang musuh yang sudah menyerah



tidak boleh ada dendam dan tuntutan bila salah satu peserta kontes olah Kanuragan terluka



Tetua Mantikai menyebutkan para peserta, dari keluarga besar istana ada tiga



pangeran Shun Land putra mahkota


2.pangeran Khal Shugal putra tetua Khal San


3.pangeran kitri putra tetua Saman Khal



Dari klan Bugis bangsawan Andi dua peserta


pangeran.



pangeran Makkamaru


2.putri Ambo Dale



Dari klan Ambon ada satu peserta


1.putri Adeo


Dari klan Wajak daratan luas Dwiva ada dua peserta



pangeran Sanjaya triloka


2.putri Dian Prameswari dwibuana



Dari klan Samosir bangsawan Batak dari daratan luas Swarna ada satu peserta


1.pangeran Agam


Dari klan Dayak daratan luas khal besar bangsawan Danum ada dua peserta


1.pangeran Dehen


2.pangeran Nanjan


Bangsawan Banjar masih dari klan Dayak


ada satu peserta


1.pangeran Labas Paban


Deluruh peserta ada 12 di bagi 3 kelopak masing-masing kelompok 4 peserta


setelah di undi kelompok satu di sana ada


__ADS_1


pangeran Khal Shugal melawan pangeran Labas Paban


pangeran Dehen melawan putri Adeo



kelompok ke 2



pangeran kitri melawan pangeran Agam


putri Dian prasmerwari dwibuana melawan Pangeran Makkamaru



Dan kelompok 3



putri Ambo Dale melawan pangeran Nanjan


pangeran Shun Land melawan pangeran Sanjaya triloka



Tetua Mantikai pun memberikan permohonan kepada semua para tetua untuk menjadi pengawas hingga jalanan kontes berjalan sesuai dengan harapan,


Tetua Mantikai juga memberi wejangan kepada seluruh peserta kontes bisa menahan diri karena kontes ini di adakan hanya sebagai latihan tanding menjajal ilmu ilmu olah Kanuragan dan sebagai jalan untuk saling mengenal menimba pengalaman bertarung.


Selanjutnya tetua Mantikai mengumumkan peserta pertama yang akan tampil adalah pangeran Khal Shugal melawan pangeran Labas Paban dari Bangsawan Banjar


''Kepada tuan perdana menteri Jhasun untuk membuka kontes latih tanding olah kanuragan mewakili Sang Ratu SHI khal''


tetua Mantikai memberikan waktu dan kehormatan pihak istana Sunda ageng untuk membuka acara kontes


Perdana menteri Jhasun berdiri dan memulai bicara


Semua yang menonton bertepuk tangan penuh antusias menyambut kedua pangeran yang akan bertarung untuk menentukan siapa yang terbaik di antara mereka


Pangeran Khal Shugal dengan sekali hentakan tubuhnya melayang ketengah arena, hampir bersamaan pangeran Labas Paban pun tidak ketinggalan


keduanya berhadapan Pangeran Labas Paban menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada memberi hormat, pangeran Khal Shugal pun mengikuti sambil berkata


''Aku tidak akan menahan diri walau pun kita masih berasal dari Klan yang sama'' Suara Khal Shugal tegas dengan nada angkuh


Khal Shugal memasang kuda-kuda kokoh bagai gunung, lalu berkata


''aku memberi mu kesempatan tiga kesempatan untuk menyerang, keluarkan semua kekuatan mu''


Pangeran Labas Paban bukan pendekar sembarangan yang gampang terpancing emosi dia pun segera memasang kuda-kuda Bersiap menyerang dengan segenap kekuatan


Pangeran Labas Paban mendalami ilmu Garah Rahwana yang terdiri dari lima jurus


1.jurus Rahwana kasmaran


2.jurus Rahwana murka


3.jurus Rahwana Rakshasa


4.jurus Rahwana pejah


5.jurus Rahwana perlaya


Ilmu lain yang di miliki pangeran Labas Paban ilmu Baksa Ada sembilan jurus, Labas Paban hanya mendalami empat jurus


1.baksa kembang


2.baksa tameng


3.baksa Dadap

__ADS_1


4.kaksa kupu-kupu atarung


Aura Labas Paban mulai merembes keluar menekan lawan ketika jurus pertama Rahwana kasmaran di kerahkan gerakan ini seperti orang merayu kekasihnya tapi di balik itu tersimpan serangan yang kuat bisa membuat patal lawan


Pangeran Labas Paban melesat dengan kekuatan penuh menerjang dengan jurus pertama dari ilmu Garah Rahwana sambil berteriak


''Rahwana kasmaran.......''


Semua penonton menahan napas ketika melihat serangan pangeran Labas Paban hampir menyentuh tubuh lawan pangeran Khal Shugal


Pangeran Khal Shugal yang sudah bersiap dan bisa mengukur tenaga dalam pangeran Labas Paban hanya menggeser sedikit ke kiri, serangan cepat pangeran Labas Paban yang di lambari tenaga dalam mengenai tempat kosong,


Tapi tidak sampai di situ pangeran Labas Paban terus menyerang tanpa jeda dengan jurus kedua ilmu garah Rahwana


''Rahwana murkaaaaa.....


kepalan tangan pangeran Labas Paban melesat kearah titik vital lawan, kepalan tangan itu di balut sinar kebiruan mengandung kerusakan yang mengerikan.


Pangeran Khal Shugal untuk kali ini tidak menghindar tapi dia memasrahkan tubuhnya.


banyak penonton yang menilai tindakan pangeran Khal Shugal sebagai tindakan ceroboh


''sombomg sekali dia ''


''Memang pangeran Khal Shugal wataknya sangat arogan, walau aku orang miskin tak sudi aku punya menantu kaya dia'' kawan di samping nya menimpali


Bagi mereka yang tidak mempunyai kemampuan ilmu olah Kanuragan tindakan Khal Shugal sebagai tindakan bunuh diri


Tapi bagi mereka yang mendalami ilmu olah Kanuragan merasa pangeran Labas Paban terlalu memaksakan diri


Benturan keras terjadi, walau kedua kekuatan tidak seimbang, tetap saja benturan tenaga dalam ini mempunyai pantulan kekuatan yang bisa membuat terluka orang yang tidak mempunyai ilmu olah Kanuragan.


Untung arena ini luas hingga tidak ada efek benturan yang sampai kepada penonton


Pangeran Labas Paban terlempar akibat pantulan pukulannya cukup jauh hampir mencapai lima Depa orang dewasa


Nafas tersengal-sengal mulut mengalir darah menandakan ada luka dalam walau tidak parah,.


Pangeran Labas Paban sadar diri bahwa kekuatan tenaga dalamnya jauh di bawah pangeran Khal Shugal hingga memutuskan untuk mengakhiri Pertarungan


''Saya mengaku kalah Pangeran Khal Shugal pantas memenangkan pertarungan ini, terima kasih telah Manahan diri hingga saya tidak terluka parah, aku pangeran Labas Paban memberi hormat '' pangeran membuat pengakuan bahwa pangeran Khal Shugal lebih unggul


''Terima kasih pangeran Labas Paban yang telah mengalah memberi rasa hormat yang tinggi'' pangeran Khal Shugal memberi muka kepada pangeran Labas Paban


Tetua Mantikai mengumumkan pemenang kontes pertama di menangkan pangeran Khal Shugal


Setelah pengumuman pemenang, keduanya kembali ke tempat masing-masing


Tetua Mantikai segera memanggil peserta berikutnya dari Grup kedua pangeran kitri dari pihak istana dan pangeran Agam dari klan Samosir


keduanya telah berhadapan dan masing-masing memberi hormat kepada lawan tandingnya


penonton bergemuruh mendukung dari kedua pendukung peserta kontes


Pangeran Agam yang mempunyai wajah tampan pengawakan tinggi tegap dambaan kau hawa, banyak mendapatkan dukungan dari para gadis, mereka mengelu-elukan pangeran Agam


''Andai aku punya suami kaya dia, aku rela walau jadi keempat atau sepuluh pun tak apa-apa''. yang lain pun tidak mau kalah


''aku rela menukar hidup ku dengan semalam hidup bersamanya''


para kaum hawa berandai-andai terhanyut oleh ketampanan pangeran Agam dari klan Samosir


Dewi sumayi pun sampai melongo melihat tubuh tinggi tegap wajah tampan berkulit putih, murah senyum


Berbeda dengan putri dari klan Wajak dari daratan luas Dwiva, putri Dian Prameswari dwibuana, perhatian selalu tertuju pada pangeran Shun Land,


Sang pangeran Shun Land tersenyum Ramah saat pandangan mata bertemu, Rona wajah putri Dian Prameswari dwibuana memerah merasa malu diam-diam memperhatikan pangeran Shun Land.


Putri Dian Prameswari dwibuana tidak menyadari perhatiannya kepada pangeran Shun Land tidak luput dari pandangan putri Sari Tungga Dewi sepupunya sendiri dari pihak ibu


...****************...

__ADS_1


Lain waktu sambung lagi Trim's buat sahabat semua salam Nusantara 🙏🙏🙏


__ADS_2