LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
167. Kabar gembira untuk Shun Land


__ADS_3

"Baiklah kita keluar kau hubungi Dewi bulan merah dan aku yang memesan minuman dan makanan ke bawah". Ki Mahisa taka membagi tugas.


Mereka berdua keluar Ki Wirantaka menuju kamar Dewi bulan merah dan Ki Mahisa taka menuju ke bawah memesan minuman dan makanan.


Tidak lama kemudian Ki Wirantaka dan Dewi bulan merah di sertai Ayu Sondari duduk di tempat makan Ki Mahisa taka datang dengan dua pelayan membawa lima porsi minum dan makan.


"Ada apa kalian mengajak ku duduk minum teh di siang bolong ini". Dewi bulan merah berkata dengan pertanyaan.


"Sebenarnya saya yang mengusulkan kita ngobrol di sini, yang pertama aku bosan di kamar yang kedua hatiku sangat gelisah dan aku sendiri tidak mengetahui asal kegelisahan ku ini, jadi aku mengajak Wirantaka ngobrol tapi Wirantaka mengundang mu".


Ki Mahisa taka menjawab dengan jujur, di timpali oleh Ki Wirantaka. "Benar begitu aku sendiri bosan ingin berbincang dengan kalian semoga saja bisa mengusir kebosanan ku itu pun bila Nyai Sri Tanjung tidak keberatan". Ki Wirantaka menyebut nama asli Dewi bulan merah.


Ketika mereka sedang asik mengobrol tentang perkembangan perguruan masing-masing seekor burung merpati putih masuk melewati jendela menuju kamar Shun land yang paling depan.


Merpati putih itu melewati lubang di atas pintu menuju ke dalam kamar Shun land,. Boma sangat gembira melihat kedatangan burung merpati itu.


Boma lantas mengambil gulungan kecil yang ada di kaki merpati itu kemudian membaca yang tertulis di sana.


"Aku bangun tidak Shun land dari semedinya apa ini berita tapi kalau tidak aku takut berita ini sangat penting". Boma berpikir akhirnya dia memutuskan untuk membangunkan semedi Shun land.


Boma memegang pundak Shun land sambil mengalirkan tenaga dalamnya sedikit untuk membangunkan Shun land.


Shun land membuka matanya dan menoleh ke samping, Boma segera bicara. "Aku mendapatkan berita melalui merpati Aku tidak tahu berita ini penting atau tidak tapi akhirnya aku memutuskan untuk memberitahumu, Tapi sebaiknya kau mandi dulu karena badanmu baunya sampai ke bawah".


Shun land tidak menjawab Dia langsung bangun lalu menuju kamar kecil untuk membersihkan diri.


Setelah rapi berpakaian Shun land berkata. "Ada berita apa kau membangunkanku dari semedi".


"Surat ini datang dari Putri Dian Prameswari dwibuana dia mengatakan bahwa pemuda yang kau utus Jaka lelana telah datang ke istana kerajaan martadipura". Boma berkata sambil memberikan gulungan surat dari Putri Dian Prameswari Dwi buana.

__ADS_1


Mendengar ini Shun land wajahnya terlihat gembira sambil menarik nafas panjang-panjang membuang salah satu beban di hatinya berkurang.


Shun land tidak bicara apa-apa ini membuat Boma sangat penasaran siapa gerangan Jaka lelana ini.


"Kau ceritakan siapa Jaka lelana ini bukankah kau berkata kita tidak ada rahasia-rahasiaan". Boma berkata sambil matanya melotot.


"Sabar dulu aku juga akan menceritakan padamu semuanya tapi bagaimana Aku bercerita kalau perutku sudah 5 hari ini belum terisi yuk kita keluar untuk makan di sana Aku akan ceritakan semua".


Shun land menjawab dengan tenang, mereka berdua pun keluar dari kamar menuju tempat makan, ternyata di sana sudah ada Dewi bulan merah, Ki Wirantaka dan Mahesa taka serta Ayu Sundari.


Mereka berdiri dan membukukan badannya sambil menangkupkan Kedua telapak tangannya di depan dada untuk memberi hormat kepada raja kerajaan Tarumanegara.


"Duduklah kembali, apa kalian semua sudah makan kalau belum kita makan bersama sambil ingin aku sampaikan berita gembira kepada kalian". Shun land setelah duduk bicara.


Ayu Sondari berdiri sambil berkata. "Apa yang kak Satria mau pesan, biar aku yang turun memesan makanan".


"Pesan 10 porsi makanan terbaik dan terenak di penginapan ini". Shun land menjawab singkat.


"Nak Satria berita gembira apa yang nak Satria akan sampaikan kepada kami, kami jadi sangat penasaran". Mahesa Taka memberanikan diri bertanya.


Shun land pun menceritakan Semuanya dari awal hingga dia bertemu dengan ki Rangga Wisesa yang mempunyai anak angkat Jaka lelana yang wajahnya mirip dengannya.


Saya meyakini bahwa Jaka lelana itu adalah kakak kandung ku yang hilang diterjang badai put*** beliung". Shun land mengakhiri ceritanya.


Boma menatap wajah Shun land sambil memegang bahunya. "Kau keterlaluan mempunyai berita penting tidak membaginya denganku, sehabis makan Aku akan kembali ke istana Tarumanegara dia masih punya hutang kepada memutari taman istana".


Wajah Boma berseri-seri bagai mana pun mereka berempat sejak kecil dia yang mengasuhnya bagai saudara sendiri.


"Iya paman dan ibu Sri saya dan Boma akan kembali ke istana kerajaan ingin memastikan semuanya, saya akan pergi ketika malam dan agar tidak ada yang mengetahui". Shun land memberitahukan rencananya.

__ADS_1


Ayu Sondari datang dengan empat pelayan membawa banyak makanan dan menyusun di atas meja, setelah itu mereka kembali ke bawah untuk melayani yang lainnya.


Ayu Sondari duduk berdampingan dengan Shun land dia pun mendengar perkataan Shun Land yang akan kembali ke istana kerajaan Tarumanagara.


"Aku ikut ya kak Shun bolehkan yaaa Bu Sri". Ayu Sondari merengek ingin ikut dan meminta dukungan Sri Tanjung Dewi bulan merah.


"Boleh asal jangan ngerepotin yaa". Dewi bulan merah menyahuti.


Shun land mengangukan kepala,. "Iiih kakak ku ini baik banget" Ayu Sondari berkata sambil menyenggol bahu Shun land.


Shun land dan Boma hanya tersenyum.


"Paman dan ibu saya dahului makan yaaa sudah lapar banget maklum empat hari bersemedi belum kemasukan makanan, lihat di sebelah ku hampir separuh persi sudah berpindah". Shun land berkata sambil melirik ke Boma yang sudah dari tadi tangannya gesit memasukan makan ke mulut.


Mereka pun makan bersama tanpa ada yang bicara sampai selesai, tinggal Boma yang masih mengacak-acak makan di meja.


Mereka pun kembali ke kamar masing-masing di kamar Dewi bulan merah.


"Ayu kau menyukai Paduka raja Shun land".


Dewi bulan merah bertanya pada Ayu Sondari, mendapat pertanyaan seperti itu wajah cantik putih mulus Ayu Sondari memerah lalu menjawab.


"Dia sudah mempunyai tiga istri Bu". Ayu Sondari tertunduk lesu ada rasa kecewa di dalam dadanya.


"Kan seorang raja itu boleh mempunyai selir dari satu bahkan puluhan". Dewi bulan merah menyahuti.


Ayu menatap sendu pada ibu angkatnya Dewi bulan merah lalu berkata, "aku sudah berkata dan dia menganggap ku hanya sebagai adiknya karena dia merasa sikap ku seperti adiknya yang hilang, tapi aku tidak sakit hati karena dia baik banget padaku".


Setelah berkata Ayu Sondari memeluk Dewi bulan merah ada genangan air mata yang akan jatuh.

__ADS_1


"Bersabarlah ibu yakin kau akan mendapatkan jodoh yang tidak kalah tampan dari Paduka raja Shun land" Dewi bulan merah menghibur.


...****************...


__ADS_2