
Shun Land dan Lasmini membersihkan mulut mereka dengan kain yang sudah di sediakan. "Terima kasih ratu jamuannya sungguh enak sekali mohon maklum kami belum pernah merasakan masakan seenak ini jadi kami tidak akan menyia-nyiakannya di luar sana banyak yang kekurangan makanan sayang kalau sampai tidak di makan".
Shun Land berkata sambil membersihkan giginya di depan permaisuri Sari tungga dewi dan yang lainya seakan tidak mempunyai tatakrama tetapi kalimat yang terakhir di ucapkan Shun Land membuat yang ada di istana wajahnya memerah.
"Saya sudah datang dan sudah makan enak sebaiknya ratu segera bicara apa tujuan Ratu mengundang saya dan istri saya, perlu di ketahui tadi sewaktu di kereta istri saya sangat ketakutan karena suaminya di panggil ke istana, istri saya beranggapan yang di panggil pejabat kerajaan adalah orang yang akan di sidang atas kesalahan". Shun Land berbicara dengan tegas dan jelas.
"Baik tuan pendekar Jaya Sempurna saya akan menjelaskan keperluan saya mengundang tuan pendekar, yang pertama kami ingin menjalin hubungan persahabatan yang kedua kami ingin meminta bantuan pada tuan pendekar Jaya Sempurna". Permaisuri Sari tungga dewi berhenti dan menatap memperhatikan sikap Shun Land.
"Maaf ratu untuk menjalin hubungan persahabatan saya rasa saya sudah melakukannya bahkan sebelum saya sampai kesini saya sudah banyak membantu kerajaan ini dengan menumpas banyak perampok dan para penyamun di berbagai daerah, dan untuk yang kedua bantuan seperti apa yang ratu maksudkan andai saya mampu dan istri saya Lasmini mengijinkan saya akan melaksanakannya".
Permaisuri Sari tungga dewi meneruskan bicaranya. "Jadi begini tuan pendekar Jaya Sempurna terus terang keadaan kerajaan kami ini sedang banyak rongrongan karena raja kami yang menaungi kami sedang dalam pertapaan sudah lebih dari setahun. Ini membuat kerajaan yang bernaung di bawah kerajaan kami mempunyai kesimpulan bahwa raja kami paduka raja Shun Land telah terbunuh oleh pembuluh bayaran yang membunuh gurunya Raja Shun Land, maksud kami meminta tolong tuan pendekar Jaya Sempurna berpura-pura menjadi raja Shun Land...!!! bagai mana tuan pendekar Jaya Sempurna bersedia kah?".
Permaisuri Sari tungga dewi tidak banyak bicara ke yang lainnya langsung ke pokok masalah dan menceritakan apa adanya.
Shun Land termenung berpura-pura memahami perkataan permaisuri Sari tungga dewi tidak kemudian berkata.
"Andaikan saya mau menjadi raja palsu apa keuntungan bagi saya, ratu sendiri pasti tahu resikonya bila saya berpura-pura menjadi paduka raja Shun Land secara otomatis seluruh musuh paduka raja Shun Land akan tertuju saya dan membahayakan nyawa saya".
__ADS_1
"Tenang tuan pendekar Jaya Sempurna sebagai imbalannya saya akan memenuhi segala permintaan tuan pendekar dan permintaan nona Lasmini bagai mana". Permaisuri Sari tungga dewi menjawab.
"Bagai mana kalau permintaan saya permaisuri bertiga menjadi istri saya hahahaha". Shun Land berkata tanpa beban dengan mimik wajah yang datar.
Mendengar ini ke empat wanita yang duduk berjejer memalingkan muda seperti jijik melihat Shun Land.
"Maaf saya cuma bercanda saya sudah mempunyai istri yang cantik tidak kalah dengan kalian dan yang paling penting istri saya rela hidup bersama saya apapun keadaannya yang saya hadapi, untuk permintaan ini saya tidak bisa memutuskan saya menyerahkan keputusan ini ke istri saya, jika dia menerima saya akan menerima menjadi raja palsu bila istri saya melarang sayapun tidak akan menerima". Shun Land melanjutkan bicaranya dengan gaya yang pongah.
Lasmini terperanjat mendengar ucapan sang suami, dirinya di minta untuk memutuskan sesuatu yang penting yang tidak di mengerti. Lasmini celingukan bingung mau jawab apa mau jawab menerima takut membahayakan dirinya dan suaminya mau jawab menolak takut ratu dan yang lainnya marah ahlinya Lasmini terdiam seribu bahasa.
Tanpa di duga permaisuri May Lien yang biasanya tidak ikut bicara sekarang angkat bicara. Permaisuri May Lien mendekati Lasmini yang sedang kebingungan setelah dekat berkata sambil merangkul pundak Lasmini.
Shun Land melihat permaisuri May Lien yang memohon wajahnya di palingkan hatinya bagai di tusuk duri sembilu orang yang sangat dia cintai dan sayangi memohon demi keutuhan kerajaan dan demi kehormatan dirinya. Tapi Shun Land segera menguasai perasaannya ini demi ingin mengetahui sejauh mana kesetiaan ketiga permaisurinya dan orang-orang terdekatnya.
Shun Land berdiri dan menyingkirkan kursi yang didudukinya lalu berjongkok di depan Lasmini sambil memegang kedua tangan Lasmini di depan permaisuri May Lien lalu berkata dengan lembut.
"Engkau jangan ragu katakan saja keputusan mu ku serahkan kau untuk menjawab karena aku sangat menghormati mu dan mulai menyayangi mu".
__ADS_1
Permaisuri May Lien yang berdiri di belakang kursi Lasmini melihat sangat dekat ke wajah Shun Land yang menatap wajah Lasmini dengan mesra ini membuat hatinya bagai di hantam bogem.
"Mengapa kau bukan kakak Shun Land tapi orang lain, mengapa kau sangat mirip dengan kakak Shun Land dan mengapa kau tak berani menatap ku, kau sebenarnya siapa". Hati permaisuri May Lien merancau.
Lalu dengan suara berat permaisuri May Lien berkata pada Lasmini "bila nona Lasmini menolak saya sangat bersedih.....!!!". Setelah berkata demikian permaisuri May Lien tidak tahan menahan air mata dia berjalan keluar sambil terisak kecil.
Lasmini yang sedang di pegang tangannya oleh Shun Land melihat permaisuri May Lien pergi dengan terisak hatinya luluh lalu berkata.
"Baik aku mengijinkan suamiku berpura-pura menjadi raja Shun Land tapi aku ingin di kabulkan suatu keinginan yaitu kirimkan kabar pada ibuku bahwa aku sekarang berada di istana yang kedua kirimkan beberapa karung beras beberapa ratus keping koin emas untuknya dan para penduduk pedukuhan ku yang sedang kekurangan makanan". Lasmini mengakhiri bicaranya sambil berlinang air mata mengingat ibunya dan sanak saudara di pedukuhan Cikawung.
Semuanya menarik nafas lega mendengar jawaban Lasmini apa lagi permaisuri Sari tungga dewi sangat gembira sampai terhenyak dari duduknya
Shun Land berdiri setelah mendengar keputusan dari Lasmini lalu bicara dengan gaya khas seorang pendekar yang tidak mau di atur siapapun.
"Tunggu jangan senang dulu aku tidak akan menyetujuinya bila ratu tidak memenuhi permintaan ku, persyaratan dari istri ku sungguh tidak setimpal dengan resiko yang akan aku hadapi, aku akan jadi incaran pembunuh bayaran terbaik di negri ini dan menjadi target balas dendam Penguasa terdahulu Mara Deva, hanya di tukar beberapa karung beras dan beberapa ratus keping emas coba ratu dan yang hadir perhitungan seimbang tidak dengan resiko saya hadapi....?".
Semuanya terdiam membenarkan ucapan Shun Land yang sekarang di kenal mereka pendekar Jaya Sempurna.
__ADS_1
-----------&&&&-----------
.