
Para penonton menjadi sangat kecewa, karena kedua pangeran ini menjadi pertarungan yang di tunggu-tunggu, selain pertarungan pangeran Shun Land dan pangeran Khal Shugal.
Peserta yang tertinggal adalah pangeran Khal Shugal melawan putri Adeo dari klan Bugis
Pangeran Shun Land melawan putri Ambo Dale dari klan Ambon
Pertarungan pertama segera di mulai pangeran Khal Shugal berharapan dengan putri Adeo.
Tapi sayang putri Adeo menyerah dengan pertimbangan tenaga dalam yang jauh berbeda.
Penonton bersorak kecewa, tetapi mereka mengerti andai putri Adeo tidak menyerah, nyawanya bisa melayang, perangai pangeran Khal Shugal kadang sangat berlebihan.
Tetua Mantikai segera mengumumkan pemenang, dan segera memanggil pangeran Shun Land dan putri Ambo Dale
Pangeran Shun Land ketengah lapangan, di sambut dengan sorak-sorai, seluruh penonton.
Putri Ambo Dale memberi hormat begitu juga pangeran Shun Land, kedua peserta pun memberikan hormat keseluru penonton dan kearah Rombongan istana.
''Silahkan putri menyerang dahulu'' pangeran Shun Land memberikan kesempatan
Putri Ambo Dale bersiap menyerang dengan jurus jurus tangan kosong, di imbangi oleh pangeran Shun Land, dengan santai.
Serangan serangan putri Ambo Dale di hindari dengan mudah seakan gerakannya sudah terbaca,
Sesekali pangeran Shun Land memberi saran putri Ambo Dale, untuk memperbaiki gerakannya.
m'elihat pertarungan yang terlihat, seperti sang guru memberi pelajaran kepada muridnya.
Putri Dewi sumayi bersungut-sungut sangat marah
''Dasar perempuan tak tau malu, bukannya menyerah eeh di jadikan kesempatan, untuk mendekati kakak Shun''
Pelihat itu panglima hanya mesem saja, tetua Sri khal penampilannya, telah berubah menjadi lebih feminim dan elegan, setelah kehadiran kembali panglima Shu khal.
Di tengah arena putri Ambo Dale semakin bersemangat, tujuannya pokoknya ingin belajar kepada pangeran Shun Land.
Setelah jurus serangan tangan kosong tidak berhasil, kini putri Ambo Dale mengeluarkan senjata kipas saktinya.
''Mohon petunjuk pangeran''
Gerakan gerakan indah jurus kipas Pakkarena tapi mematikan, putri Ambo Dale dapat dengan mudah di hindari dengan ilmu saipi angin pangeran Shun Land, yang mulai sempurna,
Bagi penonton banyak yang menahan napas ketika serangan-serangan Putri Ambo Dale nyaris mengenai tubuh pangeran Shun Land.
__ADS_1
Tapi sebenarnya pangeran Shun Land tidak ingin menyinggung bangsawan Andi Labusa dari klan Bugis, seolah-olah pertarungan ini seimbang,
Lain dari pandangan para ahli mereka sudah menebak hasilnya.
Di serangan ke tiga puluh tiga, pangeran Shun Land berbalik menyerang dengan jurus pertama tapak harimau penghancur Raga.
Putri Ambo Dale menahan dengan senjata kipas saktinya
Dua kekuatan beda tahapan berbenturan, andai pangeran Shun Land tidak menahan tenaga dalamnya, kemungkinan putri Ambo Dale akan terlempar seperti layangan putus talinya.
Putri Ambo Dale hanya Terpundur sepuluh langkah sedangkan pangeran Shun Land tak bergerak walau hanya sejengkal,
Putri Ambo Dale segera memberikan hormat dan menyenangkan
''Saya menyerah, terima kasih pangeran telah memberikan bimbingan dan arahan-arahannya''
Putri Ambo Dale tidak menunggu balasan langsung kembali ke tempat Rombongannya.
Pangeran Shun Land memberikan hormat ke seluruh penonton dan para tamu kerajaan, lalu kembali ke Rombongan istana, di iringi Riuh rendah sorak-sorai memanggil namanya.
Tetua Mantikai maju ke depan, mengumumkan bahwa kontes latih tanding, untuk final adalah.
Pangeran Shun Land melawan pangeran Khal Shugal.
Para penonton saling mengunggulkan jagoan masing-masing, dengan alasan yang berbeda beda, menurut pemikiran mereka.
Di salah satu sudut penonton, seorang gadis gelisah menanti pertandingan babak final segera di mulai, ada rasa was-was ada rasa percaya diri campur aduk di hatinya,
''Sepertinya kau menyukai salah satu pangeran itu, hingga kau gelisah pangeran yang kau sukai takut kalah'' Tabib Lau Lien menggoda putrinya.
''Aaah ayah, ayah berapa persen kemenangan pangeran Shun Land'' may Lien malah bertanya lagi ingin memastikan,
''Tatap seperti kemarin persentase kemenangan ke dua pangeran sama imbang lima puluh - lima puluh'' tabib Lou Lien menjawab dengan sabar.
Tetua Mantikai mengumumkan pertandingan segera di lanjutkan.
Sebelum memanggil kedua peserta final, tetua Mantikai memberi wejangan, agar kedua Pangeran bisa menahan diri, ini hanya latih tanding, bukan pertarungan hidup mati, hingga menghindari luka yang patal.
Akhirnya tetua Mantikai memanggil kedua peserta.
Pangerannya Khal Shugal segera meloncat tinggi bagaikan terbang ke tengah-tengah Arena, lalu memberikan hormat ke Rombongan istana dan para penonton.
Para penonton banyak yang histeris meneriaki pangeran Khal Shugal.
__ADS_1
Dengan membusungkan dada pangeran Khal Shugal mengangkat tangan menyapa para penggemarnya.
''Mohon izin bunda dan ayah, ibu do'a kan Shun land'' Shun land meminta izin dan do'a.
Pangeran Shun Land berjalan penuh dengan ketenangan dan wibawa, tidak ada keangkuhan atau pun kesombongan di mimik wajahnya.
Eemua terdiam melihat seorang putra mahkota memberi hormat, menundukkan badannya kepada Rakyatnya seolah mereka sama derajatnya.
Setelah itu suara bergemuruh memanggil manggil pangeran Shun Land.
Tiba-tiba di arena ada bayangan burung Rajawali seolah menutupi matahari, semua mata berbarengan melihat keatas.
nampak dengan gagah burung Rajawali terbang perlahan menghampiri pangeran Shun Land dan bertengger di bahu kirinya.
Mata Rajawali itu merah membara menatap pangeran Khal Shugal mengintimidasi.
Pangeran Khal Shugal pun bersiul keras, tak begitu lama di udara nampak burung gagak hitam, terbang lalu hinggap di bahu kanan pangeran Khal Shugal.
''Salam hormat kakang khal Subal'' pangeran Shun Land memberi hormat.
''Terima kasih adik Shun, tetapi menurut pemikiran kakang sebaiknya adik Shun menyerah saja'' balas pangeran Khal Shugal dengan keangkuhannya.
Mendengar ini pangeran Shun Land memicingkan matanya tak mengerti maksud dari pangeran Khal Shugal.
''Apa maksud kakang dengan ucapan itu'' pangeran Shun Land balik bertanya.
''Kerajaan ini tak pantas memiliki putra mahkota yang lemah, sebaiknya kau menyerahkan gelar putra mahkota kerajaan kepada yang lebih pantas'' jawab pangeran Khal Shugal dengan percaya diri
''Oooh jadi ini yang kakang inginkan, baiklah di pertarungan ini kita buktikan siapa yang lebih pantas untuk menduduki sebagai putra mahkota'' Shun Land membalas penuh ketegasan.
Semua yang mendengar percakapan itu jadi terdiam, segala kalangan dan para bangsawan mengerti akan maksud dari pangeran Khal Shugal
Dia sengaja memprovokasi pangeran Shun Land, demi ke dudukan putra mahkota.
Sebenarnya semua merasa menyayangkan tindakan pangeran Khal Shugal, yang terang terangan ingin menjadi putra mahkota kerajaan, walau dia bukan anak dari sang Ratu, tapi menurut peraturan, bila putra mahkota mati atau sang Ratu tidak memiliki keturunan, dirinya berhak duduk di singgasana.
Melihat tindakan putranya demikian sang ibu pangeran Khal Shugal, Dewi Iswari sangat malu, karena putranya telah di butakan oleh ambisi.
Tapi sesepuh agung Khal San wajahnya datar saja seolah dia sudah tahu apa yang terjadi sekarang.
...****************...
maaf jadi telat, naskah 3 Chapter di memo kehapus, trim's buat sahabat yang telah meluangkan waktu untuk tulisan yang sangat amburadul.
__ADS_1
like end sarannya bay bay