LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
29.kontes tanding 8


__ADS_3

Hingga bumi bergetar hebat, sampai ke permukaan. seolah ada gempa besar.


Dia lah Naga bumi Sabui. terbangun dari tidurnya karena ada yang menyambar, di kedua telinganya, dengan suara yang sangat keras...


tetapi setelah itu dia tidur lagi.


...----------------...


Di sebuah penginapan tiga orang sedang duduk bersama membahas halilintar baru menyambar


Tiba-tiba salah satu dari mereka, mengangkat tangan mengisyaratkan temannya diam.


ketiganya diam terpaku, kaki merasakan ada getaran halus dari bumi.


Yang tertua dari mereka berkata.


''Naga bumi telah bangun dari tidurnya, akan ada apa lagi di negeri ini, yang maha agung, mohon Bingbing kami apa pun yang terjadi''


Dia pertapa tua, ilmu kebatinannya, sukar untuk mencari yang standing di jaman ini, walau dia seorang wanita.


pemahamannya tentang ilmu kebatinan bagai laut tak berdasarkan.


---------------*****-------------


Shun land setelah mengucapkan ikrar janji seorang pendekar sejati,l.


Lalu melakukan meditasi memulihkan tenaga dalam, guna pertarungan nya besok.


Pemahaman tentang hati dan rasa Shun Land, meningkatkan dengan sendirinya kekuatan batinnya meningkat, daya hisap hawa murninya pun meningkat.


Udara di sekitar kamar Shun Land seakan tidak ada esensi kehidupan. hawa murni terhisap habis.


Lampu-lampu mati bumi pun menjadi dingin, energi Panas habis di hisap Shun land.


Penampungan tenaga dalam Shun land semakin besar, hingga bisa menampung sampai lima ribu lingkaran.


s,etelah meningkatkan tenaga dalamnya, Shun land baru merasa tenang, untuk melawan kakak sepupunya Khal Shugal, dan yang lainnya.


Sang Pajar baru saja menyingsing, tapi lokasi arena kontes latih tanding sudah di penuhi penonton, malah banyak yang rela tidur di tengah lapangan rumput, demi mendapatkan tempat yang paling depan.


Kontes latih tanding seakan mempunyai kekuatan supranatural, untuk menarik para penonton.


Dari dalam ataupun luar bahkan sampai luar kerajaan Kutai khal, rela datang demi memenuhi keinginan, melihat latih tanding para pangeran kerajaan.


Kota Nusa kencana menjadi sangat ramai, para pedagang dadakan di sana sini menjamur.


Para pedagang, pemilik penginapan, pemilik rumah makan, panen rezeki dadakan, dengan adanya kontes latih tanding ini.

__ADS_1


Gaung kebesaran kerajaan Kutai khal pun makin meluas,


Putra mahkota kerajaan pangeran Shun Land jadi sorotan utama, di antara enam peserta lainnya.


Di pintu penginapan Tabib Liu Lien dan putrinya may Lien keluar tergesa-gesa takut tak kebagian tempat menonton.


Tidak berselang lama pertapa agung Nyai Kunti Devanti dan kedua muridnya, Tian agan dan yu asri haring, keluar dengan tujuan yang sama.


Iring-iringan Rombongan istana terlihat keluar dari pintu gerbang istana,


Sang Ratu SHI khal sengaja tak memakai kereta istana hanya memakai kuda.


Paling depan Ratu SHI khal, di sebelah kanannya perdana menteri Jhasun dan di sebelah kirinya pangeran Shun Land


Mereka memakai pakaian kebesaran kerajaan, di belakangnya mengiringi panglima Shu khal dan tetua Sri khal di lengkapi sang putri Dewi sumayi.


Setelah itu ada sesepuh agung Khal San, di apit oleh sang istri Dewi Iswari, dan pangeran Khal Shugal,


Pangeran Sanjaya triloka, putri Dian Prameswari dwibuana melengkapi Rombongan sesepuh agung Khal San.


Sedangkan tetua Mantikai sebagai ketua kontes, dia pergi lebih dahulu, demi mempersiapkan segalanya.


Di dalam perjalanan Rombongan Ratu SHI khal di hebohkan sesuatu kejadian.


''Izinkan aku menemui Ratu atau pangeran pengawal ada yang aku sampaikan penting'' wanita paruh baya dengan pakaian yang agak Kumal memaksa menerobos pengawal.


Dorong mendorong terjadi, wanita itu jatuh tersungkur, ''Biarkan aku menemui Ratu ku dan pangeran ku''


Wanita itu berteriak lebih keras, pangeran yang mendengar itu segera meloncat, dan membangunkan wanita itu penuh kasih.


Semua mata tertuju pada pangeran Shun Land dengan tindakannya, yang mau menemui wanita bagai gembel itu, tanpa jijik menyentuh untuk tubuh wanita itu, ini adalah suatu hal yang tabu bagi kalangan bangsawan.


Tapi pangeran dengan rendah hati memperlakukan dengan baik.


''Ada apa ibu, ingin menemui saya, maaf atas kekasaran para pengawal mereka hanya menjalankan tugas'' pangeran segera menanyakan maksud wanita itu


Wanita paruh baya itu segera mengeluarkan gulungan dari balik bajunya, spontan para pengawal menodongkan senjata, di kira wanita itu mau mencelakai pangeran Shun land.


Pangeran Shun Land mengangkat tangan memerintahkan untuk mundur.


Sebelum mengeluarkan barang yang akan di berikan kepada pangeran Shun Land, wanita itu menengok kanan kiri seakan ketakutan ada yang mengawasi.


Wanita itu mendekat dua langkah hingga hanya berjarak satu langkah dari pangeran Shun Land.


''Aku di beri tugas oleh guru ku untuk menyampaikan gulungan ini pada pangeran, guru ku juga berpesan, berhati-hati dengan pertarungan terakhir di kontes ini'' wanita itu memberikan gulungan kulit binatang itu.


Pangeran segera menerima gulungan itu, belum lepas gulungan itu dari tangan kanannya, tangan kirinya reflek memegang lehernya, lalu kejang dan terjatuh dengan mulut yang berbusa.

__ADS_1


Pangeran segera menyimpan gulungan itu, dan melihat sekitar tertuju pohon besar di yang terlihat di sisi jalan.


Mata batin Shun Land segera memusatkan untuk mengeluarkan sumpit raja neraka, dia tidak akan pernah memaafkan yang membunuh rakyatnya di depannya.


Sumpit raja neraka tiba-tiba muncul di tangan kanannya dan memanjang tiga kali lipat, dengan cepat meniup sumpit itu.


Seberkas cahaya kuning tua keluar dari sumpit itu, menuju udara, setelah itu sumpit itu lenyap kembali.


''Pengawal segera kuburkan dengan layak wanita ini, dia dengan berani membela dan melindungi Ratu dan saya dengan nyawanya, segera usut siapa yang melatar belakangi peristiwa ini''


Pangeran Shun Land kembali melanjutkan perjalanan.


''Ada apa pangeran'' bunda Ratu bertanya


''Tidak ada apa-apa bunda hanya seorang ingin melihat diriku dari dekat dan memberikan bakti''


Ratu hanya manggut-manggut,


Pangeran Shun land bertanya tanya gulungan apa ini. tapi dia bermaksud membuka gulungan itu setelah waktunya luang.


Seluruh kota heboh dengan peristiwa itu, dengan cepat sampai ke May Lien dan ayahnya tabib Lau Lien.


Kepanikan muncul dari wajah may Lien, namun segera di sembunyikan takut ayahnya tau.


Rombongan kerajaan sampai ke arena Kontes latih tanding.


Untuk kali ini sebagai hari terakhir Rombongan berkeliling di arena kontes, Ratu dan pembesar intana menyapa seluruh Rakyatnya.


Sekilas mata pangeran Shun Land melihat wajah yang sering menghampiri ingatannya, dia pun kembali pasangannya ketempat itu, tapi yang terlihat hanya seorang laki-laki dengan pakaian tidak lazim.


''Mungkin hanya bayangan saja, karena aku sudah beberapa hari tak jumpa'' pangeran Shun Land menarik nafas dalam-dalam


Tetua Mantikai maju ke depan, mengumumkan bahwa Kontes akan segera di mulai, dan beberapa perubahan terjadi.


Di umumkan pangeran Agam dan pangeran Makkamaru tidak bisa melanjutkan kontes.


Pangeran Agam kembali karena jadwal keberangkatan kapal di majukan, mengindari badai laut


Sedangkan pangeran Makkamaru, mendapatkan perintah dari ketua bangsawan Bugis untuk mengantikan kepala pembuatan kapal masinis, yang mati tiba-tiba karena serangan jarak jauh.


Bangsawan Andi Labusa tidak ingin kerjasama dengan kerajaan Kutai khal menjadi berantakan dan mengecewakan sang Ratu, hingga mengambil keputusan untuk menarik pangeran Makkamaru, menyelesaikan masalah ini.


Para penonton menjadi sangat kecewa karena kedua pangeran ini menjadi pertarungan yang di tunggu-tunggu selain pertarungan, pangeran Shun Land dan pangeran Khal Shugal.


...****************...


like end komennya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2