LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
109. Ungkap kesombongan dalam hati.


__ADS_3

Di dimensi alam Roh tidak mengenal waktu dan tempat. waktu di dimensi alam Roh seakan berhenti di alam nyata.


Tapi bagi yang di dalamnya merasakan berapa lama dia di sana.


Pangeran Shun Land, dengan kesungguhan hatinya mengulang kembali pelajaran ilmu saipi, dari Saipi angin, saipi Geni, saipi air, saipi bumi.


Semua ilmu saipi pangeran Shun Land telah menghapal dan memperagakan dengan sempurna, tetapi ada satu ganjalan yang masih sangat menggangu pikiran dan hatinya.


Pangeran Shun Land tidak bisa menghimpun tenaga dalamnya dan kekuatan apinya pun tidak berbekas.


Setelah memperagakan jurus terakhir saipi bumi, pangeran Shun land di perintah guru kecilnya untuk memperagakan dalam sebuah pertarungan melawan dirinya.


Pertama pangeran merasa lebih kuat karena dia lebih tua dan lebih besar, dalam menyerang pun dengan setengah hati.


Tapi dalam tiga gerakan pangeran Shun land di buat melayang ke belakang dan terjatuh tengkurap dengan keras, wajahnya menghantam tanah hingga penuh dengan pasir.


Pangeran Shun land yang telah menguasai amarah dalam pikiran dan rasanya, tidak ada rasa marah tetap tenang.


Pangeran Shun land mulai serius melakukan serangan tetapi tetap saja hasilnya dia terjatuh babak belur di buat oleh guru kecilnya.


Semua jurus Saipi di keluarkan, tetapi tidak ada hasil malah dia seolah-olah di permainkan oleh guru ciliknya.


Pangeran Shun land pun tidak punya pilihan lain untuk menjaga nama baiknya. Dia mengeluarkan jurus tapak harimau kumbang jurus pertama.


Walhasil membuat terkejut, dirinya terkena jurus yang sama dari guru kecilnya. Ternyata guru kecilnya juga memiliki ilmu tapak macan kumbang.


Dia naik kejurus yang kedua dan sampai yang terakhir, bukannya kemenangan tapi badan yang remuk redam, jatuh bangun di buat oleh guru ciliknya.


"Ada lagi yang ilmu yang kakak simpan untuk melawan ku". Sambil tertawa guru kecilnya bicara.


Hati pangeran Shun land merasa bagaikan di injak-injak kepalanya oleh sang guru kecilnya, dia tak berdaya hanya bisa menggelengkan kepalanya yang tertunduk malu dan tidak mempunyai harga diri.


Tapi dalam hatinya tetap merasa dia akan bisa mengalahkan bila tenaga dalam tidak hilang.


"Aku akan meminjamkan tenaga dalam ku, hingga rasa hati mu tidak penasaran". Terdengar suara kakek itu di belakang


Dia berdiri di belakang pangeran Shun Land, entah sejak kapan dia berdiri di sana pangeran tidak memperhatikannya.


Pangeran Shun land menengok., hatinya bergetar kakek yang di mintai pertolongan, seolah-olah dia mengetahui isi hatinya.


"Baik kek, saya berterima kasih bila kakek meminjamkan tenaga dalam, karena tenaga dalam saya semenjak terlempar di sini hilang tanpa bekas, dan bolehkah saya bertanya sedikit pada kakek ?". Bicara pangeran Shun land di akhiri dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Silahkan bicara jangan ragu aku akan mendengarkan".


"Kek ajari saya agar tenaga dalam dan kekuatan api abadi pulih kembali seperti dulu". Pangeran Shun land meminta tanpa ragu pada sang kakek.


"Kalau untuk itu kakek tidak bisa, sebelum kau mengetahui penyakit di hati mu yang bersembunyi di balik tingginya ilmu mu, dan bersembunyi di balik tekad mu ingin menegakkan keadilan dan kesejahteraan rakyat mu".


Sang kakek menolak untuk sekarang ini tetapi dia memberikan harapan bila pangeran bisa mengetahui penyakit hatinya dia akan bersedia memberikan penjelasan.


"Bersiaplah aku akan meminjamkan tenaga dalam pada mu, dengan tingkatan yang dulu kau kuasai". Sang kakek lalu menempelkan tangan kanannya ke punggung pangeran Shun land.


Mengalir tenaga dalam memasuki ke setiap penjuru tubuh pangeran Shun land.


Pangeran Shun land menyesuaikan tenaga dalam tersebut di seluruh tubuhnya.


Pangeran Shun land lebih di buat terkejut lagi, kakek ini mengetahui pencapaian kekuatan tenaga dalamnya tidak kurang dari tidak lebih, sepuluh ribu tujuh ratus lingkaran.


Setelah meminjamkan tenaga dalam, sang kakek duduk kembali ke gubuk, memandang pangeran Shun Land yang bersiap untuk melawan sang guru kecilnya.


"Kakak jangan sungkan untuk menyerang, gunakan seluruh kekuatan kakak, bila tidak ingin jatuh bangun seperti tadi". Sang guru kecilnya memprovokasi.


Pangeran Shun land tidak menahan kekuatannya dia menyerang dengan kekuatan penuh.


Tapi apa hendak dikata dalam waktu singkat pangeran Shun land tumbang ketanah, tapi segera bangun dan menyerang dengan segala jurus yang dia punya.


Pangeran Shun land bergumam dalam hatinya.


"Kakek akan meminjamkan kekuatan api pada mu kalau kau belum merasa puas".


Sang kakek bicara dari dalam gubuk.


Sambil terengah-engah pangeran Shun land menjawab, "baik kek, dengan gabung kekuatan api abadi ku, aku akan mengalahkannya".


Pangeran Shun land penuh dengan rasa percaya diri.


Seberkas cahaya masuk ke dalam tubuh pangeran Shun land, kekuatan api dan tenaga dalamnya pulih kembali.


Pangeran Shun land menggabungkan dua kekuatan itu untuk melawan sang guru kecilnya.


Tidak di duga sedikit pun oleh pangeran Shun land, guru kecilnya juga mengeluarkan kekuatan api seperti dirinya.


Pertarungan kembali terjadi, mereka sama-sama menggunakan ilmu yang sama dan kekuatan yang sama.

__ADS_1


Seperti adegan reka ulang, lagi-lagi pangeran Shun land di buat tak berdaya, hingga tenaga dalam dan kekuatan apinya terkuras habis, dia tidak bisa mengalahkan sang guru kecilnya.


"Aku menyerah adik guru". Pangeran Shun land tanpa malu-malu mengakui kekalahannya dengan kesatria.


Sang guru kecil masuk ke dalam gubuk, sedangkan pangeran Shun land duduk bersandar di batu besar.


Pangeran merenung dengan ucapan sang kakek, bahwa dirinya harus mengetahui penyakit hatinya, yang bersembunyi di balik kekuatannya.


Dan bersembunyi di balik tekad kuat untuk menegakan keadilan dan kesejahteraan rakyatnya.


Pangeran Shun land tetap saja tidak menemukan benang merah ini, untuk menemukan apa yang di maksud dengan kakek itu.


"Kau sudah menemukan penyakit hatimu, yang menghalangi diri mu dengan jiwa dan roh sejati mu". Tiba-tiba sang kakek berada di samping pangeran Shun land.


"Belum kek", pangeran Shun Land bicara pelan sambil tertunduk.


"Baik kakek sudah berjanji akan menunjukkan jalan kau pulang, setelah kau mengaku guru dengan hatimu pada cucu kakek, dan berlatih dengannya.......


"Kau telah melakukan latihan dengan baik, dan mengakui cucu kakek lebih unggul dari mu dengan hati mu dan kesadaran mu". Sang kakek berhenti sejenak lalu melanjutkan bicaranya.


Memberi petunjuk pada pangeran Shun land dengan lemah lembut dan sabar.


"Jalan satu-satunya untuk pulang kau harus mengetahui dua penyakit hati mu yang paling dalam, untuk mengetahui penyakit hati ini tidak mudah....


"Kakek akan memberikan gambaran pada mu, mari kita masuk ke dalam gubuk".


Sang kakek memungkas ucapannya sambil berjalan ke gubuk dan masuk kedalamnya.


Di ikuti pangeran Shun land di belakangnya


Mereka berdua duduk berhadapan seperti guru sedang menurunkan Ilmunya pada muridnya.


...****************...


like and supportnya, komentar di kolom komentar.


sangat membantu penulis untuk mengembangkan tulisan ini.


🙏🙏🙏🙏🙏


SALAM NUSANTARA

__ADS_1


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2