
Shun Land hanya menarik nafas dalam-dalam berapa pun kerinduannya dirinya tidak akan menghentikan Ritual Topongrame nya. Tekadnya sudah kuat ingin menyelesaikan yang dia mulai dari puluhan tahun yang lalu.
Shun Land pemikirannya tidak diam dia ingin mengetahui apa hubungannya ritual Topongrame dengan ilmu Saipi, dengan Jurus pedang Naga Bergola.
Setelah menguasai dan memahami kedua ilmu tersebut sampai selesai dia harus melakukan ritual Topongrame yang tidak tanggung tanggung dalam jangka waktu 5 tahun bukan waktu yang tidak sebentar.
Pesan dari Sanghyang Triloka selalu teringat di dalam alam Batiniahnya pemikirannya selalu mencerna kalimat 'keikhlasan hal yang sangat penting dalam Ritual Topongrame'
"Ikhlas adalah memberikan sesuatu tanpa mengharapkan sesuatu apapun jenisnya. Ikhlas adalah memberikan sesuatu tanpa mengenal siapa yang di berikan entah orang terdekat atau pun orang lain. Jelasnya ikhlas memberikan sesuatu kepada yang memang pantas di beri tanpa memandang siapa pun. Ikhlas juga mempunyai makna menerima pemberian apa pun jenisnya tanpa protes apalagi menolak menerimanya. Terlebih pemberian dari sang maha Pencipta yang di sebut takdir,......
,.....makna ikhlas lebih luasnya dan lebih sukar untuk di lakukan adalah ikhlas menerima kehendak sang maha Pencipta baik atau buruk, enak atau tidak enak, berat atau ringan". Hati Shun Land berkecamuk memahami makna ikhlas.
Shun Land mengerutkan dahinya tiba-tiba setelah mengingat makna Topongrame itu sendiri dan sarat mutlaknya keikhlasan.
"Yaaah makna Topongrame,Topong artinya penutup dalam hal ini bukan penutup yang berbentuk tetapi penutup hati menjadi sepi, sepi dari rasa ria, sepi dari keinginan/kehendak sesuka hati dan sepi dari penyakit hati,....
,......Rame maknanya banyak suara, tapi maksud mendalam bukan banyak suara tapi banyak berbuat baik, banyak membantu yang membutuhkan, dan banyak bersyukur terhadap nikmat dari sang maha kuasa"
Shun Land tersenyum setelah menelaah makna ikhlas dan makna Topongrame. Dirinya menarik kesimpulan bahwa sesungguhnya Topongrame adalah kata lain dari ikhlas, secara otomatis di wajibkan untuk melaksanakan Ritual Topongrame selama 5 tahun, sebenarnya dirinya di perintah untuk belajar ikhlas secara keseluruhan.
Meningkatnya ilmu Kanuragan secara otomatis akan membawa meningkatkan sifat-sifat penyakit hati terutama sifat ria, sifat tinggi hati dan yang paling bahaya sifat sombong. Semua sifat-sifat penyakit hati obatnya adalah ikhlas. Berbuat ikhlas adalah suatu perbuatan
Mereka berdua berjalan santai menyusuri jalan yang menurun ke arah utara tujuan Shun Land ibu kota Sundapura kerajaannya.
Shun Land setelan memahami makna ritual Topongrame hatinya semakin mantap untuk melangkah melanjutkan ritual Topongrame.
Shun Land hanya menarik nafas dalam-dalam berapa pun kerinduannya dirinya tidak akan menghentikan Ritual Topongrame nya. Tekadnya sudah kuat ingin menyelesaikan yang dia mulai dari puluhan tahun yang lalu.
Shun Land pemikirannya tidak diam dia ingin mengetahui apa hubungannya ritual Topongrame dengan ilmu Saipi, dengan Jurus pedang Naga Bergola.
__ADS_1
Setelah menguasai dan memahami kedua ilmu tersebut sampai selesai dia harus melakukan ritual Topongrame yang tidak tanggung tanggung dalam jangka waktu 5 tahun bukan waktu yang tidak sebentar.
Pesan dari Sanghyang Triloka selalu teringat di dalam alam Batiniahnya pemikirannya selalu mencerna kalimat 'keikhlasan hal yang sangat penting dalam Ritual Topongrame'
"Ikhlas adalah memberikan sesuatu tanpa mengharapkan sesuatu apapun jenisnya. Ikhlas adalah memberikan sesuatu tanpa mengenal siapa yang di berikan entah orang terdekat atau pun orang lain. Jelasnya ikhlas memberikan sesuatu kepada yang memang pantas di beri tanpa memandang siapa pun. Ikhlas juga mempunyai makna menerima pemberian apa pun jenisnya tanpa protes apalagi menolak menerima. Terlebih pemberian dari sang maha Pencipta yang di sebut takdir"....
---------------&&&&--------------
Mereka berdua berjalan santai menyusuri jalan yang menurun ke arah utara tujuan Shun Land ibu kota Sundapura kerajaannya.
Shun Land stelan memahami makna ritual Topongrame hati mantap untuk melangkah.
Perjalan Shun Land dan Lasmini menuju kota Sundapura tidak ada hambatan, setelah melewati gunung Putri kuda bisa di pacu dengan kencang saat menjelang sore Shun Land hanya perlu melewati beberapa pedukuhan.
Shun Land dan Lasmini melambatkan jalan kudanya mereka berniat mencari pedukuhan untuk bermalam. Kondisi pada saat itu jalan sedikit berlumpur tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan di malam hari.
Di antara ketiganya Sunda Dwiva (Jawa) yang paling subur tanahnya dan daratan yang paling rata hingga paling mudah untuk menjadi pemukiman dan bercocok tanam.
Sebelum sampai ke pedukuhan di tengah jalan Shun Land dan Lasmini menjumpai sekelompok orang di antara mereka terlihat ada yang bertikai di samping kereta kuda yang mereka kendarai.
Setelah dekat Shun Land turun dari kudanya untuk melerai keduanya ternyata mereka adalah antara yang menumpang dengan kusir(supir kuda).
Shun Land menanyakan persoalan asal mulanya, ternyata penumpang itu sangat marah karena di sepelekan oleh sang kusir muda yang melihat tampangnya terlihat agak-agak mental ABS (asal bos senang). Tidak mengerti kebenaran
Nama kusir/supir itu Jamal dengan pengawakan tinggi sedang dan gemuk dan penumpang yang setatusnya di ajak big bos.
Dalam kereta kuda itu ada semuda bernama Wawan wajah sedikit tampan tapi mimiknya plongor dan sok pintar ucapannya doyan sobut(bohong) sudah beristri dan mempunyai anak perempuan cantik usia 5 tahunan.
Sewaktu masih di pelabuhan penumpang ini di ajak oleh pemuda Wawan mimik plongor sok pintar untuk keluar dari ruang tunggu untuk nginang penumpang ini yang belum pernah ke pelabuhan tentu saja mau karena di area ruangan tunggu pelabuhan tidak di perbolehkan untuk nginang. (Nginang Kalau sekarang mungkin ngerokok).
__ADS_1
Wawan mengajak penumpang itu untuk kembali tetapi penumpang itu menolak karena tanggung lagi nginang.
"Yuu kita ke dalam ruangan tunggu". Wawan berkata. Penumpang itu langsung menjawab.
""Nanti rombongan jalan lewat sini kan ?" Penumpang itu balik bertanya.
"Iya mamang jalan sini" Si Wawan menjawab dengan sok pintarnya. Penumpang itu tidak ikut kembali keruang tunggu, menunggu di tempat itu.
Ternyata waktu juragan dari selat Malaka datang rombongan itu tidak jalan ke sana, penumpang ini hanya mengelus dada untuk bersabar.
Barang bawaan di naikan ke atas kereta kuda penumpang ikut membantu bersama kusir/supir, penumpang itu berkata pada kusir/supir.
"Jamal nanti berhenti dulu di tempat buang air" penumpang itu merasa ingin buang air kecil. Penumpang itu mau buang air pada saat itu tidak tahu tempat buang air.
Kreta kuda berjalan penumpang itu yang merasa ingin buang kencil menunggu dengan gelisah dari setengah jam sampai hampir dua jam kereta tidak berhenti, mau buang air kecil dalam kereta kuda tapi sudah karena kereta selalu terguncang hingga tidak keluar.
Penumpang yang duduk di belakang sangat kesakitan menahan ingin buang air kecil/kencing akhirnya setelah sangat tidak tahan dia berdiri dengan wajah pucat pasi menahan rasa sakit seakan kandungan kemihnya mau meledak.
"Tolong berhenti" suara sedikit tinggi terdengar semua seisi kereta kuda mendengar. Istri juragan Malaka(Singapura) menyuruh berhenti kusir/supir sang kusir di perintah sang Big bos langsung menurut.
Penumpang itu marah kepada kusir/supir itu karena di sepelekan keinginan ingin berhenti dari pelabuhan(pengganti bandara).
Sang penumpang apes hampir meledak kandungan kemihnya menceritakan Naas dirinya pada Shun Land. Keributan itu selesai setelah Shun Land memberi nasihat, 'jangan menilai siapa yang bicara tetapi seberapa penting kalimat itu berdampak pada kehidupan orang lain'.
Shun Land dan Lasmini melanjutkan perjalanan hingga sampailah di pedukuhan Rawagempol mata Shun Land menyusuri kanan kiri jalan mencari kedai makan dan penginapan.
...---------&&&&&----------...
...Chapter Spesial 🙏🙏🙏🙏...
__ADS_1