
"Sekarang sepertinya sang Rajawali api, sudah mampu membawa ku terbang" hatinya Pangeran Shun land bergumam bangga.
Mata sang Rajawali api terbuka, bola mata kuning kemerahan dengan titik hitam di tengah, sorot mata tajam bagai mata pisau.
Sang Rajawali api membentangkan sayapnya lebarnya pertama kali, dengan kekuatan api yang sudah pulih lima puluh lima persen lebih, kilat-kilat api terlihat jelas keluar dari setiap bulu-bulunya.
Kepakan sayap mengangkat tubuhnya, terbang rendah mengelilingi sumur lahar, tanpa di sangka setelah terbang tinggi hampir menyentuh langit-langit gua, dia menukik cepat ke tengah-tengah sumur magma.
Pangeran Shun Land yang melihat itu, menahan napas apa mungkin tubuh sahabatnya ini tidak hancur masuk ke dalam sumur lahar itu.
Tubuh sang Rajawali api, masuk kedalam lahar yang mendidih.
Pangeran Shun Land terbengong-bengong, jantungnya berhenti berdetak, tapi setengah napas kemudian muncul kepala lalu sayap dan tubuh sang Rajawali api dengan suara teriakan khas Rajawali pemangsa memekakan telinga.
Tidak ada satu bulu pun yang terbakar oleh panasnya lahar itu yang ada seluruh tubuh sang Rajawali api memancarkan aura panas di sekitar.
Sang Rajawali api berdiri gagah di depan Pangeran Shun land, menundukkan kepalanya, dari paruhnya ke luar suara parau.
"Salam hormat dan bakti kepada raja agung"
Sontak saja pangeran Shun Land bergeser mundur selangkah, suara sang Rajawali api sedikit agak seram, berjaga-jaga sang Rajawali api berubah perangai.
Kekuatan api sang Rajawali tidak bisa di anggap remeh, yang di bawah Lima ribu lingkaran tenaga dalam, akan gosong kulitnya, andai kuat menahan tentu dia akan terluka dalam yang parah.
"Kau masih burung emprit yang dulu" sang pangeran Shun Land menguji kesadaran sang Rajawali api.
Sang Rajawali api tertunduk lesu, mengapa sang tuan masih memanggil burung emprit, padahal dia badan dia sudah besar dan kekuatannya api nya mampu membakar sebuah rumah, dengan satu kepakan apinya.
Melihat sang Rajawali tertunduk lesu sang pangeran tertawa renyah, menghampiri dan mengelus lehernya.
"Hahahaha.... Kau jangan merajuk seperti itu, aku hanya menguji kesadaran mu, aku takut setelah kekuatan api mu meningkat tabiat mu berubah.....
"Walau aku sudah memberikan mu nama Garuda, tapi aku tetap akan memanggil mu Rajawali api, nama itu entah dari mana asalnya, hanya langsung terlintas di hati ku"
"Ingatanku sudah pulih hampir enam puluh persen, itu namaku, suatu saat, Nama ku akan menjadi lambang negara, negri yang besar dan agung ini, dan lambang kepala saudaraku enggang yang mempunyai mahkota menghias gagah negeri besar Nusantara" sang Rajawali api menimpali.
__ADS_1
"Aku kesini ingin memberitahukan, kita akan berangkat ke daratan luas Dwipa, mengambil mustika air panca warna dan menyelusuri keberadaan pedang naga bergola, untuk menandingi kekuatan ketua kelompok yang menamakan urusan Tuhan, dan naga api hitam, musuh bebuyutan mu"
Pangeran Shun Land memberi tahukan rencananya.
Sang Rajawali api terbang dan hinggap di atas punggung naga bumi Sabui, cakarnya mencengkram kuat, sontak naga bumi Sabui berteriak.
"Apa yang kau lakukan burung emprit, jangan mentang-mentang tubuh mu sudah besar"
Naga bumi Sabui mengeluarkan kekuatan Airnya, untuk menyembuhkan luka cakarnya.
"Bangun naga bau, malas, apa kau ingin di bakar saudara tuamu, naga api hitam budak si bajing** Mara Deva"
Naga bumi Sabui sontak bangun mendengar nama Mara Deva, yang pernah membantingnya tubuhnya, andai leluhur agung tidak Segera menolongnya niscaya tubuhnya bisa hancur.
Pangeran Shun Land, memberitahukan bahwa sang Rajawali api, tidak perlu terlalu dekat dengannya dalam perjalanan nanti, karena akan membuat kehebohan di khalayak ramai.
Pangeran Shun Land untuk pertama kalinya duduk di atas punggung sang Rajawali api, sang Rajawali api terbang dengan gesit menelusuri lorong gua itu.
Setelah keluar dari lorong gua, sang Rajawali terbang tinggi di atas hutan menuju istana.
Sang Rajawali api menukik turun dan berakhir di halaman istana, sontak saja seisi istana, berbondong-bondong ingin melihat siapa penunggang Rajawali besar ini.
Setelah terlihat dengan jelas bahwa penunggang sang Rajawali api ini adalah raja muda mereka yang gagah berani
Semuanya berlutut menghaturkan salam hormat dan bakti kepada raja mereka, pangeran Shun Land yang tak biasa diperlakukan seperti itu segera memerintahkan untuk berdiri para prajurit dan pelayan di sana juga ada kepala pengawal istana Djata.
Buma berlari setelah dekat dia pun berlutut menghaturkan salam hormat dan bakti kepada raja muda yang sekaligus sebagai saudara angkatnya.
"Bangun kau jangan seperti anak-anak yang meminta jajan" pangeran Shun land sedikit bercanda pada Boma.
Sang ratu dan Mahapatih Jhasun, keluar ingin mengetahui kegaduhan apa yang ada di halaman istana.
Sang Rajawali menundukkan kepala di depan sang ratu dan Mahapatih Jhasun.
Pangeran Shun Land, berlutut mengatur kan sembah bakti sebagai seorang anak kepada ibunda dan ayahandanya.
__ADS_1
Sang Rajawali api setelah memberi hormat kepada sang ratu dan Mahapatih Jhasun, dia pun segera pergi terbang jauh entah ke mana.
Para prajurit dan pelayan kembali lagi ke tempat tugas masing-masing, di hati mereka dipenuhi rasa kagum dan rasa bangga, bahwasanya Raja mereka mempunyai hewan peliharaan yang sangat luar biasa.
"Paman Djata tolong panggil semua permaisuri kerajaan, Paman Antaka, panggil pula kakang pangeran Khal Shugal"
Di dalam ruangan pribadi pangeran Shun Land sang Ratu SHI khal dan suami, panglima Shu khal juga hadir, sesepuh agung Khal San dan istri juga hadir.
"Ibunda dan ayahanda, dan seluruh keluarga ku, kepergian ku tidak di ketahui berapa lama aku bisa kembali", pangeran Shun Land, menarik nafas dalam-dalam seakan berat menyelesaikan bicaranya.
"Untuk sementara permaisuri Sari Tungga Dewi, yang memimpin kerajaan ini dan kakang Khal Shugal sebagai keamanan pemerintahan, selain paman panglima Tian agan dan yu asri haring, dan paman Antaka saya limpahkan wewenang saya kepada permaisuri Sari Tungga Dewi, sebagai puncak pimpinan kerajaan ini, paman Antaka wajib patuh dan setia padanya....
"Permaisuri Sari Tungga Dewi, saya titip kedua adik mu, permaisuri Dewi sumayi dan permaisuri May lien, karena mereka tidak mempunyai ilmu olah Kanuragan.....
"Rahasiakan kepergian ku, bila ada yang bertanya katakan aku sedang bermeditasi panjang tidak bisa di ganggu, nanti malam aku akan berangkat bersama Boma, pangeran Sanjaya dan putri Dian Prameswari dwibuana sudah menunggu, di pelabuhan bersama pangeran Makkamaru"
Semuanya membubarkan diri, pangeran Shun Land sembah sungkem ke ibunda dan ayahanda, serta semua mertuanya, memohon do'a restu agar perjalanan pengembaraannya berjalan dengan lancar, di akhiri dengan sembah sungkem ketiga istrinya, yang berlinang air mata.
Siapa yang kuat menahan air mata, baru satu Minggu menikah harus berpisah.
...****************...
jangan lupa like dan support, kritik dan saran di kolom komentar.
maaf kesibukan membuat up tulisan ini tidak teratur.
terima kasih sahabat NOVELTOON yang telah setia menunggu up dengan sabar.
tulisan ini tidak ada artinya tanpa kalian semua
🙏🙏🙏🙏🙏
SALAM NUSANTARA
SALAM GARUDA PERKASA
__ADS_1