
Juragan Tarman melihat Shun Land dengan teliti seakan mengecek kemampuan keuangan Shun Land melalui penampilannya. "Tolong antar di ruang tamu saya sebentar lagi selesai, tuan pendekar silahkan ikuti paman ini nanti saya menemui segera tuan".
Juragan Tarman berkata setelah itu kembali lagi mengecek administrasi pemasukan ikan di hari itu. Shun Land mengikuti paman nelayan setelah sampai duduk dengan sabar, paman nelayan berpamitan untuk kembali mengerjakan tugas rutinnya.
Tak lama berselang juragan Tarman datang dengan seorang pelayan membawakan minuman. "Silahkan di minum tuan pendekar maaf membuat tuan menunggu biasa kalau pagi hari banyak yang harus di cek, anak-anak kadang ada yang jahil Menganti angka-angkanya".
"Terima kasih juragan, kepentingan saya kesini melihat dua buah kapal yang sepertinya sudah lama tidak terpakai tapi saya menyukainya tenang saja masalah harga kita diskusikan jangan khawatir saya tidak sanggup bayar". Shun Land berkata langsung pada masalah pembelian kapal.
Di sini Shun Land tidak langsung ke pokok bahasan yang pentingnya agar buruannya ini masuk pada jebakannya maka dengan mudah bisa mengorek informasi lebih dalam.
"Silahkan tuan saya tidak keberatan apabila cocok harganya akan saya lepas, mari saya antar kapal mana yang tuan maksudkan". Juragan Tarman mengangkat tangannya menunjuk ke pintu keluar.
Shun Land keluar di ikuti juragan Tarman menuju dermaga Shun Land berjalan pelan setelah sampai Shun Land menunjukkan jarinya pada kedua kapal milik Asvaghosa yang sudah di buang hiasan kepala naga di depannya.
Juragan Tarman sekilas kaget tetapi hatinya tenang karena peti-peti koin emas sudah di simpan di ruangan khusus. "Tuan memang sangat teliti melihat sebuah kapal, dengan sekali melirik tuan bisa mengenali kapal yang berkualitas". Juragan Tarman sedikit memuji.
"Bisakah juragan Tarman menemani saya mengecek bagian dalam kapal tersebut saya takut hanya bagus di luarnya saja dalamnya tidak sesuai harapan saya". Shun Land meminta tolong pada juragan Tarman.
"Dengan senang hati tuan silahkan tuan naik duluan". Juragan Tarman tidak menaruh curiga sedikitpun padahal di balik keramahan dan wajah bersahaja Shun Land terdapat sesuatu yang akan merubah kehidupannya.
__ADS_1
Shun Land menaiki kapal di ikuti juragan Tarman di belangnya. Shun Land langsung menuju ke geladak bawah akan tetap juragan Tarman tidak ikut masuk dia memilih berdiri di anjungan kapal.
"Juragan ini banyak yang kayu yang mulai rusak tolong dilihat agar pada waktu menentukan harga tawar menawar juragan mengetahui kekurangan kapal ini". Shun Land bicara dari geladak bawah.
Mendengar ucapan Shun Land, juragan Tarman langsung masuk kedalam geladak bawah mengikuti Shun Land yang sudah berada di dalam, karena menurut dirinya ada benarnya juga ucapan Shun Land.
Melihat juragan Tarman yang sudah masuk Shun Land tersenyum misterius lalu berkata. "Juragan Tarman tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur, ini kapal dari mana dan siapa pemilik sebelumnya".
Juragan Tarman melihat wajah dan gaya bicara Shun Land berubah dia mundur satu langkah dan mencoba tenang lalu menjawab dengan suara sedikit gugup.
"Kapal itu berasal dari sekelompok prajurit mereka menawarkan pada saya dengan harga yang sangat murah saya beli dengan harapan di kemudian hari ada yang minat bisa saya jual lagi dengan harga yang lebih mahal".
"Alasan juragan Tarman memang masuk akal tetapi tuan lupa kapal ini kapal perang siapa yang akan membeli, karena bila di rombak untuk menjadi kapal ikan biaya nya dua kali lipat, sebutkan saja siapa pemilik kapal ini sebelum habis kesabaran ku". Shun Land bicara dengan nada rendah tapi menekan.
Juragan Tarman mematung hanya matanya yang larak-lirik dan mulutnya yang bicara.
"Aku akan bertanya sekali lagi ini pertanyaan yang utama bila kau tidak menjawabnya aku akan membiarkan kau disini mematung dan mati perlahan karena tidak makan. Sebutkan siapa yang merekrut pembunuh bayaran kelas tinggi setahun yang lalu karena di tempat rumah mu ini mereka datang dan pergi setahun yang lalu ?".
Shun Land duduk di atas kotak kayu tempat berbagai senjata yang sudah kosong. Juragan Tarman kini menyadari sepenuhnya siapa yang berada di depannya jikalau bukan raja Shun Land berarti anak buahnya atau pengikut setianya, tetapi yang membuat penasaran dapat informasi dari mana pendekar muda mengetahui masalah ini yang sangat di rahasiakan.
__ADS_1
"Cukup aku bersabar kau tidak menjawabnya mungkin sedikit rasa dingin bisa membuat lidah mu melunak". Shun Land lalu menempelkan tangannya ke bahu kiri juragan Tarman.
Rasa dingin mengalir ke tangannya lalu ke tubuh sebelah kiri sampai kaki tapi yang mengherankan tubuh sebelah kanan tidak teraliri. Juragan Tarman mulai menggigil kedinginan terasa dingin sampai menusuk tulang.
Shun Land duduk santai sudah beberapa lama Shun Land bangkit dan mendekati juragan Tarman yang merasa ingin pingsan tetapi badan yang satunya Stabil.
"Bila aku tambah rasa dingin sedikit lagi perlahan jalan darah mu membeku dan satu lagi jantung mu yang ada di sebelah kiri perlahan membeku pula tapi itu sangatlah lama karena darah yang sebelah kanan Normal mengalir ke jantung yang mulai membeku, bersama itu rasa sakit tak terkira akan terasa sangat lama kerena bertabrakan darah panas dan dingin di dalam jantung, maaf kan aku karena mulut mu membisu". Shun Land memberi gambaran apa yang akan terjadi.
Tangan kanan Shun Land menempel ke pundak yang tadi sambil mengalirkan hawa dingin yang lebih dingin. Benar saja apa yang di katakan Shun Land perlahan pembuluh darah juragan Tarman membengkak rasa sakit yang sangat mulai merambat dari jantung lalu ke seluruh tubuhnya.
Terdengar di telinga juragan Tarman sendiri pembuluh darah mengeluarkan suara seperti es yang pecah. Dari mulut juragan Tarman keluar suara lirih karena lidahnya membentuk sebelah.
"Hentikan pendekar saya akan mengatakannya" suara juragan Tarman walau pelan cukup jelas.
Shun Land menempelkan tangannya menarik kembali kekuatan airnya dari tubuh juragan Tarman. Shun Land pun membuka totokan nya.
Juragan Tarman terjatuh sekarang sudah nekad membuat pilihan apapun yang terjadi akan menceritakan semuanya dari pada menanggung rasa sakit yang luar biasa.
Juragan Tarman terjatuh sekarang sudah nekad membuat pilihan apapun yang terjadi akan menceritakan semuanya dari pada menanggung rasa sakit yang luar biasa.
__ADS_1
"Tunggu sebentar tuan pendekar saya akan menceritakan semuanya". Juragan Tarman duduk mengatur pernapasannya Shun Land hanya duduk diam dengan sabar."Pada waktu itu saya dititipi dua buah kapal, keduanya berisi beberapa ratus kotak keping koin emas oleh seseorang saya menyanggupi kare imbalan yang besar. Setahun yang lalu orang itu datang kesini". Juragan Tarman berhenti bicara mengatur pernapasan karena jantungnya belum stabil.
*****************