LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
396. Jaya S 129. Kesungguhan Harsa dan ketiga saudaranya.


__ADS_3

"Leluhur sebagai manusia biasa saya mempunyai rasa tidak percaya kepada orang yang baru kenal beri satu alasan agar saya bisa percaya pada leluhur". Shun Land menjawab apa yang ada di hatinya, dalam hati kecil Shun Land ada pertanyaan ini perangkap Mara Deva atau memang ke empat putra dan putri Mara Deva yang mempunyai hati nurani kebenaran.


Harsa melirik ketiga saudaranya mereka mengangguk serentak lalu mereka menoreh ujung jari mereka dengan pisau bergantian. Keempatnya mengucapkan ikrar sumpah janji ke bumi setia kepada Shun Land.


"Apa ini cukup untuk membuat paduka raja mempercayai kami". Harsa bertanya pada Shun Land. Harsa dan ketiga saudaranya sebenarnya sudah merencanakan diri kepada Shun Land serendah-rendahnya mereka berempat walau pun anak dari Mara Deva yang mempunyai tabiat setan bertubuh manusia tetapi ke empat keturunannya ini mempunyai karakter yang bertolak belakang,


Mereka berempat sangat memegang teguh prinsip kebenaran dan prinsip ilmu pengetahuan, mereka mengetahui kedatangan sang manusia terpilih dari tulisan-tulisan kuno sehingga pada waktu penyerangan ke ibukota Sundapura kerajaan Tarumanegara yang sekarang menjadi kerajaan Galuh Sindula, mereka berempat memisahkan diri dengan alasan menjaga istana Naga hitam.


Shun Land tertegun melihat ke sungguhan ke empat putra dan putri Mara Deva yang memilih membelanya dengan alasan kebenaran Shun Land lalu berkata.


"Leluhur saya percaya pada leluhur berempat sekarang saya ingin meminta bantuan pada leluhur, sekarang ini saya sedang membangun benteng-benteng pertahanan di setiap pelabuhan di pesisir daratan luas Swarna Bumi dan daratan luas Sunda Dwiva yang membutuhkan banyak dana, mungkin Leluhur memiliki catatan Ayah leluhur menyimpan peti-peti koin emas dan menunjukkan pada saya,.....


,.....karena saya tidak bisa menghindari peperangan yang kakang Shan land kibarkan tetapi saya tidak bisa menyerang duluan kerena saya masih berharap kakang Shan land atau kakang Jaya Lelana menarik keputusannya".


Harsa tidak langsung menjawab mengingat akan hal itu dirinya tidak pernah ikut campur masalah kekayaan Mara Deva ayahnya. Yang menjadi kepercayaan Mara Deva sebagai pengurus kekayaan Mara Deva adalah anak pertama dan kedua, Asvaghosa dan Deva Putta dari istri pertamanya.


"Paduka saya sempat mendengar Asvaghosa bicara kapal yang di beri simbol ukiran wajah perempuan di geladak bawah seukuran telapak tangan, mungkin simbul ini yang menjadi tanda peti-peti koin emas". Parva memberikan informasi.


"Maaf paduka saya sendiri tidak pernah mengetahui karena saya memang jauh dari wilayah kekuasaan". Harsa menimpali.

__ADS_1


"Baiklah sekarang saya mohon undur diri Leluhur berempat datang ke istana Naga hitam saya akan menunggu di sana, membicarakan, prihal ini bersama panglima Demagog dan Udacca di istana". Setelah bicara Shun Land berdiri di ikuti ke empat keturunan Mata Deva.


Shun Land langsung melesat ke udara sedangkan Harsa dan ketiga Saudaranya berlari menggunakan ilmu Saipi angin mereka berempat walau pun sudah mencapai kekuatan 100ribu lingkaran tenaga dalam tetapi untuk melayang di udara hanya bisa bertahan puluhan tarikan nafas saya.


Di dalam kamar peristirahatan terdengar ketukan berirama dari pintu kecil menuju kamar mandi, salah satu pelayan yang mendengar ketukan itu segera membangunkan temannya dan bergegas berpakaian di ikuti temannya, mereka berdua segera keluar dari pintu kecil menuju pemandian.


"Cepat kalian berjaga paduka raja sudah ada di luar istana menuju kesini". Pelayan yang memberikan isyarat bicara lalu pergi. Dua pelayanan segera merapikan rambut dan pakaian serta hiasan wajahnya lalu keluar melalui pintu belakang dan kembali berjaga di dapur istana.


Dalam setiap istana ada yang berjaga di siang hari dan malam hari untuk melayani sang raja dan keluarga besarnya. Shun Land tidak langsung masuk ke kamar peristirahatan tetapi mengajak panglima Demagog dan Udacca yang tidak berani kembali ke kediamannya untuk istirahat.


Tidak lama kemudian Harsa berdiri di pintu gerbang luar istana para penjaga yang sudah mengenal Harsa saling pandang kebingungan mau mempersilakan masuk takut, tidak mempersilahkan masuk tidak enak hati kepada ke empat anak Mara Deva mantan majikannya.


Prajurit penjaga kehabisan jawaban hingga menuruti apa yang di minta Harsa, mereka berjalan mengikuti dua penjaga. Di dalam istana Shun Land berkata pada panglima Demagog dan Udacca.


"Sebentar lagi akan datang orang yang paman panglima dan paman Udacca sangat kenal".


Panglima Demagog dan Udacca mendengar ucapan Shun Land jadi penasaran. "Siapakah paduka prabu namanya yang akan datang".


Sebelum Shun Land menjawab dua pelayan wanita datang membawa minuman hangat dan umbi-umbian yang di rebus. "Silahkan paduka di cicipi sebelum dingin". Salah satu dari Pelayan menawari.

__ADS_1


"Pelayan apa kalian berdua melihat kakak Boma sedari tadi saya tidak melihatnya". Shun Land bertanya penasaran biasanya Bom Tak bisa tidur kalau ada perempuan muda cantik.


"Tuan Boma sudah tidur pulas paduka setelah kami pijit malah dia tak berpakaian eeh maaf paduka kelepasan bicara saya,... Pelayan itu menutupi mulutnya. Lalu meneruskan bicaranya,... "kedua permaisuri paduka sudah beristirahat di kamar pribadinya tuan putri Serindang Bulan". Shun Land tidak berkomentar hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Pintu istana di buka dua orang prajurit bergegas menghadap. "Paduka ada empat orang ingin menghadap malam-malam begini". Prajurit memberi laporan.


"Paman prajurit suruh mereka masuk, paman panglima Demagog dan paman Udacca kita pindah di ruang perjamuan". Shun Land bicara sambil berdiri di ikuti panglima Demagog, sedangkan Udacca menunggu emat tamu Shun Land.


Shun Land setelah sampai di ruang jamuan memerintahkan kedua pelayan itu untuk menyiapkan makan malam untuk 8 orang. Harsa sampai di hadapan Udacca, wajah Udacca merah padam karena sudah membelot ke pihak Shun Land.


Harsa tahu apa yang di pikirkan oleh Udacca. "Udacca jangan panik dan canggung sekarang kita di pihak yang sama, katakan ke seluruh prajurit bahwa kami berempat sudah bergabung ke Raja Jaya Sempurna". Ucap Harsa dengan tersenyum.


"Baik paduka saya akan memberitahukan seluruh pasukan, mati kita ke ruang perjamuan tuan Harsa sudah di tunggu oleh paduka raja" Udacca mempersilahkan Harsa dan ketiga Saudaranya.


Mereka berlima masuk ke ruangan perjamuan panglima Demagog langsung berdiri memberi hormat, "Salam buat tuan Harsa, Parva, nyai Rati dan Nyai Tisna selamat datang kembali di istana Naga hitam semoga kita bisa menjadi saudara di bawah naungan sang raja agung Prabu Jaya Sempurna".


Panglima Demagog memberi sambutan hangat, di jawab oleh Harsa. "terima kasih panglima semoga kita bisa memperbaiki jalan hidup kita hitam menjadi putih bersih".


-------------*****-----------

__ADS_1


__ADS_2