
"Siapakah tuan ini sebenarnya, andai tuan mengatakan yang sebenarnya siapa anda, mungkin aku akang mempertimbangkan untuk menjawab pertanyaan mu"
"Aku adalah putra mahkota kerajaan Kutai khal, pangeran Shun Land, yang sekarang aku lalukan adalah sedang menelusuri, pendekar tapak Geni, yang telah membunuh ibu tercinta ku...
Semoga Dewi menjawab pertanyaan ku, dengan benar, aku bukan orang yang lunak terhadap musuh yang ingin menghancurkan negeri ku, dan keluarga ku"
Mendengar ini Dewi lerna, bagai di sambar petir, tubuhnya menggigil ketakutan, walau Dewi lerna mempunyai ilmu gendam merenggut Sukma, tapi untuk ilmu olah Kanuragan, Dewi lerna hanya mempunyai beberapa jurus dan tenaga dalamnya hanya tiga ribuan lingkaran.
"Ampun pangeran putra mahkota, aku akan menjawab dengan benar dan jujur, asal pengeran melindungi ku dari atasanku, dia mengancam akan membunuh ku dan kedua saudara ku"
Dewi lerna bersimpuh di kaki pangeran Shun Land, dengan sungguh-sungguh
"Baik aku akan melindungi mu, aku tau siapa orang di atas mu, Niraya Sura, dia sebentar lagi akan di musnahkan.....
Bila kau percaya padaku aku memberikan keselamatan dan kehormatan, bukan seperti Niraya Sura yang memanfaatkan mu, hingga setiap orang bisa menyentuh dan mempermainkan mu bagai boneka"
Pangeran Shun Land memberikan harapan dan masa depan yang penuh kehormatan.
"Aku akan mengabdi kepada mu, tapi bagai mana, dengan sumpah darah ke bumi, yang aku lakukan di depan Niraya Sura"
"Tenang saja naga bumi Sabui akan melepaskan mu dari sumpah itu, asal kau juga bersumpah darah ke bumi, demi kebenaran kepadaku"
Pangeran Shun Land memberikan solusi pada Dewi Lerna.
"Sebenarnya kadang ketika diri ku dalam bermeditasi, aku kadang ingin terlepas dari cengkeraman, si tua Bangka itu....
Tapi itu sangat sulit, hingga aku terlena lagi akan kenikmatan duniawi, tapi di balik itu, batinku tersiksa....
Karena hati nurani ku menolak jalan hidup ini, mungkin ini sudah kehendak sang maha kuasa, aku harus berubah arah yang sejak lama, ingin aku lakukan tapi aku tak berdaya.....
Aku juga merasa heran, mengapa hanya pengeran dan Niraya sura, yang tidak terkena ilmu gendam merenggut Sukma ku, ini pertanda bahwa pangeran di utus untuk meluruskan jalan ku yang kotor ini"
Setelah berkata panjang Dewi lerna mengambil pisau di balik pakaian bawahnya, yang di ikat di paha kanannya.
Dia pun mengiris ujung jarinya dan meneteskan ke Bumi.
"Aku Dewi lerna, bersumpah demi kebenaran sang maha pencipta, akan mengabdi dan patuh kepada pangeran Shun Land, selagi masih dalam kebenaran sang maha pencipta, bumi ini jadi saksi, dan andai aku mengingkari bumi dan langit akan melaknat ku"
Sehabis mengucapkan sumpah Dewi lerna mencium bumi tiga kali.
Mereka pun duduk di kursi berhadapan di pisahkan meja kecil yang indah.
Sebelum bicara Dewi Lerna menarik nafas dalam-dalam,
"Sebenarnya tuan Upiak arai adalah kaki tangan Niraya Sura, sudah lama dia menjadi pengikut Niraya Sura, sejak dia berada di daratan luas Swarna bumi.....
Tuan Upiak di utus sejak dua tahun dari pemberontakan keluarga MA, di klan khal yang gagal....
__ADS_1
Tujuan sebenarnya dari Niraya Sura mengutus tuan Upiak arai ke daratan kecil khal ini, aku tak tahu, karena tetua Niraya Sura tak pernah memberitahukan....
Tugas tuan Upiak arai hanya membangun sebuah usaha perdagangan, yang yang di Danai oleh Niraya Sura, untuk menguasai ekonomi negeri ini.......
Setelah usaha dagangnya maju, tuan Upiak arai di tugaskan untuk masuk ke dalam istana, menurut berita yang aku dengar tuan Upiak arai, mendapat akses masuk ke lingkungan istana karena pangeran sendiri"
Dewi lerna bicara jujur sesuai dengan yang di ketahui nya
Mendengar penjelasan ini pangeran baru sadar, bahwa yang pertama membuat kekacauan selama ini, karena tindakan yang memberikan akses kepada Tuan upiak arai, ke dalam istana.
Pangeran Shun Land ada penyesalan dengan keputusannya dulu.
"Perlu Pangeran ketahui, pembunuhan yang menimpa ibu pangeran, bukan atas kehendak Niraya Sura.
perintah itu dari tuan muda Maasiak, karena dendam pada pangeran, karena pangeran ikutan campur pertunangan Maasiak dengan keluarga kepala pengawal istana Djata"
Dewi lerna memberi kerangan lebih lanjut.
"Boleh ya saya memanggil Bidadari cantik di kedai bunga melati ini dengan Sebutan Bibi"
Pangeran Shun Land sedikit bercanda.
"Pangeran bikin malu bibi saja, yang sudah tua ini, tapi masih terlihat cantik kan"
Dewi lerna membalas dengan memegang tangan pangeran Shun Land lalu di tempelkan ke pipinya.
Satu lagi, pelayan bibi lerna yang di kedai mawar merah, yang bernama Dasem segera tarik ke sini, dia orang ku" pangeran Shun Land berhenti bicara sejenak.
lalu melanjutkan bicaranya.
"Bibi besok akan terjadi hal yang mengegerkan, bersikap lah wajar wajar saja di depan Niraya Sura"
Pangeran Shun Land mengakhiri bicaranya.
"Pangeran bagai mana dengan Kedai kedai yang sudah bibi kuasai, jumlahnya tidak sedikit, di kota ini saja sudah ada enam, belum di kota pelabuhan ada tiga"
Dewi lerna meminta petunjuk.
"Bibi jalankan seperti biasa agar Niraya Sura tidak curigai bibi telah membelot di pihak ku...
Saran ku, tolong jangan memasukkan, gadis di bawah umur, dan terjadi kekerasan dalam prakteknya, bibi mengerti maksud ku ???"
Pangeran Shun Land, berpikir kalau menutup langsung Kedai kedai ini, akan banyak orang yang hilang mata pencariannya, setelah masalah ini selesai, dia akan mencari solusinya.
"Pangeran bagai mana dengan janji pangeran, setelah memberi jawaban yang tepat, bibi akan bersenang-senang dengan pangeran" Dewi lerna menagih janji.
"Bibi masih ingin, apa tidak malu, tadi itu, saya berkata karena bibi masih terpengaruh oleh ilmu gendam bibi yang berbalik ke bibi sendiri" pangeran Shun Land menjelaskan.
__ADS_1
"Tidak pangeran bibi cuma bercanda, tapi boleh ya bibi memeluk pangeran, pelukan seorang bibi terhadap ponakan tampannya"
Pangeran menyerah, menjawab Dengan anggukan,
"Bibi sudah waktunya saya pergi, bibi nanti ada orang yang datang namanya Jati priantoro. dia adalah penghubung, bila bibi mempunyai informasi yang penting"
"Baik pangeran"
Dewi lerna tanpa malu-malu memeluk pangeran Shun Land dengan erat, suara lirih keluar dari bibirnya.
"Terima kasih pangeran telah membuat saya kembali di jalan yang lurus"
Pangeran segera keluar bersama Dewi lerna, ketika sampai di ruangan elite, pangeran Shun Land berpapasan dengan pelayanan Dasem.
Pelayanan Dasem di tarik oleh Dewi lerna, ke kedai bunga melati,
Kedai Bunga mawar merah, yang di pinggir jalan utama tutup, karena ada kerusuhan dan pembunuhan.
Pelayan Dasem melihat Pangeran Shun land, dia seperti mengenal tapi berbeda, yang ini dia tidak ada kumis dan jenggot.
Di lihat dengan pandangan aneh, pangeran Shun Land, tersenyum dan berkata,
"Pelayanan Dasem, jangan memandang ku begitu, nanti tuan Dewi lerna akan menjelaskan pada mu, tuan Dewi Lerna pelayan ini yang saya maksud"
"Baik tuan saya tidak akan memberikan tugas kepada tamu lain, dia akan selalu melayani tuan setiap berkunjung"
Mendengar ucapan ini, pelayan Dasem semakin bingung.
Pangeran segera keluar di antar pelayan Dasem sampai ke pintu keluar.
"Sebentar tuan boleh saya bertanya sedikit, apa tuan mengenal saya, atau bertemu di lain waktu" pelayan Dasem memberikan diri untuk bertanya
Pangeran tidak menjawab karena banyak orang yang melihat. Dia hanya tersenyum misterius
Setelah sedikit jauh dan tidak ada yang melihat, Pangeran Shun Land mengunakan saipi anginnya, menuju gua di bawah gunung di dalam perut bumi untuk bermeditasi dan meningkatkan tenaga dalamnya.
...****************...
like end support nya untuk perkembangan tulisan ini
saran dan kritik di tunggu di kolom komentar terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
SALAM NUSANTARA
SALAM GARUDA PERKASA
__ADS_1