
Mereka bertiga berjalan menelusuri dermaga menuju ke penginapan Kembang Tanjung. Boma berjalan di apit Wiwin dan Merpati sambil berjalan Boma tak henti-henti bicara kesana kemari tak beraturan.
Di tangga penginapan Boma hampir saja terjatuh jika Wiwin dan Merpati memegang kedua tangan Boma di letakkan di atas punggung mereka.
Sesampainya di kamar di pintu kamar sudah ada pelayan penginapan yang menunggu duduk di kursi depan pintu, pelayan ini memenuhi permintaan Wiwin dan Merpati tadi siang.
Wiwin mengambil satu keping koin emas dan memberikan ke pelayan tersebut lalu berkata. "karena sudah ada tuan yang baik hati ini, kamu boleh pergi". Pelayanan itu kegirangan mendapatkan uang tanpa bersusah payah.
Perlu di ketahui pada jaman itu ada 3 mata uang 1. Koin emas 2.koin perak 3.koin perunggu. 1.koin emas \=100 koin perak 1.koin perak\=100 koin perunggu. Jadi 1 koin emas sangat besar nilainya pada jaman itu. Karena upah pekerja kasar seperti kuli panggul hanya 20 sampai 30 koin perak.
Mereka bertiga masuk ke dalam kamar Boma langsung di baringkan di tempat tidur dengan kepala di sandarkan pada hiasan ranjang di temani Wiwin yang duduk bersandar di dada Boma.
"Tuan pejabat siapakah nama tuan ini biar kita saling kenal masa kita badan kita sudah menempel begini kita tidak saling kenal, apa tuan pejabat tidak mau berkenalan dengan ku, kalau begitu aku pergi saja". Wiwin mulai menjalankan rencananya setelah Boma mabuk minuman.
"Jangan pergi Doong nanti aku dengan siapa, baiklah Nama ku Boma aku Kakak angkat Raja Shun Land". Boma berkata setengah menghiba minta tidak di tinggalkan.
"Pantas saja tuan Boma sangat banyak uang ternyata keluar besar Istana, tuan Boma menurut tuan saya Cantik tidak dan sekarang apa yang tuan inginkan pada saya ?" Wiwin berkata sambil mengelus-elus dada Boma dengan lembut dia pun menaikan satu kakinya keatas kaki Boma.
Terang saja walaupun Boma terpengaruh minum tetapi mendapatkan perlakuan seperti ini gelora jiwa mudanya naik ke ubun-ubun apa lagi melihat kaki jenjang dan belahan dada yang putih tanpa cacat jiwa Boma melayang tak ingin cepat turun.
"Kau sangat cantik aku sekarang ini ingin bersenang-senang dengan kamu tapi aku takut kamu tidak mau". Boma bicara sambil memandang Wiwin dengan mata sayu bicaranya sudah tidak kontrol.
__ADS_1
"Aku dan adikku akan memenuhi apa yang tuan Boma inginkan bahkan akan membuat tuan Boma merasakan indah dunia ini bagai di dalam surga asalkan tuan Boma bercerita apa yang sedang terjadi di istana sekarang ini, maklum aku dan adikku berasal dari pedukuhan yang jauh dari kota ingin tahu cerita istana". Wiwin yang sudah berpengalaman dalam hal ini sangat pandai memainkan permainan kata-katanya.
"Aku tidak percaya ada perempuan mau tidur dan bersenang-senang bertiga dalam satu kamar aku tidak akan bercerita". Boma berkata sambil memainkan rambut Wiwin.
Setelah Boma berkata Merpati datang dengan sebuah kendi dan cangkir kecil lalu berkata. "Aku datang dan akan menjadi pelayan yang baik untuk tuan Boma, tapi aku lebih suka jadi mainan tuan sayang tuan Boma tidak mau bercerita, kalau tuan bercerita kita berdua akan menjadi ratu tuan Boma malam ini, lihatlah aku menari untuk tuan Boma". Merpati berjalan mendekati Boma bagaikan penari profesional setelah dekat mendekatkan cangkir kecil ke bibir Boma.
Boma membuka mulutnya mau meminumnya tetapi Merpati menarik cangkirnya dan meminumnya sendiri tetapi tidak menelannya. Dengan lemah gemulai Merpati mendekatkan wajahnya dan meminumkan dengan bibirnya.
"Mau lagi kalau mau lagi tuan bercerita dan kami berdua yang akan membuat tuan melayang layang sampai pagi". Merpati menggoda.
Boma pun tanpa sadar menceritakan semua tentang kejadian di dalam istana termasuk me ceritakan bahwa Raja Shun Land sekarang ini bukan raja Shun Land yang asli, karena pengaruh minuman Boma pun menceritakan bahwa sebenarnya Raja Shun Land bernama pendekar Jaya Sempurna.
Boma malam itu kadang di buat melayang ke angkasa kadang di buat seperti jatuh dari langit mendarat di atas batu yang menyala. Boma bagaikan bola di permainan Wiwin dan Merpati sampai ayam jago berkokok.
Mereka berdua setelah puas memberikan minuman pada Boma sebanyak mungkin hingga Boma ambruk tak sadarkan diri. Wiwin dan Merpati tertawa melihat Boma yang tengkurap di tempat tidur tak berdasarkan diri.
Keduanya menjarah semua barang yang berharga milik Boma hanya kapak pemberian panglima Khal Shan paman Shun Land yang tidak di ambil mereka berdua berpendapat pusaka itu tidak cocok untuk mereka.
Malam itu juga Wiwin dan Merpati berkemas yang niatnya bermalam tiga hari karena sudah mendapatkan informasi yang sangat akurat mereka berdua memutuskan untuk pergi pagi-pagi sekali hari itu juga sebelum Boma tersadar.
Pagi-pagi sekali Merpati turun ke lantai bawah mencari pelayan yang kemarin setelah menemukannya pelayanan itu di suruh membereskan kamar dengan rapi. Setelah di rasa cukup Merpati berpesan jangan membangunkan tuan yang tidur biarkan dia sampai bangu sendiri walaupun sampai dua hari dua malam.
__ADS_1
Alasan mereka berdua kepada pelayan itu adalah tuan itu terlalu kelelahan dan kamar sudah di bayar sampai tiga hari kedepan sehingga pelayan itu tidak curiga. Sebelum pergi Merpati tidak lupa memberikan 5 koin emas jumlah yang sangat cukup besar sebagai uang tiv.
(Tolong dong beri masukan penulisan tiv, pakai huruf P atau V, tulis di komentar yaaa)
Wiwin dan Merpati keluar dari penginapan di saat masih sepi mereka segera memacu kudanya dengan cepat ingin segera jauh dari kota Sundapura.
Sebenarnya ini adalah suatu pelajaran buat Boma untuk tidak mudah mempercayai wanita yang baru di kenal ada pepatah mengatakan 'Di Dunia ini singanya kehidupan adalah wanita' dia bisa membuat hidup lebih hidup dan bisa membuat hidup seperti mati.
Sudah dua hari Boma belum siuman, di istana Mawinei sangat khawatir beberapa puluh prajurit sudah di kerahkan panglima Tarpa untuk mencari Boma, Bagai manapun Panglima Tarpa sudah menganggap Boma seperti ponakannya sendir apa lagi panglima Tarpa tidak mempunyai sanak saudara.
Sementara itu permaisuri May Lien sudah 80 persen sembuh dari luka dalam tidak ada bekas luka di kulitnya, sebenarnya bila di lihat lebih teliti permaisuri May Lien bukan luka dalam tetapi sakit karena persendian dan struktur tulangnya di perbaiki oleh Shun Land dengan cara di masukan kekuatan air.
Dalam tubuh May Lien ada darah ular hijau yang berdesir panas di pembuluh darah dan organ dalamnya mempunyai pungsi sebagai penetral segala racun tetapi mempunyai akibat Permaisuri May Lien tidak bisa menghimpun tenaga dalam, darah ular hijau menghalangi hawa murni ketika akan memasuki ke tulang dan sampai ke sumsum.
Shun Land memberikan kekuatan Air mendinginkan darah ular hingga bisa menempel ke setiap sendi dan tulang sampai kesumsum dengan demikian darah ular hijau itu tidak menghalangi hawa murni yang masuk melalui setiap titik Meridian.
Tetapi resiko May Lien harus menahan rasa sakit yang luar biasa karena setiap tulangnya terasa bagai di tusuk ribuan jarum es, tetapi Shun Land membuat seolah-olah dirinya melukai permaisuri May Lien.
Permaisuri May Lien pun merasakan ada keanehan berangsur rasa sakit itu hilang seluruh otot dan persendiannya terasa lebih kuat dan dia pun merasa tubuhnya lebih ringan.
***************
__ADS_1