
Sarpa bicara sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada, dan di ikuti kelima anak buahnya.
"Aku mempunyai tiga pilihan pada kalian pilihan pertama kalian bergabung dengan kami dan melakukan sumpah darah, pilihan kedua kalian pergi dan berjanji tidak jadi bajak laut lagi, tapi bila melanggar janji, kalian berhadapan dengan sahabat ku di dasar laut, pilihan ketiga kalian pergi tetap jadi bajak laut dengan resiko di kejar sahabat ku yang berada di dalam laut".
Pangeran Shun Land bicara sambil berjalan kepinggir kapal melihat lautan, batin pangeran shun Land bicara melalui telepati ke naga bumi Sabui.
"Muncullah ke permukaan dengan gagah untuk menakuti para bajak laut".
"Baik tuan muda". Naga bumi Sabui menjawab.
Kepala bajak laut Karimun Sarpa dan kelima anak buahnya mengikuti kepinggir perahu penasaran mahluk apa yang akan di hadapi bila memilih pilihan yang kedua dan ketiga.
Naga bumi Sabui menampakan dengan terbang rendah dengan sayap yang lebar lalu menyelam sebentar terbang lagi di atas kapal percikan air membasahi kapal dan yang di sana.
(Maaf dalam mitologi Nusantara, naganya tidak ada yang bersayap tapi Author tambahi menjadi bersayap biar tambah kreeeen).
Anak buah Sarpa yang masih di perahu melihat sang naga bumi Sabui menjadi gemetar ketakutan.
Tidak terkecuali ketua bajak laut Karimun Sarpa dan kelima anak buahnya setelah sang naga bumi Sabui melintas di atas kepala mereka, ke enamnya serentak berlutut di hadapan pangeran Shun land lantas mereka tanpa ragu-ragu mengikrarkan janji dan sumpah darah setia dengan sepenuh hati mereka.
Dalam hati mereka mungkin naga tadi pertanda mereka harus kembali ke jalan yang lurus tidak merugikan orang lain lagi.
"Terima kasih atas kepercayaan kalian menjadi pengikut ku aku berjanji pada kalian akan menjadi pemimpin kalian yang adil dan benar serta memakmurkan kalian semua, dengan atas nama raja kerajaan Kutai khal aku namakan pasukan Laut Naga biru, semoga nama ini akan berkibar dan berjaya di samudera Sunda besar dan samudra Sunda kecil".
Pangeran Shun land memberi nama pengikut barunya ini, dia memang telah berniat untuk membangun armada laut di samudera Sunda besar, pangeran Shun land lalu meneruskan bicaranya.
"Perkenalkan aku Satria Nusa kencana aku adalah perwakilan raja Shun land dari kerajaan Kutai khal, silahkan kalian berkenalan dengan yang lainnya, dan suruh anak buah mu untuk naik ke kapal ini ceritakan apa yang terjadi pada mereka".
Di antara mereka yang sedang memperkenalkan diri masing-masing ada yang merasa hatinya ngedumel lantas bicara melalui telepati ke sahabatnya.
"Dasar naga bau tengik pamer kekuatan di depan ikan teri kecil". Sang Rajawali Api bicara dengan kesal.
__ADS_1
"Apa kau iri saja bisanya, apa kau ingin mencoba Adu kekuatan dengan ku turun kau bila berani". Sang naga bumi Sabui tidak terima di sebut pamer karena dia hanya menjalankan tugas dari tuan mudanya.
"Siapa takut naga bau tanah". Setelah bicara sang Rajawali Api merentangkan sayapnya lalu terbang keatas kemudian meluncur kebawah dengan mengepakkan sayapnya.
Sayap itu mengeluarkan api yang panas menghantam air laut yang berombak kecil.
Sang naga bumi Sabui tidak menghindar dia malah menertawakan tindakan sang Rajawali Api, "heeee burung emprit kau api mu seperti api, perapian nenek sedang menanak nasi hahahaha".
Mendengar ucapan sang Naga bumi Sabui amarah sang Rajawali Api meledak dia terbang keatas lantas mengeluarkan seluruh kekuatan api abadinya.
Seluruh tubuh sang Rajawali Api di selimuti api abadi berwarna merah membara kobaran api abadi dari sayapnya berkobar-kobar.
Sang Rajawali api meluncur cepat menuju arah sang Naga bumi Sabui yang menampakan kepada dan tubuhnya di permukaan air.
Sebelum sampai serangan api abadi dari sayap Rajawali api, sang Rajawali Api meluncur ke dalam air sambil mengibaskan ekornya ke kanan dan ke kiri meledek sang Rajawali Api.
Sang Rajawali Api akhirnya sadar seberapa besar kekuatan api abadi yang di keluarkan tidak akan ada artinya bila menyerang di air laut.
Tubuh sang Rajawali Api meluncur cepat mengikuti sang Naga bumi Sabui yang menyelam semakin dalam.
"Kejar aku bila kau mampu dasar burung emprit pemarah, cepat kejar aku emprit emprit empriiiit". Sang naga bumi Sabui memprovokasi sang Rajawali Api sambil meliuk-liukkan ekornya.
Sang Rajawali Api tubuhnya yang di selimuti api abadi, semakin dalam api abadinya semakin menipis.
Dengan kesal akhirnya sang Rajawali Api menyerah dia berbelok ke atas menuju permukaan air sambil berkata dengan rasa dongkol di hati.
"Nanti ku balas kau di daratan akan ku bakar kau jadi panggang Naga bau, tunggu pembalasan ku naga bau".
Sang Rajawali Api keluar dari permukaan air lalu hinggap di tempat semula wajahnya di hadapkan ke depan.
Seluruh yang di kapal ketepi kapal melihat sang Rajawali Api yang tiba-tiba menyerang sang Naga bumi Sabui lalu masuk ke dalam air, mereka sangat heran atas tindakan sang Rajawali Api, karena mereka tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya.
__ADS_1
Tapi pangeran Shun land tertawa sedikit keras karena mendengar percakapan kedua sahabatnya ini, mereka semua menatap pangeran Shun land penuh tanda tanya.
Segera sadar perbuatannya pangeran Shun land bicara menghilangkan keheranan yang ada di sana.
"Baru pertama kali aku melihat burung Rajawali mandi di air asiiin".
Sang Rajawali Api membalikkan badannya melihat dengan tajam ke arah Pangeran Shun Land, yang ada di sana memalingkan wajahnya takut terkena amarah sang Rajawali Api.
"Dasar raja sempruul" hanya itu yang di katakan sang Rajawali Api lalu membalikkan badannya kembali menatap ke depan hamparan air laut biru tiada batas.
Sarpa dan anak buahnya di kumpulkan semua berjumlah 18 orang mereka duduk menghadap ke pangeran Shun land.
"Untuk tugas yang pertama kalian aku perintahkan kalian untuk kembali ke pelabuhan Kutai khal, temui Dewi kematian Dewi lerna minta antar untuk menemui pangeran permaisuri Sari Tungga Dewi dan pangeran Sanjaya triloka, mintalah satu kapal perang padanya dan minta perbekalan secukupnya padanya....
Setelah itu kalian menyusul kapal ini kita bertemu di pelabuhan Tarumanagara di dataran luas Dwipa, katakan kalian mengemban perintah Satria Nusa kencana, kalian mengerti". Pangeran Shun land menyudahi bicaranya dengan pertanyaan.
Ketua bajak laut Karimun Sarpa menjawab dengan tegas "mengerti tuan muda Satria"
Pangeran mengambil kain yang agak tebal lalu menggambar kepala burung Rajawali Api, di bawahnya tertulis Satria Nusa kencana lalu memberikan kain tersebut pada Sarpa.
"Tunjukan kain ini sebagai bukti bahwa kalian atas titah ku pada Dewi Lerna".
...****************...
Like dan supportnya serta komentar kalian semua membantu perkembangan tulisan ini.
Terima kasih sahabat NOVELTOON yang telah mendukung tulisan ini.
Author ucapan semoga keberkahan dan kesehatan menyertai hari-hari kalian aamiiin.
SALAM NUSANTARA
__ADS_1
SALAM GARUDA PERKASA