
Paman pemilik bengkel datang dengan satu pelayan membawakan minuman dan makanan seadanya. "Silahkan... Di minum dan di cicipi".
Shun Land menjelaskan keperluannya pada pemilik bengkel kapal dengan jelas dan teliti, dari bentuk dan hiasan kapal yang ingin di rubahnya sesuai dengan keinginannya, Shun Land juga menjelaskan bagian-bagian kapal yang tidak boleh di sentuh sedikit pun.
Setelah selesai membicarakan perombakan kapal dan seluruh biaya yang harus di keluarkan Shun Land bertanya memakan butuh waktu berapa lama sampai selesai.
"Saya membutuhkan waktu satu bulan paduka"
Shun Land termenung satu bulan terlalu lama dirinya ingin segera ke pelabuhan Cilamaya menelusuri jejak pendekar topeng hitam dan pendekar tanpa wujud lantas Shun Land berkata.
"Kau bisa mengerahkan seluruh anak mu untuk menggarap kapalku aku akan membayar 3 kali lipat dari biaya yang telah di sepakati asal selesaikan dalam waktu 2 Minggu bagai mana paman ?".
Paman pemilik bengkel mendengar 3 kali lipat mengerutkan keningnya otaknya di peras kedua tangannya seperti sedang menghitung setelah beberapa saat lalu menjawab.
"Paduka saya menyanggupi paling cepat 20 hari kurang dari itu saya tidak sanggup". Paman pemilik bengkel kapal berkata pasrah.
"Baiklah 20 hari saya tidak jadi membayar 3 kali lipat tapi 2 kali lipat bila pekerjaan kalian memuaskan ku, saya akan mengutus orang mengirimkan uang pada paman, nanti paman akan di antar pangeran Sanjaya untuk menarik kapal yang akan di tombaknya". Shun Land mengakhiri bicara dengan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan tanda kesepakatan bersama.
Putri Dian Prameswari dwibuana pergi mengantar pegawai kapal untuk menunjukkan kapal yang akan di rombak sementara itu pangeran Sanjaya triloka ngobrol berdua dengan Shun Land.
Pangeran Sanjaya triloka meminta penjelasan yang kurang di mengerti di beberapa bagian kitab yang di berikan Shun Land.
Shun Land menjelaskan dengan terperinci dan mudah di mengerti, Shun Land memegang bahu pangeran Sanjaya triloka dan mengalirkan kekuatan api abadinya membuka simpul di setiap Meridian di tubuh pangeran Sanjaya triloka.
Pangeran Sanjaya triloka hampir saja menjerit karena sakit yang luar biasa dan tindakan ini pun tanpa aba-aba. Peristiwa ini sangat cepat.
__ADS_1
"Kitab itu ku beri nama kitab Bayu jagat karena pengguna nya bisa bergerak bagai angin kitab itu adalah ciptaan ku, perlu kau ketahui ilmu ini bisa di gabungkan dengan berbagai jurus apa saja, simpul di setiap Meridian mu sudah terbuka kau akan semakin cepat meningkatkan tenaga dalammu yang baru mencapai 40ribu lingkaran, bila sudah kau kuasai dengan baik gabungkan dengan jurus Cakar singa lodra atau jurus panca braja milik mu, mungkin pangeran bertanya mengapa saya melakukan ini jawabannya, Saya mengetahui raja kalian mempunyai musuh yang sangat tinggi ilmunya saya hanya ingin membantu, jangan heran saya mengetahui jurus-jurus pangeran itu karena guru Ku seangkatan dengan guru raja kalian Ki Srengga bahkan lebih tua guru saya".
Pangeran Sanjaya triloka mendengarkan dengan seksama dan merasa beruntung bisa berkenalan dengan pendekar Jaya Sempurna.
Shun Land berbicara panjang lebar agar pangeran Sanjaya triloka tidak mencurigai bahwa dirinya Shun Land yang asli, semua itu demi Ritual Topongramenya.
Shun Land berpamitan untuk kembali ke penginapan bersiap untuk tinggal di lingkungan istana yang telah di sediakan permaisuri Sari tungga dewi.
Shun Land memasuki kamar penginapan di lihatnya Lasmini yang sedang duduk di tepi ranjang sambil memandangi 20 kotak koin emas.
Lasmini sekarang ini sedang kebingungan siapa sebenarnya suaminya ini. Pertama mendapatkan ratusan keping koin emas di dalam buntelan yang menurutnya bukan uang yang sedikit. Terus sampai di penginapan ini malam pertama mendapatkan hadiah dua peti koin emas dan sekarang mendapatkan 20 peti keping koin emas, hatinya bertanya-tanya terus menerus hatinya bingung antara senang dan rasa takut suaminya ini seorang penjahat kelas tinggi.
Shun Land membuka pintu lalu mendekati Lasmini yang sedang duduk termenung menatap kotak-kotak koin emas.
"Stop jangan mendekati Lasmini sebelum kakang menjelaskan siapa sebenarnya diri kakang dan jelaskan dari mana semua uang yang kakang dapat selama ini, Lasmini tidak ingin mempunyai suami seorang penjahat". Sambil berkata Lasmini beringsud menjauh.
"Kakang tidak berbohong kepada ku, bahwa kakang bukan orang yang jahat". Lasmini bertanya lebih lanjut.
"Percayalah kakang bukan orang jahat, masa tampang yang begini tampan orang jahat". Shun Land memegang kedua pipinya sambil memonyongkan bibirnya.
"Maafkan Lasmini, Lasmini tidak ingin mempunyai suami yang jahat, Lasmini rela hidup serba kekurangan asal tidak merugikan orang lain". Lasmini mendekati Shun Land dengan rasa bersalah karena menuduhnya sebagai orang jahat.
"Kakang Lasmini di sini saja yaaa tidak usah ikut tinggal di istana, Lasmini sangat takut berbuat salah di sana dan mendapatkan hukuman dari ratu". Lasmini berkata sambil menunduk hatinya ragu untuk bergaul dengan para bangsawan.
"Kalau neng Lasmini tidak pergi kakang juga tidak pergi, kita pergi saja dari kota ini tapi nanti kita jadi buronan kerajaan, kalau kakang pergi sendiri dan di sana sendirian apa neng Lasmini tidak takut suami mu ini ada yang menggoda di sana banyak pelayanan perempuan yang cantik-cantik, bukankah keputusan menjadi raja pura-pura juga neng Lasmini yang memutuskan kakaknya hanya mengikuti keputusan neng Lasmini". Shun Land menjawab dengan duduk di samping Lasmini.
__ADS_1
Shun Land mengetahui apa yang di rasakan Lasmini, perasaan Lasmini hanya sedang kaget dari kehidupan di pedukuhan sekarang harus tinggal di lingkungan yang tidak di kenalnya, jangankan untuk menginginkannya bermimpi pun tidak pernah.
"Baiklah Lasmini ikut dengan kakang tetapi Lasmini ingin tidak berlama-lama di sini, Lasmini lebih suka hidup bebas". Lasmini akhirnya mengalah setelah memikirkan lebih teliti dirinya menyadari bahwa keputusan ini sepenuhnya keputusannya.
Keduanya bersiap untuk berangkat Shun Land menghubungi nyai Iseng berpesan bahwa selama dirinya berada di kota Sundapura maka kamar tersebut masih di sewanya. selain itu Shun Land memberikan satu kotak koin emas untuk jasa mencarikan kotak-kotak koin emas sekaligus membayar uang sewa penginapan.
Shun Land meminta beberapa pelayan mengirimkan uang kepala bengkel kapal untuk membayar biaya perbaikan kapalnya.
Sore menjelang sebuah kereta kuda datang untuk menjemput Shun Land dan Lasmini tetapi kali ini petugas yang menjemput panglima Tarpa dan Boma.
"Paman Tarpa saya sangat penasaran dengan pendekar yang katanya mirip sekali dengan adik Shun Land" Boma berkata pada panglima Tarpa sambil menunggu Shun Land dan Lasmini turun dari lantai atas.
Dua pelayan laki-laki turun membawa beberapa perlengkapan tidak lama Shun Land dan Lasmini turun, Shun Land memakai pakaian pendekar dengan pedang di punggungnya sedangkan Lasmini memakai pakaian biasa saja.
Setelah dekat Boma yang penasaran menatap Shun Land dengan lekat dan dengan cepat tangan Boma ingin meraih pedang di punggung Shun Land.
Begitu tangan Boma menyentuh gagang yang di bungkus kain hitam, Boma merasakan tangannya di serang hawa sangat dingin sampai ketulang, Boma ingin melepaskan tangannya tetapi tangan itu beku tidak bisa di gerakkan.
"Ampuuuuun.....!!! Lepaskan tanganku". Shun Land mendorong tubuh Boma dengan keras lalu berkata.
"Ini peringatan buat mu genduk jangan sekali-sekali menyentuh barang milik ku, andai aku tidak menghargai Ratu kerajaan ini niscaya aku sudah membunuh mu".
Boma terjatuh keras di saksikan mereka yang di sana panglima Tarpa membangunkannya dan memegang tangan Boma untuk di tarik, panglima Tarpa masih merasakan dinginnya tangan Boma.
Shun Land berjalan berdampingan dengan Lasmini masuk ke dalam kereta tanpa memperdulikan Boma yang masih menggigil kedinginan.
__ADS_1
----------&&&&---------