
"Tunjukan kain ini sebagai bukti bahwa kalian atas titah ku pada Dewi Lerna".
Sarpa menerima kain itu lalu di simpan dengan hati-hati, lalu bertanya.
"Tuan bagai mana kalau teman-teman kami ingin ikut bergabung dengan kami, karena bagai mana pun kami ini menguasai tiga wilayah satu di selat Makassar dua di perairan barat daratan luas Kalimantan ketiga di samudera Sunda besar ini".
Ternyata Sarpa adalah kelompok bajak laut yang terorganisir di perairan Sunda besar. Dia adalah ketua yang paling di takuti oleh lawan maupun kawan.
Sarpa memimpin langsung di perairan Makkasar ini karena adanya kerajaan baru yang di sana hilir mudik kapal para bangsawan yang kaya raya, hingga dia terjun langsung memimpin operasi.
Kelopak bajak laut Karimun yang di pimpin Sarpa menyebar luas di perairan samudra Sunda besar sampai ke selat malaka.
Semuanya bila ada hasil rampokan akan di setorkan pada Sarpa, bila ada kabar anak buahnya yang tidak menyetor padanya maka dia akan di tenggelamkan hidup-hidup atau di bunuh secara sadis, itu adalah hukum di samudra luas yang kuat yang berkuasa.
Sarpa menggunakan perahu kecil bila beroperasi menghadang satu kapal, tapi bila menghadang beberapa kapal laut besar akan mengunakan beberapa kapal besar juga.
Untuk kapal-kapal pengangkut barang dagang mereka biasanya berlayar dengan berkelompok untuk menghindari cuaca yang berubah-ubah dan menghadapi para perompak yang berusaha membajak kapal mereka.
Pangeran Shun land tidak langsung menjawab pertanyaan Ketua bajak laut Karimun, setelah beberapa lama berpikir akhirnya pangeran Shun land bicara.
"Berapa jumlah anggota paman Sarpa keseluruhan" pangeran Shun land balik bertanya kepada Sarpa.
"Kalau di hitung keseluruhan sekitar seratus tiga puluh lebih, yang beroperasi di lautan delapan puluhan, sedangkan sisanya berada di setiap pelabuhan besar sebagai pencari informasi kapal laut yang akan menjadi korban". Sarpa menjawab dengan jujur.
Dalam hal ini Sarpa merasa mungkin ini adalah jalan yang maha kuasa berikan untuk merubah jalan hidupnya yang penuh dengan dosa berubah menjadi menapaki jalan yang benar dan lurus.
Sarpa merasakan sejak berbicara dengan pangeran Shun land hatinya terasa damai dan tentram tidak ada ketakutan yang hinggap, tidak seperti sebelum menyatakan sumpah darah, hatinya selalu di hantui berbagai ketakutan, diantaranya takut para anak buahnya membelot dan menyerang balik melawan dirinya.
Tetapi setelah bergabung dengan Satria Nusa kencana entah mengapa hati Sarpa merasa ada yang melindungi tak kasat mata, begitulah keadaan hati Sarpa dan seluruh anak buahnya yang sekarang ini alami.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Sarpa keyakinan pangeran Shun land bertambah yakin bahwa jalan hidup untuk menyatukan seluruh negri kepulauan Sunda besar dan Sunda kecil.
Serta menegakan keadilan dan kesejahteraan seluruh negri ini akan selalu mendapat jalan dan pertolongan dari yang maha kuasa.
"Sarpa perintahkan semua pengikut mu untuk bergabung, bila ada yang tidak mau bergabung, beri pilihan satu kembali jadi nelayan dua kalau tetap jadi bajak laut lenyapkan dia, serahkan semua harta hasil merompak ke kerajaan ambil 30% untuk operasional armada mu, sisanya serahkan pada permaisuri Sari Tungga Dewi katakan padanya tidak boleh ada yang mengganggu sebelum aku kembali". Pangeran Shun land membuat perintah dengan tegas.
"Kumpulkan seluruh armada mu di pelabuhan Kutai khal, beri simbol di depan kapal mu seperti ini, lalu kerahkan semuanya ke daratan luas Dwipa di pelabuhan Tarumanagara, apa kalian semua mengerti". Pangeran Shun land melanjutkan bicara
Sarpa dan seluruh anak buahnya serempak menjawab.
"Mengetiiii.....!!!"
Sarpa ketua bajak laut Karimun yang menguasai samudra Sunda besar segera bersiap berangkat ke pelabuhan Kutai khal di daratan kecil Kalimantan.
Perjalan Sarpa di bantu naga bumi Sabui hingga mereka cepat sampai ke pelabuhan Kutai khal.
Setelah sampai di pelabuhan Sarpa tanpa ragu-ragu menyebarkan kan perintah kepada seluruh pengikutnya untuk berkumpul di pelabuhan Kutai khal. Tidak terkecuali yang menjadi mata-mata pelabuhan.
Sarpa di sambut dengan sopan oleh ketiga pelayan cantik dan sexy. Setelah mendapatkan meja di kelas elite Sarpa berbisik pada salah satu pelayan.
"Nona saya ini utusan dari pendekar Legenda Rajawali api tuan Satria Nusa kencana untuk menemui pemilik kedai ini, tolong sampaikan kepada pemilik kedai ini untuk menemui kami".
Pelayan itu segera masuk kedalam keruang pribadi Dewi lerna, dia pun segera mengetuk pintu sambil bicara, "Nyonya saya Sarti ada berita penting".
Dari dalam terdengar suara masuk, "segera masuk".
Pelayan Sarti mendorong pintu terlihat Dewi Lerna dan kedua adik kembarnya duo Tuti Baniah dan Tuti ulwiyah sedang duduk berhadapan seperti sedang membicarakan hal penting bertiga.
"Ada berita penting apa Sarti cepat katakan". Dewi Lerna bertanya seakan tak sabar.
__ADS_1
Pelayan Sarti segera menjawab. "Di luar ada yang ingin bertemu dengan nyonya dia berkata bahwa dia di utus oleh pendekar Legenda Rajawali api tuan Satria Nusa kencana". Setelah bicara pelayan Sarti memberikan kain yang di beri oleh Sarpa kepada Dewi lerna.
Dewi Lerna menerima kain tersebut dan membukanya setelah meneliti kain tersebut Dewi lerna segera keluar bersama adik duo Tuti.
Setelah sampai ke meja Ketua bajak laut Karimun Sarpa Dewi lerna dan duo Tuti memberi hormat lantas bicara.
"Maaf tuan kami tidak menyambut dengan baik utusan dari paduka Raja agung kerajaan Kutai khal, sebaiknya tuan jangan bicara di sini, dan kelima anak buah tuan biar para pelayan kami melayaninya, sementara tuan ikut dengan kami".
Dewi Lerna segera mempersilah Sarpa untuk mengikutinya keruang pribadinya, duo Tuti memerintahkan pelayan Sarti untuk memangil temannya yang lain untuk melayani Konjo, Kuntring badan kawan-kawan yang lainnya.
Sementara itu di ruang pribadi Dewi lerna, ketua bajak laut Karimun Sarpa menceritakan semua titah yang di berikan pangeran Shun land kepada Dewi Lerna.
"Tuan Sarpa perlu tuan ketahui bahwa pendekar Legenda Rajawali Api tuan Satria Nusa kencana itu adalah Raja muda Shun Land sendiri".
Mendengar keterangan ini Sarpa melongo saja bagai orang terkena totokan, dalam hati Sarpa tidak menyangka pemuda yang memberikan aura ketenangan dan bisa menyakinkan hatinya untuk merubah jalur hidupnya adalah raja itu sendiri.
Dewi Lerna dan Sarpa kemudian keluar setelah selesai membicarakan hal-hal yang penting tentang perintah dari pangeran Shun land.
"Tuan Sarpa sambil menunggu saya bersiap untuk mengantar tuan ke istana kerajaan tuan bisa menikmati hidangan yang kami hidangkan". Belum selesai Dewi lerna bicara dua pelayan membawakan makanan dan minuman yang terbaik di kedai itu.
Di lantai bawah ada dua puluh enam orang datang untuk makan dan minum di kedai itu,
Sarpa walau hanya sekilas melihat dari jendela lantai dua mengetahui mereka adalah orang-orangnya.
"Nyonya Dewi Lerna mereka yang di bawah itu semua anak buah saya tolong layani keperluan mereka masalah bayaran nanti saya yang membayar". Sarpa berkata kepada Dewi lerna yang hendak pergi.
"Tenang tuan Sarpa kami akan melayani anak buah tuan dengan baik, masalah bayaran jangan anda pikirkan kalian sudah menjadi keluarga pendekar Legenda Rajawali Api''. Dewi Lerna lalu memerintahkan anak buah laki-lakinya untuk menutup kedai sementara.
Semua anak buah Sarpa di layani dengan baik. Bila kedai tidak tutup tamu yang datang tidak akan mendapatkan pelayanan yang baik, itu bisa membuat nama kedai mawar merah menjadi buruk.
__ADS_1
...****************...