
"Ada dua berita kurang mengenakan yang pertama yang paling berat aku harus ikhlas dalam perjalanan seumur hidup mu tidak akan mempunyai keturunan". Hyang Triloka berhenti sejenak sambil menarik nafas dalam-dalam dia seakan segan memberitahu hal ini kepada sang murid yang luar biasa ini akan tetapi kewajiban sebagai guru memaksanya untuk tidak menutupi apapun.
"Mengapa demikian perlu kau ketahui murid ku dalam tubuh manusia ada 4 unsur bagian dari alam menyatu menjadi bagian-bagian tubuh manusia, kau telah menyatukan satu unsur api yang lebih dominan hingga seluruh sel yang lainnya mengecil dan tidak bisa tumbuh membentuk cikal bakal keturunan mu, maafkan eyang tidak memberitahu sebelum kau menyatukan api abadi dengan diri mu, dan kabar tidak enak yang ke 2 adalah kau harus melakukan ritual topongrame selama 5 tahun ini adalah tebusan bagi mu yang telah melakukan perbuatan di luar batas kemanusiaan mengolah ilmu Kanuragan melebihi kodrat manusia, eyang harap kau ikhlas menerima ini sebagai ujian mengukur rasa rendah hati dan luhur budi ke sesama". Sang Hyang Triloka mengakhiri bicaranya yang sedikit panjang lebar.
Shun Land mendengarkan dengan seksama tidak ada satu kalimat pun yang lepas dari pendengaran, perasaannya seakan ada yang menghimpit mendengar bahwa dia tidak bisa mempunyai keturunan akan tetapi perasaan itu ia tepis, hatinya yang sudah di tempa kehidupan pahit dan ketidak nyamanan melihat sesama yang tertindas dan kemalangan hidup hati membatu akan tekad ingin mengabdikan hidupnya untuk mengamalkan ilmu walaupun tidak bisa merubah takdir seseorang setidaknya bisa meringankan kesulitan sesama.
"Eyang saya ikhlas tekad saya tidak akan goyah sang maha Pencipta telah memberikan kelebihan berupa keistimewaan tubuh 4 bintang ke5 pancer pada tubuh saya ini adalah sebuah berkah hingga saya mempunyai kekuatan melebihi manusia pada umumnya, tetapi ada satu ganjalan saya kurang mengerti pelaksanaan ritual topongrame eyang tolong jelaskan".
Shun Land mengakhiri bicaranya dengan bertanya tentang ritual Topongrame dirinya benar-benar tidak mengetahui mendengar kalimat ritual Topongrame pun baru kali ini.
"Ritual Topongrame adalah ritual pelaksananya harus mengembara mengamalkan ilmu yang ada, dalam pengembaraan ini kau benar-benar meninggalkan semua status dirimu sebagai raja kau pun harus merubah nama dan penampilan mu hingga tidak ada yang yang mengenalmu jangankan rakyat mu istri-istri mu dan ayah ibu mu pun tidak mengenali diri mu ini adalah sarat mutlak ritual Topongrame setelah 5 tahun kau boleh kembali sebagai dirimu lagi".
Sang Hyang Triloka memberi penjelasan dengan sabar dan terperinci.
"Terimakasih eyang saya mengerti mohon beri izin saya ingin menganti nama dengan nama Jaya Sempurna, nama ini mempunyai arti, Jaya artinya kedigdayaan Sempurna artinya semoga sang maha Pencipta menyempurnakan saya dalam mengamalkan ilmu kedigdayaan ini, kapan saya harus memulai ritual Topongrame ???".
Sang Hyang Triloka tersenyum lalu menjawab dengan lemah lembut.
"Waktunya sudah tiba mulai sekarang eyang berpesan 1. keikhlasan hal yang sangat penting dalam Ritual Topongrame yang ke 2. Suatu saat di perjalan ada seseorang yang ingin mengikuti mu terimalah, sudah waktunya kau kembali ke tubuh mu gunakan sebaik mungkin kekuatan mu".
__ADS_1
Dengan berakhirnya kalimat Sang Hyang Triloka Kesadaran Shun Land seperti ada yang menarik paksa.
Shun Land merasa bagai jatuh dari ketinggian tanpa batas.
Mata Shun Land terbuka pelan-pelan peristiwa yang barusan terjadi bagai mimpi ketika terjaga, mata Shun Land menyapu seluruh tempat itu masih tetap seperti pertama memulai semedi pedang Naga Bergola masih tertancap di depan kiri dan kanan di tutupi sayap sang Garuda perkasa.
Shun Land setelah beberapa saat sedikit kaget batu yang di buat untuk berlatih dan bertapa Brata berada di atas lahat yang bergejolak.
"Tuan saya begitu khawatir semedi tuan begitu lama tapi saya begitu gembira dan berbangga hati tuan telah kembali ke jasad tuan".
Terdengar suara roh Naga Bergola di batin Shun Land.
"Tuan hampir 7 purnama meninggalkan tubuh tuan, Burung pemarah juga sudah mengakhiri Tapa Bratanya sebulan yang lalu". Roh Naga Bergola menjawab apa adanya.
"Terima kasih sahabat-sahabat ku kau telah menjaga tubuh ini, terutama kau Garuda, kau telah menemaniku dalam suka dan duka mulai hari ini kita akan memulai perjalan baru menunaikan tugas dari guru Batiniah ku". Shun Land berkata penuh haru akan kesetiaan kedua sahabatnya.
"Hai haiiii apa maksudnya dengan perjalan baru, baru saja siuman sudah berkata yang tidak aku mengerti". Terdengar suara sang Garuda menimpali.
"Aku mempunyai tugas sebagai penebus telah mempelajari ke 4 bagian ilmu Saipi dari pencipta ilmu ini". Shun Land menjawab
__ADS_1
"Jangan bertele-tele katakan tugas apa, kita mempunyai urusan yang besar memusnahkan pencipta ajian Rawarontek Pancasiksa dan murid murtad Kama Deva aku sudah tidak sabar ingin menginjak-injak kepala Naga bau gosong cepat katakan tugas apa dari leluhur sang Hyang Triloka".
Sang Rajawali Api bicara penuh amarah mengingat permusuhannya dengan Naga Api hitam.
"Sabarlah dulu dengarkan aku bicara sampai tuntas". Shun Land bicara dengan kesal.
Sang Rajawali Api diam tidak berani menyela lagi melihat junjungannya sedikit marah.
"Aku di tugaskan harus menjalani Ritual Topongrame Selama 5 tahun mulai saat ini, dengarkan baik-baik sekarang aku bukan lagi Seorang Raja Shun Land tetapi Namaku Jaya Sempurna yang tidak mempunyai sanak saudara, kau Garuda mulai saat ini tidak boleh menemui ku di tempat umum yang membuat Topongrame ku gagal, untuk sementara kau pun tidak boleh menemui seluh istri ku dan orang-orang yang aku kenal, kau tinggallah di gua sang Hyang Sirah". Shun Land berhenti sejenak lalu melanjutkan bicaranya
"Sambil menjalankan Topongrame aku akan mencari pembunuh guru dan kakak seperguruan ku panglima Antaka dan mencari keberadaan Mara Deva dan gurunya Pancasiksa, bersabarlah suatu saat nanti kita akan menumpas ilmu sesat itu".
Shun Land mengakhiri bicaranya sang Rajawali Api menganggukkan kepalanya tanda mengerti dia tahu Ritual Topongrame kare dulu leluhur raja Jatiraga juga melaksanakan Ritual Topongrame setelah menerima pusaka Tombak Trisula yang sekarang di pegang leluhur Ki Bagus Atma. Hanya saja Raja agung Jatiraga hanya 3 tahun sedangkan Shun Land lebih lama hingga 5 tahun.
"Aku juga sebenarnya ingin menguji kesetiaan ke 3 istri ku dengan kehilangan diri ku, Naga bergola temani perjalan Topongrame ku dengan sabar".
Shun Land bicara sambil menerawang ke langit tampak di angan-angannya bayangan ketiga istrinya, ibunda dan ayahandanya terlintas juga orang-orang para sahabatnya bibirnya tersenyum ketika ingat kakak angkatnya Boma walaupun sering menjengkelkan tapi dia tahu bahwa kakak angkatnya berani mengorbankan nyawanya demi keselamatan dirinya.
"Sabarlah kalian semua 5 tahun lagi aku menemui kalian maafkan aku tidak memberitahukan hal ini". Shun Land bergumam sendiri.
__ADS_1
-----------&&&&----------