LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
241. Pertarungan dan pertaruhan panglima Kosam dengan Shun Land


__ADS_3

penonton bersorak ketika Shun land dalam posisi terdesak terutama mereka yang bertaruh pada pihak kedua komandan Nallagan dan Namanindo.


Tapi tidak sedikit penonton yang benar-benar mendukung Shun Land mereka histeris ketika Shun land yang sedang terdesak.


Panglima Kosam tersenyum melihat anak buahnya berada di atas angin, begitupun pejabat tinggi Nambolon.


Tapi lama-lama gerakan kedua komandan Nallagan dan Namanindo melambat sedikit demi sedikit.


Shun land dengan sengaja mengeluarkan Aura panasnya di sekitar pertarungan mereka yang di luar arena tidak merasakannya.


Udara di sekitar pertarungan hingga menipis, kedua komandan ini ingin. Mengatasi aura panas dengan mengeluarkan kekuatan tenaga dalam mereka tetapi tidak berpengaruh sedikit pun malah tenaga dalam mereka cepat terkuras.


Dalam satu kesempatan Shun Land menyarangkan tapak harimau kumbang ke dada kedua komandan sambil berkata pelan.


"Aku akan memberi mu kesempatan asal kau mengucapkan sumpah darah seperti komandan Nadabutar, tapi kalau tidak mau terpaksa aku akan menghancurkan ilmu orang kanuragan kalian dari pada suatu saat membahayakan negri ini".


Bersama dengan berakhirnya kalimat itu, Shun Land bergerak cepat bagai berpindah tempat berada di antara keduanya mendarat kan kedua tapak harimau kumbang ke dada keduanya.


Tubuh keduanya terpental hingga 4 depa mengalir darah dari kedua sudut bibir mereka berdua.


Dengan posisi berlutut keduanya segera melakukan sumpah darah dan ikrar janji seperti komandan Nadabutar.


Dengan emosi yang membludak panglima Kosam meloncat ke arena pertarungan mendarat di depan kedua anak buahnya.


"Paduka raja mempunyai sifat licik menekan pada mereka yang sudah tak berdaya untuk mengucapkan sumpah darah, suatu tindakan yang tidak terpuji bagi seseorang Raja".


Panglima Kosam bicara seperti seorang bersih dan suci dari dosa.


"Panglima Kosam jangan sok suci licik mana orang yang menyebarkan Isyu bahwa ketiga menantu raja Narayad Damadik akan berperang memperebutkan singgasana kerajaan, licik mana dengan orang yang menghasut seluruh para prajurit untuk mendukung tuan Nambolon naik ke tahta kerajaan".


Shun Land menjawab dengan tegas dan keras hingga semua yang berada di sana mendengar, dan mengetahui keadaan kerajaan tidak kondusif karena perbuatan panglima Kosam dan pejabat tinggi keuangan kerajaan tuan Nambolon yang ingin naik tahta kerajaan mengantikan raja Narayad Damadik.


Panglima Kosam tersenyum lalu membalas ucapan Shun Land dengan tenang bagai tanpa dosa.

__ADS_1


"Ternyata paduka raja Tarumanagara sudah mengetahui hahaha".


"Panglima Kosam bagai mana kalau kita bertaruh dalam pertarungan ini". Shun land mancing panglima Kosam.


"Paduka raja apa yang akan paduka pertaruhkan untuk Pertarungan ini". Panglima Kosam sepetinya mulai terpancing.


"Panglima Kosam aku mempunyai armada laut dari 400 kapal perang, bagai mana. Kalau kalau aku pertaruhan 100 kapal perang ku dan seluruh prajurit yang ada, di setiap kapal terdiri dari 200 ratus prajurit terlatih dan kru kapal yang berpengalaman bagai mana panglima".


Shun land menawarkan 100 kapal perangnya, penduduk kerajaan Nagur tercengang ternyata raja muda ini sangat kaya raya dan sangat berkuasa.


"Siapa takut baik aku terima taruhan paduka, saya pertaruhkan seluruh kekayaan milik saya beserta rumah dan isinya". Panglima Kosam tidak mau kalah, jika dia menolak maka pamor sebagai panglima perang akan tercoreng.


"Panglima Kosam ini seperti tidak bisa menghitung, nilai kekayaan mu tidak sepadan dengan 100 kapal perang nilainya, tapi aku mempunyai jalan keluar bahkan aku akan menambah taruhan dengan 30 kapal perang dan 20 kapal barang bagai mana jika panglima dan pejabat keuangan tuan Nambolon ikut taruhan, sebagai jaminan aku akan membuat surat pernyataan dan putri Serindang bulan sebagai putri Rijang Renah sebagai sekaligus perwakilan kerajaan Tarumanagara".


Shun Land sengaja menarik pejabat tinggi keuangan tuan Nambolon Untuk ikut taruhan.


Mendengar ini panglima Kosam mendatangi kursi tuan Nambolon lalu berkata.


"Bagai mana tuan Nambolon ini suatu kesempatan yang membuat kita bisa menguasai perairan Malaka 150 kapal bukan jumlah yang sedikit".


"Seberapa besar panglima bisa mengalahkan raja muda Shun land ???".


"Tuan Nambolon saya mempunyai keyakinan 70% saya menang, dan 30% saya seri tuan Nambolon tau sendiri perhitungan saya dalam perang tidak pernah salah". Panglima Kosam menjawab dengan menyakinkan.


Akhirnya tuan Nambolon termakan juga rayuan panglima Kosam untuk ikut bertaruh,


Dia pun berdiri lalu berkata dengan keras agar Shun land yang di tengah arena pertarungan mendengar.


"Paduka raja Shun Land aku ikut bertaruh apa yang harus ku pertaruhkan hingga pertaruhan berimbang".


"Mudah tuan Nambolon kau cukup pertaruhkan seluruh kekayaan mu dan jabatan mu, walau pun memang itu belum seimbang dengan taruhan ku tapi tidak apa-apa anggap ini keberuntungan mu, semua yang menyaksikan pertarungan ini saksi dari taruhan ini putri Serindang bulan catat pertaruhan ini, tuan Nambolon apa kau terima pertaruhan ini ???".


Shun Land menjawab dengan suara yang sedikit di lambari tenaga dalam hingga terdengar ke seluruh tempat latih tanding para prajurit kerajaan Nagur.

__ADS_1


"Baik saya terima taruhan ini ketiga menantu raja Narayad Damadik dan penasehat kerajaan tuan Bungaran sebagai saksinya".


Setelah suara tuan Nambolon berakhir panglima Kosam kembali ke arena pertarungan.


Panglima Kosam segera membuat kuda-kuda senjata andalan piso Surit sebuah senjata pusaka dari leluhurnya.


Senjata ini sejenis pisau bergagang kembar dengan ujung yang melengkung panjang pisau Surit kira dua sampai tiga jengkal tangan orang dewasa.


Ketika senjata ke luar dari sarungnya saat itu juga suasana jadi mencekam, panglima Kosam mengalirkan tenaga dalamnya hingga 70% aura membunuh menekan Shun Land.


Jika yang di hadapi pendekar tingkat menengah niscaya dalam satu serangan musuh akan terpotong menjadi beberapa bagian.


Tapi sayang yang di hadapi Shun Land yang memiliki tubuh istimewa berkah dari Sang maha Pencipta aura membunuh dari panglima Kosam bagai kertas menimpa tempat pembakaran.


Shun Land dalam hal ini ingin mempersingkat waktu pertarungan ini dia segera mengeluarkan aura api dalam tubuhnya.


Suasana yang tadinya sejuk oleh angin yang semilir menjadi panas seketika tubuh panglima Kosam menjadi kaku keringat bercucuran nafas tersengal sengal.


Dalam kecepatan yang sulit di ikuti mata Shun Land menotok tubuh panglima Kosam yang belum sempat menyerang.


Shun Land mengerahkan kekuatan api abadinya sengaja ingin menunjukan kekuatan besarnya untuk menakuti musuh musuh kerajaan Nagur.


Shun Land ingin menunjukkan siapa yang berurusan Dengan kerajaan Nagur akan berhadap dirinya.


Shun Land setelah menotok tubuh panglima Kosam dia melayang di udara dengan kilatan-kilatan api di seluruh tubuhnya.


Sebelum pertarungan di mulai arena latih tanding para prajurit telah di kepung oleh pasukan penasehat kerajaan tuan Bungaran dan pasukan pribadi ketiga menantu raja Narayad Damadik.


Posisi pejabat tinggi keuangan kerajaan tuan Nambolon sudah di kelilingi para prajurit utama menantu raja Narayad Damadik.


Begitu juga dengan Boma dan permaisuri Dewi Sumayi ikut di tangkap oleh pasukan pribadi ketiga pangeran dan di jebloskan ke penjara.


Tubuh Shun Land melayang mengelilingi panglima Kosam dan terdengar suara Shun Land berbicara di lambari kekuatan tenaga dalam yang tinggi.

__ADS_1


_____*****_____


__ADS_2