
Para murid perguruan Gajah Mungkur menyingkir menjauh memang jumlah para murid perguruan Gajah Mungkur tidak begitu banyak.
Dua senjata pusaka kelas bintang berbenturan dentuman menggetarkan bumi di sekitar Pertarungan hingga puluhan depa.
Kobaran api dari Pedang Naga Bergola menyebar ke sekitar banyak pohon yang terbakar menyisakan batang pohon dan dahan yang besar.
Tubuh Shun land bagai mendapatkan pemantik daya kejut dari benturan yang berasal dari pusaka Tombak trisula milik Ki Bagus Atma memancing kekuatan yang tersembunyi di tubuh empat lintang kelima pancer.
Seluruh tulang dan organ dalam Shun land menggeliat mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya.
Aura merah membara meledak dari tubuh Shun land, Tubuh Shun land terpental kebelakang tetapi bukan jatuh ke bawah tetapi tubuh itu melayang keatas dengan kobaran api yang menyelimuti seluruh tubuhnya, Pedang Naga Bergola yang bilahnya hitam pekat berubah menjadi merah membara kehitaman sesekali mengeluarkan kilatan putih bagai kilatan-kilatan halilintar.
Di tengah dada Shun land terlihat bola biru walau terlihat samar-samar.
Leluhur Ki Srengga, Panglima Kumbang dan Ki Sadewa matanya terbelalak melihat dan merasakan aura kekuatan Api yang keluar dari tubuh Shun land.
"Inikah kekuatan tubuh empat lintang kelima pancer yang sangat istimewa itu". Leluhur Ki Srengga bergumam sendiri.
"Hahahaha ini yang ku mau anak muda keluarkan Semua kekuatan mu, aku ingin melihat seberapa kuat kekuatan yang di miliki tubuh istimewa tubuh empat lintang kelima pancer". Ki Bagus Atma bukannya takut malah dia memprovokasi Shun land untuk mengeluarkan seluruh kekuatannya.
Shun land bersiap dengan jurus pertama tingkat kedua dari ilmu Tarian Rajawali Api.
"Aku tidak akan sungkan lagi sepuh maafkan bila Saya lancang". Ucap Shun land menggema mengandung tenaga dalam.
Bersamaan dengan itu Shun land meluncur dengan cepat ke arah Ki Bagus Atma dengan kekuatan hampir 60 persen dari kekuatan pedang Naga Bergola.
Akan tetapi ketika sampai ke tubuh Ki Bagus Atma Shun land hanya menyerang tempat kosong, Pedang Naga Bergola menghantam tanah hingga meninggalkan lubang cukup besar dan dalam.
Shun land sangat marah merasa di sepelekan, dia melirik ke kakan dan ke kiri, ternyata Ki Bagus Atma telah berada di samping Leluhur Ki Srengga dan Panglima Kumbang.
__ADS_1
Mereka memandang ke arah Shun land dengan penuh bangga.
Shun land menyarungkan pedang Naga Bergola lalu menghampiri Leluhur Ki Srengga dan yang lainya di ikuti oleh Boma.
Shun land dan Boma berlutut di hadapan Leluhur Ki Srengga dan di hadapan Panglima Kumbang serta Ki Bagus Atma.
"Salam hormat dan sembah bakti murid pada guru dan sepuh sepuh semua". Shun land memberi hormat berbarengan dengan Boma.
"Bangunlah cucuku kita akan bicara di pendopo mungkin kau mempunyai banyak pertanyaan di hati mu, nanti orang tua ini akan menjelaskan semuanya". Ki Bagus Atma yang menjawab.
Leluhur Ki Srengga dan Panglima Kumbang pun tak berani berkata mendahului Ki Bagus Atma mereka berdua sangat menghormati Ki Bagus Atma.
Ki Bagus Atma berjalan menuju pendopo utama di ikuti leluhur Ki Srengga, Panglima Kumbang, Ki Sadewa, Shun land dan Boma.
Ki Sadewa mengisyaratkan pada para murid untuk merapihkan bekas pertempuran.
"Tidak apa-apa Srengga kau telah berbuat yang terbaik pada Cucu ku ini". Ki Bagus Atma berkata dengan tenang.
Shun land semakin heran mengapa Ki Bagus Atma mengatakan bahwa dirinya adalah cucunya.
"Cucu ku apa kakek mu Khalma jaya menceritakan tentang prihal nenek mu Dewi Minawati". Leluhur Bagus Atma bertanya pada Shun land.
Shun land langsung menjawab. "Tidak Sepuh saya berjumpa pun hanya sekali waktu hamba masih kecil setelah itu beliau pergi bersama nenek Dewi Minawati setelah kematian ibu dari sesepuh Khal Shan".
"Sebentar lagi kakekmu dan nenek mu akan datang mereka selama ini berada di sini".
Setelah leluhur Ki Bagus Atma selesai bicara pintu kediaman leluhur Ki Bagus Atma terbuka dua orang berjalan berdampingan yang satu laki-laki dan yang satunya perempuan mereka berdua rambutnya sudah memutih tapi dari keduanya masih memiliki wajah gagah dan sisa-sisa kecantikan yang luar biasa.
Sang nenek menyongsong ke arah Shun land seraya berkata. "Cucu ku akhirnya sang maha Pencipta mengabulkan do'a ku di akhir hidupku aku ingin berjumpa dengan cucu-cucu ku".
__ADS_1
Dewi Minawati mendekap Shun land dengan deraian air mata haru, Shun land hanya diam saja dia masih mencerna apa yang sedang terjadi.
Setelah memberi hormat pada kedua kakek dan nenek Shun land bertanya tentang hubungan Leluhur Ki Bagus Atma dengan dirinya.
Semuanya tersenyum memandang Shun land, sedangkan Boma hanya diam saja.
"Dengarkan baik-baik cucuku". Leluhur Ki Bagus Atma bicara setelah berhenti mengambil nafas lalu melanjutkan bicaranya.
"Dulu dua ratus tahun yang lalu datang seorang pemuda tampan ke perguruan ku ini di ingin belajar ilmu Kanuragan padaku, pada waktu itu aku tidak mempunyai kecurigaan sama sekali pada dia,....
Aku mempunyai Anak perempuan satu-satunya yang ku beri nama Dewi Iswari tunggal Pertiwi, anak ku jatuh cinta pada pemuda itu dan di bawa kabur ke daratan luas Swarnabumi, setelah aku mencari dan meneliti pemuda itu Dia adalah Mara Deva yang mempunyai ilmu Ajian Rawarontek hingga tubuhnya awet muda,....
Aku pun pergi ke kelompok Mara Deva tetapi sampai di sana sudah terlambat anak ku Dewi Iswari tunggal Pertiwi telah di jadikan selir dan dalam keadaan mengandung,....
Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa aku pun meminta tolong pada Panglima Kumbang untuk mengawasi putri ku,....
Tujuh belas tahun kemudian mendapatkan kabar bahwa cucuku Dewi Minawati yang sekarang berada di samping mu, di buang ke sungai dan di selamatkan Panglima Kumbang setelah itu Aku Nikah kan ke kakek mu Khalma jaya dari daratan luas Kalimantan, menghindari kejaran Mara Deva,....
Begitulah ceritanya Cucu ku, Aku sendiri di anugerahi oleh sang maha Pencipta berumur panjang tetapi sekaligus sebagai kutukan karena menyaksikan orang-orang yang aku cintai pergi satu persatu meninggalkan ku".
Leluhur Ki Bagus Atma mengakhiri ceritanya.
Setelah mendengar ini Shun land langsung berlutut dan bersujud ke hadapan leluhur Ki Bagus Atma, menghaturkan salam hormat dan sembah bakti seorang cucu.
Shun land menceritakan semuanya keadaan dirinya yang sekarang menjadi raja di kedua daratan luas Dwipa dan daratan luas Kalimantan.
Dia pun ingin memulai penyerangan terhadap kekuatan Mara Deva yang memberbuat tindak kesewenang-wenangan dan kerangka murkaan di muka bumi.
---------------*****-------------
__ADS_1