LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
150. Pancasiksa guru dari Mara Deva.


__ADS_3

Wilayah ujung Dwiva ini bergabung dengan bangsawan Wajak hingga pihak golongan hitam sangat sulit untuk menguasainya.


Kama Deva sebenarnya ingin menyingkirkan Niraya Sura, diantara empat pengikut tertinggi Mara Deva terjadi persaingan. Asvaghosa pengikut nomr 1 Mara Deva telah menguasai daratan luas Swarnabumi di bantu oleh Deva putta.


Kama Deva yang tadinya di beri wewenang di daratan Dwiva menjadi berbagi wilayah karena Niraya Sura yang di beri tugas untuk membangun kekuasaan di daratan Kalimantan gagal oleh Raja Kutai khal pangeran Shun land.


Kama Deva dan NiraySura mempunyai strategi berbeda, Niraya Sura menguasai dengan jalan menguasai perekonomian, sedangkan Kama Deva mempunyai strategi tangan besi dan merekrut mereka yang mempunyai watak yang sepaham dengan menghalalkan segala cara.


Di sini Nyai Siren yang tadinya mengikut ke Niraya Sura menjadi belot ke pihak Kama Deva, Nyai Siren menyalahkan Niraya Sura karenanya murid yang dia didik sejak kecil Tiga Dewi kematian jadi membangkang padanya.


Karena sebab ini dia memihak ke Kama Deva, begitulah pihak golongan hitam dalam memperebutkan kekuasaan dan simpati tuan mereka tidak memandang teman atau lawan yang sekitarnya menghambat jalannya akan di hancurkan tidak perduli itu saudara sendiri.


Ini juga terjadi di sejarah masa lampau ketika Leluhur agung raja sunda besar Prabu Jatiraga, di khianati saudara iparnya sendiri Sekaligus murid durhaka Mara Deva malah tega membunuh istrinya sendiri adik dari raja agung Jatiraga demi meloloskan diri dari kejaran Raja agung Jatiraga.


Walau telah ribuan tahun telah berlalu Mara Deva yang mempunyai guru Panca siksa adik seperguruan Raja agung Jatiraga, murid kedua Sanghyang Triloka. Yang mempunyai ajian Rawarontek dia tidak bisa mati walau tubuhnya hancur asal salah satu bagian menyentuh tanah, salah satu ajian yang bersumber dari ilmu saipi bumi.


Dan Pancasiksa sendiri tidak di ketahui apa masih hidup atau mati.


Mara Deva tetap saja mempunyai dendam pada keturunan Raja agung Jatiraga, sebenarnya permusuhan ini di doktrin dari gurunya Pancasiksa yang merasa iri karena Raja agung Jatiraga di beri pusaka bintang tombak trisula, Sedangkan dirinya yang tadinya akan di beri pusaka pedang Naga bergola tidak jadi.


Sebab Sanghyang triloka mengurungkan niatnya untuk memberikan pedang naga bergola karena Raja agung Jatiraga murid tertuanya memberikan masukan bahwa Pancasiksa mempunyai perangai yang mengumbar nafsu dan sering mengunakan ilmunya untuk berbuat sekehendak hatinya.


Dari sini dendam dan awal mula permusuhan karena berebut kasih seorang guru, pada waktu itu Pancasiksa tidak berani bertarung menantang Raja agung Jatiraga karena ilmunya di bawah raja agung Jatiraga sebagai kakak seperguruannya.


Hingga akhirnya dia menciptakan ajian Rawarontek di bantu Roh para lelembut dan iblis hati.


Mara Depa sendiri yang pertama berguru pada Raja agung Jatiraga setelah melahirkan diri telah membunuh adik Raja agung Jatiraga dia berguru pada Pancasiksa.


Hingga terakhir berani menantang bertarung pada Raja agung Jatiraga karena merasa akan menang karena telah menguasai Ajian Rawarontek. Tapi atas kehendak sang maha pencipta Mata deva tetap kalah dengan luka dalam yang parah, Naga Api hitam pun sama di kalahkan oleh Naga bumi Sabui dan sang Rajawali Api.


Setelah ribuan tahun Mara Deva menyembuhkan diri, dia pun dapat informasi dari gurunya ribuan tahun yang lalu bahwa dia bila ingin mengalahkan keturunan Raja agung Jatiraga harus memiliki pedang naga bergola, yang seyogianya pedang itu menjadi milik gurunya Pancasiksa.


Lambat laun Mara Deva membangun kekuatan di daratan Swarnabumi dan mengangkat 4 murid utama laki-laki selain 3 murid perempuan sekaligus putrinya sendiri, 1.Rati, 2.Priti, 3.Tisna dan dia pun mempunyai 3 putra 1.Parva, 2.Harsa, 3.Vibrama.


Semua putra putri Mara Deva selalu ada di samping Mara Deva sebagai garis depan keamanan.


Mara Deva sangat kejam walau terhadap anak-anak sendiri, mereka harus memiliki kekuatan tinggi, yang tidak lolos ujian akan di bunuh waktu dalam ujian.


Selama ribuan tahun Kama Depa mempunyai anak yang tidak terhitung jumlahnya.


Setiap anaknya harus berkompetisi siapa yang kuat dia yang hidup, Mara Deva tidak menghendaki Anak yang lemah karena itu suatu Aib.

__ADS_1


Mara Deva pun ingat kata-kata Gurunya Bahwa yang bisa mengalahkannya hanya keturunan Raja agung Jatiraga dan anak keturunannya sendiri.


Maka dia tidak segan-segan membunuh anaknya sendiri yang berkekuatan lemah.


Nyai Siren setelah mendengar keterangan dari Sarkowi menganggukkan kepalanya tanda mengerti lalu berkata.


"Singa maruta bila ucapan mu benar aku akan memberikan hadiah untuk mu kau boleh bermalam dengan ku memuaskan hasrat mu".


Nyai Siren setelah berkata berdiri memang hampiri singa maruta menaikan kakinya di sela-sela ************ singa maruta.


Kaki mulus sampai pangkal paha terpang-pang di depan mata singa maruta, ketika tangan singa maruta hendak menyentuh nyai Siren menarik kembali dan berjalan sambil tangan kanannya membelai wajah singa maruta.


Singa maruta jantungnya seakan berhenti. Di perlakukan nyai Siren.


Nyai Siren memang telah berumur sekitar 50an lebih tapi karena mempunyai ilmu hitam, ilmu gendam merenggut Sukma maka kecantikannya tidak pudar dengan syarat bila setiap purnama dia menghisap sari Pati pemuda di bawah dua puluh lima tahun dengan cara berhubungan intim.


Selama berhubungan intim sari Pati pemuda akan di hisap sampai mati, andai dia tidak mati maka dia akan menjadi keriput seperti kakek-kakek.


Itulah sisi gelap ilmu yang bersekutu dengan iblis, Ini ilmu Gendam tahapan tinggi tapi mempunyai hasil yang menentang kodrat manusia menjadi tua.


Wajah cantik dan tubuh molek kulit bersih putih mulus Nyai Siren membuat kaum Adam ingin bersamanya walau pun menjadi budak selamanya.


Setelah penjaga itu pergi pintu di tutup, Shun land duduk dan menatap 4 pemuda dan 2 orang yang terlihat sudah keriput bagai kakek-kakek.


Di antara mereka satu laki-laki yang terlihat tua mendekati Shun land dan berkata. "Bagai mana ki sanak bisa sampai tertangkap mereka".


"Ceritanya panjang kang, diantara kalian ada yang pemilik ilmu Kanuragan". Shun Land balik bertanya.


Ke empat pemuda menunjuk ke kedua laki-laki yang berkulit keriput.


Dua orang yang di tunjuk menghela nafas dalam-dalam, "bagai mana kalian bisa begini". Shun land bertanya.


"Aku sebenarnya berusia sebaya dengan mu Ki sanak tetapi bulan purnama kemarin kami berdua di jadikan korban untuk ritual nyai Siren,....


Dengan kekuatan tenaga dalam kami yang tidak terlalu tinggi kami berdua bisa bertahan, tetapi bagi mereka yang tidak memiliki ilmu tenaga dalam mereka akan mati di hisap sari pati kelelakiannya".


Salah satu dari mereka menerangkan apa yang terjadi.


Shun land mengeluarkan kendi manik astagina dan berkata. "Minumlah tiga tegukan saja semoga kalian bisa pulih kembali".


Mereka berdua meminum tiga tegukan masing-masing betapa bahagianya keduanya setelah meminum air dari pusaka kendi manik astagina.

__ADS_1


Perlahan kekuatan tenaga dalamnya mulai terkumpul kembali terasa dingin masuk keseluruhan tubuhnya mengembalikan tubuhnya seperti sedia kala dalam waktu yang singkat.


Darja dan Carsan berlutut dan meletakan keningnya ke tanah sakin senangnya, tapi segera di hentikan oleh Shun land.


"Terima kasih pendekar". Darja mengacungkan kedua tangannya yang di satukan.


"Sudah menjadi kewajiban ku untuk menolong sesama Ki sanak". Shun land menjawab.


Carsan bertanya walau sedikit ragu-ragu takut penolongnya marah. "Kalau boleh tahu siapakah Ki sanak ini dan dari mana asal, perkenalkan saya Carsan dan ini kakak seperguruan ku Kang Darja dari perguruan Singa perbangsa".


"Namaku Satria Nusa kencana dari daratan luas Kalimantan, apa kalian mengetahui berapa jumlah mereka semua kita harus segera keluar dari sini". Shun land balik bertanya.


Darja menjawab. "Yang saya ketahui semuanya berjumlah sekitar 23 orang, Dengan yang keluar 4 orang mendengar pembicaraan yang berjaga mereka berempat menyerang perkampungan pura di sekitar perguruan ku".


"Aku akan melumpuhkan dua penjaga setelah itu kalian bebaskan tahan yang lainnya" Shun land menyusun rencana.


"Tuan Satria Nusa kencana ruangan tahanan semuanya ada tiga semua di jaga dua penjaga".


Darja memberitahukan.


"Kalian jangan keluar bila aku belum mengeluarkan isyarat, tapi bebaskan para wanita dari krangkeng". Tanpa banyak berkata lagi Shun land segera mengalirkan kekuatan api abadinya sambil memegang rantai yang mengikat pintu kerangkeng.


Hanya butuh dua tarikan nafas rantai itu putus dengan warna merah menyala.


Shun land keluar dengan hati-hati dia mengeluarkan sumpit raja neraka dan menempelkan di bibirnya dua berkas sinar warna kuning keluar menembus kedua penjaga tepat di jantungnya.


Kedua mati sebelum sadar apa yang terjadi.


Shun land memutuskan rantai pintu ruangan.


Sambil mengisyaratkan tahanan bersamanya untuk keluar dan menolong tahanan wanita. Shun land keluar dengan hati-hati agar tidak mengeluarkan suara.


...****************...


ini tulisan yang terpersit dan langsung di tulis secara spontan tanpa rencana di chapter 148. ternyata secara kebetulan di Cianjur pukul 13.20an terjadi gempa. 61. yang tewas dan 700 orang luka-luka semoga mereka di beri ketabahan aamiiin.


ini tulisan itu.


Pangeran Shun land tidak menanggapi omelan sang Rajawali Api.


"Cepat antarkan aku ke pelabuhan aku seperti mendapati firasat kurang baik, Naga bumi Sabui kau berjaga di laut dekat pelabuhan".

__ADS_1


Tanpa banyak bicara pangeran Shun land langsung naik ke punggung sang Rajawali Api.


__ADS_2