
Setelah melihat tanda itu Ratu SHI khal memeluk pangeran Jaka lelana.
"Kakang Jhasun ini anak kita, kau sudah dewasa anak ku apa kau bertemu adik mu, apa kau sudah tahu ibu susumu telah tiada, apa kau sudah mempunyai istri, siapa yang menyelamat mu Beri tahu ibu, ibu ingin berterima kasih padanya......... Bicara Ratu SHI khal di potong oleh maha Patih Jhasun.
"Sudah jangan simpan dulu pertanyaan mu kita bawa masuk dulu ke dalam". Maha Patih Jhasun berkata.
Ratu SHI khal berdiri di ikuti pangeran Jaka lelana yang langsung memeluk ayahandanya. "Maafkan aku ayah tidak menuruti ucapan ayah hingga aku mencelakai adik perempuan ku satu-satunya"
Jaka lelana menangis tersedu-sedu bagai anak kecil tangisan penyesalan andai dulu dia menuruti ucapan ayahnya yang melarang bermain di hutan kejadian ini tidak akan terjadi.
"Sudahlah semuanya sudah di atur oleh sang maha Pencipta". Maha Patih Jhasun menghibur.
Pangeran Jaka lelana membalikkan badannya menghadap ke tiga permaisuri istri dari adiknya.
Permaisuri Dewi sumayi tanpa ragu-ragu memeluk Jaka lelana. "kakak ku telah kembali kakak ku telah kembali".
Permaisuri Sari Tungga Dewi pun menghampiri mereka bertiga berpelukan.
"Adik ku jangan pergi pergi lagi jauh-jauh lagi".
"Iya kak Sari" hanya itu yang keluar dari mulut pangeran Jaka lelana.
Setelah kedua permaisuri melepaskan pelukannya permaisuri May lien mendekat lalu berlutut di hadapan pangeran Jaka lelana seraya berkata. "Salam hormat kepada kakak ipar".
Tapi pangeran Jaka lelana langsung meraih bahu permaisuri May lien sambil berkata.
"Di larang seorang istri Raja besar berlutut di hadapan orang walau pun itu kakak iparnya, bangunlah permaisuri raja besar".
"Terima kasih kakak ipar" permaisuri May lien menjawab singkat.
"Eeehm kalau ada orang baru terus aku di lupakan". Boma berkata sambil bersidekap tangan di depan dada sambil mencibir.
Permaisuri Dewi sumayi langsung menyantap kata-kata Boma. "Nanti juga kami akan memberi kejutan pada mu kita masuk dulu ke istana".
Mereka semuanya masuk ke istana keruangan pribadi Ratu SHI khal tanpa menghiraukan Boma, Boma pun mengikuti walau hatinya sedikit dongkol sambil mengajak Ayu Sondari.
Hampir masuk ke istana Jaka lelana berbalik tiba-tiba. "Maafkan aku tidak bermaksud meninggalkan mu aku sangat larut oleh perasaan haru dan perasaan senang hingga lupa mengajak mu dan memperkenalkan diri mu pada orang tua ku".
__ADS_1
Jaka lelana meraih tangan Ayu Sondari dan berjalan beriringan.
Sambil berjalan mata pangeran Jaka lelana melirik kanan kiri dia takjub dengan bangunan istana yang sangat megah dan indah.
Sesampainya di dalam ruangan Ratu SHI khal duduk dekat dengan pangeran Jaka lelana yang berdampingan dengan Ayu Sondari. Tiga permaisuri duduk berbaris dekat dengan maha Patih Jhasun.
Para pelayan kerajaan datang membawakan berbagai buah-buahan dan minum segar.
Sebelum ada yang bicara pintu di ketuk walaupun pintu itu terbuka Boma melihat ke arah pintu terlihat seorang perempuan menggendong seorang bayi berusia dua bulan di sampingnya seorang bapak yang berpakaian prajurit kepala.
Sontak saja Boma berdiri setengah meloncat. "Dia anak Ku laki-laki apa perempuan", sambil mencium bayi yang sedang menyusu dalam gendongan Mawinei.
Boma langsung pamit pada ratu SHI khal dan yang ada di sana.
Pangeran Jaka lelana menceritakan kejadian dari awal, dari pertama dia di hantam angin put*** beliung sangat besar. Dia pun tidak sadarkan diri lalu dia menceritakan ketika sadar berada di sebuah perguruan dan berganti nama menjadi Jaka lelana pemberian sang ayah angkat dan ibu angkatnya yang sangat mencintainya bagaikan anaknya sendiri.
Setelah itu pangeran Jaka lelana sadar bahwa di jauh dari daratan luas Kalimantan, sebenarnya pada waktu itu dia tidak hilang ingatan tapi dia sangat tertekan karena kehilangan adiknya yang terpisah oleh badai angin.
Pada saat itu pangeran Jaka lelana mendekap sang adik tapi karena kuatnya angin Put*** beliung adiknya terlepas darinya bersaman hilang kesadarannya.
Akhirnya pangeran Jaka lelana memutuskan tidak menceritakan masa lalunya kepada sang ayah angkat dan ibu angkatnya Ki Rangga Wisesa dan Nyai Geuntis.
Mereka berempat membasmi kelompok kelompok mengatas namakan utusan tuhan bawahan Niraya Sura selama 4 tahun hingga terdengar kabar ada sebuah kerajaan baru di pelabuhan Tarumanagara di muara sungai Citarum.
Pangeran Jaka lelana memutuskan pulang ke perguruan Cimaya bertemu dengan ayah angkat Ki Rangga Wisesa dan ibu angkatnya Nyai Geuntis.
Di sana dia di beri tahu oleh ayah angkatnya Ki Rangga Wisesa bahwa ada seorang murid Ki Srengga yang mirip dengannya dia seorang raja di kerajaan baru Tarumanagara meminta untuk menghadap ke ratu Dian Prameswari dwibuana untuk menjadi pemimpin pelabuhan Cilamaya.
Tidak lama akhirnya sang adik datang bersama Boma dan Ayu Sondari.
Pangeran Jaka lelana pun menceritakan rencana sang adik Shun land untuk masa depan kerajaan Kutai khal dan kerajaan Tarumanagara di daratan luas Dwipa.
Tidak lupa pangeran Jaka lelana memperkenalkan Ayu Sondari dan keluarganya di perguruan Singa perbangsa di daratan luas Dwipa.
Ibunda ratu SHI khal maha Patih Jhasun dan ketiga permaisuri May lien, Dewi sumayi dan Sari Tungga Dewi semuanya mendengarkan dengan seksama cerita pangeran Jaka lelana dari awal sampai akhir.
Kabar kembalinya pangeran Jaka lelana menyebar dengan cepat di kalangan istana kerajaan serta merta keluarga besar istana segera mendatangi istana ingin memastikan kabar ini.
__ADS_1
Pertama datang tetua agung khal San dan istrinya Dewi Iswari lalu sang paman panglima Shu khal dan istrinya Sri khal.
Akhirnya mereka berpindah ke ruangan utama istana karena di sana tidak memuat para anggota keluarga besar istana.
Tabib Lau lien pun meninggalkan ruangan mengajarnya untuk pergi ke istana, pangeran Sanjaya triloka dan istrinya putri Sanja kakak Pangeran Nanjan yang ada di daratan luas Dwipa.
Panglima besar pangeran Khal Shugal dan pangeran Dehen beserta kepala bangsawan ot Danum Ampong ayah dari pengeran Dehen mertua pangeran Sanjaya triloka.
Mereka datang ikut bergembira atas kehadiran pangeran Jaka lelana yang mereka anggap sudah terbunuh oleh Mala peta dahsyat ternyata masih hidup.
Setelah semuanya kembali ke kediaman masing-masing di sana yang tinggal hanya pangeran Jaka lelana, Ayu Sondari dan Bunda Ratu SHI khal serta maha Patih Jhasun.
Ratu SHI khal melambaikan tangannya ke arah Ayu Sondari yang duduk agak jauh berdampingan dengan pangeran Jaka lelana sambil berkata. "Kemarin bocah cantik duduk di samping ibu".
Ayu Sondari tidak bisa menolak dia pun berjalan sebelum duduk dia Sungkem ke Bunda Ratu SHI khal tapi di langsung di tarik lengannya oleh sang ratu SHI khal.
"Duduklah di sini". Ayu Sondari duduk dekat sang ratu SHI khal walau terlihat malu-malu.
"Anak cantik apa kau mencintai anak ibu yang itu apa yang di daratan luas Dwipa" sang Ratu SHI khal bertanya pada Ayu Sondari sambil menunjuk ke arah pangeran Jaka lelana.
Ayu Sondari tidak menjawab hanya menunduk malu. "Katakan jangan malu-malu pada ibu, anggap ibu ini ibu mu sendiri".
Akhirnya walau dengan malu-malu tangan Ayu Sondari menunjuk pada pangeran Jaka lelana.
Ratu SHI khal tahu anak sulungnya ini menyukai Ayu Sondari terlihat ketika mereka masuk bergandengan tangan sangat erat.
"Putra ku Shan land apa Ibu harus melamar gadis cantik ini secepat mungkin". Sang ratu SHI khal bertanya kepada anaknya.
"Aku terserah adik Ayu Sondari saja". Jawab pangeran Jaka lelana tanpa ragu-ragu.
"Anak cantik peluk ibu, ibu ingin memeluk calon mantu ku yang cantik". Bunda ratu SHI khal memeluk Ayu Sondari sambil meneruskan bicaranya.
"Apa Ayu ingin cepat menikah dengan anak ibu". Ayu Sondari mendapat pertanyaan ini sambil di peluk sang calon mertua menjawab sangat lirih dia sangat terharu akan kebaikan keluarga besar istana yang tidak memandang status sosial, lebih-lebih ini perlakuan dari seorang ratu.
"Itu terserah bunda ratu saya tidak berani membantah bunda ratu". Hanya itu yang keluar dari mulut Ayu Sondari.
"Baik kalau begitu lusa kita umumkan calan menantu ku, setelah beres kita menyelesaikan urusan kerajaan ibu dan ayah mu akan pergi ke daratan luas Dwipa melamar ke perguruan Singa perbangsa sekaligus kita akan menemui kakek mu ayah yang ada di daratan luas Dwipa".
__ADS_1
Ayu Sondari di bawa ratu SHI khal ke kediamannya dan pangeran Jaka lelana di antar ayahnya menempati kediaman khusus tamu.
...****************...