LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
124. Keputusan pangeran Sanjaya triloka


__ADS_3

Pangeran Shun land setelah membersihkan diri, memilih makan di dalam kediaman pribadi permaisuri Dewi sumayi, masakan yang di hidangkan pun hasil sang istri tercinta.


Setelah makan selesai, "kakak Shun.. apa kakak sudah pikirkan matang-matang rencana kakak ini".


"Sudah tenang saja semua akan baik-baik saja, walau pun ini masih lama tapi kita harus bersiap-siap mau tak mau kita harus hadapi sudah menjadi resiko seorang raja menghadapi hal-hal seperti ini". Pangeran Shun land meyakinkan permaisuri Dewi sumayi.


Mereka berdua masuk ke peraduan dengan tidak ada beban di hati masing-masing.


Matahari pagi muncul walau di dahului sang Pajar, sinarnya jatuh ke bumi mengusir embun yang asik bermain di dedaunan.


Pangeran Shun land setelah berpamitan melangkah ke kediaman tetua agung khal San ingin menemui permaisuri pertama putri Sari Tungga Dewi.


Dalam hati pangeran Shun land sebenarnya andai dia boleh memilih dia akan memilih untuk memilih satu istri, tapi karena demi keutuhan keluarga besarnya dia merelakan mempunyai istri tiga sekaligus dan dia berusaha seadil mungkin dalam bersikap dan berbuat.


Andai dia tidak menikahi kedua sepupu jauhnya ini di takutkan akan terjadi perpecahan di antara keluarga besar sesepuh agung khalma jaya, keluarga besar kakeknya.


Sudah menjadi hal lumrah di jaman kerajaan perkawinan politik seperti ini.


(Contoh raja pertama kerajaan Majapahit R.wijaya menikahi kakak beradik sekaligus putri dari raja kerajaan Singasari Kertanegara).


 


Di pelabuhan sebuah kapal bersandar dua muda mudi turun dari sekoci, wajah mereka sangat mirip. Keduanya tidak langsung pergi tapi menunggu salah satu sahabatnya yang belum keluar dari kapal.


Setelah sahabatnya datang mereka melangkah ke arah kedai makan bunga mawar merah. Yang di kelola duo kembar Tuti Baniah dan Tuti ulwiyah.


Mereka bertiga di sambut dengan baik di tempatkan di kelas elite, ketiganya langsung memesan makanan yang paling spesial untuk mengisi perut mereka.


Mereka makan dengan lahapnya, setelah makan hidangan penutup buah-buahan segar menyapa mulut mereka. Di antara salah satu dari mereka bicara memecah keheningan menikmati sisa-sisa lezatnya makanan tadi.


"Apakah adik Sanjaya triloka sudah bulat akan keputusan ini". Ternyata ketiga bangsawan ini adalah pengeran Sanjaya triloka dan putri Dian Prameswari dwibuana serta panganten Makkamaru.


Mereka bertiga dari negeri Sula ketempat pangeran Makkamaru dari Bangsawan Bugis.

__ADS_1


Pangeran Sanjaya triloka menjawab pertanyaan dengan tegas dan yakin sekali dengan keputusannya.


"Saya sudah memikirkan ini dan waktu di pedukuhan Santui pernah bertukar pendapat dengan pangeran Dehen, menurut dia lebih baik bergabung dengan kerajaan yang di pimpin sahabat kita pangeran Shun land, sekaligus saya ingin belajar tantang ilmu politik kerajaan padanya.......


Di sela pangeran Sanjaya triloka mengambil napas Putri Dian Prameswari dwibuana nyeletuk bicara. "Gimana mau pulang ke daratan luas Dwipa orang hatinya sudah ke cantol sama adik pangeran Dehen makanya dia akrab sama kakaknya".


"Oooh..." Hanya itu yang keluar dari mulut pangeran Makkamaru, sambil melirik ke arah lain tak tega melihat wajah merah pangeran Sanjaya triloka yang di sindir langsung oleh kakak perempuannya.


Pangeran Makkamaru sebenarnya sama dengan pangeran Sanjaya triloka, dia mendekati pangeran pangeran Sanjaya triloka karena ingin mendapatkan kakaknya. putri Dian Prameswari dwibuana.


Sedangkan pangeran Sanjaya mendekati pangeran Dehen untuk mendapat putri Sanja adik pangeran Dehen.


Sebenarnya pangeran Sanjaya sudah mendekati putri Sanja adik pangeran Dehen sejak kontes latih tanding, walau mereka baru bertemu 5 kali hati mereka sudah saling memiliki.


Sama seperti pangeran Makkamaru perjalan berlayar menyebrangi selat Makassar membuahkan hasil yang indah dalam hidupnya.


Pangeran Makkamaru menyatakan rasa cintanya pada putri Dian Prameswari dwibuana, dan mendapatkan jawaban yang sesuai dengan harapannya walau ada sarat yang harus di penuhi dari putri Dian Prameswari dwibuana.


Syarat dari putri Dian Prameswari dwibuana pangeran Makkamaru harus mengikuti putri Dian Prameswari dwibuana ke daratan luas Dwipa, tanpa pikir panjang lagi pangeran Makkamaru menyanggupinya.


Pangeran Makkamaru akan ikut ke dataran luas Dwipa bersama pangeran Shun land dan putri Dian Prameswari dwibuana, sedangkan pangeran Sanjaya triloka akan mengabdi di kerajaan Kutai khal.


Setelah selesai makan mereka hendak ke keluar tetapi sebelum keluar pemilik Kedai bunga mawar merah duo Tuti menghampiri mereka, mereka segera menya ketiga bangsawan sahabat raja yang notabene pemilik kedai ini.


"Maaf kami tidak bisa menyambut pangeran pangeran dan putri bangsawan sahabat raja kami, kami memiliki keperluan yang tidak bisa di wakilkan".


"Tidak apa-apa nyai Tuti, kami hanya singgah sebentar mengisi perut yang kosong". Pangeran Makkamaru menjawab.


Duo Tuti Baniah dan Tuti ulwiyah, habis mengantar pendekar Darja dan dua rekannya pendekar Siwut, pendekar Kisut ke markas Bhayangkara-1 bekas kediaman juragan pasar tuan Upiak arai.


Kelima mantan pelayan pendekar racun kematian pun ikut bersamanya.


Pangeran Shun land berpendapat markas Bhayangkara-1 membutuhkan pelayanan yang banyak karena anggota pasukan khusus senyap yang terus bertambah.

__ADS_1


Alasan utama mengapa duo Tuti, Tuti Baniah dan Tuti ulwiyah mengantar langsung kerena mereka membawa harta yang cukup banyak.


Ketiganya hendak membayar apa yang mereka pesan tapi di tolak mentah-mentah. malah mereka mendapatkan sejumlah uang cukup besar.


Mereka bertiga tidak bisa menolak karena duo Tuti Baniah dan Tuti ulwiyah mengatasnamakan pangeran Shun land.


Pangeran Sanjaya dan putri Dian Prameswari dwibuana serta sang calon suami pangeran Makkamaru berpamitan, mereka bertiga langsung memacu kudanya menuju istana Sunda ageng.


Di istana kerajaan pangeran Shun land tidak menyia-nyiakan waktu luangnya, urusan kerajaan di limpahkan kepada sang permaisuri Sari Tungga Dewi yang cakap dalam memerintah dan mengambil keputusan.


Pangeran Shun land selalu bermeditasi meningkatkan tenaga dalamnya sesekali berlatih ilmu saipi Geni sampai ketahap hampir sempurna.


Kedua pangeran dan satu putri dari para klan sahabat kerajaan di sambut di istana oleh permaisuri Sari Tungga Dewi.


Mereka pun mempertanyakan keberadaan pangeran Shun land tetapi setelah mengetahui pangeran Shun land yang sedang dalam meditasi ketiga nya langsung pergi menuju kediaman tetua agung khal San beserta istri.


Pangeran Sanjaya triloka mengemukakan niatnya untuk melamar putri Sanja, putri tetua Ampong dari bangsawan Danum klan Dayak.


Niat pangeran Sanjaya triloka di sambut gembira oleh sang bibi Dewi Iswari dan sesepuh agung Khal San.


Permaisuri Sari Tungga Dewi pun mendukung acara lamaran di persiapkan pihak istana ke bangsawan Ampong. Kabar ini langsung di sampaikan oleh Dewi Iswari yang berkunjung langsung ke kediaman tetua Ampong bersama permaisuri Sari Tungga Dewi sekaligus ingin bertemu salon menantu mereka.


Keduanya menyepakati waktu acara lamaran dan acara pernikahan pernikahan di gabungkan menjadi satu hari, acara tersebut akan di gelar di istana.


...****************...


Terima kasih sahabat NOVELTOON semua.


like share supportnya serta komentar kalian semua, membantu pertumbuhan tulisan ini


jangan lupa jaga kesehatan dengan pola hidup sehat.


SALAM NUSANTARA

__ADS_1


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2