
"Tenang paman Delay kita di temani oleh dua pendekar hebat dari perguruan langit paman sebaiknya sembunyi saja biar mereka tidak melihat paman". Shun Land memberikan perintah.
"Berhenti dan tinggalkan barang bawaan kalian semua bila ingin nyawa kalian masih menempel di tubuh kalian". Salah satu dari mereka berkata sambil berdiri di tengah jalan.
Shun Land berhenti di ikuti yang lainnya, di lihatnya ke 6 begal yang menghadangnya satu persatu dengan tenang, setelah selesai mengamati Shun Land berkata. "Tuan silahkan ambil barang dagangan saya asal tuan melepaskan saya dan istri saya".
Shun Land turun dari kudanya dan melirik ke Lasmini untuk turun mengikutinya.
"Hahahaha baru di gertak segitu saja sudah terkencing-kencing tetapi sepertinya harus ada ada lebihnya selain barang untuk kami bagian mana kalau istri mu untuk sementara menghibur kami semua". Salah satu dari begal bicara semakin berani melihat gaya Shun Land yang ketakutan.
"Diam kau ini sungguh keterlaluan sudah di beri apa yang kau mau malah meminta sesuatu yang tidak bermoral". Aji Wisesa meloncat dari kudanya dan berdiri di depan Shun Land.
"Hahahaha seorang pengawal ingin menjadi pahlawan majikannya seperti mempunyai nyawa lebih dari satu". Selesai bicara 2 orang begal menerjang ke arah Aji Wisesa satu dengan senjata cambuk yang satunya lagi memakai senjata rantai yang berbandul penuh duri.
Aji Wisesa mendapatkan serangan dari dua arah kiri dan kanan dia tidak tidak menghindar tetapi mengeluar tombak pendek yang di selipkan di pinggang, dengan cepat Aji Wisesa menghalau cambuk dan rantai berbandul duri dengan tombak miliknya yang di lambari tenaga dalam cukup tinggi.
Bentrokan ketiga senjata menimbulkan percikan api dan suara ledakan kecil, Aji Wisesa terpundur dua langkah sedangkan kedua begal terpundur 4 langkah.
Melihat kakak seperguruannya di serang Aji Wijaya tidak tinggal diam dia menghentakkan kakinya meloncat ke samping Aji Wisesa.
Para begal melihat lawan yang bertambah Mereka semua mengeluarkan senjata masing-masing tanpa di beri aba-aba mereka serempak menyerang dengan dua gembong serangan.
Merdeka berenam memang mempunyai tehnik bertarung bersama saling menutupi kelemahan masing-masing hingga sulit untuk mencari celah kelemahannya.
__ADS_1
Aji Wisesa dan Aji Wijaya di serang bertubi-tubi oleh mereka berenam hanya bisa bertahan tidak bisa menyerang. "Kakang kalau terus begini kita akan kehabisan tenaga dalam kita harus mengunakan jurus pamungkas, aku akan menahan sementara mereka semua sementara waktu kakang yang menyerang".
Aji Wijaya memberikan solusi "Baik adik kakang membutuhkan beberapa 5 detik ini mempersiapkan jurus Tombak api". Aji Wisesa mengiyakan sambil menghindar serangan golok mengarah ke kepala.
Aji Wisesa yang berada di belakang Aji Wijaya mengeluarkan tenaga dalamnya hampir seluruhnya ke tombak pendeknya seketika tombak itu berubah warna merah dan mengepulkan asap tipis.
Empat serangan bersamaan menyerang ke Aji Wijaya sangat cepat tetapi kali ini Aji Wijaya tidak menangkisnya tetapi menghidar dengan meloncat sangat tinggi sebagai ganti menghalau serangan Aji Wisesa yang di belakang.
Tubuh Aji Wisesa menyongsong ke empat serangan, dengan badan condong ke depan Tombak pendek menyapu semua serangan dengan sangat cepat.
Sementara itu Shun Land hanya menonton dengan tenang dengan memainkan dua kerikil di tangan kanannya, Shun Land sudah mengukur semua kekuatan yang bertarung andaikan 4 lawan 2 Aji Wisesa dan Aji Wijaya menang dengan mudah.
Mereka berenam mempunyai kekuatan tenaga dalam yang tidak sama 4 diantara mereka mempunyai 35ribu lingkaran tenaga dalam sedangkan yang dua 40ribuan lingkaran tenaga dalam. Sedangkan Aji Wisesa memiliki 58ribu lingkaran tenaga dalam dan Aji Wijaya mempunyai 50ribu lingkaran tenaga dalam.
Shun Land bisa memperkirakan Aji Wisesa dan Aji Wijaya bisa memenangkan pertarungan ini jika keduanya jeli mena dulu yang di serang dan di lumpuhkan.
Mendapatkan kelonggaran Aji Wijaya yang melayang di atas turun dengan kecepatan tinggi menyerang 2 begal yang mempunyai tenaga dalam Lebih tinggi dari ke empat begal yang sudah terluka.
Kapak bermata dua mengeluarkan kilatan putih meluncur kearah kepala kedua begal. Keduanya sedikit gugup melihat kapak yang sangat cepat mengancam mereka.
Dengan seluruh kekuatan tenaga dalamnya keduanya menghalau kapak tersebut dengan senjata masing-masing. Bandul besi berduri dan cambuk menyongsong ke arah kapak bermata dua.
Ketiga senjata bertabrakan cukup mengeluarkan percikan api yang lebih besar dan getaran tenaga dalam yang beradu. Walhasil kedua begal terdorong dua langkah ke belakang sedangkan Aji Wijaya bersalto kebelakang karena benturan.
__ADS_1
Aji Wisesa melihat ada kesempatan emas segera menyongsong kedua begal yang belum memasang kuda-kuda tombak pendek meluncur cepat ke arah dada keduanya.
Kedua begal melirik ke arah tombak yang mengarah ke dada mereka sedangkan mereka dalam keadaan tidak siap dengan pasrah membiarkan serangan itu karena sudah tidak sempat menghindar atau pun menangkis dengan senjata masing-masing.
Sebelum sampai tombak Aji Wisesa mengenai dada kedua begal sebuah pedang melesat lebih cepat dari serangan Aji Wisesa menghalau ke tombak dengan kekuatan besar.
"Duuuaaaaarrr...." Suara ledakan ketika kedua senjata berbenturan yang di lambari tenaga dalam tinggi. Tubuh Aji Wisesa melayang terpental untung saja Sanga adik seperguruan sigap menangkap tubuh sang kakak dan menurunkan di dekatnya, senjata Tombak pendek terlepas dari tangan, Aji Wisesa kalah kekuatan tenaga dalam beberapa ribu lingkaran.
"Mundur kakang biar aku yang menghadapi". Aji Wijaya berkata sambil melangkah ke depan kakak perguruannya yang terluka dalam cukup parah.
"Menyerahlah percuma kalian melawanku kekuatan kalian bukan tandingan ku". Penyerang itu berkata dengan tenang.
"Terimakasih kakang Warok, ketua telah menyelamatkan nyawaku". Suara kedua begal yang di selamatkan ketuanya.
Yang di sebut Warok berjalan mendekati kedua anak buahnya dan berkata pelan di dekap telinga keduanya. "Casman, kasmun jangan menyerang bantu ke empat teman mu yang terluka, yang paling berbahaya pemuda yang di belakang biar aku akan mengukur waktu menunggu kakang Lamsijam tangan kanan Tapak besi datang".
"Sudah jangan berbisik begitu tidak usah mengulur waktu aku akan menunggu dengan sabar tangan kanan Tapak besi kalau bisa sekalian tangan kirinya juga harus datang, kakang Aji Wisesa dan kakang Aji Wijaya sini duduk makan dulu mereka ingin menunggu Lamsijam, neng Lasmini ambilkan bekal kita makan dulu Delay keluar kita makan bersama".
Shun Land berkata dengan keras lalu memapah Aji Wisesa di suruh duduk di atas tanah yang rata dan berumput, Shun Land meletakan tangannya di punggung Aji Wisesa dan mengalikan api abadinya melepaskan seluruh simpul di Meridian Aji Wisesa setelah itu api abadi memperbaiki organ dalam yang terluka.
Aji Wisesa sangat takjub dengan apa yang di lakukan Shun Land dia sangat paham dirinya sedang di tingkatkan tenaga dalamnya sekaligus di obati bekas luka dalamnya, kekuatan Aji Wisesa adalah api jadi bisa merasakan aliran api abadi yang di keluarkan Shun Land.
Setelah beberapa saat kemudian Aji Wisesa memuntahkan darah hitam yang menyumbat peredaran darahnya bekas luka lama akibat pertarungan sebelumnya.
__ADS_1
"Terima kasih......" Aji Wisesa bicara tetapi di potong oleh Shun Land yang sudah duduk "Jangan bicara dulu konsentrasi lah menyetabilkan aliran darah dan himpun hawa murni walau pun sedikit agar capat pulih.
**************