LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
214. Keluarga besar Shun land mengungsi.


__ADS_3

Laksana Sarpa memberi perintah pada anak buahnya untuk mengirim tanda pada kapal yang di depan agar segera mempercepat lajunya.


Layar di kembangkan di kedua kapal tersebut laju kapal pun meluncur cepat menuju pelabuhan Tarumanagara.


Laksana Sarpa mengirim surat kepada istana bahwa istana akan di serang oleh pasukan Mara Deva, dua burung dara berwarna putih terbang satu menuju istana yang satu lagi menuju barat.


Lodaya sang harimau besar keluar dari kandangnya dia berdiri di geladak depan setelah itu dia mengaum sangat keras semua kru kapal menutup telinga.


Di Sumur Kahuripan jiwa Rawa Cibuaya sang Naga bumi Sabui mendengar Auman Lodaya sang harimau besar sahabatnya.


Dengan sekali hentakan tubuh sang Naga bumi Sabui terbang menuju asal suara.


Di dalam istana Sundapura ketika itu sedang mempersiapkan pernikahan pangeran Jaya lelana atau pangeran Shan land.


Panglima Tarpa yang sedang memberikan perintah pada anak buahnya untuk mengamankan jalannya pernikahan saat pernikahan di gelar.


Seekor burung merpati hinggap di meja panglima Tarpa yang sedang istirahat untuk meminum teh dengan anak buahnya.


Tanpa pikir panjang panglima Tarpa mengambil gulungan yang berada di kaki merpati tersebut Lalu melepaskan kembali.


Panglima Tarpa segera memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan tiga kapal tercepat yang di mili armada laut Naga biru.


Setelah itu panglima Tarpa berkuda menuju aula utama istana Sundapura yang berjarak beberapa blok dari pusat keamanan istana.


Penjaga pintu aula istana menundukkan badan tanda memberi hormat pada panglima Tarpa, tapi panglima Tarpa tidak memperdulikan dia langsung membuka pintu istana sendiri.


Di dalam istana permaisuri Sari Tungga Dewi sedang memimpin jalannya musyawarah persiapan acara pernikahan pangeran Jaya lelana kakak sang Raja Shun land.


Di sana juga ada permaisuri May Lien mendampingi permaisuri Sari Tungga Dewi, Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun juga duduk berdampingan.


Putri Dian Prameswari dwibuana bersama pangeran Makkamaru juga hadir setelah kembali ke istana kebangsawanan Wajak untuk mengadakan pernikahan mereka, sekarang ini pangeran Makkamaru dan putri Makkamaru sudah resmi menjadi sepasang Suami istri.


Boma dan Mawinei dengan putra mereka yang masih balita juga menghadiri musyawarah tersebut.

__ADS_1


Tuan Upiak Arai dan Nyai Dewi Kamalia juga Calon besan Ratu SHI khal Ki Aria Wirasaba beserta calon pengantin Ayu Sondari duduk di samping pangeran Shan land ikut dalam musyawarah tersebut.


Panglima Tarpa tanpa basa-basi langsung memberitahukan laporan pada permaisuri Sari Tungga Dewi bahwa keadaan saat ini istana kerajaan Tarumanagara dalam keadaan bahaya tingkat satu.


Sarpa menjelaskan bahwa armada laut Naga hitam berjumlah besar menuju pelabuhan Tarumanagara untuk menyerang istana.


Untuk keselamatan pembesar istana terutama keluarga besar Raja untuk segera meninggalkan istana menuju dermaga untuk mengungsi ke perguruan Singa perbangsa tetapi Ki Aria Wirasaba menolak karena Perguruannya terlalu mencolok.


Ki Aria Wirasaba mengusulkan seluruh keluarga istana kerajaan untuk mengungsi ke perguruan Cimande yang di pimpin oleh Aria Natanagara dengan alasan di sana tidak menunjukkan adanya perguruan ini sangat bagus untuk bersembunyi.


Pangeran Shan land dan Ratu SHI khal setuju Akhirnya permaisuri Sari Tungga Dewi sebagai perwakilan Raja memutuskan untuk mengungsi ke perguruan Cimande.


Para prajurit mengangkut barang-barang penting istana kerajaan dan berbagai peralatan keluarga besar istana di muat ke kapal yang di sediakan.


Pasukan khusus senyap yang mempunyai ilmu tinggi di kerahkan untuk mengawal keluarga besar istana.


Keluarga Raja besar Shun land keluar meninggalkan istana menuju dermaga.


Di dermaga dua kapal besar bersandar permaisuri Dewi Sumayi dan Nyai Iseng akan turun dari kapal tetapi di larang oleh Laksamana Sarpa, pertama permaisuri menolak setelah di terangkan oleh pasukan khusus senyap keadaan istana saat ini permaisuri Dewi sumayi menuruti perintah Laksamana Sarpa.


Permaisuri Sari Tungga Dewi dan permaisuri May Lien juga Tabib istana tuan Lau Lien Boma beserta keluarga naik di kapal permaisuri Dewi Sumayi.


Sedangkan Ratu Shi khal, perdana menteri Jhasun, pangeran Shan land Ki Aria Wirasaba, Ayu Sondari satu kapal.


Putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru memilih jalan darat menuju perguruan Cimande.


Empat kapal melaju dengan cepat ke arah selatan Satu kapal bermuatan seluruh barang penting, dua kapal mengangkut keluarga besar raja Shun land.


Panglima Tarpa memerintahkan pasukannya untuk mengungsikan para penduduk sejauh mungkin.


Pada saat itu Leluhur agung Ki Khalma jaya yang berkunjung ke istana telah kembali lagi ke perguruan Gajah Mungkur setelah melepas rasa rindu pada Anak perempuannya Ratu SHI khal.


Keadaan ibukota Sundapura kerajaan Tarumanagara menjadi gempar setelah ada pengumuman kepada penduduk kota untuk mengungsi.

__ADS_1


Berkat para pejabat dan aparat negara yang sigap di bawah komando panglima Sarpa dan pasukan elite istana dalam waktu singkat ibukota kerajaan Tarumanagara kota Sundapura dapat di kosongkan.


Di Dermaga kapal-kapal yang menyandar meninggalkan dermaga dengan cepat para nelayan pun mengungsikan kapal mereka.


Pada waktu itu sungai purba Citarum lebarnya hampir ratusan depa orang dewasa.


Para pendekar aliran hitam yang bergabung dengan Mara Deva kebingungan kenapa seluruh penduduk ibu kota kerajaan Tarumanagara mengungsi mereka menebak rahasia penyerangan telah bocor ke istana.


Naga bumi Sabui berenang di sungai purba Citarum mengawal iringi-iringan kapal rombongan kapal-kapal istana.


Iring-iringan armada laut Naga hitam melaju dengan kekuatan penuh, 2 kapal besar memimpin di depan.


Satu kapal di pimpin langsung Asvaghosa satu lagi di pimpin Kama Deva dan Deva Putta.


Di atas udara Mara Deva menunggang Naga Api Hitam dengan gagahnya hatinya sangat gembira akan membantai keturunan Raja agung Jatiraga kakak iparnya sendiri.


Sementara di kota pelabuhan Kalianda Shun land dan putri Serindang bulan beserta dua kakaknya sedang bersiap untuk memulai perjalanan menuju daerah Rejang Renah Selawi.


Setelah mengetahui Shun land sudah mempunyai istri tiga, dan mengetahui bahwa Shun land yang mereka cari untuk di minta pertolongan untuk melawan kekuatan Istana Naga hitam di lembah hitam.


Putri Serindang bulan sedikit kaku dan menjaga jarak terhadap Shun land, Shun land sendiri sudah mengetahui hal ini.


Shun land sangat merasakan perubahan sikap putri Serindang bulan terhadapnya setelah mengetahui dirinya telah mempunyai istri.


Lima kuda di pacu dengan kecepatan sedang menuju barat, empat kita di tunggangi penunggang orang dan satu di bermuatan perbekalan.


Hampir sehari penuh Shun land dan putri Serindang bulan berkuda menuruni lembah menaiki bukit dan keluar masuk hutan.


Putri Serindang bulan meminta untuk istirahat dan bertepatan dengan hari mulai gelap.


Setelah menemukan tempat yang sedikit lapang dan berumput tebal sangat enak untuk beristirahat Shun land berinisiatif berhenti lalu berkata.


"Nona Serindang bulan kayanya di sini cocok untuk beristirahat ada pohon cukup besar pula untuk berteduh".

__ADS_1


"Baik paduka saya menuruti titah paduka". Putri Serindang bulan ikut berhenti tetapi bahasa yang keluar dari mulut putri Serindang bulan sangat kaku dan sangat formal.


-------------------*****-------------------


__ADS_2