
Tiga hari berlalu Shun land telah menguasai dirinya sepenuhnya dan bisa berpikir dengan jernih, mendengar kronologi di temukannya kepala panglima tanpa jasad mendengar analisa Tabib istana mertuanya sendiri Shun Land menyimpulkan Pembunuh panglima Antaka adalah orang yang berilmu Kanuragan tinggi serta memiliki pengetahuan tentang senjata yang mempuni Karena mengambil senjata Golok pancaroba.
Putri Dian Prameswari dwibuana menerangkan bahwa sebelum pergi Panglima telah menyerahkan pucuk pimpinan kepada kakak seperguruannya Ki Bajul Pakel seolah dia mengetahui akan pulang tidak dengan nyawanya.
Dalam pembicaraan terakhir dengan putri Dian Prameswari dwibuana Panglima mengatakan ingin menyelidiki sendiri tentang kemelut dunia persilatan yang di buat onar oleh sekelompok orang yang menggunakan atribut dan pakaian perguruan hingga antar perguruan saling curiga dan mencurigai satu sama lain.
Shun Land memerintahkan para telik sandi untuk mengundang para guru besar perguruan yang masuk dalam koalisi dengan pihak kerajaan.
Dalam hal mengundang pihak perguruan Shun Land melewatkan undangan kepada gurunya karena menurut pendapat Shun Land Ki Srengga tak akan terpancing akan keonaran yang terjadi alasan kedua tidak mengundang Ki Srengga tidak mau mengganggu ketenangan gurunya.
Tentang kematian panglima Antaka Shun Land berencana akan memberi tahunya sendiri setelah musyawarah dengan para guru besar selesai sekaligus Shun Land sendiri yang akan mengusut siapa yang membunuh panglima kesayangannya.
Shun Land pergi ke perguruan Singa perbangsa besannya sendiri Ki Aria Wirasaba, sebab menurut keterangan putri Dian Prameswari dwibuana sebelum pergi Panglima Antaka memberitahukan rencana akan mengunjungi seluruh perguruan aliran putih untuk memberi nasihat kepada guru besar perguruan jangan terpancing menyerang satu sama lainnya.
Dalam perjalan ke perguruan Singa perbangsa Shun Land pikirannya merasa sangat kecewa, yang niatnya setelah pulang menjemput adiknya di wilayah Toba Samosir Shun land berencana ingin mengasingkan diri guna berlatih ilmu olah kanuragan menyempurnakan jurus Tarian Rajawali Api.
Tapi sayang niat berlatih menyempurnakan jurus Tarian Rajawali Api harus di undur karena harus mengungkap pembunuh panglima Antaka demi menegakkan wibawa dan martabat kerajaan yang di pimpinannya.
"Seluruh cita-cita ku sudah terlaksana mempertemukan kakak dan adik ku dengan ayah dan ibu ku, keinginan untuk membangun peradaban pun sudah terpenuhi dengan berdirinya 3 kerajaan di setiap daratan luas Sundaland, kerajaan Kutai Martadipura di daratan luas Nusa kencana, kerajaan Tarumanagara di Daratan luas Dwipa dan kerajaan Rijang Renah Selawi di daratan luas Swarnabumi Semua sudah terwujud rakyat pun merasakan keamanan dan kesejahteraan yang meningkat, tinggal satu lagi tugas yang harus aku jalankan memusnahkan pemilik Ajian Rawarontek yang menentang kodrat manusia, andai aku sudah memusnahkan Mara Deva aku ingin mengundurkan diri dari dunia persilatan dan melepas kedudukan raja".
Sambil melesat mengunakan ilmu saipi angin Shun Land hatinya berbicara sendiri.
Tidak lama Shun Land sudah berada di depan pendopo utama kediaman Ki Aria Wirasaba Shun Land sendiri melupakan tatak rama yang harusnya melalui pintu gerbang malah langsung meloncati pagar pembatas perguruan karena pemikirannya terlalu fokus pada memikirkan ingin Segera melepas kedudukannya sebagai raja di tiga daratan.
Seorang pelayan laki-laki yang hendak masuk ke pendopo segera berlutut serta mengucapkan salam dan berkata.
"Maaf kami paduka tidak menyambut dengan layak".
__ADS_1
"Tidak apa-apa paman tolong beritahukan pada paman Aria Wirasaba saya ingin bertemu". Shun Land segera membalas ucapan pelayan laki-laki itu.
Dengan tergopoh-gopoh pelayan laki-laki itu masuk dan mengetuk ruang pribadi Ki Aria Wirasaba.
"Masuk....". Terdengar suara Ki Aria Wirasaba dari dalam ruangan.
Pelayan itu masuk ruangan langsung membungkuk hormat.
"Maaf tuan Aria Wirasaba di luar ada paduka raja Shun Land ingin menemui tuan".
Ki Aria Wirasaba langsung bergegas tanpa memperdulikan pelayan laki-laki yang memberitahukan.
"Maaf paduka atas pelayanan saya yang tidak langsung mempersilahkan masuk, mari paduka". Ki Aria Wirasaba setelah memberi hormat mempersilahkan Shun Land.
Setelah duduk di dalam ruangan utama pendopo perguruan Singa perbangsa Shun Land langsung bicara pada tujuan pokoknya.
"Paman Aria terima kasih atas keramahannya, tujuan saya ingin menemui paman adalah ingin mempertanyakan apa benar sebelum terbunuh paman Antaka menemui paman saya ingin mengungkap siapa yang sebenarnya membunuh paman Antaka".
"Benar paduka sehari sebelum geger terbunuh, tuan panglima Antaka berkunjung kesini,.......
Ki Aria Wirasaba menceritakan kejadian ketika panglima Antaka berkunjung tidak satupun yang di tutupi sedikit pun.
"Menurut saya sepertinya semua kejadian keonaran yang terjadi sepertinya sengaja untuk memancing tuan panglima untuk keluar, pada waktu ingin mengikuti wanita yang mengaku telah di rugikan oleh murid perguruan ini saya ingin ikut bersama karena ini menyangkut perguruan saya tetapi tuan panglima Antaka melarang saya, tetapi keesokan paginya saya mendapatkan kabar dia telah menjadi jasad tanpa tubuh".
Ki Aria Wirasaba mengakhiri ceritanya.
"Paman Aria ingat wajah perempuan yang mengantar paman Antaka". Shun Land penasaran dengan sosok wanita yang menunjukkan tempat yang memakai atribut dan pakai murid perguruan Singa perbangsa.
__ADS_1
"Maaf paduka pada saat itu saya tidak melihat secara detil karena terfokus pada cerita wanita itu bahkan saya lupa menanyakan namanya". Jawab Ki Aria Wirasaba apa adanya.
Shun Land Akhirnya kembali lagi ke istana Sundapura pemikirannya saat ini merasa buntu karena tidak ada satu pun jejak yang di tinggalkan pembunuh panglima Antaka.
_____________
Ki Kala Durga dan kedua wanitanya berkelebat di antara lebatnya hutan hijau ujung kulon tidak luput dari itu kedua pendekar kembar Karta dan Karto mengikuti mereka dari belakang.
Ki Kala Durga berhenti di ujung kulon Banten mereka memeriksa perguruan ujung kulon di atas tebing yang hanya terdiri dari dua bangunan yang terbuat dari kayu jati purba.
"Kala Durga kau jangan ngaku-ngaku tahu tempat keberadaan si Srengga jangan jangan kau hanya omong kosong". Si Topeng hitam berkata dengan nada sangat jengkel.
"Kalau kau mengetahui mengapa kau mengikuti ku, sebenarnya aku tidak membutuhkan bantuan kalian untuk, tapi jumlah 4 juta koin emas kalau di bagi 5 masih cukup banyak" Ki kala Durga menjawab tanpa menoleh ke Topeng hitam.
"Kakang sepertinya Srengga sedang di pertapaan nya". Dewi Sukma atau Putri malu memberikan pendapat.
Tanpa bicara Ki Kala Durga langsung melesat mengunakan ilmu meringankan tubuh ke arah tepi tebing di ikuti kedua sahabatnya wanitanya Karta dan Karto saling pandang lalu mengikuti.
Bagi orang biasa menuruni tebing yang tinggi itu seperti bunuh diri tetapi bagi Ki Kala Durga dan empat rekannya bukan sesuatu yang sulit karena ilmu Kanuragan mereka yang tinggi.
Lima orang berdiri di mulut Guha Hyang Sirah tanpa basa-basi Ki Kala Durga berkata dengan suara keras yang di lambari tenaga dalam hingga bergema ke mana-mana.
"Keluar Srengga kita bermain-main sebentar di luar".
Ki Srengga yang sedang memberikan wejangan pada ke dua muridnya Narpat Maja dan Larasati yang sekarang telah menjadi suami istri.
Ketiganya langsung berdiri berdiri dengan satu hentakan kaki mereka berada di depan Ki Kala Durga dan rekan-rekannya.
__ADS_1
"Murid murtad Kala Durga ada apa kau mengusik ku" Ki Srengga berkata dengan wajah keheranan.
_____*****_____