LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
146. Roh Mustika air panca warna


__ADS_3

"Cepat kau katakan bagai mana caranya untuk mengambil mustika air panca warna jangan banyak bercanda" sang Rajawali Api berkata menutupi rasa harunya.


"Pangeran harus bermeditasi atau tapa di batu itu sampai Roh mustika air panca warna mau berkomunikasi dan bersemayam di tubuh pangeran". Naga bumi Sabui memberi petunjuk.


(Author mengganti kata meditasi dengan Tapa dengan pertimbangan 1. Mengetiknya sedikit. ke 2 menimbang asal kata. ada satu Gmail masuk memberi masukan kata "Bertapa" lebih relevan dengan alur cerita LRA 🙏🙏🙏)


Pangeran Shun land duduk di batu di pinggir sumur Kahuripan jiwa, memulai Tapa Barata.


Pikiran, rasa dan perasaan di satukan tertuju kepada sang maha pencipta alam semesta, mata batinnya mulai terbuka melihat jiwanya, pangeran Shun land menguatkan lagi jiwanya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi sebagai wujud rasa syukur kepada sang maha Pencipta.


Setelah sekian lama kesadaran pangeran Shun land dan bertapa batinnya dan kesadarannya masuk ke dimensi Roh dia ingin berjumpa dengan guru batinnya.


Pangeran Shun land merasa meluncur dengan sangat cepat dan mendarat di Padang rumput yang sangat luas.


Dia melirik ke kanan dan ke kiri mencari sang guru batinnya tapi sayang yang di carinya tidak menampakkan diri.


Pangeran Shun land pun duduk termenung hatinya kecewa karena merasa di bohongin oleh sang guru batinnya.


Akhirnya pangeran Shun land ingat akan tujuan pokonya ingin menemui Roh mustika air panca warna, dia pun mulai bersemedi kembali mengulang dari awal.


Pangeran Shun land duduk bersila di tengah Padang rumput mengingat kembali pertemuan dengan Roh mustika api merah delima. Tanpa di sadari oleh pangeran Shun land Roh mustika api merah duduk di samping pangeran Shun land dan berkata.


"Kau ini memanggil ku tetapi setelah aku datang kau diam seribu bahasa".


Pangeran Shun land membuka matanya dan beringsut menjauh dari pria gagah dengan mata merah menyala.


"Kau siapa mengapa tiba-tiba berada di samping ku". Pangeran Shun land bertanya dengan hati-hati.


"Kau ini sungguh sangat menjengkelkan kau yang memanggil ku, setelah aku datang kau tidak mengenal ku, aku ini abdi mu roh mustika api merah delima yang bersemayam di ruang batin mu". mustika api merah delima menjawab dengan kesal.


pangeran Shun land berdiri dan memutari Roh mustika api merah delima melihat seperti melihat barang baru.


Tubuh Roh mustika api merah delima berkulit merah dengan garis-garis kuning sambung menyambung membentuk urat api, matanya merah menyala dengan bola mata tengah berwarna kuning.


Pangeran Shun land setelah melihat dengan seksama akhirnya duduk kembali di samping roh mustika api merah delima. Lalu berkata tapi matanya menatap jauh ke depan hamparan luas Padang rumput yang tak bertepi.


"Apa kau mempunyai kau nama". Pangeran Shun land bertanya.


"Tentu saja nama ku NA di belahan yang lain menyebut ku RA, tapi aku lebih senang di sebut mustika api". Roh mustika api merah delima menjawab apa adanya.


"Terangkan dirimu lebih lengkap biar aku lebih memahami". Pangeran Shun land bertanya lebih lanjut.


Sang roh mustika api merah delima diam termenung seperti memikirkan sesuatu tapi akhirnya menjawab.


"Pada hakekatnya aku ada di setiap manusia, aku sering menguasai mereka itu karena mereka tidak mengetahui bahaya menuruti ku, ada juga mereka yang memiliki sebagian dari diri ku, ada juga yang memiliki diri ku sepenuhnya,.....


Roh mustika api merah delima menceritakan dengan panjang lebar.

__ADS_1


Mustika api merah delima melanjutkan bicaranya


"Aku terbagi menjadi lima bagian sesuai dengan nama ku mustika api merah delima, arti yang lebih sederhana nama ku adalah mustika hidup lima sifat panas siapa yang mengenali diriku dan mengendalikannya dia akan menjadi manusia kuat tanpa tanding, dia bisa menang dengan musuh tanpa bertarung, dia menjadi agung tanpa menginjak keagungan lain,...


Sejatinya diri ku memiliki pasangan yang tidak bisa di pisahkan saling menutupi kelemahan satu sama lain dia adalah mustika air panca warna, kami memang saling bertolak belakang, bila di lihat sepintas seperti saling membunuh, tetapi bila mereka melihat dari dekat penuh kesadaran yang tinggi mereka akan sadar bahwa api dan air adalah suatu kesatuan yang utuh, tapi banyak dari mereka tidak menyadarinya.


Di antara bagian terpenting diri ku adalah amarah atau marah pasangan sifat ini adalah sabar suatu sifat yang pasif, hingga bila dia mengeluarkan bagian ku ini akan mengimbanginya dengan sifat mustika air panca warna yang terpenting juga yaitu sabar, hingga dia bisa mengontrol dirinya....


Tapi bila sabarnya yang lemah kemarahan akan muncul tapi tidak berlebihan, kau harus ingat dan memahami sifat marah hanya bisa di redam dengan sifat sabar.....


Yang kedua bagian dari diri ku adalah sifat sombong lawan dari sipat ini adalah rendah hati suatu sifat bagian dari mustika air panca warna,.....


Di alam nyata tubuh pangeran Shun land mengeluarkan cahaya merah membara, cahaya itu masuk kedalam sumur Kahuripan jiwa dan kembali ke tubuh Pangeran Shun Land bersama cahaya biru, selang beberapa saat cahaya merah masuk lagi ke dalam sumur Kahuripan jiwa dan kembali lagi ke tubuh Pangeran Shun Land.


Tubuh pangeran Shun land penuh dengan cahaya merah dan biru yang saling berpaut satu dengan yang lain terlihat sangat indah.


Naga bumi Sabui dan sang Rajawali Api yang duduk berdekatan terkesima melihat tubuh junjungannya. "Junjungan muda kita melebihi junjungan kita yang dahulu Garuda kau lihat Betapa agungnya dia bisa menyatukan dua sifat yang bertolak belakang". Naga bumi bicara sambil menyenggol tubuh sang Rajawali Api.


"Seperti kita berdua walau kadang saling bertengkar kita adalah pasangan abadi, Api dan air, udara dan daratan, panas dan dingin tinggi dan rendah, aku senang memiliki teman sejati seperti mu". Sang Rajawali Api mendekatkan wajahnya ke naga bumi Sabui.


Di dimensi alam Roh mustika api merah delima meneruskan bicaranya.


"Kau pun pernah terjebak dengan sifat sombong yang tersembunyi di ujung hati mu, tapi berkat ke sabaran mu kau bisa mengenali sifat sombong tersembunyi dan mengikisnya dengan kerendahan hati mu". Roh panca warna sambil bicara menoleh ke arah pangeran Shun land.


Mereka duduk berdua di Padang rumput yang tidak bertepi tidak ada sinar mata hari tapi terang seperti sore hari, angin bertiup sangat lembut.


"1. Amarah dengan Sabar. 2.Sombong dengan Rendah hati dan yang ketiga apa ??


Pangeran Shun land bertanya melihat Roh api tidak meneruskan bicaranya.


"Yang ketiga sifat yang ada pada diri ku adalah sifat Ria tau ingin selalu di puji, lawan sipat ini adalah ikhlas ini pun sifat mustika air panca warna,....


Sebelum sempat Roh mustika api merah delima melanjutkan bicaranya, sebuah sinar biru datang dari atas di depan mereka dan berubah jadi sosok manusia yang berkulit biru wajah cantik mata mengeluarkan tatapan kebiruan menyejukkan hati dan jiwa.


Roh mustika api merah delima hanya diam saja tidak menampakan rasa kaget.


"Itulah yang kau ingin temui namanya CI Roh mustika air panca warna". Roh mustika Api merah delima menunjuk kearah Roh mustika air yang baru datang.


Roh mustika air panca warna mendekati Roh mustika api merah delima, dan langsung memeluknya, sambil berkata


"aku sudah ribuan tahun menantikan ada manusia yang bisa menyatukan diri kita".


Setelah berpelukan Roh mustika air panca warna berlutut di hadapan pangeran Shun land dan mengucapkan ikrar janji sumpah setia.


"Aku CI Roh mustika air panca warna akan mengabdikan diri pada pangeran". Setelah mengucapkan ikrar janji meletakan dahinya ketanah tiga kali.


"Sudah bangunlah, Roh mustika Air panca warna, dan kau Roh Api merah delima teruskan bagian ke empat dan kelima dari sifat yang engkau miliki". Pangeran Shun land seakan tidak begitu memperdulikan kedatangan Roh mustika air panca warna.

__ADS_1


"Yang akan menjelaskan adalah Pasangan ku Roh mustika air panca warna". Roh mustika api merah delima bicara sambil menunjuk ke arah Roh mustika air panca warna yang duduk di sebelah kiri pangeran Shun land.


Di alam nyata cahaya merah masuk lagi ke sumur Kahuripan jiwa tapi kali ini dia keluar dengan cahaya biru yang lebih besar,


Cahaya merah membara dan cahaya biru berdampingan mengelilingi seluruh tubuh pangeran Shun land, kedua cahaya itu sangat seimbang tidak ada yang mendominasi saling mengimbangi saling melengkapi.


"Kau lihat naga bau tanah junjungan kita telah berhasil menundukkan mustika air panca warna, sudah ku katakan dia itu penerus ku yang menyandang gelar ku, Legenda Rajawali api" sang Rajawali Api membusungkan dadanya dengan pongah.


"Sudah lah jangn terlalu bangga nanti kau nangis lagi kaya tadi" Naga bumi Sabui menyindir.


"Aah kau ini Sahabat yang tidak asiiiiiik tidak boleh melihat sahabatnya senang sedikit". Sang Rajawali Api berpaling dari naga bumi Sabui.


Di dimensi Roh, Roh mustika air panca warna melihat ke arah pangeran Shun land lalu bicara.


"Kau yakin aku harus menjelaskan pada mu padahal kau sendiri sudah memahami dan memilikinya".


Pangeran Shun land mendengar ini sedikit berkerut keningnya tapi dia segera menjawab. "Aku yakin ingin mendengar langsung hingga diri ku lebih memahami sifat-sifat yang ada pada diriku".


"Baiklah itu lebih bagus ini menandakan hati mu benar-benar penuh rasa rendah hati. Yang ke 4 dan ke 5 adalah sifat iri dan dengki, Iri lawannya sifat murah hati kau sendiri sangat murah hati terhadap bawahan mu kau perlakukan bagai sederajat, dan yang ke lima sifat dengki lawannya sipat Ghibthoh. Ini juga Kau miliki lebih dari orang-orang di sekitar mu, kau akan mera senang bila orang di sekitar mu senang bahkan kau bisa sejauh ini karena kau ingin semua Rakyat mu bahagia dan sejahtera". Roh mustika air panca warna menjelaskan dengan lemah lembut penuh kasih sayang dan kesabaran.


Pangeran Shun land terdiam dan memahami apa yang di jelaskan Roh mustika air panca warna, lalu dia pun bertanya pada pertanyaan yang sangat membingungkan hatinya.


"Lalu bagai mana caranya aku mengunakan kekuatan kalian berdua". Pangeran memandang bergantian ke arah dua roh mustika api dan air bergantian.


Mendengar ini Roh mustika air panca warna tersenyum lembut dan menjawab dengan lembut dan sabar.


"Itu jangan di buat susah pangeran, umpamakan adalah tungku, di luar api membakar di dalam air yang mengimbangi panas api, bila panas api berlebihan tambahkan air, bila api berkurang buanglah air, agar suhu tunggu itu selalu stabil, apa kau mengerti pangeran".


Pangeran Shun land mendengar ini sangat kaget dia yang sudah mencoba berbagai cara dan masih saja belum mendapatkan jalan keluar sampai bertahun-tahun ternyata jalan jawabannya sangat mudah dan sederhana yang Siring dia lihat sehari-hari orang yang sedang memasak air.


"Saya mengerti terima kasih sahab NA mustika api merah delima dan terima kasih sahabat Ci mustika air panca warna aku akan segera kembali ke ragaku".


Dua roh tingkat tinggi ini mengangguk, sebenarnya yang mengawasi pangeran Shun land di dimensi ini bukan kedua Roh api dan air, tapi ada Roh sumpit raja neraka dan Roh kendi manik astagina mereka tidak berani menampakkan.


Pangeran Shun land lalu duduk bersemedi dan memejamkan matanya, kedua roh mustika api merah delima dan Roh mustika air panca warna berubah menjadi cahaya dan masuk ke pangeran Shun land, begitu juga kedua roh kedua pusaka berubah menjadi dua cahaya kekuningan dan masuk ke tubuh Pangeran Shun land.


Pangeran Shun land seperti masuk sebuah lorong panjang dengan sangat cepat dan berakhir di sebuah pinggir sumur Kahuripan jiwa.


Di alam nyata dua cahaya merah dan biru masuk ke dalam tubuh pangeran Shun land dan sebuah sinar dari dasar sumur Kahuripan jiwa keluar dan masuk ke dalam tubuh pangeran Shun land.


Setelah sinar itu masuk ke tubuh pangeran Shun land, kesadaran pangeran Shun land kembali dan membuka matanya mengakhiri semedi dan Tapabratanya.


(maaf di chapter ini sangat panjang lebar hanya menceritakan MC di suatu keadaan, tapi tidak bisa di singkat karena ini termasuk inti dari cerita ini, yang menemani MC menjadi tokoh pembela keadilan).


...****************...


SALAM NUSANTARA

__ADS_1


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2