
Antaka pendekar syair kematian mendengar laporan anak buahnya, tanpa berpikir panjang keluar dari perguruan Badak liar setelah memerintahkan salah satu kepercayaannya untuk menggantikannya.
Dengan ilmu saipi angin nya tidak membutuhkan waktu lama sampai ke istana yang porak-poranda terlihat di sana putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru sedang mengatur membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh.
"Putri di manakah sang paduka raja dan bagai mana nasib sang Ratu SHI khal dan permaisuri kerajaan".
Antaka pendekar syair kematian memberondong putri Dian Prameswari dwibuana dengan wajah cemas dengan keselamatan keluarga istana.
Putri Dian Prameswari dwibuana kaget bukan kepalang Dengan cepat meloncat ke belakang sambil mencabut pedang di sangkanya musuh yang menyerang.
Kekagetannya mereda setelah melihat siapa yang datang segera menyarangkan pedangnya.
Inilah kelebihan ilmu Saipi angin yang sudah mencapai tingkat tinggi seolah penggunanya berpindah tempat.
"Paman Antaka membuat kaget saja, tenang paman seluruh keluarga besar istana selamat dan paduka raja ada di penginapan Kembang Tanjung sedang memulihkan diri sehabis bertarung dengan Mara Deva dan gurunya", Putri Dian Prameswari dwibuana menjawab dengan tenang.
Dengan sekali suit empat orang berdiri di depan Antaka.
"Laporkan dengan detail seluruh kejadiannya". Antaka bertanya pada telik sandi yang bertugas di ibukota dan istana kerajaan.
"Lapor untuk saat ini keadaan sudah terkendali, panglima Tarpa dan laksamana Sarpa mengatur pasukan musuh yang menyerah, seluruh pasukan itu di kerahkan untuk membantu keadaan kota yang berantakan".
Salah satu dari keempat telik sandi melapor.
Yang satu lagi memberikan laporan.
"Pada sat itu tuan Bajul Pakel datang mengawal permaisuri Dewi Sumayi yang ingin menemui paduka raja Shun land,...
Dan Tuan Bajul Pakel dan laksamana Sarpa memerintahkan seluruh istana untuk mengungsi dengan empat kapal menuju ke selatan, karena ibu kota kerajaan akan di serang 200 Kapal besar armada laut Naga hitam, sedangkan armada kita hanya sekitar 100 kapal, karena armada Inong balee Laksamana Keumala Hayati sedang berada di pelabuhan Brantas".
Yang ketiga memberikan laporan pada Antaka.
"Seluruh penduduk kota di ungsikan dengan cepat pada hari ini juga, di iring sepertiga pasukan sisa pasukan yang di berangkatkan untuk menyerang pelabuhan Badak liar, saat tengah malam armada laut Naga hitam datang dengan peralatan perang yang lengkap tetapi seluruh penduduk dan keluarga besar istana sudah tidak ada di tempat".
Telik sandi yang ke 4 pun memberi laporan.
__ADS_1
"Esoknya 6000 pasukan menyerang ibu kota pintu gerbang kota hancur di hantam panah besar berapi dan seorang penunggang Naga hitam yang mengeluarkan Api dari mulutnya membakar seluruh kota dan istana kerajaan,
Tidak lama datang Paduka raja menunggang Sang Rajawali Api yang sangat besar,.....
Mereka pun bertarung, saat penunggang Naga hitam akan di kalahkan paduka raja Shun land seorang laki-laki datang menyelamatkannya dengan sangat cepat begitulah yang dapat kami laporkan tuan panglima".
"Pergilah ke selatan menyusul permaisuri dan seluruh keluarga istana kabarkan bahwa paduka raja memenangkan pertarungan melawan Mara Deva".
Antaka memberikan perintah dengan tegas.
Meraka berempat secepat kilat menghilang dari pandangan putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru.
Antaka pergi ke penginapan Kembang Tanjung di sana bertemu putri Dian Prameswari dwibuana yang belum saling kenal.
Putri Serindang bulan melarang Antaka menemuinya karena Shun land berpesan tidak ada yang boleh mengganggu siapa pun yang datang.
Sementara panglima Tarpa memerintahkan armada laut Naga hitam untuk masuk ke pelabuhan tetapi hanya separuh kapal yang bisa bersandar.
Untuk mengatasi hal ini panglima Tarpa membuat dermaga lebih masuk ke dalam dan membuat tiang pancang sementara.
Seluruh pasukan pasukan Naga hitam berjumlah 40.000 yang terbagi dari 200 kapal setiap kapal memuat 200 pasukan dan 25 kru kapal.
Dalam perbekalan makanan pasukan Naga hitam milik Asvaghosa memiliki persediaan yang cukup untuk beberapa bulan, memang ini sudah di rancang Asvaghosa untuk menundukkan daerah yang sangat jauh sampai ke daratan Sula.
Persediaan makanan pasukannya kuat bertahan sampai 6 bulan lebih bila di hemat sampai 9 bulan.
Armada laut Naga hitam sangat terkenal di seluruh penjuru dunia pada saat itu, Bangsa-bangsa bagian barat menyebut armada laut Naga hitam dengan sebutan pasukan Karekes.
Tidak di sangka pasukan besar ini takluk oleh seorang Raja muda hanya dengan satu kali pertarungan.
Kejadian ini membuat gempar di seluruh penjuru negri bahkan sampai negeri-negeri di bagian barat dan timur jauh.
Di seluruh pelosok negeri di setiap kedai atau pun sekumpulan orang semuanya membicarakan jatuhnya Pasukan Naga hitam.
Kemenangan Shun land atas Mara Deva menjadi trending topik masa itu.
__ADS_1
Di kalangan dunia persilatan Raja muda Shun Land mempunyai julukan pendekar Rajawali Api.
Nama pendekar Rajawali api menjadi icon keadilan dan kebenaran, kemenangan ini menjadi simbiosis bahwa kebenaran selalu menang melawan angkara murka.
Mata Shun land terbuka setelah sekian lama bermeditasi menurutnya hanya tiga hari bermeditasi memulihkan kondisinya dan menstabilkan kekuatan barunya.
Terlihat putri Serindang bulan yang tertidur di dekatnya hati Shun Land terenyuh melihat kesetiaan dan rasa bela putri Serindang bulan terhadapnya.
Shun land membopong tubuh putri Serindang bulan ke pembaringan tapi saat Shun land akan beranjak tangannya di pegang erat.
Shun land menatap wajah cantik berkulit putih mata sayu sedikit sipit sekilas mirip permaisuri May Lien hanya berbeda pengawakan putri Serindang bulan lebih tinggi.
"Kita tidak seharusnya berada di satu ruangan berdua akan menimbulkan fitnah".
Shun land berkata dengan lembut dan duduk di tepi pembaringan tetapi putri Serindang bulan tidak mendengarkan malah bangkit dan memeluk dari belakang.
Shun land tidak menolak atau pun merespon, di benaknya masih terbang yang pertama datang mengkhawatirkan dengan wajah sendu mengkhawatirkan dirinya setelah bertarung melawan Mara Deva.
Bersamaan dengan itu suara pelayan manggil putri Serindang bulan untuk makan.
"Tuan putri makanan sudah siap".
Semuanya menghormati putri Serindang bulan karena Shun Land memberikan pesan pada para pelayan untuk menghormati putri Serindang bulan seperti menghormatinya sebelum bersemedi.
Di perkuat putri Dian Prameswari dwibuana yang memberikan perintah kepada para prajurit untuk menjaga penginapan dan harus mematuhi perintah putri Serindang bulan dari Rijang Renah Selawi.
"Kita makan bersama aku sudah lapar". Shun land berdiri di ikuti putri Serindang bulan.
"Maaf paduka saya terbawa suasana berbuat tidak sopan pada paduka". Putri Serindang bulan bicara wajahnya sambil menunduk sedikit memerah.
Shun land hanya mengangguk dan tersenyum mereka pun berjalan keluar menuju tempat makan.
Begitu keluar pasukan yang berjaga segera berlutut dan menundukkan kepala.
"Bangunlah kalian panggil paman Antaka, putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru, katakan semua pejabat tinggi suruh menghadap ku, dan kabarkan pada guru Dan eyang Ki Bagus Atma aku sudah bangun dari meditasi".
__ADS_1
Shun land memberi perintah dengan tegas.
__________*****___________