
"Baik putri saya izin undur diri, para penjaga kalian semua harus benar-benar menjaga keselamatan ketiga tamu kehormatan istana". Penasehat kerajaan tuan Bungaran menjawab dan memberi wejangan pada seluruh prajurit.
Putri Serindang bulan kembali menemui permaisuri yang menunggu di dalam.
"Tuan permaisuri sebelum menemui paduka raja mohon izinkan saya menyampaikan sesuatu pada tuan permaisuri semoga tuan permaisuri mengampuni saya setelah saya bercerita".
Putri Serindang bulan berkata sambil menunduk dagunya hampir menyentuh dada.
"Ceritakanlah putri jangan sungkan-sungkan saya akan mendengarkan saya berjanji tidak akan marah apapun yang akan putri ceritakan".
Jawaban permaisuri Dewi Sumayi sangat melegakan hati putri Serindang bulan.
Hingga putri Serindang bulan tidak ragu-ragu menceritakan semua kejadian yang terjadi di penginapan waktu bermalam bersama dengan Shun Land.
"Begitu lah yang ingin saya sampaikan saya siap menerima hukuman apapun yang akan permaisuri jatuhkan pada saya". Putri Serindang bulan mengakhiri ceritanya.
Permaisuri Dewi Sumayi tidak langsung menjawab seperti berpikir tapi kemudian berkata dengan santai bagai tidak ada kejadian yang besar.
"Putri Serindang bulan masalah ini jangan kau ceritakan pada siapapun dan sementara di sini bersikaplah seperti biasa masalah hukum akan ku berikan ketika kita berada di istana kerajaan Rijang Renah Selawi sekarang kita ajak aku keluar untuk makan perut ku lapar sekali".
Permaisuri Dewi Sumayi sambil bicara memegang kedua bahu putri Serindang bulan di akhiri dengan pelukan hangat kepolosan putri Serindang bulan membuat permaisuri Dewi Sumayi mengingat dirinya yang dulu.
"Tuan permaisuri kenapa tuan putri tidak marah kepada saya" putri Serindang bulan bertanya keheranan.
"Mengapa harus marah kepada orang yang memberikan hidupnya untuk membela dan berani mengorbankan jiwanya untuk seorang yang sangat aku sayangi, sudah lah jangan kau pikirkan kita akan membicarakan ini setelah kita berada di istana Rijang Renah Selawi".
Mendengar ini putri Serindang bulan tidak berkata lebih jauh dia segera mengajak permaisuri Dewi Sumayi keluar untuk menemui Shun Land di ruang utama istana kerajaan Nagur.
"Salam hormat pada permaisuri". Seluruh isi ruangan utama istana Berdiri dan membungkukkan badan menghormat pada permaisuri Dewi Sumayi yang memasuki ruangan.
Setelah sampai di hadapan Shun Land permaisuri Dewi Sumayi berlutut sambil menangkupkan kedua tangannya di depan wajah.
"Salam hormat dan sembah bakti saya haturkan kepada paduka raja semoga paduka dalam keadaan sehat dan sejahtera".
__ADS_1
"Bangunlah kapan kau sampai kesini". Shun Land bertanya pura-pura tidak mengetahui permaisuri Dewi Sumayi yang di yang di tahan pasukan kerajaan atas perintahnya.
"Tadi pagi bersama kak Boma tapi ketika sedang menyaksikan paduka sedang bertarung di arena latih tanding saya bersama kak Boma di tangkap dan di tahan atas tuduhan memasuki kerajaan tanpa izin, paduka harus menghukum mereka dan mengembalikan seluruh uang kami hasil dari taruhan kami". Permaisuri Dewi Sumayi bersungut-sungut menceritakan kejadian yang menimpanya.
Penasehat kerajaan tuan Bungaran dan ketiga menantu raja Narayad Damadik hampir tidak tahan menahan tertawa mendengar permaisuri Dewi Sumayi bercerita.
"Bagai mana aku menghukum orang yang berada di luar kerajaan ku, di sini aku tidak mempunyai kekuasaan untuk menghukum orang kerajaan Nagur adalah sahabat Tarumanagara bukan bawahan kerajaan Tarumanagara mereka menahan permaisuri juga suatu tindakan yang benar karena permaisuri telah melanggar hukum memasuki wilayah kerajaan Nagur tanpa izin".
Shun Land berkilah sambil menjelaskan panjang lebar bahwa tindakan permaisuri Dewi Sumayi adalah salah.
Ketiga menantu raja Narayad Damadik mendengar Shun Land memberikan penjelasan dan tetap menyalahkan tindakan permaisurinya merasa kagum akan kebijaksanaan Shun Land yang tidak memandang bulu walau pun dia istrinya tetap di katakan salah tanpa ragu-ragu.
Permaisuri Dewi Sumayi menghadap ke tiga menantu Raja Narayad Damadik dan pada penasehat kerajaan tuan Bungaran seraya membungkukkan badan sambil menangkupkan kedua tangannya di depan muka lalu berkata dengan jelas.
"Maaf Pangeran dan penasehat kerajaan atas kesalahan saya memasuki wilayah kerajaan Nagur tanpa izin".
"Sudahlah permaisuri kita lupakan peristiwa ini mari kita ke ruangan makan" salah satu putri Narayad Damadik istri Naraga berkata dan menghampiri permaisuri Dewi Sumayi mempersilahkan untuk menuju ruangan jamuan istana.
Setelah mereka sampai di ruangan jamuan istana terlihat di sana Boma sudah duduk di salah satu kursi tangannya sibuk memasukan makanan ke mulutnya.
Ketiga menantu raja Narayad Damadik keheranan karena mereka tidak mengenal Boma, tetapi penasehat kerajaan tuan Bungaran segera menjelaskan bahwa Boma adalah kakak dari Shun Land mereka baru mengerti.
Boma berdiri memberi hormat ketika semua orang akan duduk seraya berkata.
"Maaf pada ketiga pangeran beserta putri dan pada penasehat kerajaan tuan Bungaran saya mendahului makan karena cacing di perut saya sudah berdemo".
"Silahkan lanjutkan nak Boma maaf atas insiden tadi". Penasehat kerajaan tuan Bungaran menjawab.
"Tidak apa-apa tuan penasehat saya sudah mengerti dan paham trik dan intrik yang ada di istana". Boma mengucap kalimat sindiran sambil melirik ke arah Shun land penuh arti.
Shun Land yang di lirik Boma menampakan mimik datar seolah-olah tidak ada apa-apa.
Setelah selesai makan bersama Shun Land dan permaisuri Dewi sumayi di antara ke bangunan yang sama ketika di tahan.
__ADS_1
Walau pun bangunan itu seperti tempat pemujaan tetapi di sana juga lengkap dengan kamar istirahat yang mewah dan perabotan lainnya bila di bandingkan ruangan lainnya bangunan ini yang paling mewah.
Sedangkan Boma dan putri Serindang bulan memilih tidur di penginapan dengan alasan lebih bebas tidak terikat peraturan istana.
Di dalam kamar putri Serindang bulan tidak bisa tidur di pembaringan dia menatap langit-langit kamar penginapan pemikiran selalu di ganggu ucapan permaisuri Dewi Sumayi yang akan menghukumnya di istananya sendiri ini menjadi beban karena akan menjatuhkan martabatnya sebagai seorang putri.
Tetapi akhirnya putri Serindang bulan pasrah harus menerima hukuman atas kesalahannya karena tidak berusaha menolak Shun Land berhubungan badan.
Dalam pemikiran putri Serindang bulan dia harus bersikap kesatria menghadapi semuanya.
Lama-lama putri Serindang bulan tertidur pulas karena kelahan.
Keesokannya harinya Shun Land berpamitan untuk pulang ke kerajaan Rijang Renah Selawi mengantarkan putri Serindang bulan.
Sang legenda Rajawali Api sudah berada di arena latih tanding keprajuritan menunggu sang tuan.
Para prajurit mereka bergerombol melihat sang legenda Rajawali Api dari jarak yang sangat dekat mereka sangat merasa beruntung bisa melihat hewan dalam mitos.
Shun Land berjalan di depan berdampingan dengan permaisuri Dewi Sumayi di iringi putri Serindang bulan dan Boma yang penuh dengan bawaan koin emas hasil taruhan.
Ketiga menantu raja Narayad Damadik dan penasehat kerajaan tuan Bungaran ikut mengantar.
Setelah berbasa-basi Shun Land meloncat ke punggung sang Rajawali Api di ikuti permaisuri Dewi sumayi, putri Serindang bulan dan Boma.
Dengan menghentakkan kedua kakinya sang Rajawali Api melesat ke angkasa dengan gagahnya, tiga kali teriakannya terdengar ke seluruh kota kerajaan Nagur sebagai kata perpisahan pada seluruh penduduk.
______*****______
Terima kasih untuk semua yang setia pada cerita LRA.
SALAM NUSANTARA
SALAM GARUDA PERKASA
__ADS_1