
Hati sang Ratu menjerit ke sang maha pencipta takdir, "selamat kan putra ku wahai yang mempunyai kehendak takdir"
Tapi di antara mereka ada yang tidak mempunyai ekspresi khawatiran berbeda.
Dia adalah tetua agung khal San, menurut dia, apabila pangeran Shun Land, kalah akan ada imbas pada keluarganya.
Tetua agung Khal San, khawatir semua kalangan istana, menuduh dibalik kejadian ini adalah keluarga besarnya.
Padahal secara kebenarannya dirinya pun tidak mengetahui asal muasal pendekar penunggang kuda hitam ini.
Angin puyuh yang menyelimuti, pendekar penunggang kuda hitam ini, semakin besar dan memiliki hawa dingin yang menusuk tulang.
Terdengar suara di dalam jiwa pangeran Shun Land.
"Pangeran segera gunakan ilmu saipi api, jurus yang kedua, saipi Geni membakar jiwa, gabungkan dengan jurus saipi angin kecepatan, Serang langsung ke bagian dadanya"
"Aku memang sudah memahaminya tapi aku belum pernah melatihnya, bagaimana kau yakin aku bisa mengatasi jurus pendekar ini" pangeran Shun Land, mendebat perkataan sang Rajawali api
"Sudah gunakan saja, buat ini seperti latihan, yang terpenting jangan ada keraguan di hatimu, gunakan kekuatan api mu untuk melapisi kulitmu sebagai pertahanan" sang Rajawali api menepis keraguan pangeran Shun Land.
Sang Rajawali api, memang ingatannya belum kembali, tapi tentang teknik bertarung dan ilmu olah kanuragan itu masih menempel kuat di memorinya, karena ilmu tersebut mendarah daging di dirinya.
Pangeran Shun Land, segera memperagakan jurus kedua dari ilmu saifi geni, dan dalam penyerangan digabungkan dengan Syaiful angin jurus pertama.
Tiba-tiba seolah pangeran Shun Land menghilang dari pandangan mata.
Padahal sejatinya dia melesat masuk ke dalam jurus angin puyuh sang pendekar penunggang kuda hitam.
Tidak ada yang, tidak menahan nafas, semuanya tegang menanti kelanjutan pertarungan ini.
Apalagi melihat sang pangeran hilang dari pandangan mata biasa, hanya orang-orang yang memiliki ilmu kanuragan tingkat tinggi yang mengetahui bahwa sebenarnya pangeran Shun Land, yang menyerang duluan.
Sesaat kemudian angin puyuh pun hilang, debu debu berterbangan kembali ke tanah
Terlihat di sana tinju pangeran Shun Land, berhenti di jarak 1 mili senti, dari dada pendekar itu.
Keluarlah bait-bait syair dari mulut pendekar penunggang kuda hitam itu, dengan suara yang lirih mengiris hati
"Dalam perjalanan jiwa syair kematian
Mendapatkan takdir yang mengecewakan
"Aku terjatuh dalam kenistaan
Yang aslinya ingin merengkuh keagungan
Tapi kenyataan takdir mengecewakan
"Matahari menertawakan ku penuh keangkuhan.
Bila pangeran menghendaki ambillah apa yang menjadi hak mu
"Jiwaku yang telah tergadai kekalahan ini
Menerima hangatnya jemputan maut
"Tapi ingatlah namaku Pendekar syair kematian
__ADS_1
Mati karena tubuh anugerah 4 lintang ke5 pancer
Tetapi tindakan Pangeran Shun Land, sungguh di luar dugaan.
Dia Segera membangunkan pendekar itu, penuh welas asih.
"Paman tidak ada yang berhak mengambil satu nyawa, walaupun itu hanya nyawa seekor semut, selain sang maha kuasa"
"Kita tidak pernah ada permusuhan, mungkin tindakan paman didorong oleh sesuatu yang tidak bersebab, andaikan boleh aku ingin berjabat tangan dengan paman, sebagai sahabat, atau pun teman, bahkan paman akan ku anggap, seperti pamanku sendiri"
Mendengar perkataan pangeran Shun Land,
Pendekar syair kematian terdiam, wajahnya tertunduk penuh dengan rasa kekaguman dan rasa hormat
Keluarlah dari bibir pendekar syair kematian, suatu syair pendek
"Aku bersumpah dengan kematianku sendiri
Bahwa aku akan mengabdikan diri
Dengan segenap jiwa dan ragaku
Aku akan tunaikan sumpahku ini"
"Sudahlah paman anggap ini sesuatu takdir, bila Paman tak keberatan menginap di sini beberapa hari" pangeran Shun land menjawab, dan dibalas dengan sebuah anggukan.
Semua yang melihat bertepuk tangan dengan gembira, dengan ini kerajaan Kutai khal, bertambah satu pendekar yang sangat kuat.
Dengan bergabungnya pendekar syair kematian, semakin kuat lah daya tempur Kerajaan Kutai khal.
Sebenarnya mereka semua sangat sangat kebingungan dari mana pangeran Shun Land, belajar hingga bisa memiliki ilmu olah kanuragan sangat tinggi.
Mereka berdua pun berjalan mendekati sang ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun.
"Bunda Ratu dan ayahanda, sebaiknya sidang pengadilan kakang Khal Shugal, di undur sampai waktu yang tidak ditentukan" pangeran Shun Land memberikan permintaan, kepada sang Ratu dan perdana menteri Jhasun.
Perdana menteri Jhasun, akhirnya memberikan pengumuman dan mempersilahkan seluruh yang menghadiri persidangan, untuk kembali ke kediaman masing-masing.
"Paman Djata tolong urus kuda paman pendekar ini dengan baik, dan siapkan satu kamar untuknya, di tempat para tamu kerajaan" pangeran Shun Land memberi perintah kepada kepala pengawal istana Djata.
"Paman pengawal, Tian agan dan yu asri haring, segera lah ke kediaman tuan tabib Lau lien, untuk mengobati luka-luka kalian"
Pangeran Shun Land menyuruh Tian agan dan yo asri haring.
Sebelum keduanya pergi pendekar syair kematian melemparkan dua buah pil berwarna hijau kebiruan ke arah Tian agan dan Yu asri haring.
"Minumlah setelah minum bermeditasi lah besok kalian akan sembuh dan tenaga dalam kalian akan meningkat"
Pendekar syair kematian memberikan arahan ke Tian agan dan yu asri haring.
"Terima kasih pendekar, pangeran, paduka Ratu dan paduka perdana menteri, kami berdua izin undur diri"
Keduanya kembali ke asrama para pengawal dalam istana.
Sang ratu SHI khal, perdana menteri Jhasun, dan tiga lainnya, masuk ke istana, untuk menjamu pendekar syair kematian yang telah bergabung dengan kerajaan Kutai Khal.
Mereka pun menuju aula istana, tempat di mana para tamu kerajaan disambut.
__ADS_1
Sesampainya di sana para pelayan di perintahkan oleh sang ratu, untuk menyiapkan makan dan minuman.
Tidak berapa lama pelayan-pelayan itu membawa makanan dan berbagai buah-buahan serta minuman khas Kerajaan Kutai khal.
Mereka semua menikmati makanan, di awali oleh sang ratu SHI khal, dan di ikuti mereka semua
Setelah makan selesai, di lanjutkan memakan buah-buahan sebagai makanan penutup.
Pangeran Shun Land memulai pembicaraan yang ringan-ringan.
"Paman pendekar, andaikan di bolehkan tahu, siapakah Paman ini, dan dari manakah asal paman.
"Nama asliku Antaka, asalku dari seberang lautan jauh, tepatnya daratan luas Dwipa, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pangeran dan kepada paduka Ratu dan paduka perdana menteri, saya pun memohon maaf sebesar-besarnya oleh karena tindakan saya ini, keadaan istana menjadi kacau" Antaka memperkenalkan diri kepada pangeran Shun land dan lainnya.
"Taman Antaka ceritakanlah, dari awal hingga Paman bisa sampai di sini"
Pangeran Shun Land menyelidik.
"Begini kejadiannya pangeran......
Antaka ini aslinya adalah orang baik-baik, tapi Antaka memiliki jurus syair kematian.
Jurus ini bisa menghipnotis lawan, dan dengan jurus syair kematiannya.
Antaka bisa menyerang dari jarak jauh, serangannya pun sangat berbahaya dan mematikan.
Hingga dia digelari dengan julukan pendekar syair kematian.
Antaka berguru ilmu olah kanuragan kepada seorang sepuh di daratan luas Dwipa bagian barat, atau disebut oleh daerah setempat dengan nama ujung kulon.
Guru Antaka ini berada di dekat gunung Merapi.
Di suatu ketika Antaka ditugaskan untuk pergi ke daratan luas Utara.
Tugas ini untuk menemukan seorang bayi laki-laki dengan tubuh 4 lintang kelima pancer
Gurunya memerintahkan apabila Antaka menjumpainya, segera tantang dia untuk berduel.
Hanya itu yang dikatakan oleh gurunya, sebenarnya antaka sendiri pernah menanyakan untuk apa dirinya menantang duel dengan pemilik, akan tetapi gurunya tidak menjelaskannya.
Antaka pun menjelaskan bahwa dia mendapatkan informasi tentang Pangeran Shun land memiliki tubuh 4 lintang kelima pancer.
Ketika berada di sebuah kapal.
Antaka secara tidak sengaja mendengar pembicaraan.
Ketiga pendekar yang sedang membicarakan, tentang seorang pangeran dari kerajaan Kutai Khal.
Yang memiliki tubuh 4 lintang kelima pancer.
...****************...
tidak terasa sudah 20 hari semenjak Rilis 16-09 2022.
terima kasih. sahabat sahabat NOVELTOON yang telah setia mengikuti tulisan ini.
sehat selalu Aamiiin 🙏🙏🙏
__ADS_1