LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
41.Roh mustika api merah delima


__ADS_3

Keterangan naga bumi Sabui, hati sang Rajawali api merasa tenang,


"Sekarang terangkan pada ku bagai mana kau mengetahui bahwa aku dan tuan muda ku, akan menemui mu di sini" sang Rajawali api, bertanya yang kedua kalinya.


Naga bumi Sabui merasa gram seolah dirinya di permainan, oleh sang Rajawali api, dia mendengus kesal


"Apa maksudmu bertanya seperti itu sampai dua kali, apa kau sengaja menantang ku untuk bertarung, walau kau punya api abadi yang tak habis-habis aku tidak takut, apa mungkin otak mu tak waras akibat ledakan besar itu"


Naga bumi Sabui, matanya mulai merah menyala, dia merasa di permainkan oleh sang Rajawali api, setelah ribuan tahun telah rela menunggu, untuk sesuatu yang besar, ternyata di anggap sebuah lelucon, oleh sang Rajawali api.


Di tengah amarah naga bumi Sabui, mulai memuncak, pangeran Shun Land mulai siuman dari pingsannya.


Pangeran Shun Land, membuka matanya, ingatannya mulai kembali lagi, saat saat sebelum pingsan, terbayang kembali.


Suara itu masih terngiang-ngiang di pendengarnya, "siapa dia yang berbicara di alam jiwa ku"


Pangeran Shun Land mulai duduk kembali bermeditasi tapi bukan untuk menyerap hawa murni panas, tapi bermeditasi untuk menjernihkan pikiran dan perasaannya.


Perlahan lahan dia mengingat proses meditasi, yang di dilakukannya tadi,


"Aku harus mengenalnya, mengetahui sifat-sifatnya, baru bisa menaklukkannya"


"Ada 4 unsur yang ada di diri ku, 1.api, 2.air, 3.angin, 4.bumi"


Mata batin Shun land kembali lagi ke alam jiwanya, dia melihat jiwanya merah membara, penuh kemarahan, kebencian, kesombongan, merasa kuat, merasa ingin mengadili,


"Api adalah bentuk kasar dan nyata, tapi di dalam tubuh berdesir seperti darah, kadang tenang kadang mendidih....


"Dalam sifat api selalu keatas, dan mudah terbawa kemana angin mengarah...


"Api dalam rasa adalah amarah atau kemarahan, kemarahan harus ditaklukkan,


" api sifatnya panas, yang dapat mendinginkan, adalah sifat air


"Air selalu kebawah tapi tak di rendahkan


"Air wujud kasar sedang dalam tubuh adalah darah putih


"Air dalam sifat adalah kerendahan hati dan keikhlasan hati


"Air adalah lawan api, panasnya api akan mereda bila kesejukan air datang


"Amarah tidak akan mereda bila hati tidak ada keikhlasan dan kerendahan hati

__ADS_1


"Keikhlasan hati dan kerendahan hati tidak akan ada bila tidak bisa merasakan kasih dan sayang sang maha pencipta.


"Penyebab amarah meluap adalah kejadian sesuatu hal, dan kejadian hal tersebut adalah kehendak sang maha pencipta.


"Aku paham sekarang, wahai Roh api datang lah, engkau tidak akan bisa mempengaruhi jiwa ku, semakin panasnya engkau, semakin nampak ketidak berdayakan engkau.


"Sebenarnya engkau membara, semakin engkau membutuhkan kesejukan


"Tidak ada kesejukan jiwa, bila jiwa itu jauh dari dari kasih sayang sang maha pencipta.


Warna jiwa pangeran Shun Land, merah membara, menampakan titik biru di tengahnya semakin lama semakin besar, warna biru itu tenang tidak terpengaruh, warna merah membara,


Semakin banyak warga merah membara menekan, warna biru semakin besar mengimbanginya,


Mata batin pangeran shun Land melihat seberkas sinar merah menghadap dan bersujud di hadapannya,


"Aku roh mustika api merah delima akan mengabdi padamu, secara fisik aku tunduk dan menyatu dengan tubuhmu, secara roh aku tunduk kepada sang maha pencipta, selagi kau tunduk padanya, aku pun tunduk padamu"


Setelah bersuara sinar itu masuk kedalam jiwa, kini jiwanya ada satu titik merah terang di bungkus warna biru laut


Di lain sisi di samping jiwa jiwa pangeran Shun Land, sebuah sinar ungu menunduk, Roh sumpit raja neraka


"Aku tidak salah memilih tuan, salam pangeran"


Di luar, sang Rajawali api dan naga bumi Sabui, menyaksikan kejadian yang jarang bahkan belum pernah mereka melihat, peristiwa langka ini terjadi.


Di mana tubuh manusia mengeluarkan hawa panas luar biasa, tapi kemudian berubah dingin, tapi api itu tidak padam,


Terlihat dari luar, tubuh pangeran Shun Land, di penuhi kobaran api, tapi di dalamnya ada gumpalan air warna biru yang selalu menyesuaikan, bila kobaran api membesar, air biru membesar, bila kobaran api mengecil air biru mengecil.


Setelah itu sebuah sinar merah menyala keluar dari tengah-tengah sumur lahar, melesat kedalam tubuh pangeran Shun land.


"Kau lihat naga bau, tuan muda ku, telah lolos dari ujian sang maha pencipta, dengan kekuatan api abadi, tapi dia tetap tunduk dan patuh, buktinya air lautan kasih sayang dalam tubuhnya" sang Rajawali menengadahkan kepalanya, sayapnya di rentangkan, berjalan di leher naga bumi Sabui.


Amarah naga Bumi Sabui, melonjak ingin sekali melempar sang Rajawali api, ketengah sumur lahar.


Tapi naga bumi Sabui, menahan amarahnya, bila dia ter bangun, bisa mengganggu meditasi pangeran Shun Land.


Pangeran Shun Land, membuka matanya pelan pelan, api abadi yang mengelilingi perlahan masuk ke dalam tubuhnya, dan menghilang.


Tubuhnya terasa lebih ringan mental dan jiwanya lebih teguh, tujuan hidupnya mulai terang dan nyata.


Keragu-raguan dan rasa khawatir tentang takdir buruk, menghilang di ganti, rasa yakin dan percaya, bahwa kasih sayang sang maha pencipta, selalu bersama dirinya, dalam keadaan senang atau pun susah.

__ADS_1


Di lihatnya sang Rajawali api sedang berjalan angkuh di batu besar, di ujung dekat sumur lahar.


Pangeran Shun Land hanya menggelengkan kepala, bukannya ikut membantu mencari batu mustika api merah delima, malah bergaya gagah-gagahan.


"Apa yang kau lakukan, bukannya membatu mencari keberadaan batu mustika api merah delima malaaaah...."


"Dasar burung emprit malas"


Naga bumi Sabui mendengar ucapan tuan mudanya sang Rajawali api tertawa puas sekali


"Hahahaha, kalau emprit ya emprit saja, dari dulu tetep emprit" suara Naga bumi Sabui menggelegar memenuhi ruangan gua besar itu.


Pangeran Shun Land terperanjat, dan melompat menjauh dari batu besar bermotif sisik ular,


"Siapa dirimu, tunjukan jangan bersembunyi" pangeran Shun Land, memasang kuda-kuda dan mengeluarkan sumpit raja neraka, tujuannya bila musuh tak mau keluar, sumpit raja neraka, akan mencari persembunyiannya dengan sendirinya.


"Jangan takut pangeran aku tak berniat buruk pada mu"


Naga bumi Sabui bangun, menggeliatkan tubuhnya, debu dan kotoran semua turun dari tubuhnya.


Sang Rajawali terbang dan hinggap di bahu kiri pangeran Shun Land.


Setelah debu menghilang nampak, sosok naga besar berwarna biru di hadapan pangeran Shun Land.


Naga bumi Sabui menempelkan Kepala ke bumi di hadapan pangeran Shun Land, seraya berkata dengan hormat dan takzim.


"Aku naga bumi Sabui menghaturkan hormat kepada sang junjungan, siap menerima titah selanjutnya"


Pangeran Shun Land mendapati seekor naga besar, bisa bicara, dan mengaku dirinya sebagai junjungan nya, sangat kaget bagai di sambar petir.


...****************...


terima kasih buat sahabat sahabat NOVELTOON, like end support nya


novel ini sebuah janji hadiah ulang tahun yang ke 19, dia ingin hadiah yang tak habis di makan waktu dan jaman


buat Ananda UMAR SHOLEH, sehat selalu, Sholeh selamanya aamiiin.


#Berlian akan tetap bersinar walau berada di lautan batu koral#


Buat NOVELTOON terima kasih telah di beri ruang untuk menulis


salam Nusantara 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2