LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
401. Sang Garuda 02. pangeran Labas Paban dari Bangsawan Banjar.


__ADS_3

Kereta masuk ke halaman kediaman tuan Bungaran pendekar muda itu keluar dan berdiri tegak di tangan halaman depan kediaman lalu berkata dengan lantang.


"Pangeran Agam, Raja Shun Land keluar kalian aku menantang mu bertarung untuk membuktikan siapa yang terbaik di antara kita". Pendekar itu berdiri tegak kedua tangannya di lipat di atas dada terlihat sangat pongah dan Sombong.


Pedagang yang bersamanya merasa menyesal mengajak pendekar muda itu jika kalau akhirnya seperti ini, pedagang itu takut di sangkut pautnya dengan tindakan pendekar muda itu. Yang aslinya dirinya hanya menawarkan tumpangan.


Yang di dalam ruangan utama kediaman Bangsawan Samosir merasa kaget dengan suara teriakkan pendekar muda itu, mereka saling pandang satu sama lain.


Pangeran Agam dan Shun Land berdiri dan menuju pintu begitu mata keduanya melihat yang berdiri di tengah halaman mereka berdua langsung melesat menghampiri, Shun Land berhenti di jarak 5 Depa sedangkan pangeran Agam langsung menyerang dengan tangan kosong bertubi-tubi tetapi pendekar muda itu menangkis dan menghindari dengan mudah.


Pangeran Agam meningkatkan kecepatan serangannya kali ini pendekar muda itu sedikit kerepotan hingga loncat sana loncat sini, pangeran Agam terus meningkatkan kecepatan serangannya hingga pendekar itu tidak berdaya menghindari serangan itu.


Sebelum pangeran serangan Pangeran Agam mengenai pendekar itu Shun Land bicara dengan kekuatan tenaga dalam yang kuat hingga keduanya berdiri mematung.


"Cukup permainannya sekarang serang aku oleh kalian berdua keluarkan serangan yang paling berbahaya dari kalian dengan seluruh kekuatan tenaga dalam kalian miliki jangan lupa gunakan senjata pusaka kalian".


Shun Land mengeluarkan aura apinya udara di sekitar menjadi kering perlahan tubuh Shun Land naik dan berhenti sejak dengan kepala pangeran Agam. "Kalian ku beri kesempatan satu kali jangan sia-siakan, kalian akan menyesal bila aku yang menyerang kalian duluan". Shun Land memprovokasi.


Semua yang berada di dalam kediaman tuan Bungaran keluar berjejer melihat pertempuran itu. Pangeran Agam dan pendekar muda itu saling pandang dan mereka berdua saling angguk. Pangeran Agam bersiap dengan jurus andalannya, begitu juga dengan pendekar muda itu langsung mengerahkan seluruh tenaga dalamnya.


Pendekar muda mengeluarkan ilmu Garah Rahwana langsung ke jurus yang terakhir Rahwana perlaya. Sedangkan pangeran Agam Agam yang memiliki ilmu Segara Rongkah yang terdiri dari 4 jurus.

__ADS_1


1.jurus segara asat, 2.jurus segara Rorob, 3.jurus segara Amarah, 4.jurus Segara Rongkah. Yang masing-masing jurus ada 3 tingkat.


Dalam hal ini pangeran Agam langsung ke jurus yang ketiga tingkat akhir di gabungkan dengan Ajian Saipi Angin. Pertama Pangeran Agam seperti menari lama-lama gerakannya menjadi seperti gelombang pandang yang di barengi dengan Anging yang bergemuruh sekali hentakan gelombang angin dahsyat melesat ke arah Shun Land.


Bersamaan dengan itu pendekar muda juga melesat dengan kedua tangan di dorong ke depan kedua telapak tangan terbuka, posisi kaki kanan di angkat sejajar dengan pangkat paha lutut di ketuk. Sedangkan kaki kiri lurus berada di belakang.


Kedua telapak tangan merah membara dan mengeluarkan kilatan-kilatan api merah kecepatannya tidak kalah dengan kecepatan pangeran Agam. Dua kekuatan bersatu menyerang dengan ganas ke arah Shun Land yang masih tenang malah tersenyum melihat kedua sahabatnya mengeluarkan jurus andalannya menyerang dirinya.


Di hati Shun Land sangat bangga karena mereka telah memiliki tenaga dalam yang melewati 80ribu lingkaran malah mendekati 90ribu lingkaran. Shun Land tidak menghindar tetapi melapisi seluruh tubuhnya dengan kekuatan api abadinya.


Kedua tangan Shun Land bersiap menyerang balik dengan kekuatan api murni abadinya, tetapi tindakan ini dapat cemoohan di dalam batinnya. "Dasar raja suka pamer, biar terlihat kuat tidak menghindar ataupun menahan kedua serangan itu udah basi gaya seperti itu, sudah kuno, dasar raja semprul biar banyak cewek yang tertarik aaah lagu lama".


Suara sang Garuda di batin Shun Land.


Dua kekuatan tinggi akhirnya berbenturan dengan tubuh Shun Land yang telah memasang tameng di seluruh tubuhnya suara memekakkan telinga terdengar ketika benturan itu terjadi.


"Duuuuuuaaaaaaarrrrrrr".


Semua yang melihat menahan napas, debu berterbangan sehingga ketika Shun Land bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang dengan totokan ke belikat keduanya dan memasukan api abadinya ke tubuh keduanya.


Pangeran Agam dan pendekar muda itu terpental tujuh tombak dan terjatuh dengan posisi berlutut dari bibir mereka rembes darah kental kehitaman.

__ADS_1


Shun Land tidak tinggal diam melesat menyerang dengan kedua telapak tangannya ke dada keduanya, kecepatan gerakan Shun Land sudah tak terlihat oleh pandangan pangeran Agam dan pendekar muda itu.


Keduanya hanya bisa pasrah ketika kedua telapak tangan Shun Land menghantam dada keduanya, pangeran Agam dan pendekar muda itu terdorong ke belakang sejauh tiga tombak, dua garis lurus terlihat di halaman yang berumput itu.


Dari mulut keduanya menyembur darah segumpal hitam sebesar kepalan tangan anak tiga tahun, Shun Land segera bicara sambil berdiri tegak melihat keduanya duduk bersimpuh di tanah.


"Cepat kalian berdua duduk bermeditasi dan mengatur pernafasan aku sudah mengeluarkan sumbatan di aliran darah kalian dan memperbaiki persendian kalian yang masih belum lentur, tapi aku tidak akan membantu kalian dengan rasa sakitnya sebagai pengingat untuk kalian bahwa untuk menjadi kuat itu tidak mudah".


Setelah bicara Shun Land berjalan kembali ke dalam ruangan utama kediaman Bangsawan Samosir tuan Bungaran, pangeran Agam dan pendekar muda itu mengikuti apa yang di katakan Shun Land, mereka segera duduk bersila di tengah halaman yang berumput dan mengambil sikap bermeditasi.


Dewi Langit langsung hendak berdiri menghampiri suaminya tetapi tangannya di tangkap oleh Shun Land, "Biarkan suamimu jangan di ganggu, kita masuk kedalam mereka berdua hanya butuh waktu 2 kali waktu menanak nasi akan pulih kembali".


Dewi Langit dan kedua adik pangeran Agam serta tuan Bungaran masuk kembali kedalam ruangan utama Bangsawan Samosir mengikuti Shun Land yang berjalan ke depan.


Sedangkan para penduduk Samosir tetap mengelilingi pangeran Agam dan pendekar muda itu mereka sangat bersimpati pada pangeran Agam yang sangat baik dan penuh welas asih pada penduduk seperti ayahnya.


Boma sengaja berjalan di samping keduanya yang sedang bermeditasi sambil berkata. "Pangeran Labas Paban pangeran Agam rasakan yaa persendian seperti mau lepas, aku beri tahu di dalam banyak makanan dan buah-buahan yang segar".


Semua penduduk hanya tersenyum melihat tingkah laku Boma menggoda keduanya yang sedang duduk bermeditasi, pangeran Labas Paban menggerutu "awak kau akan ku balas gendut permanen".


Boma mengeolkan pinggulnya di depan mereka berdua yang sedang menutup matanya lalu berbalik menghadap mereka berdua sambil membungkuk menjulurkan lidahnya ngeledek habis habisan padahal mereka berdua tidak melihatnya.

__ADS_1


Semua penduduk jadi cekikikan tambah keras, Boma lalu masuk ke dalam ruangan utama kediaman Bangsawan Samosir bergabung dengan Shun Land.


________-------&&&&&-------________


__ADS_2