LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
397. Jaya S 130. Kembalinya 4 anak Mara Deva ke istana Naga hitam.


__ADS_3

Tak lama kemudian empat pelayan perempuan dan 2 pelayan laki-laki datang membawa makan malam dan minum hangat.


Harsa, Parva, Rati dan Tisna yang bertahun-tahun hidup di hutan makan dengan lahapnya sedangkan Shun Land dan yang lain hanya sekedarnya menghormati Harsa dan ketiga Saudaranya.


"Paman panglima dan paman Udacca menurut Leluhur Parva, ada kapal perang yang bersimbol wanita duduk di Gladak bawah kapal yang kemungkinan besar itu adalah kapal tempat menyembunyikan kotak-kotak koin emas Mara Deva yang di sembunyikan Asvaghosa, paman panglima Demagog dan leluhur Harsa, Parva, nyai Rati dan nyai Tisna untuk memeriksa seluruh kapal rampasan dari armada Naga hitam yang dulu paman pimpin bersama laksamana Durjana dan kedua anak buahnya Banaspati dan Durgapati,....


,..... Perlu Leluhur dan paman semua ketahui bahwa Asvaghosa telah terbunuh di pertarungan dengan saya dua bulan yang lalu". Shun Land mengakhiri bicaranya.


"Paduka saya kira Kama Deva mengunakan nama samaran Banaspati untuk mengadu domba para pasukan laut yang sudah menjadi pengikut paduka, kakak Asvaghosa mempunyai dua orang yang sangat di percaya paman panglima Demagog dan Laksamana Durjana yang mempunyai bawah yang setia ada dua 1 Banaspati dan Durgapati". Nyai Rati ikut bicara.


"Paman panglima antarkan leluhur Harsa, Parva, nyai Rati dan nyai Tisna ke kediaman yang dulu di tempati di istana ini". Shun Land setelah berkata mendahului masuk ke ruangan pribadi putri Serindang Bulan.


Keesokan harinya permaisuri Dewi Sumayi dan permaisuri May Lien serta putri Serindang bulan pergi ke istana Rijang Renah Selawi untuk mempersiapkan acara ritual pernikahan. Boma memilih untuk tinggal di istana Naga hitam.


Istana Naga hitam yang di tinggalkan putri Serindang Bulan sebagai pemimpin, sekarang kepemimpinan di pegang oleh Leluhur Harsa.


Shun Land berangkat ke kerajaan Nagur ingin mengetahui secara langsung, dalam pemikiran Shun Land ini suatu penghinaan tetapi Shun Land mampu untuk menahan amarahnya. Prinsip Shun Land tetap akan bertahan sebelum Mara Deva dan Pancasiksa keluar dari sarangnya.

__ADS_1


Andaikan sekarang Shun Land membalas maka yang terjadi adalah perang antar saudara sedangkan musuh utamanya akan bertepuk tangan dengan gembira, kepribadian dan sikap Shun Land setelah laku Ritual Topongrame tetap stabil dalam segala hal.


Dalam situasi keadaan seperti ini Shun Land tidak berbuat gegabah tetap menggunakan pemikiran yang jernih, mendengar kematian ibu dan ayahnya sempat emosinya membludak tetapi tetap bisa mengontrolnya.


Shun Land sadar dalam peperangan ini bagai manapun saktinya bagai manapun tinggi kekuatannya dirinya tetap saja manusia biasa yang mempunyai keterbatasan andaikan dirinya menghadapi ratusan pendekar yang berkekuatan tingkat atas tentunya akan menyusahkan dirinya apalagi kalau dirinya ceroboh bisa jadi mendapatkan kehancuran.


Shun Land pun harus memperhitungkan korban dari rakyatnya yang tidak berdosa, ini adalah titik yang paling penting dalam prinsip hidup Shun Land, perjuangannya selama ini yang dia tempuh untuk menjadi kuat dan sakti pada dasarnya demi ingin menolong yang tertindas dan teraniaya dirinya tidak ingin melihat rakyat yang hidup dalam tekanan dan kesengsaraan yang di buat oleh orang-orang memiliki kekuatan tetapi di gunakan untuk mengintimidasi yang lemah.


Sekarang Shun Land perjuangannya telah mendapatkan hasil rakyat yang dulu di tindas oleh Mara Deva dan pengikutnya sekarang hidup tenang tanpa ada rasa takut dapat perlakuan kasar atau pun harta bendanya di rampas orang lain.


Pertarungan dengan Mara Deva yang berakhir dengan kekalahan Mara Deva walaupun tidak bisa membunuhnya tetapi meruntuhkan kekuasaannya, dominasi Mara Deva yang memimpin dengan kejam dengan tangan besi membuahkan kesengsaraan pada rakyat sampai ribuan tahun.


Dalam benak Shun Land tiba-tiba terbayang mimpi yang sering menghantui tidurnya, bayangan peperangan daratan luas Swarna Bumi dan daratan luas Sunda Dwiva penuh dengan kobaran api di mana-mana.


"Bukan benteng pertahanan saja yang harus aku buat tetapi tempat rakyat yang aman untuk bersembunyi dari imbas peperangan, aku harus membuat ruang bawah tanah yang banyak di setiap yang berpenghuni yang atapnya kuat terhadap api". Shun Land bicara pada dirinya sendiri.


Tidak terasa Shun Land sudah berada di atas pulau Samosir Shun Land berpikir sejenak lalu memutuskan untuk meneruskan perjalan ke arah kerajaan Nagur dan sepulangnya dari sana dirinya akan menemui pangeran Agam dan adil Dewi langit.

__ADS_1


Shun Land turun perlahan dari atas terlihat bangunan istana hancur rumah-rumah di sekitarnya tak tersisa ada yang hancur terbakar ada yang runtuh, ibu kota Kerajaan Nagur hancur tak berbentuk.


Shun Land berdiri di atas puing-puing bangunan istana tidak ada satu orang pun tersisa. Sayup-sayup terdengar tangisan seorang bayi di reruntuhan di mana bau busuk sangat menyengat hidung.


Shun Land yang mempunyai pendengar sangat tajam menemukan asal tangisan tersebut. Dengan sekali hentakan kakinya Shun Land melayang dan berdiri di asal suara tangisan itu.


Shun Land melihat ke sekeliling karena tangisan itu berhenti, Shun Land menyingkirkan balok kayu dan batu berserakan di sana tetapi tidak menemui apa-apa Shun Land membalikan akan mencari di sebelahnya tetapi langkahnya terhenti suara tangisannya itu terdengar di sampingnya.


Shun Land menengok dan dengan cepat mengangkat balok kayu yang sangat besar bekas tiang istana begitu balok kayu terangkat terlihat oleh Shun Land seorang bayi laki yang menangis tanpa pakai tergeletak di samping mayat seorang perempuan yang di lihat dari pakaiannya seorang pelayan istana.


Shun Land melempar jauh balok kayu, dan langsung membopong bayi tersebut dari atas atas mayat wanita itu, Shun Land menatap telak mayat wanita itu di Puti** susunya ada bekas luka sayatan, tak terasa air mata Shun Land menetes sambil menahan napas wanita yang terjebak di reruntuhan bangunan itu ternyata setelah habis air susunya melukai puti** susunya agar keluar darah demi menyelamatkan anaknya, kematiannya jelas karena kehabisan darah yang di hisap bayi tersebut hingga bisa bertahan sampai Shun Land datang.


Shun Land sangat terharu atas tindakan ibu tersebut rela mengorbankan nyawanya demi selamatkan anaknya, Shun Land melihat bayi yang menangis kelaparan tanpa pikir panjang Shun Land merogoh ke dalam bajunya, Shun Land memegang pusaka cupumanik astagiana lalu meneteskan lima tetes air ke mulut Bayi tersebut.


Shun Land sengaja memberikan banyak air dari pusaka itu dengan tujuan agar bayi tersebut seluruh struktur tubuhnya dan darahnya sangat kuat, tapi efek air pusaka cupumanik astagiana membuat suhu tubuh bayi itu turun drastis, Shun Land langsung mengerahkan kekuatan api abadinya di saluran kan ke seluruh kulit tubuh bayi tersebut untuk menyetabilkan suhu tubuh anak itu yang sedang proses penyatuan kekuatan air dari pusaka cupumanik astagina ke tubuh bayi tersebut.


Sepuluh tarik nafas telah berlalu berangsur-angsur suhu tubuh bayi tersebut mulai normal kembali tangisannya mulai mereda dan tangannya menampar pipi Shun Land lalu tertawa Shun Land tersenyum puas.

__ADS_1


------*****-----


__ADS_2