LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
385. Jaya S 118. Berita duka untuk Mara Deva.


__ADS_3

Berita ini akhirnya sampai juga di daratan luas Nusa kencana dan daratan luas Sula. Mara Deva yang belum lama mendapat berita kematian Asvaghosa putra yang paling di sayanginya sekarang mendapatkan berita bari tentang kembalinya sang raja Shun Land menjadi sangat gusar.


Dendam membara Mara Deva dan Pancasiksa semakin berkobar membuahkan hasutan pada pangeran Shan land atau pangeran Jaya Lelana, karena hasutan yang semakin kuat keberanian Pangeran Jaya Lelana berkobar untuk menentang kekuasaan adiknya sendiri Raja Galuh Sindula Jaya Sempurna.


Perekrutan prajurit besar-besaran lakukan untuk memperkuat pasukan darat dan armada laut Naga hitam oleh pangeran Jaya Lelana. Keseluruhan wilayah yang berada di bawah naungan kerajaan Kutai mewajibkan mengirim para pemudanya ke pusat pelatihan keprajuritan kerajaan untuk di latih secara keras menjadi prajurit yang tangguh banyak para pemuda yang tidak mempunyai fisik yang kuat menjadi korban mati secara sia-sia demi memenuhi ambisi pangeran Jaya Lelana.


Keresahan dan ketakutan menghantui para penduduk yang mempunyai anak remaja laki-laki di setiap penjuru negri Kutai.


Kebijakan-kebijakan kerajaan yang tidak masuk akal keluar dari istana Indrapura, apalagi mengenai pajak yang semakin tinggi menambah kesengsaraan Rakyat yang selalu di hantui rasa keresahan dan ketakutan.


Ilmu pangeran Jaya Lelana semakin bertambah pesat kemajuan dalam hal tenaga dalam Pangeran Jaya Lelana sudahencapai 150ribu lingkaran, ilmu Rawarontek sudah mendekati sempurna, untuk sekarang ini pun kekuatan pangeran Jaya Lelana sudah bisa mengalahkan Mara Deva jika Mara Deva tidak di bantu oleh Naga Api Hitam. Semakin tingginya ilmu Pangeran Jaya Lelana semakin percaya diri bisa mengalahkan sang adik Raja Jaya Sempurna.


Sementara itu pangeran Khal Shugal yang hati kecilnya masih membela Raja Jaya Sempurna secara diam-diam mengirim kedua orangtuanya dan ibu Permaisuri Dewi Sumayi ke daratan Luas Sunda Dwiva di bawah perlindungan Tiga Dewi Kematian Dewi Lerna dan kedua adik seperguruannya Tuti Baniah dan Tuti Ulwiah.


Tindakan ini sebenarnya di ketahui oleh Pangeran Jaya Lelana tetapi di biarkan karena bagi pangeran Jaya Lelana itu bukan sesuatu yang penting malah membuat hati pangeran Jaya Lelana senang karena para sesepuh itu sering menjadi batu sandungan di setiap keputusan kerajaan yang di buatnya

__ADS_1


 


Shun Land masuk ke ruangan pribadinya di dalam terlihat dua orang yang di cintainya sedang tertidur pulas di atas ranjang Shun Land mendekat dan membelai keduanya dengan lembut. Ketika tangannya mau di angkat ada tangan lembut yang memeganginya dan di tempelkan di pipi lembut milik tangan tersebut.


"Berbaringlah sebentar menemani kami walau pun hanya sebentar" keluar suara dari mulut permaisuri Dewi Sumayi. Sementara tangan yang kanan ada yang menarik itu membuat tubuh Shun Land terjatuh di antara keduanya.


Tidak butuh waktu lama Shun Land sudah terlelap dalam tidurnya dalam dekapan kedua istrinya yang lembut. Setelah melihat Shun Land tertidur permaisuri Dewi Sumayi bangun di ikuti Ratu Galuh Sindula.


Ratu Galuh Sindula menyelimuti tubuh Shun Land dengan kain terbuat dari kulit hewan yang bulu sangat lembut. "Nyai Ratu jangan pergi tunggui suami kita jangan sampai ketika matanya terbuka tidak melihat salah satu istrinya, biarkan kakak yang membangunkan kakak Permaisuri Sari dan adik permaisuri May untuk membantu menyiapkan makan pagi". Permaisuri Dewi Sumayi berkata dengan lembut. Permaisuri Dewi Sumayi mengetahui Ratu Galuh Sindula masih muda untuk mengatur segala keperluan istana itu sangat merepotkan.


Permaisuri Dewi Sumayi berjalan dan memeluk permaisuri Sari Tungga Dewi dari belakang. "Kakak Sari sangat cantik kadang adik merasa iri, untung kakak Jaya memperlakukan kita tidak berbeda, permaisuri Dewi Sumayi melirik ke atas ranjang besar terlihat permaisuri May Lien masih tertidur pulas sebagain kain Bawahannya tertarik ke atas terlihat kaki sangat putih mulus sampai ke paha atas.


"Kakak Sari di antara kita hanya Permaisuri May yang memiliki kulit yang paling putih dan halus yang kulitnya putih seperti adik permaisuri May adalah putri Serindang bulan dari kerajaan Rijang Renah Selawi". Sehabis bicara Dewi Sumayi mendekati permaisuri May Lien merapikan pakaiannya dan menyelimutinya.


Ketiga permaisuri Shun Land sudah terjalin ikatan kekeluargaan yang kuat karena telah menghadapi suka dan duka bersama bahkan melalui masa-masa yang sangat sulit apabila ketika di tinggal oleh Shun Land selama tiga tahun lebih, mereka bertiga mengurus kerajaan begitu banyak tekanan yang mereka hadapi tetapi mereka bertiga bahu membahu mempertahankan kerajaan hingga akhirnya Shun Land kembali ke istana dan memboyong mereka bertiga ke istana Galuh Purba.

__ADS_1


Permaisuri May Lien yang sudah terbangun menarik tangan permaisuri Dewi Sumayi dan berkata "terima kasih kakak" dan mencium pipi permaisuri Dewi Sumayi.


"Bari kali ini aku tidur sangat nyaman lepas dari segala tekanan walau pun tidur sebentar tetapi seperti tidur berbulan-bulan". Permaisuri May Lien bangkit dan duduk di tepi ranjang lalu memeluk permaisuri Dewi Sumayi mereka bertiga seperti adik kakak dan permaisuri Sari Tungga Dewi yang mempunyai bakat kepemimpinan menjadi yang tertua.


"Kakak permaisuri Sari kita berdua tidak akan keluar ingin tiduran saja di sini". Permaisuri May Lien berkata.


"Ini adalah hari pertama dari penobatan suami kita dan hari pertama kita tinggal di sini banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan, mengatur para juru masak kerajaan mengatur kediaman para petinggi kerajaan dan pekerja lainya tidak ada yang kakang Jaya Sempurna andalkan kecuali kita bertiga kecuali kalian berdua tidak ingin lagi di akui sebagai istri paduka raja prabu Jaya Sempurna". Permaisuri Sari Tungga Dewi menjawab dan di akhiri kalimat yang menakuti.


Kedua bergegas berdiri permaisuri May Lien pergi membersihkan diri sedangkan Permaisuri Dewi Sumayi berganti pakaian dengan pakaian kebesaran sebagai permaisuri Raja.


Ketiga permaisuri Shun Land keluar dari ruangan pribadi permaisuri Sari Tungga Dewi, semua yang berada di dalam istana menatap dengan mata tak berkedip, pandangan mata mereka bagaikan melihat para bidadari turun dari surga tidak terkecuali Ratu Arimbi dan Arimba juga putri Sapta dan suaminya pangeran Jaya Singa Triloka.


Ketiganya berhenti melangkah melihat 3 wanita besar dan cantik jelita berkulit kuning langsat, untung saja Nyai Gora Sindula segera memberi penjelasan.


"Para permaisuri jangan takut dan kaget mereka adalah keluar Raja Taksaka yang membangun istana kerajaan Galuh Sindula ini, perkenalkan yang ini adalah Ratu Arimbi dan ini adalah saudara kembarnya Ratu Arimba dan ini yang muda adalah putri dari Ratu Arimbi dan raja Taksaka dan yang tampan ini adalah Suami putri Sapta pangeran Jaya Singa Triloka adik pangeran Sanjaya Triloka". Nyai Gora Sindula menjelaskan dan memperkenalkan ke empatnya pada ketiga permaisuri Raja Jaya Sempurna.

__ADS_1


***************


__ADS_2