
Perlahan batu lantai altar bergerak, lantai altar selebar satu Depa persegi turun kebawah, ternyata batu altar tersebut pijakan pertama menuju lorong panjang tersebut.
Pangeran Shun Land melompat masuk, menginjakan kakinya di batu altar tersebut, lalu turun ke dasar lorong, di ikuti sang Rajawali api terbang hinggap di bahu kiri pangeran Shun Land.
Lorong itu cukup lebar, andai berjalan tiga orang beriringan juga masih terasa lebar.
Tingginya sekitar dua Deva tangan dewasa.
Sesaat kaki pangeran Shun Land menginjak lantai dasar lorong itu, pintu batu batu tersebut bergerak kembali, menutup seperti asalnya,
Pangeran Shun Land dan sang Rajawali api menjadi sedikit panik karena tidak ada jalan keluar, kecuali terus masuk kedalam.
Keberanian di kumpulkan, keteguhan hati di kuatkan, keyakinan kepada sang maha pencipta di kukuhkan, bahwa ini adalah skenario yang mempunyai kehendak.
"Rajawali jangan jauh jauh dariku" teriak pangeran Shun Land, karena keadaan gelap, pangeran memperhatikan dengan keras, ada kekhawatiran bahaya bisa saja menghampiri kapan saja.
"Hey jangan berteriak aku di samping mu" sang Rajawali api menyahuti
"Ikuti aku" pangeran Shun Land berjalan perlahan mengikuti lorong gelap itu.
Sekitar setengah hari lamanya pangeran Shun land menyuruh lorong itu.
Sampai lah di pertigaan lorong, pangeran mengeluarkan peta, tapi sayang ruangan masih gelap.
Pangeran Shun Land mengeluarkan senjata sumpit raja neraka, lalu mengalirkan tenaga dalamnya ke sumpit raja neraka.
Sumpit raja neraka di tangan pangeran Shun Land, mengeluarkan cahaya kekuningan, sedikit menerangi ruangan itu.
Peta di dekatkan kearah sumpit raja neraka, setelah melihat peta, pangeran Shun Land, memutuskan berjalan kearah kanan.
Pangeran mencari keberadaan sang Rajawali api, ternyata dia telah mendahului terbang, kearah tersebut,
"Dasar burung emprit" pangeran Shun Land menggerutu.
Pangeran Shun Land mengikuti Sang Rajawali api, yang terbang pelan.
Lorong itu semakin dalam semakin lebar, dan semakin terang.
Sekitar lamanya tiga kali menanak nasi Shun Land menelusuri lorong itu, mulai terdengar gelegak-gelegak, sesuatu yang mendidih.
__ADS_1
Nampak di kejauhan cairan merah menguap bagai air rebusan, ruangan itu pun semakin terang oleh cairan merah itu.
Pangeran Shun Land mempercepat jalannya, memang ada niat mengunakan ilmu saipi angin, tapi di lorong yang sedikit udara, khawatir kehabisan tenaga dalamnya.
Sesampainya di tepi sumur lahar yang mendidih, di sana ada batu yang bercorak sisik ular, tinggi sekitar sedada.
Shun Land celingukan mencari di mana letak mustika api merah delima,
Pangeran Shun Land memeriksa semua ruangan itu, tapi tak menemukannya.
"Rajawali apa kau mempunyai perkiraan di mana letak mustika api merah delima, atau mungkin kau mengingatkan sesuatu tentang tempat ini" pangeran Shun Land memanggil Rajawali api,
"Aku tidak mengenal tempat ini, tapi aku mengenal aura sangat pamiliar, aura ini mungkin salah satu sahabat ku, dari kehidupan masa lalu ku"
"Sebaiknya kau bermeditasi serap kekuatan api itu sebanyak kau bisa, ini kekuatan api murni dari sang maha pencipta, yang berbentuk lahar" sang Rajawali api memberikan saran
Pangeran Shun Land, mengangguk mengiyakan saran sang Rajawali api.
"Itu ide bagus, semoga saja dalam meditasi aku mendapatkan petunjuk, tentang mustika api merah delima, kau juga sebaiknya menyerap kekuatan api ini, semoga ingatan mu kembali"
Pangeran Shun Land melompat ke atas batu yang bercorak sisik ular itu, dia bersila memulai bermeditasi, menyerap hawa murni api di dalam gua itu, yang bersumber dari lahar panas perut bumi.
Di istana kerajaan persiapan pengangkatan putra mahkota kerajaan, dan pengangkatan tabib Lau lien, sejak pagi sudah di atur oleh tim panitia, yang di ketuai oleh kepala pengawal istana Djata.
Pagi itu juga kepala pengawal istana Djata, menerima dua pelamar, sebagai pengawal istana, satu pemuda dan satu pemudi.
Setelah di tes ilmu olah Kanuragannya, ternyata mereka memiliki ilmu olah kanuragan tingkat tinggi.
Setelah tes olah Kanuragan, kedua di tes tentang kejujuran, hasil tes ini sangat menyakinkan, kepala pengawal istana Djata.
Kepala pengawal istana Djata, menyimpulkan bahwa sepasang pemuda pemudi ini, orang baik, dan terlihat dari gerak gerik dan tutur katanya, sangat teratur bagaikan anak-anak bangsawan.
Sepasang pemuda, pemudi itu adalah, Tian agan dan yu asri haring, yang mendapatkan tugas masuk ke dalam istana untuk mengawasi dan melindungi, anak terpilih, calon pemimpin, memberantas ketidak Adilan dan Angkara murka.
Melihat kemampuan kedua pelamar ini, Kepala pengawal istana Djata, memposisikan kedudukan Tian agan dan yu asri haring, sebagai prajurit dalam pengawal sang Ratu SHI khal dan pangeran Shun Land.
Aula istana kerajaan telah penuh semua telah hadir termasuk sang Ratu SHI khal, perdana menteri Jhasun, panglima Shu khal, dan seluruh pembesar kerajaan.
Sesepuh agung Khal San beserta istri dan putrinya, putri Sari Tungga Dewi hadir, Hanya pangeran Khal Shugal, yang tidak hadir, masih dalam penjara menunggu keputusan sidang hukuman.
__ADS_1
Tabib Lau lien dan putrinya May lien juga telah berada di barisan depan, sebagai calon tabib istana.
Setelah di tunggu 2 kali lamanya menanak nasi, pangeran Shun Land tetap belum juga datang.
Panglima Shu khal, meminta izin untuk menjemput pangeran Shun Land, yang berada di Ruang penyimpanan harta leluhur agung.
Hati panglima Shu khal sangat khawatir, dengan ponakan tersayangnya.
Panglima Shu khal langsung masuk keruangan penyimpanan harta leluhur, betapa kagetnya di sana tidak terlihat pangeran Shun Land.
Setelah itu panglima Shu khal langsung menuju kediaman pribadi pangeran Shun Land, dia langsung masuk, kedalam kamarnya, di sana juga nampak keberadaan pangeran Shun Land.
Panglima segera memanggil prajurit, memerintahkan untuk memanggil Boma.
Boma segera menghadap, Boma menceritakan kejadian terakhir bertemu pangeran Shun Land.
Panglima Shu khal akhirnya menghadap Sang Ratu SHI khal dan perdana menteri Jhasun,
"Maaf adik Ratu dan kang Jhasun, dan semua yang hadir, ananda pangeran Shun Land, dalam keadaan bermeditasi tidak bisa di ganggu, untuk itu penobatan pangeran Shun Land sebagai putra mahkota di undur, waktunya bagai mana pangeran Shun Land, mengakhiri meditasinya" panglima Shu khal berhenti sejenak.
Panglima sengaja tidak mencerminkan kejadian yang sebenarnya, takut ada kepanikan di kalangan istana, juga mempertimbangkan kejadian ini, di manfaatkan oleh pihak yang tidak senang terhadap kerajaan Kutai khal.
"Untuk acara selanjutnya adalah pengangkatan tabib Lau lien sebagai tabib istana, kepada Tabib Lau lien untuk segera maju, untuk menerima segel dan pakaian kebesaran seorang tabib istana, dan mengucapkan sumpah setia kepada, kerajaan di hadapan sang Ratu SHI khal dan segenap rakyat kerajaan Kutai khal ini" panglima Shu memberikan berita acara sidang istimewa kerajaan.
Setelah selesai pengangkatan tabib Lau lien sebagai tabib istana, acara di lanjutkan membahas pembangunan kediaman pribadi tabib Lau lien.
Tempat pembangunan kediaman pribadi tabib Lau lien, tidak boleh jauh dari istana, hingga bila di butuhkan pihak Keluarga istana, akan mudah dan cepat.
Setelah itu pembahasan selanjutnya, pembangunan, akademi ketabiban di bicarakan dengan jelas, seluruh komponen pejabat kerajaan, mengeluarkan ide dan pendapat.
Akhirnya mendapat keputusan bersama, bahwa pemimpin pembangunan di pegang oleh tetua dua Sri khal, dengan ketua pelaksanaan putri Dewi sumayi dan putri May lien, sebagai pendamping, karena dia yang mengerti tentang hal pengobatan.
Hingga pembangunan akademi ketabiban sesuai dengan kebutuhan.
...****************...
jangan lupa like end support nya
bay bay sahabat NOVELTOON
__ADS_1
salam Nusantara 🙏🙏🙏