
Hingga suara itu seperti gemuruh menggema ke setiap sudut istana bahkan hampir separuh dari ibukota kerajaan Nagur.
"Panglima Kosam kau ini bagai katak dalam sumur kau merasa tinggi hati dapat mengalahkan ku, ketahui oleh mu aku bisa mengalahkan dirimu dan seluruh pasukan mu sendirian, dan ku peringatkan kepada siapa saja yang mengusik kerajaan Nagur itu berarti mengusik kerajaan Tarumanagara sama saja itu menantang ku, apa kalian semua mengerti jawab dengan keras".
Yang mendengar suara Shun land semuanya serentak menjawab bagai ada yang mengomandoi.
"Mengertiiiiiiii.........!!!
Jawaban itu bergemuruh hingga memenuhi udara kota kerajaan dan akhirnya sepi kembali.
Ketiga menantu Raja Narayad Damadik pun terkesima hingga tak sadar ikut menjawab.
Wajah tuan Nambolon melihat kekuatan Shun land wajahnya bagai tiada darah pucat pasi, nyainya menciut keberanian dan kepercayaan diri yang tadi di tunjukan kini tak berbekas.
Hati tuan Nambolon merasa sangat menyesal mengikuti panglima Kosam yang terlalu percaya diri hingga kedoknya terbuka ingin menduduki singgasana kerajaan.
"Bagus jika kalian mengerti perlu kalian ketahui juga bahwa kalian pun akan mendapatkan keadilan jika mentaati peraturan, kau panglima Kosam apa kau mengerti". Panglima Kosam yang hanya bisa berkedip dia mengedip kan matanya tanda mengerti.
"Penasehat kerajaan tuan Bungaran sita seluruh kekayaan panglima Kosam asingkan dia jika dalam tiga tahun dia menyadari kesalahannya boleh kembali ke kerajaan ini tapi tidak boleh memegang jabatan apa pun".
Setelah itu tubuh Shun Land melayang ke arah tuan Nambolon lalu berkata dengan tegas.
"Kau telah keterlaluan mengumbar nafsu serakah mu, hidup mu sebagai pejabat tinggi sudah berlimpah harta dan kemewahan tapi masih ingin menduduki singgasana kerajaan, ini tidak bisa di tolerir, penasehat kerajaan tuan Bungaran sita seluruh kekayaannya, copot jabatannya dan buang agar mengerti arti kesetiaan pada negri ini".
Shun Land kemudian Berdiri hadapan Tuan Nambolon dia pun menarik semua kekuatan tenaga dalamnya.
Dengan penuh ketakutan tuan Nambolon berlutut di hadapan Shun Land lalu berkata.
"Maafkan saya paduka raja yang telah di buatkan oleh kekuasaan dan keserakahan".
.
Tapi Shun land tidak merespon apapun dia membalikkan badannya lalu berjalan ke arah rombongan para menantu raja Narayad Damadik.
Panglima Kosam dan tuan Nambolon di tangkap para prajurit lalu di masukan ke penjara istana.
Para penduduk yang menyaksikan Adu ilmu olah Kanuragan akhirnya mengetahui kejadian yang sebenarnya mereka semua memuji dan mengelu-elukan raja muda Shun land yang telah membongkar kedok pejabat tinggi keuangan kerajaan tuan Nambolon dan panglima Kosam.
__ADS_1
Saat semuanya sudah tenang di atas angkasa kota kerajaan Nagur ada Seekor burung Rajawali Api berteriak lalu turun di tengah arena latih tanding para prajurit.
Para penduduk yang belum keluar merasa ketakutan bercampur penasaran mereka terkesima akan keindahan bulu sang Legenda Rajawali Api.
Putri Serindang bulan yang sudah mengenal sang Legenda Rajawali Api berlari mendekatinya setelah dekat sang Rajawali Api menundukan kepalanya dengan manja.
Kedua tangan lembut memegang kepala sang Rajawali Api dan mendepaknya.
"Aku ingin terbang bersamamu lagi tapi saat ini aku sedang menemani sahabatmu, tenang saudara-saudara ini adalah tunggangan paduka raja Shun Land dia tidak membahayakan".
Putri Serindang bulan menjelaskan pada mereka yang hadir, setelah mendengar penjelasan para penduduk menjadi lebih mendekat ingin melihat secara jelas seekor burung yang ada dalam cerita saat mereka mau tidur.
Bagi mereka sangat beruntung dapat melihat seekor mahluk yang ada dalam mitos, tapi saat ini mereka bisa menyaksikan secara langsung.
Berteriak salah satu dari mereka bertanya.
"Tuan putri apakah paduka raja Tarumanagara adalah pendekar Legenda Rajawali Api".
"Benar saudara-saudara dia adalah pendekar Legenda Rajawali Api".
Terdengar di batin sang Rajawali Api.
"Oooh kau ingin pamer burung emprit awas kau nanti aku bertemu dengan Naga bumi Sabui kusuruh dia menarik mu kedalam lautan agar bulu-bulu mu rontok". Suara dari Shun Land jelas terdengar sang Rajawali Api.
"Kau ini tidak boleh melihat aku senang sedikit bukannya bangga punya sahabat seperti ku dasar raja mata keranjang". Sang Rajawali Api membalas tak mau kalah.
"Ku tahu kau juga membawa Boma dan putri Dewi sumayi lebih baik kau tetap bersamanya". Shun Land berkata sambil berjalan memasuki istana.
"Dasar raja tega lebih baik aku pergi dari sini dari pada kuping ku panas mendengar ocehan istri mu yang cerewet itu".
Setelah berkata melalui Batinnya sang Rajawali Api melesat ke atas dan menghilang di antara awan yang berarak.
Di dalam istana Shun Land duduk dekat penasehat kerajaan tuan Bungaran putri Serindang bulan duduk di sisi kanannya.
Ketiga menantu raja Narayad Damadik duduk di hadapan Shun Land berta istri mereka masing-masing.
Ketiga komandan bekas anak buah panglima Kosam kini menjadi bawahan penasehat kerajaan tuan Bungaran.
__ADS_1
"Tuan Bungaran di masukan ke mana permaisuri ku Dewi sumayi dan kak Boma".
Walau pun atas perintahnya Shun Land merasa khawatir juga pada istri walaupun kadang menjengkelkan.
"Tenang paduka saya perintahkan pada pasukan saya untuk sopan dan santun, mereka berdua saya tahan di bangunan utama istana yang kosong bekas tempat raja kami paduka Narayad Damadik dan permaisuri itu sesuai perintah pangeran Nasarag maaf tidak mematuhi untuk memasukan permaisuri kedalam sel biasa".
Penasehat kerajaan tuan Bungaran menjelaskan.
"Terima kasih pangeran Narasag". Shun Land berterima kasih.
"Saya tidak berani menempatkan seorang permaisuri paduka di tempat yang tidak layak dalam sel tahan banyak penjahat yang berilmu tinggi saya tidak berani menanggung resiko paduka maaf tidak mematuhi perintah paduka". Pangeran Narasag memberi alasan.
"Tuan Bungaran mohon antar saya ke tempat tuan permaisuri Dewi Sumayi berada, paduka mohon izin undur diri untuk menemui permaisuri".
Shun Land hanya mengangguk penasehat kerajaan tuan Bungaran berdiri lalu mempersilahkan putri Serindang bulan untuk mengikutinya.
Mereka berdua berangkat menuju sebuah bangunan di belakang ruang utama istana kerajaan.
Terlihat sebuah bangunan tidak seperti bangunan lainnya di dalam lingkungan istana tetapi bangunan itu seperti tempat pemujaan.
Di dalam bangunan yang pintunya terkunci dari dalam dan di jaga dua puluh prajurit keaman istana permaisuri Dewi Sumayi sedang kesal mondar mandir.
Sementara Boma sedang rebahan di ranjang yang empuk hingga tertidur pulas.
Tidak lama kemudian pintu terbuka terlihat oleh permaisuri Dewi Sumayi putri Serindang bulan berjalan menghampiri dengan wajah tertunduk.
Dengan cepat permaisuri Dewi Sumayi berlari menuju putri Serindang bulan dengan gembira.
Permaisuri Dewi Sumayi memeluk Putri Serindang bulan sambil berkata.
"Terima kasih putri Serindang bulan kau segera datang dan menemui saya, tolong jelaskan pada mereka bahwa aku ini permaisuri paduka raja Shun Land hingga aku bisa pergi dari sini".
Putri Serindang bulan berjalan keluar menemui penasehat kerajaan tuan Bungaran.
"Tuan penasehat tinggalkan kami dan biarkan pintunya jangan di kunci".
______*****______
__ADS_1