
Hatinya mengiyakan, itu adalah bekas luka kena jurus tapak Geni milik pendekat tapak Geni.
"Benar dengan ciri-ciri yang ada, ini bekas luka, jurus tapak Geni, aku harus melapor kejadian ini pada tuan Maasiak" gumam hati pendekar Antang.
"Segera kubur atau buang jasad anak buah mu, jangn sebarkan berita ini Keluar, aku akan melapor ke tuan Maasiak" pendekar Antang memberi perintah.
Antang segera beranjak pergi dari tempat menjaga toko, menuju ke kediaman juragan pasar tuan Upiak arai, malam itu juga.
Dalam kegelapan malam, bait bait syair kematian, melantun menggetarkan jiwa.
"Kemana tujuan mu selain alam kematian
"Akan ku antar engkau biar tak kesepian
"Aku menunggumu lama
Membawa harapan hampa
"Aku membawa semilir angin duka
Jangan kecewakan aku yang merana
"Kedatangan ku oleh undangan mu
Yang menorehkan perih luka dari mu
"Terimalah takdir bahwa kita berjodoh
"Biarkan dunia semuanya mencemoh
"Ku kabulkan keinginan jiwa hampa mu yang meronta-ronta
"Ku pastikan sukma mu sampai pada Tuhan mu
Bersamaan dengan berakhirnya bait syair
Sebuah bayangan di selimuti angin kematian
Menerjang bagai badai ke arah pendekar Antang,
Pendekar Antang dalam keadaan tidak siap, mendapatkan serangan kilat hanya bisa menyilang kan tangannya membentuk tameng tenaga dalam.
Tapi sia-sia usahanya, jarak perbedaan tenaga dalam sangat jauh, membuat pendekat Antang terpental jauh dan berakhir membentur pohon besar.
Darah menyembur dari mulut, mata telinga dan hidungnya, organ dalamnya hancur,
Ini lah kengerian jurus syair kematian.
Antaka pendekar syair kematian berjalan mendekati tubuh pendekar Antang yang terduduk bersimbah darah dari mulut, hidung telinga dan matanya.
Wajahnya menggambarkan kekagetan luar biasa, kenapa bisa mati tanpa perlawan yang berarti.
Setelah memastikan musuhnya mati pendekar syair kematian, pergi tanpa jejak.
----------------------------
__ADS_1
Pemuda berbaju mewah bagai bangsawan mendatangi kedai makan di belakang pasar besar.
Seorang pelayan berbaju biru bermotif
bunga melati putih, menghampiri sangat ramah, dengan senyum manis mengucapkan selamat datang.
Yang membuat mata para lelaki terhipnotis oleh pelayan muda ini, adalah belahan rok panjangnya sampai ke pangkal paha.
Bila melangkah hamparan pemandangan indah terlihat jelas, kaki jenjang berkulit putih mulus memanjakan mata kaum adam.
"Selamat datang tuan di kedai bunga melati, apa yang bisa saya bantu untuk tuan"
"Aku ingin satu meja kelas Elite, dan minum terbaik di kedai ini"
"Baik tuan tapi tuan harus membayar dua keping emas di awal, itu peraturan kami"
Pelayanan itu memberi tahu tamu pertama berkunjung, tentang peraturan harus membayar uang masuk untuk ruangan elite.
"Ternyata di sini lebih mewah dan lebih mahal" gumam pemuda itu yang tak lain dia adalah pangeran Shun Land, yang menyamar bagai saudagar kapal.
Dia ingin bertemu dengan pemilik ilmu gendam, yang kemarin siang bersama istri tetua Menteng, datang kesini.
Dengan santai pangeran Shun Land, memberikan dua koin emas, dan dua puluh keping koin perak sebagai tip pada pelayanan.
Dengan senyum dan wajah sumringah menerima uang itu, lalu mengantar pangeran Shun Land ke sebuah meja yang dekat dengan sebuah tangga menuju ke sebuah kamar kelas elite.
"Tuan, dengan siapa tuan ingin di temani, apa saya termasuk tipe tuan"
Pelayan itu menawarkan diri untuk menemaninya.
Masalah uang jangan khawatir, tapi kalau beliau tidak ada dirimu pun aku tak apa" pangeran Shun Land meminta pemilik kedai ini yang menemaninya.
"Tuan saya bisa menemani tuan sepanjang malam, bersama Nyonya Dewi Lerna, bila dia tak memiliki tamu, sebentar tuan saya akan memberi tahu Nyonya Dewi Lerna di ruang pribadinya"
Pintu kamar di ketuk, terdengar dari dalam suara menyuruh masuk.
Pelayanan itu masuk, terlihat Dewi Lerna sedang berbaring hanya kain tipis yang membalut tubuhnya.
"Ada keperluan apa kau menemui ku" Dewi lerna cepat bertanya
"Nyonya ada seorang pelanggan ingin di temani tuan Dewi, melihat dari pakaiannya sepertinya seorang bangsawan kerajaan"
Pelayanan menjelaskan dengan singkat
Dewi lerna yang sedang tengkurap, segera bangun mendengar ada pelanggan dari golongan bangsawan kerajaan.
"Baik tunggu sebentar aku membersihkan diri dan berganti pakaian" Dewi Lerna sangat penasaran bangsawan mana yang ingin di temani dirinya.
Tidak seberapa lama keluar.
Keduanya melangkah menuju meja pangeran Shun Land berada.
Dewi lerna sangat kaget melihat pemuda berpakaian bangsawan itu, dirinya Merasa pernah melihat walau hanya sekilas tapi sulit untuk mengingatnya dengan jelas.
Dengan senyum menggoda Dewi lerna menghampiri pengeran Shun Land.
__ADS_1
Di balas dengan senyum yang sama oleh pangeran Shun Land.
"Siapakah gerangan pangeran ini, yang ingin di temani hamba yang tak patut ini" Dewi lerna berbahasa-basi
"Aku lebih di kenal dengan pangeran pengemis, ingin berbagi kesenangan dengan sang bidadari penghuni rumah surga ini" Balas pangeran Shun Land
Dewi lerna mendekati dan menyodorkan minuman terbaik milik kedai miliknya.
Tangan kiri Dewi lerna merangkul pundak pangeran Shun Land sambil merapal ilmu gendam merenggut Sukma.
Pangeran mendapat serangan yang masuk di batinnya, dia membiarkannya, tapi jiwanya yang telah terisi oleh pemahaman makna mustika api merah delima.
Tidak terpengaruh oleh ilmu gendam merenggut Sukma tersebut, malah memantulkan kembali ke pemiliknya.
Dewi lerna tanpa sadar terkena ilmu gendam nya sendiri, sangat berhasrat kepada pangeran Shun Land.
"Tuan pangeran pengemis, baru kali ini saya merasakan lagi rasa yang lama terlupakan, aku merasakan gejolak ini hanya dengan menyentuh diri pangeran pengemis"
Pelayanan itu kaget yang biasanya Dewi Lerna yang membuat mabuk kepayang tamunya, tetapi kali ini Dewi lerna lah yang mabuk kepayang oleh tamunya.
"Pangeran bagai mana kalau kita bermain di kamar pribadi saya itu lebih leluasa dan nyaman" Dewi lerna sangat sudah tak bisa mengontrol dirinya.
"Baiklah asal sang Dewi ini, menjawab semua pertanyaan yang nantinya aku pertanyakan" pangeran mengajukan syarat
Tanpa ragu lagi Dewi lerna mengangguk manja,
Bagaikan seorang kekasih yang lama tak jumpa, lalu bertemu tanpa jarak, jalan pun Dewi lerna menempelkan seperti takut terpisah.
Semuanya yang ada di ruangan itu sangat iri dengan pangeran Shun Land.
Sesampainya di dalam ruang pribadi Dewi lerna, ruangan itu di hias dengan kain warna warni.
harum bunga melati menerpa hidup menumbuhkan rasa nyaman yang menghirupnya.
"Bagai mana pangeran kamar pribadi ku, apa pangeran nyaman"
"Oooh sangat nyaman sekali, tapi aku ingin mengajukan pertanyaan pada Dewi cantik ini, setelah itu kita bersenang-senang" pangeran Shun land ingat apa yang akan di lakukan.
"Untuk pangeran tampan ini, apa pun akan Dewi lakukan dengan senang hati"
"Apa hubungannya mu Dangan Tuan upiak arai dan anaknya Maasiak" pangeran Shun Land melontarkan pertanyaan langsung ke pokoknya.
Pintu sudah di kunci, apa pun dia lakukan demi mengungkap dalang dari pembunuhan sang ibu tercinta, dia tidak segan untuk membunuh yang menghalangi jalan keadilan untuk ibunda tercinta.
Mendengar ini pertanyaan Dewi lerna sangat kaget walau dirinya sudah terpenuhi oleh ilmu gendamnya sendiri tapi kesadaran masih ada.
"Siapakah tuan ini sebenarnya, andai tuan mengatakan yang sebenarnya siapa tuan, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk menjawab pertanyaan tuan ini'
...****************...
Jangan lupa like dan support nya
kritik dan saran di tunggu di kolom komentar
terima kasih yang telah memberikan dukungan.
__ADS_1
jaga kesehatan dengan pola hidup sehat 🙏🙏🙏