LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
40.Geger hilangnya Putra mahkota 3


__ADS_3

Setelah itu putri May lien pamit, sebelum pergi putri May lien diamanatkan kejadian ini supaya jangan di ceritakan kepada siapapun


"Adik Shu sebarkan telik sandi ke segenap penjuru kota, dan kota pelabuhan" perdana menteri Jhasun memberikan perintah,


"Kakang Jhasun adik Shu, apa perlu seluruh pejabat di beri tahu tentang kejadian ini" Ratu SHI khal agak panik setelah mendengar keterangan dari May lien, bahwa pangeran Shun Land, menceritakan mempunyai musuh yang sangat kuat.


Panglima Shu khal sedikit Ragu mau mengatakan pemikiran tapi akhirnya dia paksakan.


"kakak Ratu adik rasa jangan dulu, biar kita saja yang mengetahui, mengingat pengalaman dulu, pangeran tidak kembali selama hampir 5 bulan, ternyata waktu kembali, telah menjadi pendekar pilih tanding" panglima Shu khal memberi argumen


Di saat ketiganya dalam kebingungan, terdengar pintu di ketuk.


"Masuk" panglima Shu khal memerintah


Pintu terbuka, sepasang prajurit penjaga terlihat, mereka memberikan hormat lalu berjalan menghadap.


Sang Ratu SHI khal, perdana menteri Jhasun serta panglima Shu khal, merasa tidak mengenal pengawal baru ini.


"Ada apa katakan dengan sepat dan jelas, kalian pengawal baru, bawahan kepala pengawal istana Djata" panglima segera bertanya


"Betul panglima saya anggota baru di tunjuk Kepala pengawal istana tuan Djata untuk tugas di sini, sebelumnya saya minta maaf telah lancang mendengar semua pembicaraan, paduka Ratu, tuan perdana menteri, tuan panglima" prajurit itu berhenti bicara, panglima Shu khal langsung menimpali.


"Tidak apa-apa penjaga, tapi pembicaraan ini jangan keluar dari bibir kalian, karena termasuk rahasia kerajaan, kamu mengerti"


"Hamba mengerti tuan panglima boleh kah saya dan saudara saya ini memberikan masukan tentang keadaan pangeran Shun Land" prajurit Tian agan memberanikan diri.


Tadinya Tian agan dan yu asri haring tidak akan ikut campur dalam urusan hilangnya Putra mahkota, karna takut ketahuan penyamarannya.


Tetapi setelah berunding dengan yu asri haring maka di putuskan untuk memberi masukan, dengan catatan tidak memberi tahu identitas gurunya


Sang Ratu SHI yang sangat peka langsung menjawab


"Silahkan pengawal, bicaralah semoga bantuan mempunyai jalan keluar, kesulitan yang kami alami"


Panglima Shu khal, menyodorkan kursi kepada Tian agan dan yu asri haring.

__ADS_1


Setelah duduk Tian agan memulai bicara


"Begini paduka Ratu, kami ini salah satu murid padepokan yang tidak jauh dari sini, guru kami sangat tinggi berbagai ilmu pengetahuannya, bila paduka Ratu mengizinkan, saya bisa memintanya datang secara pribadi ke hadapan paduka Ratu, tapi kalau untuk menghadap secara terbuka, dia akan menolak, karena dia sudah meninggalkan khalayak ramai"


Semua terdiam mempertimbangkan semua saran Tian agan ini.


Sang Ratu mengambil keputusan


"Baik pengawal Tian agan dan yu asri haring, besok kau bawa kemari langsung gurumu itu, kau akan di beri lencana khusus, supaya mudah masuk ke istana bersama gurumu"


Perdana menteri Jhasun dan panglima Shu khal tidak bisa berbuat apa-apa atas keputusan sang Ratu SHI khal, mereka tau sang Ratu SHI dalam keadaan panik.


Tian agan dan yu asri haring, memberi hormat dan segera pergi untuk menjalankan tugas, menjemput nyai Kunti Devanti, di padepokan.


 Di dalam gua, di bawah gunung, pangeran Shun Land duduk dalam meditasi, menyerap hawa murni panas lahar Merapi bawah bumi.


Setelah mendapatkan tehnik penyerapan dari leluhur agung dalam mimpinya, dan petunjuk dari sang Rajawali api, tubuh pangeran Shun Land dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan panasnya api.


Organ dalam tubuh pangeran Shun Land, adalah, organ dalam ke5 pancer, organ dalam ini sangat fleksibel, bisa menerima dan menyesuaikan, elemen apa saja yang masuk.


Mata batin Shun land masuk ke alam jiwanya, di sana terlihat semua jiwanya berwarna merah membara,


Terlintas di ingatannya, peristiwa 9 tahun lalu, ketika pemberontakan keluarga ma, dia melihat banyak jasad tak berdosa, dari bayi sampai yang tua renta semua di bantai dengan keji, hingga badai angin datang, bisa menyelamatkan sebagian, keluarga dan kerabatnya.


Jiwa shun land membara, rasa marahnya meledak, kebencian kepada mereka yang menindas meninggi, keinginan membunuh sangat tinggi, terhadap mereka yang telah berbuat keji, pada saat itu.


Ketika jiwa Shun Land hampir di kuasai oleh kemarahan dan kebencian, terdengar suara di dalam jiwanya,


"Bagai mana kau akan memiliki ku, sedangkan dirimu belum mampu menguasai, mengenal, dan menjinakkan ku, kenali diri ku, kenali sifat ku baru kau bisa menaklukkan diri ku, setelah itu aku akan menemui mu dan mengabdi padamu"


Suara itu menghilang, mata batin Shun land keluar dari jiwanya, kemudian dia menghentikan meditasinya.


Keringat keluar keseluruhan tubuh, nafas tersengal-sengal, tubuhnya akhirnya ambruk.


Melihat itu sang Rajawali api, terbang mendekati dan menunggu tubuh yang seperti tanpa nyawa.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu, sang Rajawali terbang ke ujung batu bermotif sisik ular, lalu berteriak keras


"Banguuuuun.... jangan pura-pura tidur"


"Naga malas bila kau tak bangun, ku bakar mata mu, atau aku pinjam tombak tuan ku"


Setelah sang Rajawali api, berkata tombak, gundukan batu bermotif sisik ular itu bergetar-gerak, ujung batu yang menjorok dekat sumur lahar adalah kepala seekor Naga,


Sebenarnya Shun Land bermeditasi di atas punggung naga bumi Sabui,


Naga bumi Sabui tidak bangun hanya mengangkat kepala.


"Hey emprit kenapa kau lama sekali, aku sampai bosan menunggu mu, mana tuan muda mu" ternyata naga bumi Sabui, mengetahui bahwa, sang Rajawali dan tuan mudanya akan datang.


"Hey hey dari mana kau tau bahwa aku akan menemui mu, bila aku tau yang ada di sini, adalah naga bau tanah aku tak Sudi datang kemari'' sang Rajawali api heran, naga bumi Sabui menunggu dirinya dan tuannya.


Walau ingatan sang Rajawali api, ada yang pulih, tapi tetap saja dia tak tujuh puluh persen, belum kembali.


Tadi Sang Rajawali api menakuti naga dengan tombak tuannya, itu tebakan saja, karna aslinya setelah melihat wajah naga bumi Sabui yang terlintas di ingatan sang Rajawali hanya bayangan tombak trisula.


"aku di beritaa" sebelum ucapan naga bumi lanjut, di potong oleh sang Rajawali api


"sudah itu tak penting, yang terpenting sekarang, bagai mana caranya tuan muda ku siuman, yang berada di punggung mu" sang Rajawali sangat panik


Tapi naga bumi Sabui hanya menguap malas lantas berkata santai.


"tenang tuan muda mu tidak apa-apa, dia sedang belajar dengan Roh mustika api merah delima" lalu melanjutkan


"tidak akan lama lagi juga siuman, jangan terlalu khawatir tubuh dia tak akan hancur walau masuk dalam sumur lahar itu"


...****************...


salam Nusantara 🙏🙏🙏


like and support nya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2