LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
62.Prahara pangeran Shun Land 2


__ADS_3

Mendengar suara ini memanggil, jiwanya menjadi dingin, warna biru yang sangat kecil, menjadi membesar menekan Panas, hingga panas itu stabil.


mata pangeran Shun Land terbuka melihat sosok yang rela mati asal dirinya hidup. seluruh tubuhnya menjadi lemas bagai kapuk tersiram air.


tubuh pangeran Shun land terjatuh. di depan putri May Lien, kepalanya berada di pangkuan gadis polos lemah lembut itu.


pangeran Shun Land menangis bagai anak kecil, di pangkuan gadis berhati penuh kasih sayang, tanpa pamrih.


Dalam tangisnya keluar kalimat menyayat hati.


"may ibuku mati, aku tak bisa berbuat apa-apa, untuk menolongnya, may aku harus bagai mana, may tolong aku,


jangan tinggalkan aku may, dalam keadaan rapuh.


Tangan lembut putri asal negeri tirai bambu, membelai kepala sang pangeran dengan kasih dan sayang yang tulus, dari bibir mungilnya, keluar kalimat lembut menembus sampai ke jiwa pangeran Shun Land.


"pangeran ku, engkau adalah kesatria kuat bagi ku, bangkitlah pangeran ku, jangan kau biarkan air mata ini terjatuh lagi, dan seluruh negri menangisi mu.


pangeran ku, ibu mu akan menangis melihat putra kuatnya terjatuh tak bisa bangkit lagi, bangunlah pangeran aku, aku akan selalu Mendampingi mu...


tangan lembut itu membelai pipi dan kepala pangeran Shun Land tanpa henti, sambil tak henti-hentinya bicara berulang ulang sebuah kalimat


"bangkitlah pangeran ku, bangkitlah satria ku........."


Tanpa terasa akhirnya Bocah kuat itu, pemilik tubuh empat lintang kelima pancer, tertidur meringkuk, dengan kepala di pangkuan gadis lembut dari negeri tirai bambu.


Semua yang ada merasa kecil, di hadapan putri May Lien.


Sang pangeran yang memiliki kekuatan di luar nalar manusia, tidak ada yang bisa menyentuh hati.


Kecuali gadis polos, yang tidak mempunyai trik dan intrik, semua sikap dan tindakannya benar-benar, keluar dari lubuk hatinya.


Sang pangeran hatinya hanya tersentuh oleh ketulusan, bukan karena kepintaran, bukan karena kekuatan Kanuragan.


Semua mendekati pangeran Shun Land, yang tertidur.


Walau pun pangeran Shun Land, memiliki ilmu olah Kanuragan yang tinggi, dan memiliki tubuh istimewa, tubuh papat lintang kelima pancer.


Tubuh ini mungkin hanya terlahir setiap lima ribu tahun sekali atau mungkin hanya setiap sepuluh ribu tahun sekali.


Tetapi pangeran Shun Land, hanya manusia biasa yang memiliki kelemahan, terbukti kecerdasan dan kekuatan ilmunya, tidak bisa di gunakan ketika kematian ibu angkatnya, yang sudah di anggap bagai ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


Mentalnya jatuh bagai anak-anak, yang bisa mengisi kekosongan ini, hanya gadis polos berkulit putih yang mempunyai perangai, sangat lemah lembut.


Bunda Ratu SHI khal, duduk di samping kiri putri May lien, Ibe sesepuh Dewi Iswari duduk di sisi kanannya putri May lien, putri Dewi sumayi duduk di belakang punggung pangeran Shun Land, sedangkan putri Sari Tungga Dewi di depan pangeran yang meringkuk.


Tidur pangeran Shun land sangat pulas.


Dia bermimpi.


Dalam mimpinya, pangeran Shun Land berada di tengah hamparan bunga melati putih dan bunga mawar merah.


Pangeran Shun Land bersimpuh di depan sebuah gundukan tanah, di atas gundukan itu tumpukan, bunga melati putih dan mawar merah, saling melengkapi.


Dia menangis di depan gundukan tanah itu, sambil memanggil manggil, "Ibu...ibu....ibuuu


Dari atas turun wanita dengan pakaian serba putih dengan senyum menyejukkan, jiwa Shun Land.


Wanita muda cantik berkulit sawo matang berdiri di hadapan pangeran Shun land, tangan kanannya membelai kepala pemuda ini dengan lembut,.. suara lembut keluar dari bibirnya


"Sudah jangan menangis putra ku, kau adalah sang pilihan, kuatkan hati dan jiwamu seorang kesatria pantang menangis...


Ibu akan selalu ada di dekat mu, di dalam relung hatimu, bangkitlah, dan ingatlah jangan semua keadaan selalu menuruti perasaan mu, tapi gunakan akal mu, sembunyikan perasaan sedih mu....


Simpan di dalam hati mu paling dalam, jadikan itu penguat tujuan mu, jadilah sosok kuat yang menjunjung keadilan dan memerangi keangkara murkaan.


Lihatlah orang-orang di sekitar mu, jangan kecewakan mereka....


Satu lagi jangan kau sekali-kali, tindakan mu di pengaruhi rasa dendam, ingat segala sesuatu yang terjadi di semesta ini atas kehendak sang maha pencipta"


Wanita itu perlahan jadi serpihan cahaya dan menghilang.


Pangeran Shun Land berteriak


"Ibuuuuuu.....


"Ibu aku akan mengingat semua nasihat ibu, dan mewujudkan mimpi ibu, aku harus bertambah kuat untuk mewujudkan semua itu" gumam hati pangeran Shun, menguatkan tekadnya.


Perlahan dia merasa belaian lembut di kepalanya, tangannya respon menangkapnya dan meletakan di pipinya.


Perlahan matanya terbuka, terlihat wajah cantik putih bersih, menatap sendu tersenyum walau masih ada genangan air mata di sudut matanya.


Lalu matanya tertuju ke depan ada putri Sari Tungga Dewi, di raih tangannya, dan menggenggam dengan erat.

__ADS_1


Dia pun bangkit dan menoleh kebelakang terlihat putri Dewi sumayi, matanya memerah air matanya belum kering.


Dia pun menjatuhkan kepalanya di pangkuan putri Dewi sumayi, putri Dewi sumayi memeluknya dengan lembut.


Melihat ini Sang Ratu SHI khal saling pandang dengan ibu Sesepuh Dewi Iswari, keduanya tersenyum.


Pangeran Shun Land bangkit dan bersujud di hadapan sang Ratu SHI khal, "maafkan putramu yang terbawa perasaan ibu, hingga kalian semua khawatir"


Dalam hati sang Ratu SHI khal, merasa haru dan sedih, betapa putranya ini sangat menyayangi ibu angkatnya seperti melebihi padanya.


"Bangunlah kita pulang dan kita akan membuat pemakaman seperti yang kau inginkan" bunda Ratu SHI khal membangunkan putranya.


Semua nya bangun, pangeran Shun Land berjalan di depan bergandengan tangan dengan putri May lien, di belakangnya putri Sari Tungga Dewi beriringan dengan putri Dewi sumayi,


Di samping pangeran Shun Land Ratu SHI khal dan ibu Sesepuh Dewi Iswari.


Maha Patih Jhasun, panglima Shu khal pendekar syair kematian mengiringi mereka paling belakang.


Para prajurit di pimpin wakil panglima perang Yu asri haring, datang dan mengawal dari belakang.


Esoknya prosesi pemakaman di pimpin langsung oleh pangeran Shun Land, pemakaman itu hanya di hadiri keluarga penting istana saja.


Pangeran Shun Land melarang banyak orang yang datang di prosesi pemakaman itu.


Sejak kejadian itu sikap pangeran Shun Land, sedikit berubah, dia lebih serius dan tidak banyak bicara.


Seluruh kegiatannya di curahkan semua, kepada urusan kerajaan.


Tidak lama setelah pemakaman ibunya Boma pun menikahi Mawinei, panglima Shu khal, menjadi wakil orang tua Boma, karena Boma sebenarnya adalah salah satu murid dari panglima Shu khal, sedah sewajarnya dia mengantikan posisi ayah Boma.


Pernikahan sederhana di gelar di kediaman kepala pengawal istana Djata.


Ratu SHI khal dan maha Patih Jhasun, dan segenap keluarga inti kerajaan menghadiri prosesi pernikahan tersebut.


Boma tadinya ingin tinggal di kediamannya tapi Mawinei melarang, dengan alasan bila di sana akan selalu teringat mendiang ibunya.


Boma tidak ada pilihan lain selain menuruti keinginan istri tercintanya, tinggal bersama di kediaman kepala pengawal istana Djata.


Boma pun di angkat jadi wakil kepala pengawal istana Djata. Atas usulan panglima Shu khal.


Boma yang sebenarnya tidak begitu suka berada di lingkungan keprajuritan, dengan terpaksa menerimanya, demi menyenangkan sang mertua dan panglima Shu khal.

__ADS_1


...****************...


SALAM NUSANTARA SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2