LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
199. Ki Braja Geni kedatangan tamu pendekar Tapak Sakti.


__ADS_3

Di dalam gua di balik di balik air terjun panas di antara gunung Gede dan gunung Pangrango.


Braja Geni dan keempat muridnya Braja Musti, Braja Wikalpa, Braja Wisesa dan Braja Lambatan mereka berlima sedang bersendi menyembuhkan luka dalam dari pertarungan dengan shun land satu Minggu yang lalu, mereka pun ingin memulihkan kondisi tenaga dalamnya yang terkuras habis.


Hanya Braja Denta yang tidak cedera karena pada waktu itu setelah senjata pusaka tongkat Panca Braja lepas dari tempatnya dia tidak ikut menyerang Shun land tetapi dia mengejar senjata pusaka Tongkat Panca Braja yang terlepas dari tangannya akibat bentrokan dengan pusaka bintang Pedang Naga Bergola.


Setelah merasa pulih Ki Braja Geni membuka matanya dan terlihat empat muridnya masih dalam posisi bersemedi memulihkan kondisinya.


Ki Braja Geni mengalirkan tenaga dalamnya ke Braja Musti yang paling parah, untuk membatu menyembuhkan luka dalamnya, setelah itu dia pun membantu tiga murid yang lainya secara bergantian.


"Terima kasih guru". Mereka berempat serempak setelah di rasa pulih hanya perlu beberapa hari lagi untuk memudahkan tenaga dalamnya.


"Tidak apa-apa murid ku itu sudah menjadi kewajiban seorang guru untuk membantu murid yang sedang terluka". Timpal Ki Braja Geni.


"Bagai mana dengan guru sendiri apa guru sudah pulih seratus persen". Braja Wikalpa bertanya penasaran.


"Aku sudah pulih dari luka dalam ku karena bentrok langsung dengan Pedang Naga Bergola, aku tidak menyangka kekuatan bocah itu dapat mengalahkan ku dengan mudah, kekuatan Pedang Naga Bergola memang sangat luar biasa pantas saja dulu guru memberi perintah untuk merebut pedang Naga Bergola dari siapa saja yang mampu mencabutnya".


Ki Braja Geni mengungkapkan rasa kagum pada pusaka bintang Pedang Naga Bergola.


"Braja Denta berapa orang yang tersisa dari anak buah kita". Ki Braja Geni bertanya.


"Hanya tinggal enam belas orang guru karena kemungkinan yang di bawah pimpinan Colet telah membelot pada Pendekar Satria Nusa kencana pemilik pedang Naga Bergola" jawab Braja Denta dengan singkat.


Ketika mereka sedang membicarakan tentang keadaan terakhir anak buah mereka. Dua orang pengikut yang masih setia pada Panca Braja masuk dengan nafas yang memburu.


"Tuan Braja Geni di luar ada dua belas orang yang memaksa untuk ingin bertemu dengan tuan, rekan-rekan kami sedang menahan mereka tetapi mereka malah menyerang kami". Salah satu dari mereka yang masuk memberi tahukan keadaan di luar gua.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Ki Braja Geni dan panca Braja melesat ke luar pintu gua yang masih terbuka.


"Hentikan Tapak Sakti ada apa kau menyerang anak buah ku, apa kau ingin aku temukan tulang-tulang mu seperti dahulu". Ki Braja Geni berteriak.


Ternyata yang ingin bertemu dengan Braja Geni adalah Ki Tapak Sakti dan sebelas anak buahnya.


"Hahahaha akhirnya kau keluar juga Braja Geni, aku bukan ingin bertarung dengan mu tetapi ingin memberi kabar baik untukmu tatapi anak buah mu memaksa ku bertarung". Pendekar Tapak Sakti berkilah.


Semua anak Panca Braja berhenti menyerang mendengar suara pimpin tertinggi mereka Ki Braja Geni.


Pendekar Tapak Sakti dan Ki Braja Geni memang sudah saling mengenal dan mereka pernah bentrok waktu Pendekar Tapak Sakti mendapatkan tugas dari Kama Deva untuk mencari tambang biji besi di Buton untuk bahan utama senjata dan perlengkapan perang, akan tetapi tugas itu menjadi mentok karena harus berhadapan dengan Ki Braja Geni.


"Silahkan kau bicara apa keperluan mu". Ki Braja Geni menjawab singkat.


"Maaf Ki Braja Geni saya perlu tempat privasi karena kabar ini termasuk Rahasia dari junjungan saya, sebagai jaminan saya bahwa saya berniat baik, saya akan melucuti senjata anak buah saya". Pendekar Tapak Sakti meminta tempat privasi


"Letakan senjata kalian semua". Pendekar Tapak Sakti memerintahkan seluruh anak buahnya.


Ki Braja Geni melihat ini akhirnya masuk ke dalam gua di balik air terjun panas dan mengisyaratkan pendekar Tapak Sakti untuk mengikutinya.


Setelah di dalam keduanya duduk berhadapan. "Segera kau katakan apa maksud mu dengan perkataan mu ingin memberi kabar baik pada ku".


Ki Braja Geni mendahului bicara, Pendekar Tapak Sakti hanya tersenyum lalu mengeluarkan kotak lumayan besar dari balik bajunya sambil berkata.


"Ini terimalah dulu hadiah dari junjungan ku, untuk mu sebagai salam perkenalan dari beliau, hadiah ini tidak mengikat kau, kau boleh menolak atau pun menerima tawaran dari beliau". Pendekar Tapak Sakti berhenti bicara memperhatikan sikap Ki Braja Geni.


Ki Braja Geni menerima dan langsung membuka kotak tersebut matanya melotot melihat isi kotak tersebut, yang berisi sekitar lima ribu uang keping emas jumlah yang tidak sedikit.

__ADS_1


"Cepat katakan apa maksud semua ini ???". Ki Braja Geni bertanya sangat penasaran.


"Ki Braja Geni Aku di utus oleh junjungan ku untuk menawarkan kau bergabung dengan kami di daratan luas Swarnabumi, Kau dan anak buah mu akan mendapatkan posisi yang tinggi dan kau akan berlimpah harta". Pendekar Tapak Sakti bicara sangat meyakinkan.


Mendengar tawaran dari pendekar Tapak Sakti Ki Braja Geni termenung sejenak lalu berkata.


"Siapa nama junjungan mu mungkin aku akan mempertimbangkan nya".


"Junjungan ku adalah penguasa daratan luas Swarnabumi Mara Deva, percayalah pada ku kau tidak akan rugi jika bergabung". Jawab pendekar Tapak Sakti.


Ki Braja Geni mendengar nama Mara Deva ingatannya melayang teringat seseorang tokoh yang di sebut oleh gurunya, Lalu berkata dengan tegas.


"Aku mengerti tujuan pokok junjungan mu, baik aku setuju bergabung tetapi bila junjungan mu tidak memberikan sesuatu yang pantas pada ku dan kelima muridku Panca Braja aku akan membatalkan perjanjian ini". Ki Braja Geni tanpa ragu-ragu.


Pendekar Tapak Sakti mengulurkan tangannya tanda sepakat di sambut oleh Ki Braja Geni.


Mereka berdua pun keluar dari gua, Ki Braja Geni memberikan perintah pada panca Braja dan anak buah lainnya.


"Kita akan bergabung dengan Kelompok Naga Hitam pimpinan Mara Deva dan kita akan meninggalkan tempat ini menuju daratan luas Swarnabumi di istana Naga Hitam".


Pendekar Tapak Sakti melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh di ikuti oleh Ki Braja Geni, panca Braja pun mengikuti Gurunya begitu juga anak buah Pendekar Tapak Sakti.


Ki Braja Geni tahu maksud dari Mata Deva yang inginkan informasi tentang Pendekar muda yang mengalahkannya, Ki Braja Geni menduga Mara Deva sangat tertarik dengan Pusaka bintang Pedang Naga Bergola yang di miliki pendekar muda yang menyebut dirinya Satria Nusa kencana.


Ki Braja Geni memutuskan untuk bergabung dengan pertimbangan, sambil menyelam dia bisa meminum air.


Dia tidak bisa mengalahkan pemilik Pusaka bintang Pedang Naga Bergola, Ki Braja Geni mengharapkan Mara Deva bisa mengalahkan pemilik Pusaka bintang Pedang Naga Bergola.

__ADS_1


Tentunya bila pertarungan itu terjadi Ki Braja Geni memperkirakan siapa pun pemenangnya mereka berdua akan terluka parah di saat itu dia akan bertindak sebagai pemenang itulah rencana Ki Braja Geni.


-----------------------*****---------------------


__ADS_2