
Sang kakek tersenyum penuh cinta dan aura yang menyejukkan jiwa, dia segera menjawab
"Kau akan segera tau orang yang seperti itu".
"Apa bisa orang seperti itu, kembali ke jalan yang benar ?". sang anak bertanya lagi penuh penasaran.
"Itu bagai mana dia, seberapa kuat dia berusaha dan seberapa kuat tekad dia, dan seberapa teliti dia mengoreksi celah dalam pikirannya dan rasa perasaannya, dan seberapa cerdas kekuatan akalnya".
Sang kakek menjawab pertanyaan bocah itu dengan sabar.
Walau jarak belum terlalu dekat tapi pangeran Shun Land mendengar percakapan itu dengan jelas.
Sesaat kemudian kakek dan anak berumur sepuluh tahun melintas di depan pangeran Shun Land yang sedang tergeletak tak berdaya bersandar di sebuah batu.
"maaf kakek saya mengganggu perjalan kakek, tolonglah saya sedang tersesat di sini begitu lama".
Pangeran Shun Land bicara sambil mengangkat badannya sedikit dan merendahkan kepalanya.
sang kakek itu berhenti dan menatap dengan tatapan sendu penuh kasih sayang, menebarkan aura kesejukan jiwa dan batin pangeran Shun Land.
Seutas senyum menghias bibir kakek itu tertuju kepada pangeran Shun Land, seolah senyuman seorang kakek kepada cucunya yang lama tidak bertemu, lalu bicara dengan lemah lembut tapi penuh wibawa.
"Sebenarnya kakek tidak bisa menolong mu, hanya yang maha kuasa yang bisa menolong mu". kakek itu berhenti sejenak, lalu melanjutkan bicaranya dengan tenang.
"Tapi kakek ini akan berusaha menunjukkan jalan pulang dengan satu sarat bila kau bersedia memenuhi syarat tersebut, kakek ini akan menunjukkan pada mu jalan itu".
Mendengar ini pangeran Shun land segera menjawab dengan sepenuh hati.
"katakan padaku kek apa sarat itu, bagai mana pun sulitnya aku akan berusaha melakukan dengan sepenuh jiwa dan raga ku".
"Syaratnya sangat mudah, kau harus berguru ke cucuku ini, dan menuruti segala perintahnya, apa kau sanggup". Sang kakek menjelaskan sarat itu.
pangeran Shun Land sedikit kaget dan Termenung tak bicara dalam pikirannya, Masa aku yang besar ini harus berguru kepada anak kecil.
Lamunan pangeran Shun land buyar ketika kakek itu bicara pada cucunya.
"kalau kau tak mau ya sudah, nak mari kita pulang".
Kakek itu hendak melangkah tapi di hentikan oleh suara pangeran Shun land.
"Saya bersedia kek". pangeran Shun land penuh semangat.
"Nak kita tidak akan melanjutkan perjalanan dulu, kita akan tinggal di sini dulu, kau harus mengajari kakak ini ilmu saipi padanya". Sang kakek bicara pada cucunya.
__ADS_1
"Siap kek dengan senang hati, tapi kita tinggal di mana kek di sini tidak ada rumah atau pun gubug". sang cucu menjawab dengan senang hati.
"Kita akan membuatnya, nak berilah minum pada kakak ini, agar dia segar kembali dan bisa membantumu membuat sebuah gubuk untuk tinggal kita sementara".
Sang kakek memerintahkan cucunya, anak berumur sepuluh tahun itu memberikan kendi air terbuat dari sebuah buah-buahan yang pangeran Shun land tidak mengetahui buah apa.
Pangeran Shun Land menerima kendi itu lalu meminumnya seteguk demi seteguk, air itu terasa dingin meresap keseluruhan tubuhnya.
Di tegukan ketiga pangeran Shun Land merasa kenyang dan seluruh tubuhnya segar kembali, lalu dia memberikan kendi air itu.
Anak itu menolaknya seraya bicara, "Kendi itu hadiah buat kakak, dari seorang guru kepada muridnya".
Pendengar ini wajah pangeran Shun land menjadi merah, seorang raja yang selalu di puja dan di hormati mendapat hadiah dari seorang bocah yang menjadi gurunya.
Pangeran Shun land menahan kesalnya dalam hati tapi tidak memperlihatkannya, dia pun menerima dan berterima kasih.
"terima kasih adik guru". Bicara pangeran Shun land sedikit kaku.
Sang kakek hanya tersenyum melihat pangeran Shun land.
Guru cilik pangeran Shun land dan pangeran Shun land segera pergi kehutan menebang pohon untuk membuat gubug.
Pangeran Shun land di perintah selalu mengerjakan yang berat-berat, dengan sabar dia melakukannya.
Setiap di lelah dia meminum air dari kendi itu tanpa di sadari oleh pangeran Shun land, hanya meminum tiga tegukan tubuhnya segar kembali.
Di tempat meditasi pangeran Shun land, ketiga permaisuri hanya bisa berlinang air mata tidak bisa berbuat apa-apa, untuk menyadarkan pangeran Shun Land.
Kemudian tangisan pangeran Shun land berhenti di ganti keringat bercucuran, perlahan samar-amar keluar cahaya kekuningan dari tubuh pangeran Shun land.
Ketiganya sedikit menjauh dan rasa khawatir mulai menghilang.
Permaisuri Sari Tungga Dewi yang mengerti tentang ilmu meditasi, berkata menenangkan kedua permaisuri yang lain.
"Tenanglah tadi itu suatu pase dalam meditasi, kita harus gembira paduka raja suami kita telah melewati masa-masa sulitnya menuju tingkatan mediasi yang lebih tinggi".
Keduanya mengangguk kekhawatirannya sedikit berkurang, mengerti apa yang di katakan permaisuri Sari Tungga Dewi.
Sementara itu pangeran Shun land dan guru kecilnya telah selesai membuat sebuah gubuk.
Pada waktu pembuatan gubuk pangeran Shun land, banyak di ajari oleh guru ciliknya, pandangan yang tadinya merasa anak itu tidak pantas jadi gurunya mulai memudar.
Sang kakek duduk di depan gubuk yang menghadap ke pantai, lantas memerintahkan cucunya untuk segera mengajari ilmu saipi.
__ADS_1
Dari Saipi angin, saipi Geni, saipi air, dan saipi bumi.
"kakak sudah siap", sang guru kecil bertanya, di jawab dengan tegas oleh pangeran Shun land.
"siap". jawab pangeran Shun land.
Guru kecil memperagakan jurus Saipi angin yang menjadi dasar ilmu ilmu olah kanuragan.
Melihat guru kecilnya lebih sempurna memperagakan gerakan-gerakan jurus Saipi angin dari tingkat dasar sampai jurus terakhir, jurus badai angin.
Pangeran Shun land berlatih lebih giat menyempurnakan jurus demi jurus.
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat bila di hitung di dunia nyata pangeran Shun land sudah setahun lebih.
Sebenarnya dalam meditasi pangeran Shun land sudah naik ke tahap ke 3.alam Roh, yang tanpa di sadari oleh pangeran Shun land sendiri.
Dalam tehnik meditasi ada 4. 1.Meditasi fokus 2.meditasi jiwa. 3.meditasi rasa. 4.meditasi tunggal.
Pangeran Shun Land telah menguasai tehnik yang ke 3.meditasi rasa.
Dalam keadaan bermeditasi seseorang dapat masuk ke alam batin, yang terdiri dari 4.alam batin.
1.alam pana/nyata 2.alam jiwa 3.alam Roh 4.alam asal.
Bila seseorang dapat menguasai tehnik meditasi tahap ke 1.meditasi fokus, maka dia dapat masuk ke alam pana.
Bila dia menguasai tehnik ke 2.mediasi jiwa. maka dia bisa masuk ke alam batin ke 2.alam jiwa.
Bila dia menguasai tehnik ke 3.meditasi rasa, dia bisa masuk ke alam batin ke 3.alam Roh
Bila dia menguasai tehnik ke 4.meditasi tunggal, dia bisa masuk ke alam batin ke 4.alam asal.
Pangeran Shun land telah menguasai tehnik meditasi ke 3.meditasi Rasa, dengan sendirinya pangeran Shun land masuk ke alam batin ke 3.alam Roh.
Di dimensi alam Roh tidak mengenal waktu dan tempat. waktu di dimensi alam Roh seakan berhenti di alam nyata.
tapi bagi yang di dalamnya merasakan berapa lama dia di sana.
...****************...
trim's sahabat 🙏🙏🙏
SALAM NUSANTARA
__ADS_1
SALAM GARUDA PERKASA