
Shun Land mengerutkan keningnya sambil menatap ke atas seperti berpikir lalu menjawab dengan santai. "Sebenarnya saya tidak keperluan atau masalah dengan si pedang setan tetapi saya memang ingin menyambangi perguruan itu karena telah menyerang perguruan pengawal saya, dan saya pun sudah jengah dengan kelakuan si pedang setan yang telah membuat situasi dunia persilatan memanas, jadi saya akan mencoba untuk melakukan balas dendam kalian".
"Baik tuan kalau begitu kita telah sepakat, dan kemana kami harus pergi mengawal istri tuan jaya". Santaka bertanya.
"Kalian berdua bawa saudara-saudara kalian untuk menemui istri saya Juragan dagang utusan keadilan Dewi Lasmini di istana kebangsawanan Wajak, dan katakan pada juragan dagang utusan keadilan Dewi Lasmini bahwa kalian di utus Jaya Sempurna untuk di terima jadi pengawalnya".
Shun Land berkata dengan jelas.
"Tuan perkenalkan Saya Jatniko dan ini adik seperguruan saya Santaka, saya akan pamitan untuk menemui saudara-saudara kami dan akan langsung menemui istri tuan Jaya Sempurna". Jatniko memutus pembicaraan lalu berdiri di ikuti Santaka. Setelah memberi hormat keduanya melesat ke arah hutan dan hilang dari pandangan mata mereka berempat.
-----------------&&&&---------------
Shun Land menaiki kudanya kembali dan memacu dengan cepat di ikuti oleh Lamsijam dan Aji Wisesa serta adik seperguruan Aji Wijaya, Shun Land sungguh sudah tidak sabar ingin segera sampai andaikan tidak ingin membuat heboh dunia persilatan dirinya akan terbang agar cepat sampai ke gunung Sumbing.
Menurut pemikiran Shun Land kepentingan memburu tiga raja kematian Ki Kala Durga, Dewi Sukma dan Dewi angin-angin tidak begitu penting karena hanya kepentingan pribadinya tetapi menyambangi perguruan pedang setan Dewi Andita si pedang setan adalah kepentingan umum yang menyangkut kedamaian dunia persilatan.
__ADS_1
Dalam perjalanan setiap singgah di pedukuhan Shun Land membagikan keping koin emas untuk Membantu mereka dan memerintahkan Lamsijam bila ada informasi wilayah yang di ganggu para begal atau pun para pembuat onar.
Kegiatan Dewi Lasmini pun menjadi bahan pembicaraan di setiap tongkrongan nama juragan dagang utusan keadilan Dewi Lasmini semakin di kenal meluas ke setiap pelosok negeri apa lagi semenjak bergabungnya Jatnika dan Santaka serta 22 mantan murid perguruan Macan putih yang sudah mempunyai nama di dunia persilatan membuat para pendekar kelas menengah yang sedang kehilangan arah karena koalisi perguruan persilatan yang di pimpin Ki Arya Natanagara dari perguruan Cimande kehilangan dua tokoh yang sangat di takuti dan di segani di dunia persilatan Leluhur Ki Srengga dan leluhur Ki Bagus Atma.
Mereka ingin bertemu dengan Dewi Lasmini dan ingin bergabung tujuannya ingin berlindung di bawah perkumpulan Utusan keadilan yang memiliki pendekar sangat sakti pendekar Jaya Sempurna.
Berita ini pun sampai kepada Ki Arya Natanagara dan Ki Mahisa Taka, ki Arya Natanagara mengutus Danur dan Praja untuk menemui juragan dagang utusan keadilan Dewi Lasmini untuk menyampaikan apakah Lasmini dan Jaya Sempurna yang pernah singgah di perguruan Cimande atau bukan.
Ki Mahisa Taka juga mengutus Kusuma dan Aji Tama untuk menemui Dewi Lasmini yang sedang berada di istana Kebangsawanan Wajak, selain itu Ki Mahisa juga ingin menanyakan kabar pada leluhur Ki Birawa tentang keadaan di perguruannya. Apa lagi Ki Mahisa Taka mendapatkan kabar dari Boma dan pangeran Makkamaru yang sengaja mampir ke perguruan Ciomas sebelum menuju ke perguruan gajah Mungkur.
Boma menjelaskan bahwa pendekar Jaya Sempurna sangat mirip dengan paduka raja Shun Land ini membuat Ki Mahisa Taka semakin penasaran dengan identitas pendekar Jaya Sempurna.
Shun Land mulai masuk di pegunungan sumbing suasananya begitu mencekam tidak ada jejak manusia yang melewatinya sehingga terpaksa mereka berempat meninggalkan kuda-kuda mereka, Lamsijam naik ke atas pohon dan memotong bagian atas pohon untuk meningkatkan jejak hingga pada waktu kembali bisa dengan mudah menemukan kuda-kuda mereka.
Shun Land sebelum berangkat berpikir sejenak kemudian membalikkan badan tiba-tiba lalu berkata pada ketiganya. "Setelah saya pikir lebih baik kalian bertiga langsung saja ke perguruan langit nanti setelah selesai urusan saya dengan tiga raja kematian langsung menemui kalian di sana, saya ingin cepat menemukan mereka, jangan membantah cepat pergi dan jangan kemana-mana sebelum saya datang bawa kuda ku juga". Setelah bicara Shun Land langsung melesat ke atas dan menyusuri setiap jengkal kawasan gunung sumbing.
__ADS_1
Lamsijam dan Aji Wisesa serta Aji Wijaya hanya bisa pasrah mereka menyadari keberadaan mereka hanya menghambat pencarian pemimpin mereka mencari keberadaan sarang tiga raja kematian. Mereka bertiga akhirnya melanjutkan perjalanan menuju gunung Sindoro di mana leluhur Ki Agus Kalamerta dan murid-muridnya berpindah demi menghindari serbuan si pedang setan Dewi Andita.
Di salah satu tebing tinggi gunung sumbing sebuah gua berisik dengan ******* tiga orang terlihat seorang laki-laki hitam di duduki olah dua orang wanita tanpa busana, satu menduduki bagian badan tengah yang satu lagi menduduki bagian wajah sangat jelas laki-laki itu berkelojota kedua kakinya di hentak-hentakan ke atas sedangkan wanita yang mendudukinya kadang menjerit-jerit seperti kesakitan.
Yang jelas ketiganya sudah lupa akan hal di sekelilingnya hingga tidak menyadari di depan pintu gua ada seseorang yang melayang masuk dan berdiri memandang mereka dengan jijik. Orang tersebut lalu berkata dengan nada yang kalem tapi tegas tidak ada keraguan.
"Perta kalian sudah usai cepatlah berpakaian hingga Malaika maut tidak malu menjemput nyawa kalian".
Jelas saja suara yang penuh intimidasi mengejutkan mereka bertiga dan menghentikan aktivitas mereka lakukan dan menoleh secara serentak kearah sumber cahaya. Dewi Sukma yang menduduki kepala Ki Kala Durga meloncat turun dari ranjang terbuat dari batu lalu berjalan melenggang-lenggokkan tubuhnya yang putih mulus tiada cacat tanpa sehelai benangpun ke arah Shun Land.
"Pemuda ganteng kau tepat sekali waktu mu datang kami sedang kekurangan pemain agar tidak pincang menjadi 2 lawan 2". Lasmini memutari tubuh Shun Land dan berakhir di belakang sambil menempelkan bagian dada ke punggung Shun Land.
"Pemuda tampan jangan berkata-kata tentang kematian sebelum merasakan nikmat dunia bersamaku kau akan merasa ingin mati bila tidak bersama ku sehari saja". Dewi Sukma berkata sambil menempelkan pipinya ke telinga Shun Land.
"Cukuuuuuup.......!!!" Shun Land berkata keras aura apinya meledak mementalkan tubuh Dewi Sukma sampai ke atas ranjang ketiganya gemetar ketakutan menghadapi aura yang sangat kuat.
__ADS_1
"kalian sudah keterlaluan aku kesini di utus raja Tarumanegara paduka Shun Land untuk mengadili kalian bertiga yang telah membunuh panglima Antaka, Leluhur Ki Srengga dan Narpat Maja beserta istrinya dengan keji".
***************