LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
80. Penobatan pangeran Shun Land menjadi raja 4


__ADS_3

"jangan pergi temani aku"


Pangeran Shun Land sedikit terkejut hatinya sedikit dongkol telah di kerjain oleh sang pujaan hati.


"Tidak putri May lien, belum saatnya kita tidur bersama di satu pembaringan, itu sangat riskan hembusan angin setan bisa merusak cinta kita"


Pangeran Shun Land menolak untuk tidur bersama dalam satu pembaringan.


Mendengar ini, putri May lien terbangun, kata-kata yang di tunggu-tunggu dan di harapkan setiap waktu, keluar dari sang pemilik hatinya.


"Katakan sekali lagi ucapan cinta kita, padaku aku akan tidak akan menghukum mu karena telah melupakan janji mu, untuk menemui ku"


Putri May lien menyodorkan wajahnya lebih dekat, hingga hidungnya hampir menempel hidung pangeran Shun Land.


Mendapatkan perlakuan demikian, pangeran Shun Land jadi gelagapan "baik aku akan mengatakan"


Pangeran Shun Land berkata sambil mundur, tapi wajah putri May lien mengikutinya.


"Tidak aku akan tetap dekat biar terdengar dengan jelas"


Tentu saja pangeran Shun Land akhirnya mengalah.


"Baiklah, biar tidak merusak cinta kita" pangeran Shun Land berkata sedikit bergetar


"Apa maksudmu dengan cinta kita, apa kau mencintaiku? "


"Iya aku mencintai mu" pangeran Shun Land bicara sedikit keras.


Hingga putri May lien sedikit mundur dan menangis lirih, melihat putri May lien menangis pangeran jadi menyesal bicara sedikit keras.


"Maafkan aku bicara sedikit keras padamu, berhenti lah aku jadi merasa bersalah"


Pangeran Shun Land bicara sambil menggenggam tangan putri May lien dengan ke dua tangannya.


"Pangeran aku menangis bukan karena marah pada mu bicara keras, tapi aku sangat bahagia...


Ucapan yang selalu aku tunggu-tunggu, siang dan malam, sekarang aku mendengarnya dari bibirmu langsung, terima kasih atas cinta mu pada ku"


Putri Mey memeluk pangeran Shun Land dengan erat, "aku malam ingin ingin di temani oleh mu sampai pagi, kita akan bicara apa saja, yang penting aku ingin kau menemani ku"


"Bagai mana kalau kita menikmati sinar bulan di tengah halaman taman, di atas rumput" pangeran Shun Land memberikan ide.


Mereka berdua pun keluar dari ruangan pribadi pangeran Shun Land, menuju halaman taman yang luas di tumbuhi rumput pendek.


Mereka berdua merebahkan tubuhnya di atas rumput di tengah halaman taman.

__ADS_1


Kepala putri May lien berada di lengan pangeran Shun Land.


Tidak ada yang bicara mereka hanya menikmati kebersamaan dan sinar rembulan, mereka akhirnya terlelap tidur dengan mimpi indah masing-masing.


------------***-------------


Esoknya harinya, mereka di bangunkan Lodaya, pipi pangeran Shun Land di jilati, sebenarnya para pelayan dan prajurit yang berganti sip, banyak yang melihat tapi mereka tidak ada yang berani, membangunkan.


Suasana istana kerajaan sangat ramai, para pembesar kerajaan, berbagai lapisan mendatangi istana, rakyat kerajaan pun tidak ketinggalan, ingin melihat putra mahkota yang mereka elu-elukan, menjadi raja mereka.


Pendekar Antaka mengamati dari kejauhan, anggota pasukan khusus senyap, berbaur dengan tamu undangan dan rakyat kerajaan di halaman istana.


Dewi lerna dan dua Dewi kembar Baniah dan Ulwiyah, mempercayakan kedai-kedai hiburannya, ke pelayan kepercayaannya.


Mereka bertiga masuk ke dalam istana dengan undangan khusus, ikut mengawasi jalannya penobatan pangeran Shun Land menjadi Raja.


Pendekar Antaka dan pasukan khusus senyap, mengantisipasi sisa pengikut Tetua Niraya Sura, membuat keributan.


Penobatan pangeran Shun Land menjadi Raja Kutai khal, berjalan lancar tidak ada kendala di lanjutkan dengan acara pernikahan di pimpin langsung sesepuh supranatural Badewa Tjilik Riwut.


Raja Shun Land berdiri berdampingan dengan putri Sari Tungga Dewi. Menjalankan Ritual pernikahan yang di Bingbing Badewa Tjilik Riwut.


Setelah acara pernikahan selesai. Tiba-tiba sang Ratu SHI khal, memanggil kedua putri, putri Dewi sumayi dan putri May lien, dan membuat pengumuman.


"Kepada Badewa Tjilik Riwut untuk Segera menikahkan pangeran Shun Land, dengan putri Dewi sumayi dan putri May lien, bersamaan, ini perintah Ratu SHI khal, pangeran Shun Land, dan seluruh rakyat kerajaan, harus menerima dan mendukung keputusan ini"


Putri Dewi sumayi dan putri May lien, sangat kaget karena keputusan untuk menikah, mendadak dan tanpa pemberitahuan.


Pangeran Shun Land tidak bisa menolak, dengan pertimbangan, 1 takut membuat ibunda ratu tersinggung, ke 2, bila menolaknya kewibawaan sang Ratu akan tercoreng, karena perintahnya tidak di patuhi oleh sang anak.


Akhirnya pernikahan yang kedua di lakukan sekaligus, istri pertama putri Sari Tungga Dewi, mendampingi sang Raja baru yang berkeringat dingin, menikahi tiga wanita sekaligus.


Ritual pernikahan kedua selesai, Ratu SHI khal, langsung mengangkat ketiga istri Raja Shun land, menjadi permaisuri semua.


Para pejabat tinggi kerajaan dan seluruh rakyat yang hadir, sangat memuji tindakan Sang Ratu SHI khal, yang adil terhadap ketiga menantunya.


Ketiga permaisuri, putri Sari Tungga Dewi, putri Dewi sumayi, putri May lien.


Setelah pengangkatan menjadi permaisuri, lalu ketiganya berlutut di depan sang Raja Shun land, di hadapan hadirin semua, ketiganya mengikrarkan sumpah dan janji setia, terhadap Raja dan seluruh rakyat kerajaan Kutai khal.


Rakyat menyambut penuh antusias, karena mereka telah kemampuan ketiga permaisuri ini, permaisuri pertama mempunyai watak kepemimpinan yang tegas dan adil, permaisuri kedua mempunyai kehebatan diplomasi, permaisuri ketiga mempunyai ilmu pengobatan yang tinggi.


Semua petinggi dan rakyat kerajaan Kutai Khal, mempunyai harapan dengan ketiga permaisuri mendampingi Raja mereka.


Akan menghasilkan suatu pemerintahan kerajaan yang adil dan beradab, serta memakmurkan seluruh rakyat kerajaan.

__ADS_1


Acara pun di teruskan dengan pesta dan pembagian hidangan yang beraneka warna.


Seluruh isi ibu kota kerajaan, sampai ke pelosok negri mengadakan pesta besar yang di adakan pemimpin daerah tersebut.


Menyambut Raja baru mereka dengan suka cita, kekuatan dan kesaktian Raja muda Shun land, sudah terkenal sejak kontes latih tanding setahun yang silam.


Pesta berakhir, tamu undangan kerajaan berpamitan, sembari mengucapkan selamat dan memberi hadiah pernikahan.


Para pejabat tinggi kerajaan pun kembali ke kediaman masing-masing.


Yang tertinggal para prajurit dan pelayan sibuk merapihkan dan membersihkan sisa-sisa pesta.


Di dalam istana kerajaan, keluarga inti kerajaan masih belum meninggalkan aula istana.


Disana ada keluarga besar sesepuh agung Khal San, pangeran Khal Shugal pun ikut hadir, tapi tidak menonjolkan diri.


Panglima Shu khal dan tetua Sri khal, mereka berdua sangat merasa bahagia


Tabib Lau lien, yang duduk bersebelahan dengan pendekar Antaka, panglima Tian agan dan yu asri haring.


Di kesempatan itu Raja baru Shun Land, ingin mengemukakan rencananya.


Setelah ini dia akan mewakili kepemimpinan kepada permaisuri Sari Tungga Dewi, dan mengangkat pangeran Khal Shugal, sebagai wakilnya, dan kedua permaisuri sebagai penasehatnya.


Pangeran Sanjaya triloka dan putri Dian Prameswari dwibuana, mendengar tujuan Pangeran Shun land, dataran luas Dwipa, untuk mengejar penghianat Maasiak dan Niraya sura.


Mereka berdua menawarkan diri untuk membantu dan menjadi petunjuk jalan, sekaligus mereka akan pulang ke klan Wajak, ingin melaporkan kepada ketua kalan tentang kerjasama dengan pangeran Makkamaru di bidang perkapalan dan pertanian.


"Pangeran Sanjaya dan putri Dian saya memang ingin ke dataran luas Dwipa, tapi sebelum itu aku akan ke dataran besar Kalimantan bagian Utara....


"Untuk mengejar pembunuh ibu angkat ku di padepokan tapak maut, kalau pangeran Sanjaya dan putri Dian tidak keberatan kita akan berangkat Minggu depan"


...****************...


like and komen juga support.


sangat berarti untuk perkembangan


Tulisan ini dan performa Author.


trim's sahabat yang telah setia mendukung 🙏🙏🙏


LEGENDA RAJAWALI API


SALAM , NUSANTARA

__ADS_1


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2