
"kau ini selalu sensitif, kau akan menjadi sahabat sejati ku selamanya, bahkan bila hatimu merasa sedih, merasa marah, merasa sakit hati, aku bisa merasakannya Sudah lah lupakan hal kecil ini, kita adu cepat tapi ingat orang di punggung mu harus selamat". Shu. Land meredakan rasa marah dan sedih Sang Legenda Rajawali Api.
"Siapa takut yang kalah harus mandi di laut ok". Sang Legenda Rajawali Api menyanggupi adu kecepatan terbang.
Shun Land langsung melesat kedepan dengan mengeluarkan sedikit kekuatan Api abadinya tubuhnya menjadi sangat ringan.
Sang legenda Rajawali Api terbang dengan sangat cepat walau pun tidak melihat lagi Shun Land di depannya. Yang sebenarnya Shun Land berada di atas punggungnya di belakang tubuh Boma.
Selat Krakatau telah di lewati tetapi Sang Legenda Rajawali Api lupa bertanya akan kemana tujuan sebenarnya. "Adeeuuuh Aku lupa lagi menanyakan tujuan kemana". Sang Legenda Rajawali Api berkata pada dirinya sendiri.
"Kita ke kerajaan Rijang Renah Selawi yang berpusat di Istana Naga Hitam di lembah hitam gunung kerinci". Shun Land berkata dalam batin Sang Legenda Rajawali Api.
Permaisuri May Lien yang tidak mempunyai ilmu Kanuragan memeluk permaisuri Dewi Sumayi dengan erat takut jatuh.
Merasa tidak terkejar oleh Shun Land sang legenda Rajawali Api mengurangi kecepatan terbangnya kerena jarak sudah dekat dengan istana Naga hitam di lembah hitam gunung kerinci.
Shun Land segera melesat lagi ke depan sang Legenda Rajawali Api, ini membuat kaget sang Legenda Rajawali Api, sang Legenda Rajawali Api ingin mengejar tapi terlambat dalam jarak seperti ini tidak mungkin terkejar, Akhirnya Sang Legenda Rajawali Api harus pasrah dan menerima atas kekalahannya dan mau tak mau harus mandi di laut yang akan di tertawa kan oleh Naga Bumi Sabui.
Shun Land menjejakkan kakinya di depan Istana Naga Hitam bekas istana Mara Deva, tidak lama Sang Legenda Rajawali Api sampai. Dengan wajah lesu berkata. "Nanti mandi di lautnya jangan ada Naga Bumi Sabui aku malu". Shun menjawab cepat.
__ADS_1
"Tidak bisa dia harus mendampingi mu mandi kalau kau ke tenggelam siapa yang menolong tubuh mu yang besar itu". Sang Legenda Rajawali Api berbalik dengan lesu mendengar jawaban Shun Land yang tidak bisa di bantah lalu bertengger di benteng istana.
Seorang penjaga istana langsung ke dalam istana melapor pada putri Serindang bulan. Setelah berhadapan dan berlutut penjaga itu berkata. "Putri di depan istana ada pendekar Rajawali Api bersama ketiga temannya ingin bertemu dengan putri Serindang bulan".
Prajurit penjaga istana yang tidak mengenal Shun Land tetapi mengetahui dari kabar berita yang beredar bahwa pendekar yang bersama burung besar adalah Pendekar Rajawali Api.
Jantung putri Serindang bulan bagaikan di gedor oleh Godam detak jantungnya berdebar kencang badannya lemas tak bertenaga Sakin kagetnya, orang yang telah membuat kenangan indah dan orang yang pertama mengajak dan mengenalkan sorga dunia orang dewasa bila bersatu laki-laki dan perempuan dalam satu tempat tidur tiba-tiba datang tanpa memberitahu terlebih dahulu.
Rasa gembira dan was-was berita ini bohong bercampur menjadi satu dalam perasaan nya. Putri Serindang bulan langsung berdiri dan berjalan ke gerbang istana depan di ikuti oleh panglima Demagog dan panglima Durjana mantan bawahan Asvaghosa yang sudah sumpah darah setia terhadap Shun Land.
Pintu gerbang istana Naga hitam terbuka pelan-pelan begitu terbuka sepenuhnya terlihat sosok yang selalu ada di angan dan imajinasinya, putri Serindang bulan tanpa memperdulikan di lihat banyak bawahannya langsung berlari dan memeluk erat tubuh Shun Land tanpa malu-malu ke tubuh sambil tak henti-hentinya memuji kepada sang maha Pencipta doanya di kabulkan.
"Kakang aku sudah putus asa dan pasrah bahwa aku tidak akan mempunyai suami seumur hidup karena dalam prinsip ku kakang yang pertama di hatiku dan kakang yang pertama merobek kehormatan ku kakang juga yang terakhir untuk hidup ku, aku sangat kangen kakang".
Putri Serindang bulan berkata di sela-sela Isak tangis bahagianya, "eeehhmm" Suara Boma berdehem memberikan kode bahwa di sana ada orang.
Putri Serindang bulan melepas pelukannya dan melirik ke belang tubuh Shun Land menatap permaisuri May Lien dan permaisuri Dewi Sumayi dengan wajah memerah menahan malu putri Serindang bulan tersipu.
"Hadeeeeh sampai lupa hutang yang harus di bayar kalau ada Raja yang ngomongnya seenak perutnya, tidak tahu aku yang jadi korban bulan-bulanan Betari tapi asiiik juga siiiih hehehehe" Boma bicara sekenanya.
__ADS_1
"Apakah kita harus di luar tidak di persilahkan masuk". Permaisuri Dewi Sumayi yang sudah akrab bicara setengah bercanda. Jelas ini menambah rasa malu putri Serindang bulan.
"Maaf kakak permaisuri Dewi dan kakak permaisuri May saya masih kaget, Silahkan kakak semua masuk di dalam bisa sambil minum minuman hangat dan makan" putri Serindang bulan dengan malu berkata.
"Nah gitu Doong tapi makan dan minum tidak di potong hutang kan eeh kelepasan". Boma bicara sambil berekting pura-pura lupa. Mereka pun masuk kedalam istana mereka berlima langsung di ajak oleh putri Serindang bulan ke ruang pertemuan yang di sana ada meja yang cukup besar dan kursi yang banyak cukup untuk mereka duduk bersama termasuk panglima Demagog dan panglima Durjana.
Empat pelayan datang dengan berbagai makan dan buah-buahan, dan dua pelayan membawa minuman dan gelas-gelas indah. Boma tanpa di banyak basa basi tangannya sibuk tetapi kegiatannya berhenti ketika salah satu pelayan muda menyodorkan minum hangat.
Terlihat tangan kuning langsat menaruh gelas di hadapan Boma, mata Boma menelusuri tangan tersebut sampai ke wajah pemilik tangan, wajah cantik polos tersenyum manis melihat kelakuan Boma.
Pelayan itu ngeloyor lagi kedalam Boma langsung berkata. "Putri Serindang bulan bolehkah saya melihat dapur istana makan di sini enak-enak saya penasaran ingin lihat dapurnya".
Di jawab cepat oleh Dewi Sumayi. "Boleh kakang Boma sekalian aku ingin tahu marahnya Betari bagai mana yaaa" permaisuri Dewi Sumayi tahu akal bulus Boma dan memberikan sindiran menakutkan. Boma langsung kembali duduk mendengar ucapan permaisuri Dewi Sumayi.
"Tapi mungkin lain waktu saja, dan sayang juga kalau makanan ini tidak di makan". Boma berkata sambil cengengesan.Putri Serindang bulan yang tidak tahu Betari langsung bertanya.
"Kakak permaisuri Dewi siapa Betari itu, kok kakak Boma di sebut nama Betari seperti ketakutan". Permaisuri mendapatkan pertanyaan putri Serindang bulan langsung menjawab. "Betari itu pengawal Mawinei istri kakak Boma". Permaisuri Dewi Sumayi menjawab sekenanya.
*******************
__ADS_1