
Nyai Gora Sindula sendiri memilih untuk beristirahat ruangan khusus tamu, Nyai Gora Sindula sengaja tidak mendampingi Dewi Pakuan agar belajar mengatasi permasalah nya sendiri sebab siap tidak siap Dewi Pakuan harus menjadi Ratu Galuh Sindula yang akan menjadi aikon dan simbul kerajaan yang harus menjadi contoh bagi kaum wanita seluruh negeri. Dari sini peristiwa ini harapan Nyai Gora Sindula bisa menjadi pelajaran yang penting ke depannya untuk Dewi Pakuan.
Nyai Gora Sindula sebagai pengasuh dan penjaga Dewi Pakuan tidak khawatir Dewi Pakuan akan di celakai oleh madunya, karena Nyai Gora Sindula sudah melihat kedalam batin ketiga permaisuri Shun Land yang ketiganya tidak ada yang mempunyai sifat jahat dan egois ataupun sifat serakah ingin menjadi istri yang terbaik.
Permaisuri May Lien segera bicara pada Dewi Pakuan, "kita harus menemui putri Dian Prameswari dwibuana yang mengetahui percis keberangkatan kakang Jaya sempurna.
Semua permaisuri Shun Land di beri tahu bahwa dirinya lebih senang di panggil Jaya Sempurna karena nama tersebut pemberian Sang Guru Batiniahnya Sanghyang Triloka. Dan nama itu juga yang mengantar asal usul dirinya dan asal usul sang Sahabat Legenda Rajawali Api.
Permaisuri May Lien dan Dewi Pakuan berjalan bergegas menuju kediaman Putri Dian Prameswari Dwibuana, kediaman tersebut berdampingan dengan kediaman Boma.
Ketika berjalan di depan kediaman Boma mereka berdua di lihat Pratiwi spontan Pratiwi berlari mengejar permaisuri May Lien sambil berteriak. "Bibi permaisuri Pratiwi ikut". Anak Mawinei ini sangat akrab dengan permaisuri May Lien kerena Pratiwi senang bermain dengan Lodaya harimau jinak. Di perlakukan apapun oleh Pratiwi Lodaya tidak menghiraukannya.
Permaisuri May Lien mengalah berhenti lalu jongkok dan berkata dengan lembut sambil tersenyum. "Dede Pratiwi Bibi lagi ada keperluan penting Dede kembali lagi yaaa pada ibu lain kali Dede ke rumah bibi dan bermain sama Lodaya".
Boma yang sedang duduk di ruang depan mendengar suara yang tidak asing langsung keluar menghampiri permaisuri May Lien dan Dewi Pakuan.
"Loh kalian berdua ada di sini, bukannya di istana baru Galuh Purba". Boma bertanya keheranan. Permaisuri May Lien pun menjawab.
__ADS_1
"Kami hanya jalan-jalan terbang bersama sang sahabat Rajawali Api tapi sampai disini paduka sudah pergi bersama kakak Sari dan kakak Dewi menyusul kami, kak Boma tolong ceritakan kepergian paduka raja Jaya Sempurna pada saya". Permaisuri May Lien menjawab pertanyaan Boma dan di akhiri dengan pertanyaan.
"Aku ketika itu akan berkunjung ke Adik Jaya Sempurna sesampainya di sana aku lihat mereka bertiga sedang berkemas, tetapi aku melihat wajah dan roman Adik jaya Sempurna terlihat sedang marah besar, aku tidak tahu paduka raja Jaya Sempurna sedang marah pada siapa, aku yang ingin ikut juga di larang malah di suruh berangkat bersama putri Dian Prameswari dwibuana begitu permaisuri May Lien".
Dewi Pakuan mendengar jawaban Boma dirinya sudah menduga bahwa kemarahan sang suami pastinya pada dirinya yang pergi tanpa izin terlebih dahulu, Dewi Pakuan mengeratkan rahangnya untuk mengumpulkan keberanian dan rasa tanggung jawab menghadap suaminya untuk meminta maaf dan menerima konsekuensinya telah berbuat salah.
Permaisuri May Lien yang tadinya Meu menemui putri Dian Prameswari Dwibuana mengurungkan niatnya, malah berbalik ke kediamannya Dewi Pakuan mengekor di belakangnya tanpa bicara.
Permaisuri May Lien merasa was-was juga karena baru kali ini Shun Land marah dan kemarahannya berlanjut ke perbuatan. Setelah sampai di depan kediamannya permaisuri May Lien merasa kehilangan Lodaya yang biasanya ada di depan pintu sekarang tidak ada.
"Nyai Ratu harus kembali ke kediaman nyai, dan berkemas lah kita harus menyusul kakang Jaya Sempurna, kakak juga akan berkemas semoga saja belum jauh" permaisuri May Lien memberikan perintah kepada Dewi Pakuan agar cepat berkemas.
Ratu Galuh Sindula atau Dewi Pakuan merasa hidupnya sendiri tidak ada seorang pun yang membenarkan tindakannya, tetapi dari sini terlihat menatap asli Dewi Pakuan yang kukuh pendiriannya akan mengajak suaminya bagai mana pun resikonya.
Setelah berkemas barang seperlunya, sisanya akan di bawa oleh pasukan yang di pimpin oleh Putri Dian Prameswari dwibuana.
Dalam batin Dewi Pakuan berkata pada sang Legenda Rajawali Api, "kau jangan pergi kemana-mana antar aku menemui junjungan mu, Secara cepat kalau tidak kau akan merasakan hidup bagai di neraka, kau jangan mengadu yaa pada kakang Jaya bahwa aku memaksa mu, eeh maaf aku sedang kalut sedih".
__ADS_1
"Baik Ratu Galuh Sindula". Sang Legenda Rajawali Api menjawab singkat karena tahu junjungan wanitanya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Terdengar suara di batin Nyai Ratu Galuh Sindula lalu bicara lagi.
"Eeeh aku lupa bahwa hanya kau yang bisa berkomunikasi dengan kakang jaya bagai mana pun jauhnya, tadi aku lupa bertanya pada mu dan kau sengaja tidak memberi tahu ku". Sang Legenda Rajawali Api yang sedang duduk di halaman sampai terperanjat mendengar ucapan Dewi Pakuan "waduh ketahuan juga aku pura-pura tidak tahu" sang Legenda Rajawali Api berkata dalam hati, lalu menjawab ucapan Dewi Pakuan.
"Ratu Galuh Sindula saya ini hanya patuh dan berkata bila di tanya kalau tidak di tanya dan di perintah saya di larang leluhur". Sang Legenda Rajawali Api berkelit.
Permaisuri May Lien datang dengan sebuah buntelan sebelum itu permaisuri memerintahkan salah satu penjaganya untuk memberitahu ibunda dan ayahandanya di penginapan Kembang Tanjung.
Merdeka bertiga berjalan ke tengah halaman yang di sana ada sang Legenda Rajawali Api menunggu. Dewi Pakuan duduk di depan di lalu permaisuri May Lien dan Nyai Gora Sindula di belakang.
"Cepat kau hubungi junjungan mu kakang jaya Sempurna". Suara Dewi Pakuan di batin Sang Legenda Rajawali Api. Tanpa bisa menolak Sang Legenda Rajawali Api menuruti perintah.
Dengan kekuatan Batiniahnya yang tinggi sang legenda mengirim pesan pada Shun Land.
Pada saat itu Shun Land sedang istirahat di dalam kereta dengan kepala di pangku Permaisuri Sari Tungga Dewi, tiba-tiba batinnya bagai ada yang menggedor paksa.
Suara sang Legenda Rajawali Api menggema di batinnya. "Cepat katakan di mana kau berada, aku sudah tak tahan lagi dengan istri mu yang satu ini ini lebih ganas mulut mertua galak".
__ADS_1
"Lagak mu doang kaya jagoan lawan mulut wanita satu saja..... payah Cepat ke sini aku di wilayah kali Sewo daerah Pusakanagara". Shun Land menjawab. Dalam komunikasi batin tingkat tinggi tidak akan ada yang bisa mengetahuinya kecuali Mereka yang berada satu tahap dalam ilmu kebatinan nya.
******************