
Di antara mereka yang menyetujui ada dua orang yang mengangkat tangannya, meminta kepada pengatur acara untuk di berikan waktu bicara.
Mereka dari bangsawan Baraki dan bangsawan Bakumpai.
Pangeran Kitri sebagai pengatur acara membuat pengumuman.
"Pangeran mohon izin Tetua Mantir dan tetua Hanjak ingin, mengutarakan pendapatnya"
"Berikan waktu padanya, di sini semua mendapat kesempatan yang sama"
Pangeran Shun Land mempersilahkan
"Kepada Tetua Mantir di persilahkan untuk bicara, dan kepada seluruh peserta sidang di harap tenang dan mendengarkan, pendapat tetua Mantir berbicara"
Pangeran Kitri memberi peringatan.
Semua mata tertuju pada tetua Mantir, yang di sana di dampingi oleh seorang wanita cantik dengan pakaian yang tertutup tetapi lekuk tubuhnya sangat terlihat(pakaian-ketat)
Yang jelas itu bukan istri sahnya.
"Kepada paduka Ratu SHI, maha Patih Jhasun, dan putra mahkota pimpinan tertinggi sidang, begini pangeran, bukan menentang tetapi kalau keputusan itu, menurut hemat saya tidak mencerminkan keadilan, alasan saya jelas, orang yang mencoba membunuh calon putra mahkota itu sangat berbahaya, di masa depan bila ada kejadian seperti ini, mereka akan membuat referensi, tentang keputusan ini, bila mereka masuk persidangan"
Pangeran Shun Land tersenyum mengerti kemana arah bicara tetua Mantir ini, dia ingin menekan dirinya, dengan Sandara, hukum mati terhadap pangeran Khal Shugal.
"Terima kasih paman Mantir, alasan paman sangat tepat, tetapi ada kekurangan, karena tindak percobaan pembunuhan yang paman katan tidak benar, dari mana paman mengetahui bahwa pangeran Khal Shugal, mencoba membunuh saya"
Pangeran Shun land balik bertanya
"Menurut saksi mata, bahwa pangeran Khal Shugal melemparkan racun Gangsa, kearah jantung pangeran, tapi di gagalkan seorang gadis, hingga hanya mengenai dada kiri pangeran"
Banyak tetua Mantir
Mendengar bantahan tetua Mantir, pangeran Shun Land, sedikit memicingkan mata,
Pangeran Shun Land sangat merahasiakan, jenis racun yang di gunakan pangeran Khal Shugal, untuk mencelakai nya.
Hanya orang-orang terdekat yang mengetahuinya. Sedangkan, tetua Mantir sendiri pejabat baru yang baru di Lantik beberapa Minggu yang lalu
Tetapi tetapi Tetua Mantir sepertinya sangat yakin bahwa dirinya di serang Racun Gangsa, dari mana dia mendapatkan informasi seakurat ini.
"Tetua Mantir ini, sangat teliti menanggapi sebuah kejadian, perlu di ketahui oleh tetua bahwa saya menyuruh, putri Sari Tungga Dewi, untuk memberikan racun itu...
Untuk mengetes, sejauh mana, pangeran Khal Shugal, tersesat dalam napsu keserakahan...
Seraya menunjuk putri Sari Tungga Dewi, dan di balas dengan anggukan pasti.
__ADS_1
"Putri May lien yang menolong saya adalah orang yang simpati terhadap pribadi saya, jadi ketika kejadian itu dia secara spontan, menyelamatkan saya....
coba kalian bayangkan orang yang anda kagumi dalam keadaan bahaya, itu suatu tindakan yang wajar, padahal putri May Lien tidak mengetahui rencana saya.....
Sekarang saya bertanya, dari mana paman mengetahui jenis racun yang di gunakan pada waktu itu"
Pangeran Shun Land mengakhiri dengan pertanyaan.
Putri May Lien mendengar alasan pangeran Shun Land, wajahnya memerah bagaikan tomat.
Mendapat pertanyaan ini tetua Mantir, sangat kaget, dia malah terjebak oleh pernyataannya sendiri.
"Pangeran jenis racun yang saya katakan adalah hanya tebakan saya saja, mohon maaf tindakan bodoh ini, meragukan keputusan keadilan pangeran, dengan ini terbukti bahwa pangeran sangat bijaksana dalam mengambil keputusan"
Tetua Mantir sangat pandai mengeluarkan kata-kata, mengubah arah pembicaraan, ketika keadaan tidak menguntungkan.
Pangeran Shun Land hanya tersenyum penuh misteri, mendengar ucapan tetua Mantir, yang pandai berubah arah.
"Bagai mana tetua Hanjak, katakan apa, apa yang tetua sampaikan" pangeran Shun Land bertanya dan mempersilahkan tetua Hanjak untuk bicara
"Tidak pangeran, setelah mendengar penjelasan pangeran tadi keraguan saya menjadi hilang, dan pangeran pantas menjadi orang yang memimpin negeri ini''
Tetua Hanjak berkata apa adanya.
Akhirnya semua setuju dengan keputusan itu,
Spontan melompat dan memeluk pangeran Shun Land, pipinya menyentuh pipi pangeran Shun Land, yang memang tinggi mereka hampir sama, beda beberapa inci lebih tinggi pangeran Shun Land.
Saking senangnya, kakak laki-laki, satu-satunya terlepas dari hukum mati.
"Terima kasih adik pangeran"
Putri Sari Tungga Dewi segera melepaskan pelukannya, menyadari seisi ruangan, matanya tertuju kepadanya, dia tertunduk malu kembali ke tempat duduknya.
Putri Dewi sumayi, melirik dengan kesal.
Tapi putri May lien, tersenyum tidak keberatan, andai harus berbagi.
"Putra ku ini melebihi ayahnya dalam masalah asmara, padahal ketampanan ayahnya bagai malaikat penunggu pintu surga" maha Patih Jhasun bicara pelan, tapi cukup jelas terdengar oleh Ratu SHI khal.
"Mulai berani cari masalah yaaa" Sang Ratu SHI khal melotot.
"Tidak aku hanya punya satu istri yang sangat cantik dan anggun, walau agak susah di temui waktu malam" jawab maha Patih Jhasun sedikit nyindir.
Mendengar ini wajah ratu SHI khal, memerah sedikit dan mencubit pinggang suaminya.
__ADS_1
"Awas nanti malam, urusan ini kita lanjutkan" sang Ratu SHI mengancam sang suami.
Pangeran Khal Shugal, melaksanakan sumpah darah kebumi, dan mengucapkan ikrar janji setia, yang di pandu maha guru spiritual Badewa Tjilik Riwut.
Sebelum acara di lanjutkan dengan pengumuman pengunduran diri panglima Shu khal sebagai panglima perang.
Dan di lanjutkan pengangkatan Tian agan, bagai penggantinya, panglima Shu khal, dan Yu asri haring sebagai wakilnya.
Pangeran Khal Shugal, melaksanakan sumpah darah kebumi, dan mengucapkan ikrar janji setia, yang di pandu maha guru spiritual Badewa Tjilik Riwut.
Sebelum acara di lanjutkan dengan pengumuman pengunduran diri panglima Shu khal sebagai panglima perang.
Dan di lanjutkan pengangkatan Tian agan, bagai penggantinya, panglima Shu khal, dan Yu asri haring sebagai wakilnya.
Di akhir acara pangeran Kitri sebagai pengatur jalannya sidang, mengundang seluruh yang hadir, bahwa besok akan di langsungkan, acara pernikahan antara, panglima Shu khal dan tetua Sri khal di aula istana ini.
Tadinya panglima menolak pernikahannya di adakan di istana kerajaan, dengan alasan tidak pantas menggunakan istana untuk keperluan pribadi.
Tapi Ratu SHI khal sebagai kakak perempuan dan Ratu orang paling berkuasa di kerajaan memaksa, karena panglima Shu khal, adalah sama-sama anak dari leluhur agung Khalma jaya.
Setelah pengumuman itu pangeran Kitri, mengetuk palu tanda berakhirnya acara, sekaligus mempersilahkan para peserta sidang istimewa itu, untuk kembali ke Kediaman masing-masing.
Yang tertinggal hanya keluarga inti kerajaan.
Sesepuh agung Khal San, menghampiri pangeran Shun Land dengan istri Dewi Iswari, untuk mengucapkan terima kasih, telah membela pangeran Khal Shugal, walaupun pangeran Khal Shugal berniat mencelakai nya.
"Terima kasih nak mas, dengan keluhuran Budi nak mas, mau memaafkan kakak sepupu nak mas sendiri''
"Tidak sesepuh agung, saya hanya menjalankan tugas saya dengan adil, sebenarnya kakang Khal Shugal tidak bersalah, kejadian itu di pengaruhi ilmu gendam merenggut Sukma, tapi sayang sampai saat ini saya belum mengetahui siapa pemilik ilmu tersebut, kemungkinan orang yang sama, yang memberikan racun Gangsa kepada kakang khal Shugal''
Pangeran Shun Land menjelaskan apa adanya.
Mendengar penjelasan ini sesepuh agung sangat memuji ketelitian dan kejelian pangeran Shun Land, dalam memecahkan suatu masalah.
Dewi Iswari sebagai seorang ibu, betapa bahagianya anak laki-laki satu-satunya lolos dari hukuman mati.
Saking gembiranya, memeluk sang ponakan dengan erat dan bicara penuh haru
"Terima kasih anak ku, kau sungguh memiliki sifat-sifat dan tabiat, kakek mu, leluhur agung Khalma jaya.....
"Yayi Ratu SHI, bagai mana kalau putramu menikahi Putri Sari Tungga dewi, kayanya mereka serasi, anak ku pangeran Shun Land, jangan menolak yaaa"
Dewi Iswari berniat menjodohkan putrinya Sari Tungga Dewi dengan pangeran Shun Land.
Mendengar ini pangeran Shun Land, seakan di jebak, mau berkata tidak, takut menyinggung sesepuh agung, berkata mau, tidak ingin menyakiti perasaan putri May lien dan Dewi sumayi.
__ADS_1
...****************...