Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
Episode 10. Ketemu di rumah sakit


__ADS_3

Di rumah Rendi.


Rencananya hari ini ayah tiri Rendi akan tiba di Jakarta karena dia juga ingin bertemu menantunya. Ayah dan ibunya Rendi memang tidak tinggal di Jakarta karena mereka punya bisnis di luar kota. Itulah sebabnya Rendi menikah dengan cara seperti itu, kalau ibunya tinggal di luar kota bersama ayah tirinya Rendi akan menjadi bebas.


Rendi berjalan keluar kamar menghampiri ibunya yang tengah duduk menunggunya di ruang makan. "Ren sini sarapan bareng, habis sarapan coba ke rumah sakit lagi. Oh iya gimana keadaan ibunya Indah pas kamu ke sana apa dia udah sadar."


"Udah Mah."


"Kalau gitu Mamah ikut deh ke rumah sakit sekalian mau ketemu sama ibunya Indah."


"Mamah enggak usah ikut, biar Rendi aja yang ke sana." Sahut Rendi mencoba mencegah ibunya untuk tidak ikut bersamanya, namun ibunya memaksa karena kemarin belum sempat bertemu dengan ibunya Indah. Rendi tidak bisa menolak dengan perkataan ibunya. Hampir setiap perkataan atau perintah dari ibunya dia tidak pernah menolak. Karena dia tidak pernah mau buat ibunya kecewa, dan dia juga sangat menyayangi ibunya.


Setelah selesai sarapan Rendi sudah menunggu ibunya di dalam mobil. Dan tak lama ibunya masuk masuk mobil dan berkata.


"Hayu Ren." Sambil menutup pintu mobil.


"Ada yang ketinggalan enggak Mah?" tanya Rendi, ibunya hanya menggelengkan kepala.


Rendi menyalakan mobil dan berangkat bersama ibunya dengan mobil hitam mengkilat kesayangannya, mereka juga mampir ke supermarket membeli buah-buahan untuk ibunya Indah.


Sesampainya di rumah sakit mereka berjalan dan bertemu dengan suster yang baru saja keluar dari pintu ruang ibunya Indah mereka meminta izin untuk bertemu dengan ibunya Indah. Ketika mereka masuk ke dalam ruangan, tampaknya ibunya Indah sedang tertidur dan ada dokter juga yang tengah memeriksa. "Oh maaf Dok kalau kami mengganggu." Ucap ibunya Rendi masuk dan menaruh buah-buahan yang dia pegang di atas meja di sambil tempat tidur ibunya Indah.


"Enggak apa-apa Bu, untuk sekarang Ibu Sarah sedang tidur. Ibu bisa menjenguknya nanti, kalau dia sudah bangun." Ucap dokter.


Mereka berdua dan Rendi keluar dari ruangan. Randi pun bertanya, "Dok apa hari ini Indah datang kemari?"


"Belum, pada hal sejak dari semalam ibunya tanya. Dari pihak rumah sakit sudah coba menghubungi tapi nomornya tidak aktif."


"Iya Dok kami semua juga khawatir." Sambung ibu Rendi.


Lalu Indah dah tiba-tiba datang bersama Nella dia berjalan menghampiri mereka dan berkata. "Mamah, Mas Rendi, kok ada di sini."


Melihat menantunya datang ibu Rendi langsung memeluk indah dan bertanya,

__ADS_1


"Sayang kamu kemana aja, dari semalam enggak pulang?" tanya mertuanya.


"Mah maafin aku ya, semalem aku ada urusan." Jawab Indah.


"Syukurlah kamu udah datang ke sini Indah." Sahut dokter.


"Dok gimana keadaan mamah?" tanya Indah.


"Baik. Mamah kamu sudah sadar dari semalam, dia nanyain kamu terus. Dari rumah sakit udah coba hubungi kamu tapi nomormu tidak aktif." Sambungnya lagi.


"Maaf Dok handphone aku hilang, sekarang aku boleh ketemu mamah kan?"


"Mamah kamu baru tertidur nanti saja kalau sudah bangun baru bisa kalian semua jengguk. Ya sudah saya permisi." Dokter pergi meninggalkan mereka.


Nella melihat kearah Rendi yang sedang tengah diam seperti patung. Nella merasa kalau dia pernah bertemu dengan Rendi tapi dia tidak ingat di mananya,


"Indah ini siapa?" tanya mertuanya yang melihat Nella.


"Oh iya maaf Mah, ini Nella temen aku. Dan semalam aku menginap di rumahnya." Mengenalkan Nella kepada mertuanya


"Iya Sayang, Tante ini mertuanya Indah." Memegang tangan Nella


"Mertua.." Sontak Nella kaget karena selama ini ini indah tidak pernah menceritakannya,


"Indah sejak kapan kamu menikah? Kok kamu enggak kasih tau aku. Tega kamu Ndah." Ucap Nella sangat marah.


"Eemm bukan gitu Nell. Eemmm Mah aku tinggal sebentar mau ngomong sama Nella ya." Meninggalkan Rendi dan ibunya.


Indah mengajak Nella ke kantin untuk mengobrol empat mata. Mereka duduk dan terlihat wajah Nella yang sudah begitu kesal karena dia baru tau Indah sudah menikah.


"Kamu jelasin sekarang pokoknya Ndah." Tanya Nella dengan tegas.


Indah langsung memeluk temannya itu sambil mengatakan. "Maafin aku Nell, maaf banget karena aku enggak cerita aku yang sudah menikah." Tidak terasa air mata Indah jatuh.

__ADS_1


Melihat Indah menanggis Nella merasa tak enak. Dan mengusap air matanya dan berkata. "Indah coba kamu jelasin semuanya, pelan-pelan aja, aku dengerin kok." Lalu Indah menceritakan semuanya dan tentang masalah Perjanjian Pernikahan.


"Indah harusnya kamu ngomong sama aku dulu, jangan langsung setuju aja." Kata Nella.


"Saat itu aku benar-benar binggung Nell yang ada di fikiranku cuma pinjam uang sama bos." Jawab Indah.


"Tapi kalau caranya harus menikah itu lain lagi Ndah, ini menyangkut masa depan kamu juga. Padahal kalau kamu ngomong dulu sama aku. Aku bakal ngomong sama papahku, aku yakin papahku juga bisa bantu kamu."


"Nell aku udah banyak banget ngerepotin kamu. Kayak sekarang aja aku udah minta tolong, dan pinjam uang."


"Terus setelah menikah kamu kenapa mau kerja? Kan udah di kasih nafkah sebulan segitu. Harusnya kamu terusin aja kuliah kamu yang tertunda Ndah."


"Aku pengennya gitu Nell, tapi gara-gara kemaren ada masalah aku jadi enggak dapat uang buat bulan ini. Kalau dapat juga aku enggak bakal di usir dari kontrakan."


"Susah juga ya Ndah kalau menikah dengan cara seperti ini, tapi apa kamu bakal kuat ngejalaninnya?" Nella yang merasa khawatir.


Indah pun tidak tahu sampai kapan dia mampu menjalani pernikahan seperti itu. Walau Indah meminta cerai tetap saja itu tidak bisa karena itu keputusan di tangan Rendi.


Nella mencoba untuk menyemangati Indah supaya tetap kuat menjalaninya dan mengingatkan kalau besok pertama indah masuk kerja di restoran tantenya. Tidak lupa dia juga mengatakan supaya ibu Indah cepat sembuh. Setelah pembicaraan mereka selesai Nella memutuskan untuk pulang.


Indah kembali dari kantin dan berjalan menghampiri Rendi dan ibunya yang sedang duduk di bangku. "Indah kok kamu sendirian kemana temanmu?" tanya mertuanya.


"Dia udah pulang Mah, Mamah kesini sama Mas Rendi mau apa?" tanya Indah.


"Mau apa, mau apa. Kamu ini enggak sadar semalam enggak pulang." Sahut Rendi dengan nada emosi.


"Rendi udah. Yang penting kan Indah udah ketemu."


"Maafin aku ya Mah, Mas udah bikin khawatir."


"Iya nggak apa-apa Sayang. Mamah juga mau kasih tau kalau papahnya Rendi mau ke Jakarta, dia mau ketemu sama kamu." Sahut Mertuanya.


"Iya Mah." Jawab Indah.

__ADS_1


Mereka bertiga masuk ke ruangan ibunya Indah, dan terlihat ibu Indah sudah bangun dari tidurnya. Indah datang langsung memeluk ibunya dan berkata. "Alhamdulillah Mah... Akhirnya Mamah udah sadar juga" ucapnya senang.


__ADS_2