Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
(Season 2) 38. Mencintai orang lain


__ADS_3

Setelah selesai dari ziarah Indah meminta Irwan mengantarkan mereka ke kantor polisi tepat di mana Reymond di penjara. Mereka sudah sampai di depan dan Irwan sudah memarkirkan mobilnya.


"Indah ... Sebenarnya kita mau membesuk siapa di sini? siapa yang di penjara?" tanya Antoni.


"Mas Reymond, Pah."


Mata Antoni terbelalak, dia tahu Reymond adalah tersangka yang menculik Indah dan Bayu. Indah sudah mengendong Bayu dan keluar dari mobil, dengan cepat Antoni keluar dan menghentikan langkah kaki Indah.


"Indah ... Papah tahu Reymond yang menculik kalian, lalu kenapa kamu ingin membesuknya? Apa tidak berbahaya sayang?" tanya Antoni dengan wajah cemas.


Indah mengenggam tangan Antoni. "Papah ... Mas Reymond bukan orang yang jahat, dia ..."


Apa harus aku bicarakan pada Papah Antoni kalau dia Mas Rendi? Ah aku rasa itu tidak perlu. Nanti Papah tidak akan percaya padaku seperti Papah Mawan dan Mamah Santi. Lebih baik aku mengarang cerita saja.


Batin Indah mendapatkan ide.


Indah menarik tangan Antoni untuk duduk di teras kantor polisi.


"Pah ... Sebenarnya aku mencintai Mas Reymond, dia adalah kekasihku," ucap Indah tiba-tiba.


Mata Antoni terbelalak. "Kekasih? Sejak kapan kalian pacaran? Bukannya dari dulu kamu tidak pernah bisa melupakan Rendi?" tanya Antoni binggung.


Indah mengigit bibir bawahnya, dia mulai mencari-cari alasan yang cocok. Dia tidak mau mengacaukan rencana Rendi kalau sampai dia membocorkan ke semua orang bahwa dia masih hidup. Cukup kemaren saja dia melakukan langkah yang salah dengan melabrak Siska tanpa pikir panjang, karena terlalu terbawa emosi.


"Iya Pah, memang betul aku sejak dulu tidak bisa melupakan Mas Rendi. Tapi semenjak aku bertemu dengannya, aku seperti melihat Mas Rendi ada pada dirinya," jelas Indah.


Antoni terdiam sejenak, dia berusaha mencerna apa yang Indah katakan. Namun terkesan tidak masuk akal.


Indah mengenggam tangan Antoni. "Pah ... Apa aku salah jika mencintai orang lain selain Mas Rendi? Bukannya kalian semua menginginkan aku bahagia," jelas Indah.


Antoni membalas genggaman tangan Indah. "Tidak sayang. Itu tidak salah, lalu bagaimana bisa dia menculik mu? Kalau memang dia mencintai kamu dan serius padamu, kenapa dia tidak melamar untuk menikahi mu?"


Deg....


Pertanyaan Antoni berhasil membuat Indah kembali kebingungan dan mencari alasan.


"Begini saja Pah. Kita masuk dulu dan bicara sama Mas Reymond, dia pasti punya alasan kenapa dia menculik aku dan Bayu."

__ADS_1


"Baiklah. Kita masuk sekarang," ajak Antoni seraya bangun dan melangkah bersama Indah masuk ke dalam kantor polisi.


Iya, mungkin Mas Rendi yang akan bicara mengarang cerita pada Papah Antoni. Semoga Papah Antoni percaya dengan kebohongan kita berdua, walau Papah Mawan dan Mamah Santi tidak percaya dengan Mas Reymond. Setidaknya aku akan berusaha meyakinkan Papah Antoni untuk percaya dengan aku dan Mas Reymond saling mencintai. Semoga Papah Antoni bisa membantuku.


Batin Indah.


Mereka berdua masuk ke dalam dan berbicara pada salah satu polisi untuk meminta bertemu dengan Reymond. Indah, Bayu dan Antoni sudah duduk di kursi pertemuan khusus untuk orang yang mau membesuk.


Polisi berjalan menuju sel penjara, terlihat Reymond sedang melamun, dia menyender di tembok seraya memeluk lutut. Rizky sedang berada di kamar mandi.


"Pak Reymond," panggil Polisi itu.


Reymond menepis lamunannya dan bangun seraya menghampiri Polisi. "Ada apa, Pak?"


"Ada yang ingin bertemu dengan Bapak."


Pasti Harun! Apa dia sudah berhasil membebaskan aku dan minta tanda tangan Papah?


Batin Reymond bertanya pada diri sendiri.


Polisi itu membuka pintu sel dan mengandeng tangan Reymond menuju meja pertemuan. Reymond berjalan menunduk dan memikirkan apa yang akan Harun katakan. Apa jawabnya tetap sama? Kalau Mawan tidak akan mencabut tuntutan.


Suaranya terdengar begitu lembut masuk ke dalam rongga telinga Reymond, hanya mengucapkan satu kalimat itu mampu membuat jantungnya berdebar.


Reymond langsung meluruskan pandangan ke depan, ada wajah cantik istrinya sedang berdiri dengan senyum merona. Jangan lupakan Bayu juga di sana, dia sudah melambaikan tangan pada Reymond.


"Sayang ... Bayu," Reymond melepaskan gandengan tangan polisi dan berlari memeluk Indah dan Bayu.


"Sayang kamu di sini," ucap Reymond seraya menciumi rambut Indah.


"Iya Mas, aku rindu padamu."


Reymond mencium kening Bayu. "Ayah Lemon kok ada di cini?" tanya anak polos itu


Mata Antoni terbelalak, namun dia hanya diam saja dan melihat mereka berpelukan.


Bayu sampai memanggil Reymond dengan sebutan 'Ayah' apa segitu dekatnya mereka bertiga?

__ADS_1


Batin Antoni binggung.


"Ayah lagi main di sini sayang," sahut Reymond.


Dia memegangi kedua pipi Indah, jangan lupakan dirinya kalau sudah bertemu Indah. Dia pasti langsung menciumnya, bukan mencium. Lebih tepatnya mencumbu.


Reymond meraup bibir Indah dan melum*tnya begitu dalam, Indah juga melakukan hal sama. Mereka berciuman dan menyatukan saliva.


Mata Polisi itu terbelalak, dia ingin mengacaukan ciuman mereka. Namun lengannya di hentikan oleh Antoni.


"Pak ... Sudah biarkan saja, mereka sedang melepas rindu," ucap Antoni.


Polisi itu mengangguk dan berjalan meninggalkan mereka, tapi ucapan Antoni barusan mampu menyadarkan mereka untuk melepaskan bibirnya masing-masing.


"Maaf sayang, aku kelepasan," ucap Reymond dengan telinga yang sudah merah karena malu, dia baru sadar ada Antoni juga di sana.


Indah tertunduk malu tak berani menatap wajah Antoni.


"Papah maafkan aku, bukan maksudku tidak sopan," ucap Indah, rasanya dia merasa ketakutan. Takut Antoni marah.


"Iya sayang, tidak apa-apa, duduklah."


Antoni memang sebetulnya kesal melihat mereka bercumbu di depan matanya, tapi balik lagi, dia melihat ekspresi wajah Indah yang sangat senang bertemu dengan Reymond. Apa lagi saat Indah mengutarakan perasaannya, Antoni tidak tega untuk menyakiti perasaan Indah.


Indah dan Antoni duduk bersebelahan, Indah juga memangku Bayu. Sedangkan Reymond duduk di depannya.


"Kamu panggil apa tadi? Papah?" tanya Reymond binggung, dia tidak tahu kalau Sarah menikah lagi. Apa lagi dengan Antoni, bekas HRD nya itu.


"Iya Mas, kenalin ini Papah Antoni. Dia Ayah tiriku," tutur Indah menjelaskan.


Reymond langsung mengulurkan tangannya, berpura-pura mengajaknya berkenalan. "Aku Reymond, Om."


Biasanya dia hanya memanggil nama 'Antoni' saja, tapi kali ini dia memanggil sebutan 'Om' terasa tak nyaman di lidah. Tapi kalau Antoni menjadi ayah tiri Indah berarti dia menjadi mertua Reymond.


Antoni membalas uluran tangannya, "Aku Antoni, Reymond aku tahu kau yang menculik anakku."


Antoni langsung mengayunkan tangannya dan melemparkan tamparan pada pipi kanan Reymond.

__ADS_1


Plakk.....


Mata Reymond terbelalak, dia kaget! Sungguh benar-benar kaget. Ada rasa tak terima juga di tampar oleh Antoni yang dulu hanya menjadi bawahannya. Bahkan dulu dia sering membentak Antoni, tapi sekarang dia mendapatkan tamparan. Reymond diam dan tidak berani berkata apa-apa.


__ADS_2