Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
(Season 2) 94. Double Date


__ADS_3

Sorotan mata penuh kecurigaan itu menatap tajam pada Rizky.


"Ih! Apa sih lu Rey? Lu cemburu? Gue tadi cuma kaget denger suara Bayu tertawa. Kan lu tau sendiri, gue cuma tinggal berdua sama Bibi, ya gue panik, dong!" seru Rizky menjelaskan.


Si Reymond kenapa kayak ngambek gitu? Apa jangan-jangan dia belum jadi tempur dengan Indah, mangkanya wajah tampan itu terlihat masam begitu.


Batin Rizky kembali tertawa.


"Hahahaha ....,"


Reymond menghela nafas dengan gusar. "Kenapa lu ketawa?"


"Nggak! Gue ngerti kok, lu pasti belum dapat jatah, kan?" ejek Rizky.


Telinga Reymond langsung memerah karena malu, lengannya mengusap-usap perut Indah.


"Apa sih ... Lu nggak jelas banget." Reymond memalingkan wajah.


"Oya kita belum kenalan, aku Anna," ucap wanita seksi disamping Rizky, ia mengulurkan tangan pada Indah.


"Aku Indah." Indah membalas uluran tangan itu sambil tersenyum.


"Kamu cantik, Indah," puji Anna.


"Mbak Anna juga cantik," balas Indah.


"Oya, gue mau pergi dengan Anna sebentar cari makan. Apa kalian mau ikut?" ajak Rizky.


"Bayu mau ikut, Om!" sahut Bayu.


"Iya, Bayu ikut. Boleh kok," sahut Rizky seraya mencium pipi.


Reymond melepaskan dekapan dari perut Indah dan sekarang hanya merangkulnya saja. "Riz, lu masih simpan data-data pas gue kecelakaan nggak?"


"Kayaknya ada." Rizky mengangguk-angguk dan mencoba mengingatnya, "Nanti gue suruh Bibi cari deh, memangnya mau buat apa?"


"Nanti gue bahas di kantor saja. Oya, lu mau keluar cari makan?"


"Iya, ayok bareng! Kali-kali kita double date," ajak Rizky.


"Lu aja deh. Gue nanti aja," tolak Reymond.


"Ayah ... Bayu mau ikut Om Iki, kita makan baleng, Ayah," pinta Bayu.


"Iya, Mas. Kita bareng saja, aku juga sudah lapar," balas Indah.


Reymond menghela nafas lesu, padahal dia mengatakan hal itu seakan memberi kode untuk Rizky. Rizky yang berada didepannya sudah menarik-narik alis mata keatas, dia seakan paham maksud dan tujuan Reymond. Tapi sayang sekali, anak dan istrinya tidak mengerti.


Ah! Gagal deh.


Batin Reymond.


"Yasudah, ayok!"

__ADS_1


Akhirnya mereka keluar bersama menuju halaman depan rumah Rizky, Reymond juga sudah mendorong koper dan memasukkan kedalam bagasi mobil.


"Kita mau makan dimana, Rey?" tanya Rizky seraya merangkul bahu Anna.


"Sayang, kau mau makan dimana?" tanya Reymond kearah Indah.


"Aku lagi pengen makan di Restoran Tantenya Nella deh, Mas," jawab Indah.


"Dimana itu?" tanya Reymond.


"Masa kamu lupa, dulu aku kerja disitu. Pas pergokin kamu sama Sis ...,"


Cup.....


Bibir Indah langsung di cium oleh Reymond sekilas, ia tidak mau mendengar nama itu lagi.


Mata mereka yang melihat pemandangan itu langsung terbelalak, apalagi Indah. Walau dia sering di cium oleh suaminya, tapi kedua pipi itu selalu bersemu merah.


Indah memegangi bibir dengan jari tangannya sendiri. "Mas, kamu ini apaan sih. Aku malu."


Reymond tersenyum dan mencium keningnya. "Malu kenapa? Kita ini suami istri, masa masih malu-malu. Kita nikah juga sudah lama, sayang," goda Reymond sambil menoel pipi istrinya.


"Hore! Bunda di cium Ayah! Bayu uga mau cium Bunda."


Bayu yang berada dalam gendongan Indah, tangan kecilnya memegangi kedua pipi dan mencium bibir ibunya sambil monyong.


Cup......


Indah kembali membalas menciumi seluruh wajah Bayu, tanpa henti.


Cup ... Cup ... Cup.


"Bayu juga tampan."


Reymond menatap dalam pada tingkah mereka berdua. "Aku juga mau di cium sayang," ucap Reymond seraya memonyongkan bibirnya.


"Mas ih kamu ini, ayok kita pergi sekarang." Indah tidak menghiraukannya dan masuk kedalam mobil.


Rizky mengelus punggung temannya yang sudah tak dianggap itu.


"Sabar, bro. Nanti malam perkosa aja si Indah, biar lu puas. Hahaha ....," ledek Rizky berlalu pergi menuju mobilnya bersama Anna.


Helaan nafas panjang itu mengiringi langkahnya masuk kedalam mobil dan menyetir.


"Kamu masih ingatkan, Mas? Restorannya?"


"Iya, aku ingat sayang. Oya ... Nanti malam aku ingin kita tempur."


Deg.....


Mata Indah terbelalak. "Tempur?! Dimana? Kata Papah kamu akan tinggal bersamaku, tapikan kita pasti tidak sekamar, Mas."


Reymond tersenyum, tapi matanya masih berfokus menyetir di depan. "Itu gampang. Nanti aku cari cara, kamu nanti malam jangan dulu tidur, ya? Tunggu aku."

__ADS_1


"Oke."


"Aku belikan kamu hadiah sayang, ada didalam koper. Nanti malam kamu pakai. Pokoknya kalau aku sudah datang ke kamar, kamu sudah memakainya."


"Apa itu? Nggak aneh-aneh, kan?"


"Nggak, kok." Reymond tersenyum mesum menoleh pada Indah.


Kenapa belum apa-apa aku merinding! Aku bahkan sering melakukannya dengan Mas Reymond, tapi jantungku masih saja berdebar. Hadiah apa? Apa jangan-jangan baju tidur kurang bahan?! Iya, pasti itu. Ih malu aku.


Batin Indah sambil merona.


***


Sampainya disana mereka langsung memesan tempat khusus VVIP, untuk makan malam berlima dan memesan beberapa menu andalan Restoran, suana di Restoran juga sangat ramai. Beberapa ruangan dekorasi sudah diubah menjadi lebih modern dan sangat nyaman.


Reymond duduk sambil memangku Bayu, disebelah Indah. Sedangkan Rizky duduk didepan, bersebelahan dengan Anna.


"Bagaimana? Enak?" tanya Reymond sambil mengunyah.


"Iya, enak," sahut Indah.


Bisnis Tante Nissa semakin maju, Restoran ini juga semakin ramai daripada dulu pas aku bekerja disini. Tempat ini menyimpan banyak kenangan, dulu aku pernah memergoki Mas Rendi merangkul Siska ... Menampar Siska di tempat ini ... Dan bertemu Papah juga disini, memintaku untuk lanjut kuliah. Kalau mengingat kejadian yang sudah lama, aku merasa waktu cepat sekali berlalu.


Oya, ngomong-ngomong bagaimana kabar Wulan temanku? Apa dia masih kerja disini? Sudah lama aku tidak bertemu dengannya.


Batin Indah.


Mata Indah berkeliling melihat sudut ruangan itu, seperti mencari-cari seseorang. Tak lama datang seorang pria paruh baya, mungkin seumuran dengan Hermawan. Ia berpakaian rapih mengenakan setelan jas berwarna coklat, menghampiri mereka yang sebentar lagi akan menyelesaikan makannya.


"Selamat malam Rizky, Reymond." ucap pria itu menyapa.


Mereka berlima menoleh padanya.


"Malam, Pak Sofyan," jawab Reymond dan Rizky.


Pandangan mata Sofyan langsung mengarah pada wajah Indah, "Kamu Indah, kan?"


Indah memperhatikan wajah yang terasa familiar, namun seperti sudah lupa dalam benaknya.


"Iya, Bapak memangnya mengenalku?"


Lengan Sofyan terangkat dan mengelus rambut Indah sekilas, namun justru membuat mata Reymond terbelalak tercampur kesal.


"Iya. Kamu sudah lupa dengan Om, ya? Om ini Papahnya Nella."


Indah langsung menarik senyumannya, "Oh iya, maaf aku lupa Om. Aku juga hanya ketemu Om dua kali waktu itu," sahut Indah tak enak hati.


Sofyan membalas senyumannya, "Tidak masalah. Kamu tambah cantik saja sekarang, Om sempat pangling ... Oya, waktu itu Steven berniat ingin melamarmu, kan? Sayang sekali kamu menolaknya, padahal Om juga dukung kalian."


Deg......


^^^Kata :1011^^^

__ADS_1


__ADS_2